HomepageBlog10 Contoh Artificial Intelligence Di Kehidupan Sehari-hari
5 min read

10 Contoh Artificial Intelligence Di Kehidupan Sehari-hari

Tayang 24 Juni 2023 Diperbarui: 24 Juni 2023
Ditulis oleh:
digitalskola

Digital Skola Content Team

Share


Contoh artificial intelligence di kehidupan sehari-hari bisa dengan mudah kamu temukan, karena pada dasarnya teknologi ini memang dirancang untuk membantu pekerjaan manusia baik yang sederhana maupun yang kompleks. Artificial intelligence adalah bidang yang menggabungkan ilmu komputer dan kumpulan data yang kuat agar bisa memecahkan masalah tertentu (Sumber: IBM). Kehadiran artificial intelligence bahkan bisa menopang berbagai bentuk pekerjaan manusia seperti pencarian informasi, brainstorming ide, dan lain sebagainya. 

Pada dasarnya, artificial intelligence diciptakan untuk meniru aktivitas kognitif manusia, maka dari itu perangkat yang menerapkan artificial intelligence setidaknya harus bisa melakukan satu di antara empat hal ini: 

  1. Thinking humanly = Sistem mampu berpikir seperti manusia
  2. Acting humanly = Sistem mampu bertindak seperti manusia
  3. Thinking rationally = Sistem mampu berpikir secara rasional
  4. Acting rationally = Sistem mampu bertindak secara rasional

Jika kamu saat ini sedang mempelajari lebih banyak mengenai artificial intelligence, maka kamu juga harus tahu contoh artificial intelligence di kehidupan sehari-hari. Simak selengkapnya di artikel ini!

BACA JUGA: Mengenal Reinforcement Learning dalam Machine Learning

Apa Itu Artificial Intelligence?

Contoh Artificial Intelligence di Kehidupan Sehari-hari
Definisi Artificial Intelligence (Photo by Possessed Photography on Unsplash)

Artificial intelligence adalah cabang ilmu komputer yang berfokus pada penciptaan sistem atau mesin yang mampu meniru kemampuan manusia seperti berpikir, belajar, mengambil keputusan, bahkan hingga memecahkan masalah. Dengan kata lain artificial intelligence memungkinkan sebuah mesin untuk melakukan tugas-tugas yang umumnya membutuhkan kecerdasan manusia. Berdasarkan jenisnya, artificial intelligence dibagi menjadi empat kategori, diantaranya:

  1. Reactive machine = Jenis artificial intelligence dengan kemampuan paling basic. Jenis ini hanya bisa merespons tindakan, tapi tidak bisa belajar atau menyimpan memori dari experience masa lalu. Contoh: permainan catur yang dikembangkan oleh IBM bernama Deep Blue. 
  2. Limited memory = Jenis artificial intelligence yang mampu menyimpan memori dan memanfaatkan experience sebelumnya untuk pertimbangan keputusan di masa yang akan datang. Semakin banyak data yang dipelajari, maka keputusan yang dihasilkan semakin akurat. Contoh: self-driving cars. 
  3. Theory of mind = Jenis artificial intelligence yang bisa meniru cara manusia berpikir dan memiliki kecerdasan sosial-emosional yang serupa dengan manusia sehingga bisa berinteraksi dan memahami emosi dan perilaku manusia.
  4. Self-awareness = Jenis artificial intelligence yang mirip dengan theory of mind yaitu memiliki kemiripan dengan self awareness manusia. 

Dengan memahami jenis-jenis artificial intelligence tersebut, kamu bisa melihat bagaimana teknologi ini berkembang dari sekadar alat yang bisa merespons perintah menjadi sistem yang semakin menyerupai cara berpikir manusia. Perkembangan ini membuka peluang besar dalam berbagai sektor, mulai dari teknologi konsumen hingga industri yang lebih kompleks seperti kesehatan, transportasi, dan layanan publik.

BACA JUGA: Mengenal Reinforcement Learning dalam Machine Learning

Contoh Artificial Intelligence di Kehidupan Sehari-hari

Contoh Artificial Intelligence di Kehidupan Sehari-hari
Contoh Artificial Intelligence di Kehidupan Sehari-hari (Photo by Possessed Photography on Unsplash)

Ada beberapa contoh artificial intelligence di kehidupan sehari-hari, diantaranya:

ChatGPT

Contoh artificial intelligence di kehidupan sehari-hari yang akhir-akhir ini banyak diperbincangkan orang adalah ChatGPT (Generative Pre-training Transformer) yaitu artificial intelligence yang cara kerjanya berbasis format percakapan. Perumpamaan sederhananya, ChatGPT mirip dengan guru yang mengajar di kelas. 

