HomepageBlogApa Itu Data Analyst? Tugas, Skill, Hingga Prospek Karier
5 min read

Apa Itu Data Analyst? Tugas, Skill, Hingga Prospek Karier

Tayang 22 Juli 2022 Diperbarui: 13 April 2026
Ditulis oleh:
digitalskola

Digital Skola Content Team

Share


Data Analyst Adalah
  Apa Itu Data Analyst? (Photo by Adeolu Eletu on Unsplash) 

Kini, hampir semua aktivitas yang dilakukan akan menghasilkan data. Mulai dari transaksi belanja online, interaksi di media sosial, hingga kebiasaan pengguna saat mengakses sebuah aplikasi. Data-data tersebut tidak hanya menjadi catatan biasa, tetapi juga bisa diolah menjadi informasi berharga yang membantu perusahaan memahami pasar, perilaku pelanggan, hingga menentukan strategi bisnis yang lebih tepat. Tak heran jika banyak orang mulai mencari tahu apa itu data analyst, terutama karena profesi ini sering disebut sebagai salah satu pekerjaan yang paling dibutuhkan di berbagai industri saat ini.

Namun, sebenarnya apa yang membuat peran ini begitu penting dalam dunia kerja modern? Bagaimana seseorang bisa bekerja dengan data yang jumlahnya sangat besar dan mengubahnya menjadi insight yang bermanfaat bagi perusahaan? Jika kamu pernah mendengar profesi ini tetapi belum benar-benar memahami tugas, tanggung jawab, maupun alasan mengapa banyak perusahaan membutuhkannya, mungkin kamu juga sedang bertanya-tanya apa itu data analyst dan bagaimana peran mereka di balik pengambilan keputusan berbasis data. Penasaran dengan penjelasan lengkapnya? Yuk, simak artikel ini sampai selesai!

 Apa Itu Data Analyst?

BACA JUGA: Percepat Dapat Kerja Berkat Personal Branding dari Digital Skola

Kenapa Data Analyst Penting di Era Digital?

Kenapa Data Analyst Penting di Era Digital?
 Kenapa Data Analyst Penting di Era Digital? (Photo by Tim van der Kuip on Unsplash)       

Ada beberapa alasan data analyst memiliki peran penting di era digital, berikut diantaranya:

  1. Membantu Perusahaan Mengambil Keputusan Berbasis Data

Salah satu alasan utama data analyst sangat dibutuhkan adalah kemampuannya membantu perusahaan mengambil keputusan berdasarkan data. Dengan menganalisis berbagai data yang tersedia, perusahaan dapat mengetahui tren pasar, perilaku pelanggan, serta peluang bisnis yang mungkin sebelumnya tidak terlihat. Keputusan yang didasarkan pada data biasanya lebih akurat dibandingkan keputusan yang hanya mengandalkan intuisi atau asumsi.

  1. Memahami Perilaku dan Kebutuhan Pelanggan

Data analyst juga berperan penting dalam membantu perusahaan memahami pelanggan mereka dengan lebih baik. Melalui analisis data, perusahaan dapat mengetahui pola pembelian, preferensi pelanggan, hingga faktor-faktor yang memengaruhi keputusan mereka saat membeli suatu produk atau layanan. Informasi ini sangat berguna untuk mengembangkan produk yang lebih relevan, meningkatkan pengalaman pelanggan, serta merancang strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran.

  1. Meningkatkan Efisiensi dan Kinerja Bisnis

Selain membantu memahami pelanggan, data analyst juga berperan dalam meningkatkan efisiensi operasional perusahaan. Dengan menganalisis berbagai proses bisnis, mereka dapat menemukan bagian yang kurang efektif atau memerlukan perbaikan. Hasil analisis tersebut memungkinkan perusahaan untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya, mengurangi biaya operasional, serta meningkatkan produktivitas secara keseluruhan.

