HomepageBlogApa Itu Digital Marketing? Manfaat, Aspek, hingga Contoh
5 min read

Apa Itu Digital Marketing? Manfaat, Aspek, hingga Contoh

Tayang 18 Januari 2021 Diperbarui: 18 Januari 2021
Ditulis oleh:
digitalskola

Digital Skola Content Team

Share


Digital marketing sering dipahami oleh kebanyakan orang sebagai promosi bisnis melalui Instagram Ads dan Facebook Ads. Sebagian lagi bahkan berpikir digital marketing adalah strategi meng-upload konten promosi secara rutin ke media sosial termasuk Feeds dan Stories. Apakah pemahaman tersebut salah? Tidak juga. Tapi hal-hal yang baru saja kita bahas, hanya ibarat ranting dari keseluruhan ‘pohon besar’ digital marketing. Karena faktanya, digital marketing adalah konsep yang jauh lebih kompleks dari mengunggah konten di media sosial atau memasang iklan di Instagram Ads dan Facebook Ads. Kalau begitu, apa itu digital marketing?

Sebelum masuk ke pembahasan ‘apa itu digital marketing?’, kamu harus tahu dulu alasan di balik ramainya strategi digital marketing ini. Bukan tanpa alasan perusahaan dari berbagai industri kini menerapkan digital marketing, karena strategi ini terbukti memiliki banyak manfaat dan kelebihan jika dibandingkan dengan pemasaran tradisional. Bahkan, strategi digital marketing secara keseluruhan lebih menghemat biaya dan hasilnya sangat menguntungkan bagi perusahaan. Dengan penerapan strategi digital marketing yang optimal, perusahaan bisa menjangkau audiens yang sangat luas.

Lantas, apa itu digital marketing? Apa bedanya dengan pemasaran tradisional? Dan bagaimana cara menerapkannya? Simak penjelasan lengkapnya di artikel ini!

BACA JUGA: Mini Bootcamp Social Media Marketing Bersertifikasi BNSP di Digital Skola

Kenapa Digital Marketing Penting di Era Digital?

 Kenapa Digital Marketing Penting di Era Digital? (Photo by Thirdman on Pexels) 

Sebelum bahas lebih jauh soal apa itu digital marketing, ada baiknya kamu pahami dulu kenapa strategi ini begitu ramai dibicarakan:

  1. Perilaku Konsumen yang Berubah

Konsumen zaman sekarang jauh lebih aktif dalam mencari informasi sebelum membeli sesuatu. Mereka baca ulasan di internet, nonton review di YouTube, sampai membandingkan harga di berbagai e-commerce. Di sinilah digital marketing berperan penting untuk membantu bisnis hadir di tempat konsumen mencari informasi.

  1. Persaingan Bisnis Semakin Ketat di Ranah Digital

Hampir semua bisnis kini berlomba menarik perhatian audiens di dunia online. Dari startup kecil sampai brand besar, semuanya memanfaatkan media digital untuk memperluas jangkauan. Tanpa strategi digital marketing yang kuat, bisnis akan sulit menonjol dan mudah tenggelam di antara kompetitor yang lebih aktif membangun kehadiran digitalnya.

  1. Kebutuhan Akan Strategi yang Efisien dan Terukur

Di tengah perubahan cepat dunia digital, strategi pemasaran harus bisa menyesuaikan diri dengan data dan hasil nyata. Digital marketing memungkinkan bisnis untuk memahami perilaku audiens secara mendalam dan menyesuaikan strategi berdasarkan data yang akurat. 

  1. Perubahan Cara Bisnis dan Konsumen Terhubung

Dulu, interaksi antara bisnis dan konsumen terjadi secara langsung lewat toko fisik, iklan di media cetak, atau promosi dari mulut ke mulut. Sekarang semuanya sudah berpindah ke dunia digital. Konsumen menemukan produk lewat mesin pencari, berinteraksi lewat media sosial, dan melakukan pembelian hanya dengan beberapa klik. Perubahan besar ini membuat penerapan strategi digital marketing bukan lagi pilihan, tapi keharusan. 

BACA JUGA: 8 Pertanyaan Interview Social Media Specialist dan Contoh Jawabannya

Apa itu Digital Marketing?

Apa Itu Digital Marketing (Photo by Firmbee.com on pexels)   

Mengutip American Marketing Association digital marketing adalah segala bentuk metode pemasaran yang dilakukan dengan menggunakan perangkat elektronik, termasuk di dalamnya pemasaran online melalui internet yang dalam prosesnya melibatkan: 

  • Penggunaan website
  • Search engine
  • Blog
  • Media sosial
  • Video marketing 
  • Email marketing 
  • Berbagai channel serupa untuk meraih pelanggan

Bisa disimpulkan digital marketing merupakan proses promosi atau pemasaran produk, brand, hingga jasa yang dilakukan melalui media digital dan membutuhkan jaringan internet dalam pelaksanaannya. 