Kamu bisa bertanya dan memperoleh jawaban dalam waktu yang cukup singkat. Biasanya, tugas-tugas yang ditanyakan kepada ChatGPT adalah seputar pekerjaan seperti menanyakan rumus Excel, kode-kode coding, bahkan hal-hal receh seperti jokes juga bisa ditanyakan kepada ChatGPT. Di balik kecanggihan ChatGPT, ada teknologi artificial intelligence yang menggunakan model unsupervised untuk mengumpulkan semua data dokumen yang ada di internet, termasuk source code yang kemudian digabung tanpa diberikan label. 

Pada akhirnya, semua data ini dimasukkan ke dalam algoritma deep learning yang kita sebut GPT. ChatGPT juga menggunakan teknik generative yang dibangun dari data triliunan kalimat dan dimasukan ke dalam deep learning, sehingga ketika kita bertanya maka ChatGPT akan memberikan jawaban yang sebenarnya merupakan hasil karangan yang di-generate per kata. Namun karena sumber datanya sangat banyak, karangannya pun sebagian besar akurat (Sumber: Institut Teknologi Bandung). 

Chatbot

Contoh artificial intelligence di kehidupan sehari-hari selanjutnya adalah chatbot atau layanan pelanggan virtual yaitu program komputer yang bisa mensimulasikan percakapan manusia. Menggunakan teknologi natural language processing, chatbot bisa memahami setiap kalimat yang dikirimkan oleh pengguna, kemudian mengenalinya sebagai sebuah perintah. Kemudian melalui teknologi natural language processing, chatbot bisa mengirimkan kalimat yang dipahami manusia, sehingga percakapan yang terjadi seolah-olah seperti percakapan antar manusia. 

Kini, chatbot juga menggunakan teknologi machine learning dan deep learning agar bisa memperkaya respons atau tanggapan atas pertanyaan tertentu, bahkan saat ini sudah muncul chatbot yang bisa menentukan sikap atau keadaan emosional orang-orang yang memberi pesan. 

Rekomendasi Iklan 

Mungkin kamu juga sering mengalami, saat mencari produk tertentu di Google, lalu di berbagai media sosial akan muncul iklan produk serupa dengan yang kamu cari sebelumnya. Ternyata, hal ini merupakan contoh artificial intelligence. Ketika kamu mencari sesuatu di internet, maka sistem akan menyimpan data tersebut, nantinya artificial intelligence akan memproses data tersebut sehingga menghasilkan iklan online atau rekomendasi produk. 

Dari sisi bisnis, kecanggihan artificial intelligence ini bisa membantu meningkatkan customer experience ketika berbelanja secara virtual. Sebab, produk atau layanan yang muncul di layar customer dipastikan sesuai dengan preferensi mereka.  

Asisten Virtual 

Mungkin kamu pernah mendapatkan notifikasi dari Google Maps di pagi hari yang isinya mengingatkan kamu untuk pergi ke kantor. Nah, hal ini merupakan contoh artificial intelligence yaitu asisten virtual. Beberapa contoh lain asisten virtual yang mungkin sering kamu jumpai adalah Siri, Bixby, OK Google, dan lain sebagainya. 

Teknologi yang digunakan asisten virtual salah satunya adalah natural language processing, yaitu memproses suara berdasarkan analisis dataset yang sudah dimiliki sebelumnya.

Filter di Instagram dan TikTok

Salah satu contoh artificial intelligence yang paling umum digunakan adalah filter-filter di media sosial seperti Instagram atau TikTok. Kamu bisa menggunakan filter hewan, lokasi, dll yang dalam sekali pencet dan secara real time.  Teknologi yang ada di balik filter tersebut adalah augmented reality. 

Teknologi ini memanfaatkan kamera dan sensor pada perangkat smartphone, tabel, atau kacamata pintar untuk menampilkan elemen digital dalam konteks yang nyata, sehingga pengguna bisa melihat dunia nyata mereka yang ditambahkan dengan elemen-elemen digital.  

GPS

Contoh artificial intelligence lain yang banyak digunakan di kehidupan sehari-hari adalah GPS yang mampu memberikan rute jalan, memprediksi jarak dan waktu, memprediksi seberapa macet jalanan yang akan kamu lalui dengan menggunakan berbagai simbol warna, hingga memberikan opsi rute tercepat agar kamu terhindar dari kemacetan. Menariknya, ternyata teknologi yang digunakan di GPS cukup rumit karena menggunakan big data. 