  1. Mengidentifikasi Tren dan Peluang Baru

Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, kemampuan untuk membaca tren menjadi sangat penting. Data analyst dapat mengidentifikasi pola dan perubahan yang terjadi di pasar melalui data yang tersedia. Dengan memahami tren yang sedang berkembang, perusahaan dapat mengambil langkah lebih cepat untuk memanfaatkan peluang baru, baik dalam pengembangan produk, strategi pemasaran, maupun ekspansi bisnis.

BACA JUGA: Review Digital Skola: Switch Career dari Logistik ke Data Analyst

Apa Itu Data Analyst?

Data analyst adalah seorang profesional yang bertugas mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis data untuk menghasilkan informasi yang bermanfaat bagi perusahaan. Hasil analisis tersebut biasanya digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan bisnis, mulai dari strategi pemasaran hingga pengembangan produk. Seiring berkembangnya teknologi digital, kebutuhan akan data analyst juga semakin meningkat. Profesi ini tidak hanya dibutuhkan di perusahaan teknologi, tetapi juga di berbagai sektor industri seperti perbankan, transportasi, pendidikan, kesehatan, hingga e-commerce. 

Dengan memanfaatkan analisis data, perusahaan dapat memahami tren pasar, perilaku pelanggan, serta menemukan peluang bisnis yang lebih efektif dan efisien. Secara umum, data analyst juga berperan menerjemahkan data yang kompleks menjadi insight yang lebih mudah dipahami oleh manajemen. Dengan begitu, perusahaan dapat mengambil keputusan yang lebih tepat berdasarkan data yang akurat.

BACA JUGA: Review Digital Skola: Dari Upgrade Skill ke Karier di Top FMCG: Perjalanan Azhura 

Apa Saja Tanggung Jawab Data Analyst?

Berikut beberapa tanggung jawab data analyst: 

  1. Mengumpulkan Data dari Berbagai Sumber

Data analyst juga bertugas memperoleh data dari berbagai sumber, baik sumber primer maupun sekunder. Data primer biasanya diperoleh langsung dari aktivitas perusahaan, seperti transaksi pelanggan atau penggunaan aplikasi. Sementara itu, data sekunder dapat berasal dari laporan eksternal, riset pasar, atau sumber data lainnya.

  1. Mengekstrak dan Mengolah Data ke Berbagai Tools

Setelah data diperoleh, langkah selanjutnya adalah mengekstrak dan memindahkan data tersebut ke berbagai tools analisis. Proses ini penting agar data dapat diolah dengan lebih efisien menggunakan perangkat lunak atau platform analisis data yang sesuai.

  1. Menyusun dan Membersihkan Data agar Mudah Dibaca

Data mentah sering kali memiliki format yang tidak rapi atau tidak konsisten. Oleh karena itu, data analyst perlu mengatur ulang, membersihkan, serta menyusun data dalam format yang lebih terstruktur sehingga mudah dipahami dan siap untuk dianalisis.

  1. Melakukan Analisis Data

Salah satu tanggung jawab utama data analyst adalah melakukan analisis terhadap data yang telah dikumpulkan. Melalui proses ini, mereka dapat menemukan pola, tren, atau hubungan tertentu yang dapat memberikan insight penting bagi perusahaan.

  1. Menggunakan Alat Statistik untuk Menafsirkan Data

Dalam proses analisis, data analyst biasanya menggunakan berbagai metode statistik serta tools analisis data. Alat-alat ini membantu mereka menafsirkan kumpulan data secara lebih akurat sehingga hasil analisis dapat dipercaya dan relevan dengan kebutuhan perusahaan.

  1. Menyusun Laporan Hasil Analisis

Setelah proses analisis selesai dilakukan, data analyst akan menyusun laporan yang berisi hasil temuan dari data tersebut. Laporan ini biasanya disajikan dalam bentuk visualisasi seperti grafik, tabel, atau dashboard agar lebih mudah dipahami oleh pihak manajemen.

  1. Membuat Dokumentasi Analisis Data

Selain laporan, data analyst juga perlu membuat dokumentasi yang berkaitan dengan proses analisis data. Dokumentasi ini penting agar perusahaan memiliki catatan yang jelas mengenai metode analisis yang digunakan dan dapat menjadi referensi untuk pengambilan keputusan atau analisis di masa mendatang.