BACA JUGA: 10 Cara Meningkatkan Engagement di Instagram dengan Strategi Tepat

Apa Perbedaan Digital Marketing dan Traditional Marketing?

Apa Perbedaan Digital Marketing dan Traditional Marketing? (Photo by Oleksandr P on pexels)  

Berbicara mengenai strategi marketing, ada dua strategi yang umum dilakukan dan dikombinasikan oleh berbagai brand, yaitu digital marketing dan traditional marketing. Berikut beberapa perbedaannya:

  1. Media yang Digunakan 
  • Digital marketing = Menggunakan platform digital seperti website, media sosial, email, aplikasi mobil, hingga iklan online 
  • Traditional marketing = Menggunakan media konvensional seperti koran, majalah, borisur, radio, billboard, hingga surat langsung
  1. Jangkauan dan Targeting 
  • Digital marketing = Targetnya bisa lebih spesifik berdasarkan perilaku, lokasi, demografi, hingga minat pengguna
  • Traditional marketing = Cenderung memiliki jangkauan yang lebih luas tetapi kurang spesifik targetnya 
  1. Keterlibatan
  • Digital marketing = Memungkinkan brand untuk ada interaksi langsung dengan audiens melalui komentar, like, share, hingga pesan 
  • Traditional marketing = Umumnya bersifat satu arah dengan sedikit interaksi langsung antara pengiklan dan audiens
  1. Analitik
  • Digital marketing = Ada tools analitik yang bisa melacak dan mengukur kinerja campaign secara real-time mulai dari jumlah klik, konversi, tayangan, hingga ROI
  • Traditional marketing = Sulit untuk mengukur efektivitas karena data yang diperoleh umumnya berupa survei yang tidak seakurat hasil data digital
  1. Biaya
  • Digital marketing = Lebih terjangkau dan efisien, terutama untuk usaha kecil dan menengah karena biaya bisa disesuaikan 
  • Traditional marketing = Umumnya lebih mahal terutama untuk iklan di televisi dan cetak, sehingga membutuhkan investasi awal yang besar
  1. Fleksibilitas
  • Digital marketing = Campaign dapat diluncurkan dan dimodifikasi dengan cepat, bahkan perubahan strategi bisa dilakukan secara real-time berdasarkan feedback dan data
  • Traditional marketing = Memerlukan lebih banyak waktu untuk merencanakan, memproduksi, dan mendistribusikan. Lalu, perubahan strategi juga memerlukan waktu dan biaya tambahan

BACA JUGA: Live Shopping: Pengertian, Contoh, Cara Kerja dan Strateginya

Apa Manfaat Digital Marketing? 

Apa Manfaat Digital Marketing? 
Apa Manfaat Digital Marketing? (Photo by Canva Studio  on pexels)  

Strategi digital marketing menawarkan berbagai manfaat bagi brand, berikut diantaranya:

  1. Peningkatan Visibilitas Online

Digital marketing membantu meningkatkan visibilitas atau kehadiran online bisnis sehingga membuatnya lebih mudah ditemukan oleh calon pelanggan melalui search engine, media sosial, dan platform online lainnya. 

  1. Jangkauan yang Luas

Dengan strategi digital marketing, bisnis bisa menjangkau audiens global dan tidak terbatas oleh lokasi geografis, hal ini membuka peluang untuk memperluas pasar dan menarik pelanggan dari berbagai daerah. 

  1. Biaya Efektif

Secara biaya, digital marketing lebih terjangkau dibandingkan metode pemasaran tradisional. Hal ini memungkinkan bisnis kecil dan menengah untuk beriklan dengan anggaran lebih kecil namun tetap efektif. 

  1. Mudah Melakukan Evaluasi

Tools analytic digital memberikan data yang akurat dan real-time terkait kinerja campaign, sehingga brand bisa lebih mudah melacak ROI, konversi, dan berbagai metrik lainnya. Hal ini bisa membantu dalam membuat keputusan yang lebih baik dan berbasis data. 

  1. Personalisasi

Teknologi digital memungkinkan personalisasi pesan marketing berdasarkan perilaku dan preferensi pelanggan, meningkatkan relevansi, dan efektivitas komunikasi. 

  1. Peningkatan Konversi dan Penjualan 

Dengan penargetan yang tepat dan pesan yang relevan, digital marketing bisa membantu meningkatkan tingkat konversi dan pada akhirnya meningkatkan penjualan.

  1. Akses ke Data dan Insight Pelanggan

Digital marketing memungkinkan pengumpulan data yang berharga mengenai perilaku dan preferensi pelanggan yang bisa digunakan untuk menginformasikan strategi bisnis dan pengembangan produk. 