Teknologi ini dirancang dengan memanfaatkan satelit yang ada di luar angkasa, satelit ini mengirimkan sinyal untuk mendeteksi keberadaan seseorang dari suatu tempat tertentu. Biasanya satelit akan berputar mengelilingi bumi dalam lintasan orbit, lalu segmen kontrol akan memancarkan radar untuk mengontrol satelit agar bisa berfungsi dengan baik. 

M-Banking

Contoh selanjutnya adalah mobile banking yang bisa digunakan pengguna untuk melakukan transaksi keuangan apa saja tanpa perlu datang ke mesin ATM terdekat. Menggunakan teknologi artificial intelligence, mobile banking bisa melakukan berbagai pekerjaan otomatis seperti transfer uang, membuat laporan, bahkan bisa berinvestasi hanya bermodalkan aplikasi bank tertentu. 

Search Engine

Contoh lainnya adalah search engine atau mesin pencarian. Mirip dengan Chat GPT, search engine menggunakan artificial intelligence untuk mempelajari kebiasaan para penggunanya lalu mengarahkan pengguna ke tulisan, artikel, berita, atau informasi sesuai dengan kebiasaan pengguna tersebut. 

Smart Home

Contoh artificial intelligence di kehidupan sehari-hari yang semakin populer adalah sistem rumah pintar atau smart home. Teknologi ini memungkinkan berbagai perangkat rumah seperti lampu, AC, kamera pengawas, hingga smart speaker untuk terhubung dan bekerja secara otomatis. Artificial intelligence berperan besar dalam membaca pola aktivitas pengguna. 

Misalnya, lampu otomatis bisa menyala sendiri ketika kamu memasuki ruangan, atau suhu ruangan akan disesuaikan dengan preferensi kamu di waktu tertentu. Selain itu, smart speaker seperti Google Nest, Amazon Alexa, atau Apple HomePod juga menggunakan teknologi pemrosesan bahasa alami (natural language processing) agar bisa memahami perintah suara kamu dan menjalankan perintah seperti memutar lagu, memberikan informasi cuaca, atau mengatur alarm.

Aplikasi Kamera di Smartphone

Artificial intelligence juga bisa kamu temui di aplikasi kamera ponsel. Saat kamu membuka kamera dan ponsel secara otomatis mendeteksi wajah, memperhalus kulit, menyesuaikan cahaya, atau memberikan saran untuk mengambil gambar di mode malam, itu semua merupakan hasil dari AI yang bekerja di balik layar. 

AI dalam kamera ponsel menggunakan teknologi computer vision untuk mengenali objek, wajah, lanskap, hingga suasana cahaya. Setelah itu, sistem akan memproses data secara real-time dan menyarankan mode terbaik misalnya mode potret saat wajah dikenali atau mode malam saat cahaya rendah. Beberapa kamera smartphone bahkan menggunakan AI untuk mengedit foto secara otomatis, menstabilkan video, hingga memilih frame terbaik dari video yang direkam. 

BACA JUGA: Definisi Hingga Prospek Karier Machine Learning Engineer

Contoh 5 Aplikasi Populer yang Memanfaatkan Artificial Intelligence 

Contoh 5 Aplikasi Populer yang Memanfaatkan Artificial Intelligence 
Contoh Artificial Intelligence di Kehidupan Sehari-hari (Photo by An Tran on Pexels)

Setelah memahami berbagai contoh artificial intelligence di kehidupan sehari-hari, kamu mungkin bertanya-tanya: sebenarnya, aplikasi apa saja yang benar-benar sudah mengintegrasikan teknologi ini secara nyata dan masif? Berikut diantaranya:

Spotify

Sebagai salah satu platform streaming musik besar di dunia, Spotify memanfaatkan artificial intelligence untuk menyajikan pengalaman mendengarkan yang sangat personal. AI menganalisis:kebiasaan kamu, seperti lagu favorit, durasi mendengarkan, dan genre yang sering diputar. Dari data tersebut, sistem akan menghasilkan rekomendasi lagu secara otomatis melalui playlist seperti:

  • Discover Weekly
  • Release Radar
  • Daily Mix

Teknologi AI yang digunakan juga mampu membaca mood lagu dan preferensi waktu kamu mendengarkan musik, sehingga rekomendasinya terasa akurat dan relevan.