BACA JUGA: Baru Lulus Kuliah Langsung Berkarier di Bidang Data Berkat Digital Skola

Apa Hard Skill yang Dibutuhkan Data Analyst? 

Apa Hard Skill yang Dibutuhkan Data Analyst?
Apa Hard Skill yang Dibutuhkan Data Analyst? (Photo by Tirachard Kumtanom on Pexels

Untuk bisa mendapatkan, menganalisis, dan menggunakan berbagai data untuk membantu keputusan bisnis, data analyst membutuhkan berbagai skill penunjang, diantaranya adalah: 

  1. Kemampuan Microsoft Excel

Salah satu hard-skill yang dibutuhkan oleh data analyst adalah mengoperasikan Microsoft Excel. Dalam Microsoft Excel ada banyak sekali fitur dan fungsi yang sudah disediakan untuk mempermudah proses pengolahan data. Bahkan, Microsoft Excel tidak hanya bisa digunakan untuk menginputkan data dalam bentuk spreadsheet saja, Microsoft Excel juga bisa digunakan untuk fungsi agregasi, fungsi logika, dan lain sebagainya yang biasa digunakan oleh data analyst dalam pekerjaannya.

  1. Memahami Bahasa Pemrograman

Memiliki pemahaman bahasa pemrograman dengan baik akan bermanfaat bagi data analyst, apalagi jika kamu harus mengerjakan project baru yang sebelumnya sama sekali belum pernah diketahui atau dikerjakan. Data analyst harus mempelajari cara membuat kode untuk melakukan analisis numerik dengan jumlah data yang besar.  Ada beberapa bahasa pemrograman yang wajib dikuasai, seperti SQL (Structured Query Language), Oracle, dan Python. 

  1. Kemampuan Statistika

Data analyst adalah profesi yang berhubungan dengan data. Oleh karena itu, kamu akan memerlukan kemampuan statistika dan matematika yang sangat baik. Bahkan, kamu juga perlu memiliki kemampuan dalam menjabarkan angka ke dalam tabel, grafik, dan elemen grafis lainnya. 

  1. Menganalisa, Menyajikan, dan Menginterpretasi Data

Data yang sudah dianalisis oleh data analyst tidak akan berarti apabila tidak diterjemahkan menjadi laporan yang mudah dipahami. Maka dari itu, data analyst memiliki tanggung jawab untuk menganalisis, menyajikan, dan menginterpretasi data menjadi laporan yang mudah dipahami oleh para stakeholder terkait untuk kemudian dapat menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan bisnis ke depan.

  1. Data Warehousing

Data warehousing adalah proses pembuatan data warehouse atau tempat penyimpanan virtual untuk data perusahaan. Data analyst akan mengelola penyimpanan data ini dan memantau serta memelihara pengalaman dan akses data warehousing yang sesuai. 

BACA JUGA: Review Digital Skola: Dari Teknik ke Data Analyst, Kisah Adit Switch Career Bersama Digital Skola

Apa Soft Skill yang Dibutuhkan Data Analyst? 

Apa Soft Skill yang Dibutuhkan Data Analyst?
Apa Soft Skill yang Dibutuhkan Data Analyst? (Photo by Lukas on Pexels)    

Beberapa soft skills yang dibutuhkan data analyst yang harus dimiliki diantaranya:

  1. Attention to Detail

Saat bekerja, data analyst membutuhkan fokus yang sangat kuat, apalagi data yang dikelola dalam jumlah yang sangat besar dan biasanya data tersebut berupa angka. Untuk mempermudah pengolahan data, data analyst juga harus menggunakan pemrograman statistik yang pada penggunaanya membutuhkan fokus agar detail yang dikerjakan tetap terstruktur.

  1. Berpikir Kritis

Profesi data analyst tidak terlepas dari hasil analisis, hampir setiap saat data analyst akan bersinggungan dengan hasil analisis data. Untuk mengolah berbagai data dibutuhkan kemampuan berpikir kritis agar hasil analisisnya bisa digunakan sebagai acuan perusahaan dalam mengambil keputusan.