BACA JUGA: 4 Cara Mengirim CV Lewat WA, Format, dan Contoh Pesannya

Apa Saja Aspek dan Contoh Digital Marketing?

Apa Saja Aspek dan Contoh Digital Marketing?
Apa Saja Aspek dan Contoh Digital Marketing? (Photo by Yan Krukau  on pexels) 

Digital marketing mencakup berbagai aspek untuk mempromosikan produk atau layanan secara efektif melalui channel digital. Berikut adalah aspek dan contoh digital marketing

  1. Search Engine Optimization (SEO)
Contoh SEO
Contoh SEO (Photo by Backlinko

Search Engine Optimization atau yang lebih dikenal dengan SEO adalah proses optimasi website bisnis agar menempati posisi teratas dalam hasil pencarian untuk kata kunci tertentu di search engine. Secara umum, ada tiga cara untuk mendatangkan traffic ke website perusahaan, meliputi:

  • On page SEO =  Fokus pada semua konten yang ada di halaman sebuah website. Semakin tinggi pencarian terhadap sebuah kata kunci, semakin tinggi kebutuhan pembaca untuk mencari informasi mengenai topik tersebut
  • Off page SEO =  Fokus pada apa yang ‘tidak ada di dalam halaman’ untuk membuat website kita tampak terpercaya dalam penilaian search engine seperti membangun backlink dengan berbagai website lain yang memiliki kredibilitas tinggi di search engine
  • Technical SEO =  Fokus pada hal teknis terkait backend website dan mengenai seperti kompresi gambar, structured data, and pengoptimalan CSS file akan membuat kecepatan pemuatan (loading speed) website meningkat
  1. Search Engine Marketing (SEM)
Search Engine Marketing (SEM)
 Contoh SEM (Photo by Zapier

SEM mencakup penggunaan iklan berbayar untuk meningkatkan visibilitas di mesin pencari. Contohnya adalah Google Ads, di mana bisnis membayar untuk menampilkan iklan mereka di bagian atas hasil pencarian.

  1. Content Marketing 
Content Marketing 
Contoh Content Marketing – Blog (Source: Gojek)

Content marketing mengacu pada pembuatan dan promosi aset konten yang ditujukan untuk membentuk kesadaran produk, pertumbuhan traffic, dan mendatangkan pelanggan. Beberapa saluran yang berperan dalam content marketing yakni:

  • Blog = Pembuatan konten di blog perusahaan membantu mendatangkan traffic organik bagi website dan membuka kesempatan untuk melakukan soft selling bagi tim pemasaran
  • eBook = eBook yang dibagikan gratis dengan syarat memberikan email atau nomor ponsel untuk menghimpun kontak pembaca yang bisa jadi target pemasaran selanjutnya
  • Infografik = Konten infografis memberikan potensi lebih besar untuk mendatangkan traffic ke website atau blog perusahaan
  1. Email Marketing
Email Marketing
      Contoh Email Marketing (Source: HubSpot Blog)

Email marketing adalah cara perusahaan berkomunikasi dengan target market. Perusahaan dapat mengirimkan berbagai macam konten seperti promosi, diskon, undangan acara serta berbagai konten lain yang dapat mengarahkan penerima email ke website, atau bahkan hingga melakukan konversi ke pembelian.

  1. Social Media Marketing 
Social Media Marketing 
Contoh Social Media Marketing (Source: Instagram Grab)

Komponen social media marketing inilah yang paling sering digeneralisasi menjadi konsep Digital Marketing. Padahal, social media marketing yang dalam implementasinya menggunakan media sosial seperti:

  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • LinkedIn

Social media marketing berperan untuk meningkatkan kesadaran produk, meningkatkan traffic dan mendatangkan calon konsumen potensial untuk bisnis.

  1. Influencer Marketing 
Influencer Marketing 

Influencer marketing adalah kerjasama brand dengan individu yang memiliki pengaruh besar di media sosial untuk mempromosikan produk atau layanan kepada audiens mereka yang luas dan terlibat. Baca lebih lengkap penjelasan mengenai influencer marketing di artikel ini

BACA JUGA: Panduan Cara Belajar SEO Untuk Pemula

Bagaimana Peluang Karier di Bidang Digital Marketing?