Netflix

Netflix menggunakan artificial intelligence untuk memahami pola menonton penggunanya. AI memproses data seperti histori tontonan, rating, waktu menonton, hingga interaksi kamu dengan konten tertentu. Dengan begitu, Netflix dapat merekomendasikan film atau serial yang kemungkinan besar akan kamu sukai.  Bahkan, AI juga digunakan untuk menyesuaikan thumbnail film yang ditampilkan di beranda kamu, berdasarkan mana yang paling mungkin menarik perhatian kamu semua itu dilakukan secara otomatis menggunakan machine learning.

Google Photos

Kamu mungkin pernah mencari foto lama hanya dengan kata kunci seperti “kucing” atau “pantai”, lalu foto yang relevan langsung muncul. Itu semua berkat teknologi artificial intelligence di Google Photos yang menggunakan image recognition untuk mengenali objek, lokasi, wajah, dan aktivitas dalam gambar. AI juga dapat mengelompokkan foto berdasarkan wajah atau waktu secara otomatis. Dengan begitu, kamu bisa mengelola ribuan foto dengan mudah, bahkan tanpa perlu membuat folder secara manual.

Grammarly

Untuk kamu yang sering menulis dalam bahasa Inggris, Grammarly adalah contoh nyata artificial intelligence yang sangat membantu. Aplikasi ini menggunakan natural language processing dan machine learning untuk mengevaluasi tulisan kamu secara menyeluruh. Tidak hanya memperbaiki ejaan dan grammar, Grammarly juga memahami konteks kalimat, memberikan saran gaya bahasa, dan bahkan bisa menyesuaikan nada (tone) tulisan kamu.

Google Maps

Aplikasi navigasi ini menggunakan artificial intelligence untuk memberikan rute tercepat, memprediksi kemacetan, dan memberikan estimasi waktu tempuh secara real-time. AI bekerja dengan menganalisis jutaan titik data dari pengguna lain, satelit, serta pola lalu lintas sebelumnya. Selain itu, Google Maps juga bisa memberikan rekomendasi tempat populer, seperti restoran, SPBU, atau tempat wisata, berdasarkan waktu kunjung terbaik dan review pengguna lainnya semua dikendalikan oleh sistem AI yang cerdas dan adaptif.

BACA JUGA: Tips Memilih Kelas Data Science Untuk Pemula dan Non IT

Contoh Artificial Intelligence di Berbagai Industri  

Contoh Artificial Intelligence di Berbagai Industri  
Contoh Artificial Intelligence di Berbagai Industri (Photo by Tara Winstead on Pexels)

Artificial intelligence juga kini menjadi teknologi kunci yang merevolusi banyak sektor industri. Berikut beberapa contoh artificial intelligence di berbagai industri:

Industri Keuangan

AI digunakan secara luas dalam industri keuangan untuk mengelola risiko, menganalisis data dalam jumlah besar, dan meningkatkan keamanan transaksi. Contoh penerapannya:

  • Deteksi penipuan (fraud detection): Sistem AI mampu mengenali pola transaksi tidak wajar dan memblokirnya secara real-time
  • Robo-advisor: Layanan yang menawarkan saran investasi otomatis berdasarkan profil risiko pengguna
  • Pemrosesan dokumen otomatis: AI membantu membaca dan memproses data dari dokumen keuangan atau kontrak hukum dengan cepat dan akurat
  • Analisis kredit: Fintech menggunakan AI untuk menilai kelayakan kredit calon nasabah menggunakan data non-tradisional

Industri Manufaktur

Di bidang manufaktur, AI digunakan untuk meningkatkan efisiensi produksi, mencegah kerusakan, dan mengoptimalkan supply chain. Contoh penerapannya:

  • Prediktif maintenance: AI memantau kondisi mesin dan memperkirakan kapan perawatan diperlukan, mencegah kerusakan mendadak
  • Otomatisasi kontrol kualitas: Kamera dan AI memeriksa produk untuk mendeteksi cacat produksi secara otomatis
  • Perencanaan produksi cerdas: AI membantu menyusun jadwal produksi berdasarkan permintaan pasar dan ketersediaan bahan baku
  • Robot kolaboratif (cobots): Robot yang menggunakan AI untuk bekerja berdampingan dengan manusia dalam lini produksi

Industri Logistik dan Transportasi

AI meningkatkan efisiensi operasional di bidang transportasi serta memajukan teknologi kendaraan otonom. Contoh penerapannya:

  • Kendaraan otonom: Tesla, Waymo, dan lainnya menggunakan AI untuk navigasi, pengenalan objek, dan pengambilan keputusan saat berkendara
  • Optimasi rute logistik: AI menentukan rute tercepat dan termurah untuk pengiriman barang, seperti yang dilakukan oleh Gojek
  • Manajemen gudang otomatis: Robot bertenaga AI mengelola stok dan melakukan penyortiran di gudang besar seperti milik Alibaba
  • Perkiraan permintaan: AI menganalisis tren data untuk memprediksi kebutuhan pengiriman atau stok

Industri Retail dan E-Commerce

Retail memanfaatkan AI untuk personalisasi pengalaman pelanggan dan otomatisasi proses bisnis.