  1. Problem Solving

Tak bisa dipungkiri, saat bekerja data analyst akan berhadapan dengan berbagai masalah. Oleh karena itu, data analyst dituntut untuk memiliki kemampuan problem solving agar bisa menghadapi berbagai kendala baik itu kendala teknis maupun non teknis dengan tepat dan efisien.

  1. Komunikasi yang Baik

Analisis data yang hebat tidak akan berarti jika tidak bisa disampaikan dengan jelas. Data analyst harus mampu menyampaikan temuan dan insight kepada manajemen atau tim non-teknis dengan bahasa yang mudah dipahami, baik melalui laporan, dashboard, maupun presentasi.

BACA JUGA: Apa Itu Freelance? Pengertian, Cara Kerja, dan Contohnya

Apa Tools yang Digunakan Data Analyst? 

Apa Tools yang Digunakan Data Analyst?
Apa Tools yang Digunakan Data Analyst? (Photo by www.kaboompics.com on Pexels)    

Berikut beberapa tools yang umumnya digunakan oleh data analyst:

  1. Tools untuk Pengolahan Data

Untuk memulai analisis, data analyst biasanya membutuhkan tools untuk mengelola dan membersihkan data. Microsoft Excel masih menjadi pilihan utama karena kemudahannya dalam membuat tabel, pivot table, dan grafik. Selain itu, SQL digunakan untuk mengekstrak data dari database besar, memfilter informasi, dan mengatur data agar siap dianalisis lebih lanjut.

  1. Tools untuk Analisis Statistik dan Pemrograman

Setelah data siap, tahap analisis sering menggunakan bahasa pemrograman seperti Python atau R. Python populer karena fleksibilitasnya untuk analisis data, pemodelan statistik, dan otomatisasi berbagai tugas, sementara R lebih banyak digunakan dalam analisis statistik yang kompleks dan visualisasi data untuk riset atau akademik.

  1. Tools untuk Visualisasi Data

Menampilkan hasil analisis secara visual adalah bagian penting agar insight mudah dipahami. Di sinilah Tableau dan Power BI berperan. Keduanya memungkinkan data analyst membuat dashboard interaktif dan laporan visual yang jelas, sehingga tim atau manajemen bisa mengambil keputusan lebih cepat berdasarkan data yang tersedia.

  1. Tools untuk Manajemen Data dan Kolaborasi

Selain analisis dan visualisasi, data analyst juga memerlukan tools untuk manajemen data dan kolaborasi tim. Google Sheets memudahkan kerja sama secara real-time, terutama bagi tim remote. Sementara tools seperti Airflow atau Alteryx membantu mengotomatisasi workflow data dan mengintegrasikan data dari berbagai sumber, sehingga proses analisis menjadi lebih efisien.

BACA JUGA: Apa Itu Karyawan Swasta: Definisi, Tugas, dan Bedanya dengan PNS

Bagaimana Prospek Karier Data Analyst? 

Bagaimana Prospek Karier Data Analyst? 
Bagaimana Prospek Karier Data Analyst? (Photo by Monstera Production on Pexels)    

Profesi data analyst termasuk salah satu pekerjaan dengan prospek karier yang sangat menjanjikan. Hal ini dikarenakan data kini menjadi salah satu aset paling penting di dunia digital. Perusahaan membutuhkan tenaga profesional yang mampu mengelola data dalam jumlah besar, mengekstrak insight yang berguna, dan mendukung pengambilan keputusan bisnis yang lebih tepat. Fenomena big data juga semakin meningkatkan permintaan akan data analyst di berbagai sektor.

Menariknya, kebutuhan akan data analyst tidak terbatas pada perusahaan teknologi saja. Setiap perusahaan mulai dari transportasi, perbankan, kesehatan, hingga e-commerce memerlukan data analyst untuk memaksimalkan potensi data mereka. Dengan banyaknya data yang dihasilkan setiap hari, perusahaan memerlukan sosok yang dapat menafsirkan data secara efektif sehingga keputusan bisnis bisa lebih akurat dan efisien. Seiring meningkatnya permintaan, prospek karier data analyst sangat luas. 