Bagaimana Peluang Karier di Bidang Digital Marketing?
        Bagaimana Peluang Karier di Bidang Digital Marketing? (Photo by Yan Krukau  on pexels

Untuk mencapai kesuksesan strategi digital marketing, ada peran dari beberapa profesi krusial yang bisa kamu jadikan peluang karier, berikut diantaranya: 

  1. SEO Specialist
SEO Specialist
    Source: Glassdoor (Data dicek di 6 November 2025)

Bertanggung jawab mengoptimalkan kinerja halaman website agar dapat muncul di peringkat pertama mesin pencari. Skills yang diperlukan:

  • Link building strategy
  • Keyword research
  • Menganalisis dan meninjau web
  • Content strategy optimization 

Berikut tools yang perlu dikuasai:

  • Ubersuggest
  • Ahrefs
  • SEMRUSH

Mengutip Glassdoor, kisaran gaji SEO specialist adalah 5-24jt/bulan.

  1. Social Media Specialist
Social Media Specialist
 Source: Glassdoor (Data dicek di 6 November 2025)

Bertanggung jawab mengelola content plan dan strategi di berbagai platform media sosial. Skills yang diperlukan:

  • Copywriting
  • Market research
  • Analytics & reporting
  • Menguasai berbagai platform MedSos

Berikut tools yang perlu dikuasai:

  • Sproutsocial
  • Hootsuite
  • HASHTATIC

Mengutip Glassdoor, kisaran gaji social media specialist adalah 5-17jt/bulan.

  1. KOL Specialist
KOL Specialist
      Source: Glassdoor (Data dicek di 6 November 2025)

Bertanggung jawab untuk mengelola kerja sama dengan KOL atau influencer untuk menyukseskan campaign atau promosi. Skills yang diperlukan:

  • Komunikasi
  • Negosiasi
  • Analisis data
  • Budgeting 
  • KOL management
  • Analytics and reporting

Berikut tools yang perlu dikuasai:

  • Google Sheets
  • SocialBlade
  • BuzzSumo
  • Phlanx

Mengutip Glassdoor, kisaran gaji KOL specialist adalah 5-12jt/bulan.

BACA JUGA: 4 Cara Menggunakan Storytelling di Media Sosial untuk Content Marketing

Kesimpulan

Digital marketing bukan sekadar tentang memasang iklan di media sosial atau membuat konten promosi setiap hari. Lebih dari itu, digital marketing adalah strategi komprehensif yang menggabungkan berbagai channel digital untuk membantu bisnis menjangkau audiens yang tepat, membangun hubungan jangka panjang, dan mendorong pertumbuhan secara berkelanjutan. Di era digital yang serba cepat ini, penerapan strategi digital marketing bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan agar bisnis tetap relevan dan mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Selain membantu perusahaan tumbuh, bidang digital marketing juga membuka peluang karier yang sangat luas. Mulai dari SEO specialist, social media specialist, hingga KOL specialist semuanya punya peran penting dalam mendukung keberhasilan strategi digital marketing. Dengan keterampilan yang tepat dan pemahaman mendalam tentang dunia digital, kamu bisa menjadi bagian dari industri yang terus berkembang dan sangat dibutuhkan di masa depan.

Yuk, Pelajari Bidang Digital Marketing di Digital Skola!

Yuk, Pelajari Bidang Digital Marketing di Digital Skola!

Tertarik untuk berkarier di bidang digital marketing? Langkah pertama yang bisa kamu lakukan adalah memilih bidang yang paling sesuai dengan minat dan tujuan kariermu. Di Digital Skola, kamu bisa menemukan kelas yang dirancang khusus untuk membantu kamu specialize di area tertentu dalam dunia digital marketing. Melalui pendekatan praktis, kurikulum terarah, serta bimbingan dari para tutor yang berpengalaman di industri, kamu akan mendapatkan pengalaman belajar yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.

Beberapa program favorit di Digital Skola antara lain:

  • SEO Mastery AI-Optimized, yang mengajarkan strategi SEO dari dasar hingga mahir dengan dukungan teknologi AI
  • Social Media Marketing AI-Powered, yang membekali kamu dengan kemampuan merancang, mengeksekusi, dan menganalisis strategi media sosial secara profesional
  • KOL Management AI-Driven, yang mempersiapkanmu menjadi ahli dalam mengelola kolaborasi dengan influencer dan membangun kampanye digital berbasis data

Yuk, mulai perjalananmu bersama Digital Skola sekarang!

FAQ

1. Apa itu digital marketing?

Digital marketing adalah strategi pemasaran yang menggunakan media digital dan internet untuk menjangkau audiens hingga mempromosikan produk. 

2. Apa perbedaan digital marketing dan traditional marketing?

Digital marketing menggunakan media online dengan hasil yang bisa diukur secara real-time, sedangkan traditional marketing menggunakan media konvensional yang hasilnya sulit diukur secara spesifik.

3. Di mana bisa belajar digital marketing dari dasar?

Di program Mini Bootcamp Digital Skola yang menawarkan pembelajaran terarah, praktik langsung, dan bimbingan dari tutor profesional.