  • Rekomendasi produk personalisasi: Sistem seperti milik Amazon atau Netflix merekomendasikan produk berdasarkan riwayat pencarian dan pembelian
  • Chatbot layanan pelanggan: Chatbot AI menjawab pertanyaan pelanggan 24/7 dengan respons cepat dan akurat
  • Manajemen stok pintar: AI memprediksi permintaan dan membantu toko menjaga jumlah stok yang optimal
  • Visual search: Fitur pencarian berbasis gambar memungkinkan pengguna mencari produk hanya dengan foto

Industri Media dan Kreatif

Di dunia konten dan hiburan, AI membantu menghasilkan ide, menyunting media, dan bahkan menciptakan karya seni. Contoh penerapannya:

  • Pembuatan konten otomatis: AI seperti Jasper atau Copy.ai membantu menulis artikel, deskripsi produk, dan materi iklan 
  • Penyuntingan audio-video cerdas: AI digunakan untuk menyunting video, menghapus noise audio, atau mengganti latar belakang otomatis
  • Deepfake & voice synthesis: Teknologi AI menciptakan video dan suara sintetis yang menyerupai tokoh nyata
  • AI untuk scoring musik dan efek suara: Komposer menggunakan AI untuk membuat soundtrack yang sesuai dengan mood visual

BACA JUGA: 25 Istilah Data Science yang Sering Ditanyakan Pemula

Kesimpulan

Kesimpulan
Kesimpulan (Photo by cottonbro studio on Pexels)

Artificial intelligence (AI) telah menjadi bagian integral dari kehidupan digital seperti saat ini, AI hadir mulai dari aplikasi sehari-hari seperti kamera smartphone dan virtual assistant, hingga layanan yang lebih kompleks seperti chatbot, search engine, dan GPS. Teknologi ini bekerja dengan meniru kecerdasan manusia agar bisa mengambil keputusan, mengenali pola, serta menyesuaikan respons terhadap kebutuhan pengguna secara otomatis dan efisien.

Menariknya lagi, AI juga memegang peran besar dalam berbagai industri, termasuk keuangan, manufaktur, logistik, retail, hingga media kreatif. Setiap sektor memanfaatkan AI untuk mempercepat proses, meningkatkan akurasi, dan mengoptimalkan pengalaman pengguna atau konsumen. Tak hanya meningkatkan produktivitas, kehadiran AI juga mendorong munculnya inovasi dan model bisnis baru yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan secara manual.

Bisa disimpulkan, jika kamu mampu mempelajari dasar-dasar AI dan cara kerjanya, kamu akan memiliki keunggulan kompetitif di industri saat ini. Kemampuan ini bisa membuka peluang karier baru, membantu pengambilan keputusan yang lebih cerdas, bahkan memungkinkan kamu menciptakan solusi inovatif untuk tantangan di sekitar. Terlebih lagi, dengan perkembangan AI yang semakin cepat, kebutuhan akan individu yang tidak hanya memahami cara menggunakan AI, tetapi juga berpikir kritis tentang dampaknya baik secara etika maupun sosial akan terus meningkat. Maka dari itu, memahami AI bukan sekadar pilihan, tapi investasi strategis untuk masa depan.

BACA JUGA: Apa itu Deep Learning: Konsep Dasar, Cara Kerja, dan Implementasinya

Rekomendasi Tempat Belajar Artificial Intelligence 

Rekomendasi Tempat Belajar Artificial Intelligence 
Tempat Belajar Artificial Intelligence (Photo by Possessed Photography on Unsplash)

Jika kamu tertarik untuk mempelajari artificial intelligence, kamu bisa mulai langkahmu bersaa Digital Skola melalui kelas Bootcamp Data Science. Kelas ini dirancang untuk membantumu belajar secara terarah, memperkuat portofolio, dan siap bersaing di dunia kerja. Di sini, kamu akan mendapatkan:

  • Kurikulum sesuai kebutuhan industri
  • Job connector untuk membantu penyaluran kerj
  • Program magang online-remote di real client
  • Sertifikasi resmi dari BNSP 
  • Sertifikasi resmi dari Microsoft Azure
  • Project berdasarkan study case

Daftar sekarang dan mulai perjalananmu meraih karier impian di bidang IT dan data!