Bagaimana Prospek Karier Data Analyst? 

Berdasarkan data dari Glassdoor yang diakses pada April 2026, kisaran gaji data analyst di Indonesia berada di Rp7–12 juta per bulan tergantung industri, lokasi, dan pengalaman. Selain gaji, data analyst juga berpeluang mendapatkan tunjangan tambahan dan benefit lain seperti bonus kinerja, pelatihan profesional, atau fleksibilitas kerja. 

Dilihat dari tren global juga menunjukkan bahwa data analyst akan tetap menjadi salah satu profesi yang paling dicari di masa depan. Dengan makin banyak perusahaan yang mengandalkan data untuk strategi bisnis dan pengambilan keputusan, kemampuan mengolah data dan menyajikan insight yang bermanfaat menjadi kompetensi yang sangat bernilai. 

BACA JUGA: Apa Itu Goals dalam Hidup dan Karier? Ini Penjelasan Lengkapnya

Apa Itu Data Analyst?

Kesimpulan

Data analyst merupakan profesi yang semakin krusial di era digital karena perannya dalam mengubah data mentah menjadi informasi yang bermanfaat bagi pengambilan keputusan perusahaan. Mulai dari memahami perilaku pelanggan, meningkatkan efisiensi operasional, hingga mendeteksi tren dan peluang bisnis, pekerjaan ini membantu perusahaan untuk lebih tepat dan strategis dalam menjalankan bisnisnya. Kombinasi antara hard skills seperti analisis data, statistika, dan pemrograman, serta soft skills seperti berpikir kritis, problem solving, dan komunikasi yang baik membuat data analyst menjadi aset penting bagi berbagai industri.

Dengan prospek karier yang luas dan permintaan yang terus meningkat, profesi data analyst menawarkan peluang pengembangan karier yang menjanjikan. Gaji kompetitif, serta peluang bekerja di sektor yang beragam menjadikan profesi ini pilihan menarik bagi siapa saja yang ingin berkarier di dunia data. Seiring bisnis semakin mengandalkan data untuk strategi dan inovasi, kemampuan data analyst untuk mengelola dan menafsirkan data akan tetap menjadi kompetensi yang sangat bernilai di masa depan.

Yuk, Belajar Data Analyst dengan Tutor Expert!

Yuk, Belajar Data Analyst dengan Tutor Expert!

Kalau kamu tertarik untuk menjadi data analyst, kamu bisa mengikuti Bootcamp Data Science with Certification + Real Internship dari Digital Skola. Kelas ini tidak hanya cocok bagi yang ingin menjadi data scientist, tetapi juga bagi mereka yang ingin berkarier sebagai data analyst. Banyak alumni setelah menyelesaikan kelas ini menempati posisi data analyst di berbagai perusahaan.

Bootcamp ini dirancang untuk mempersiapkanmu menjadi talenta data profesional bersertifikat nasional dan diakui di dunia profesional melalui proses pembelajaran dan sertifikasi yang terarah. Kamu akan dipersiapkan untuk mengikuti sertifikasi sesuai pilihan:  

  • Sertifikasi Profesi Data Scientist dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) yang memberikan pengakuan resmi skala nasional
  • Sertifikasi Microsoft Azure Data Fundamentals, yang kini menjadi salah satu syarat utama di banyak lowongan data global, terutama yang berfokus pada cloud dan AI

FAQ 

1. Apa perbedaan data analyst dan data scientist?

Data analyst fokus menganalisis data untuk menghasilkan insight, sedangkan data scientist membangun model prediktif dan algoritma yang lebih kompleks.

2. Apakah data analyst harus bisa coding?

Tidak wajib, tetapi kemampuan dasar coding (Python atau SQL) sangat membantu untuk mengolah data lebih efisien.

3. Bisakah seorang fresh graduate langsung menjadi data analyst?

Bisa, terutama jika mengikuti bootcamp atau pelatihan yang menyediakan sertifikasi dan praktik langsung.