
Freelance writing kini menjadi salah satu pilihan pekerjaan yang populer dan fleksibel untuk ditekuni. Bagi kamu yang memiliki minat di bidang penulisan, pekerjaan ini bisa menjadi solusi tepat untuk menghasilkan pendapatan sambil menyalurkan hobi. Tak hanya itu, bagi yang saat ini sedang mendalami dunia digital writing, freelance writing juga bisa menjadi wadah yang efektif untuk mengasah kemampuan menulis sekaligus memperkaya portofolio agar lebih menarik di mata recruiter atau klien di masa depan.
Banyak yang mengira, freelance writing itu hanya sebatas untuk side hustle atau penghasilan tambahan saja. Padahal faktanya, tidak sedikit orang yang pekerjaan utamanya adalah freelance writing. Jika kamu bergabung di komunitas penulis seperti The Write Life Group, Writers Write Group, Writer Hangout, dan masih banyak lagi, pasti kamu akan menemukan banyak orang yang menjadikan freelance writer sebagai profesi utamanya.
Alasannya selain karena fleksibilitas kerja, freelance writer juga mendapatkan penghasilan yang cukup menjanjikan, mengutip dari Sribu, satu project writing biasanya dibandrol dengan harga 100-500rb tergantung tingkat kesulitan project tersebut. Bahkan, data dari World Bank juga menunjukkan bahwa 47% pekerja di dunia adalah freelance. Di Indonesia ada salah satu contoh freelance writer sukses yaitu Mustakim yang selama enam tahun menjadi freelance writer berhasil membeli 2 motor, rumah, laptop, dan tabungan lain dari hasil menulis online.
Jika kamu saat ini tertarik untuk mulai freelance writing tapi masih bingung harus mulai darimana, wajib simak artikel ini sampai akhir!
BACA JUGA: Bocoran Materi Copy Writing Course Untuk Pemula
6 Cara Mulai Karier Freelance Writing Untuk Pemula

Perlu kamu ketahui, kini banyak perusahaan besar, startup, hingga agensi yang membutuhkan freelance writer. Namun, jika kamu saat ini baru terjun ke dunia freelance writing, tentu ada beberapa step yang harus kamu lalui sampai akhirnya bisa dipekerjakan oleh perusahaan atau client, berikut cara mulai karier jadi freelance writing untuk pemula:
Pelajari Skill
Cara pertama yang bisa kamu lakukan untuk mulai karier jadi freelance writing adalah pelajari skill. Biasanya, untuk jadi freelance writer pemula setidaknya kamu harus memiliki skill basic penulisan seperti:
- Kemampuan riset dan menulis berbagai jenis topik sesuai kebutuhan client
- Editing dan proofreading untuk memastikan tidak ada kesalahan penulisan
- Strategi konten di berbagai media sosial sesuai kebutuhan client
- Kemampuan berpikir dan menulis kreatif
- Soft-skill pendukung seperti komunikasi, kolaborasi, dan problem solving
Kamu bisa mengasah skill freelance writer ini melalui berbagai cara, diantaranya:
- Mengikuti kursus offline atau online yang memberikan materi sesuai dengan kebutuhan industri.
- Belajar menggunakan materi di YouTube seperti: The Freelance Writing’s Guide, Matthew Morgan, Mike Nardi, Ashlyn Writes.
- Belajar menggunakan materi di Blog seperti: Smart Blogger, The Write Life, Dream of Travel Writing, Copyblogger.
- Belajar menggunakan materi di Buku seperti: Writing That Works, The Boron Letters, The Adweek Copywriting Handbook.
- Belajar menggunakan materi di Podcast seperti: The Copywriter Club, Write-minded, The Writer Files, Beautiful Writers Podcast.
Mulai Menulis
Mempelajari teorinya saja tidak cukup jika kamu ingin terjun berkarier di bidang freelance writing, oleh karena itu setelah memahami teorinya, kamu harus mulai latihan menulis. Kini ada banyak platform yang bisa kamu jadikan wadah untuk mengasah kemampuan menulismu. Berikut rekomendasi platform menulis yang cocok untuk pemula:
- Blogspot
- WordPress
- Medium
- Wix
- Contently
Perlu diingat, seiring dengan latihan menulis, kamu juga harus konsisten membaca, mulai dari membaca blog penulis lain dengan berbagai topik, membaca buku fiksi atau nonfiksi, hingga baca berita di internet. Dari membaca ini kamu juga akan mendapatkan banyak kosakata baru untuk ditulis sehingga tulisan kamu akan lebih bervariasi dan nantinya kamu akan terbiasa jika harus mengerjakan berbagai project freelance writing dengan topik yang bermacam-macam.
Susun Portofolio
Setelah kamu membuat cukup banyak tulisan di blog, kamu bisa mengkurasi tulisan-tulisan tersebut dan pilih beberapa tulisan terbaik yang kamu buat untuk jadi modal portofolio. Biasanya, portfolio freelance writer itu berisi:
- Identitas diri mulai dari nama, kontak yang bisa dihubungi, hingga media sosial yang relevan
- Informasi karier jika kamu sebelumnya pernah bekerja fulle time writer sebagai freelance writer
- Tulisan favorit yang pernah kamu buat atau yang paling sukses beserta penjelasannya
- Penjelasan mengenai proses kreatif saat kamu menulis dengan format study case
- Penjelasan mengenai spesialisasi, skill, dan tools yang kamu kuasai
Bangun Personal Branding
Selanjutnya setelah memiliki skill hingga portofolio, kamu juga harus mulai membangun personal branding yaitu persepsi yang kamu ingin ciptakan secara profesional. Misalnya, kamu lebih tertarik menjadi freelance writer spesialis content writer, maka di media sosial dan portofolio yang kamu miliki harus lebih ditonjolkan sisi content writer yang kamu miliki. Kamu bisa mulai dari hal paling mudah yaitu posting hasil karya di platform profesional seperti Linkedin.
Mencari Lowongan di Situs Freelance
Setelah kamu merasa siap memiliki modal sebagai freelance writer, kamu bisa mulai mencari situs freelancer untuk menawarkan jasa kepada para client atau perusahaan. Biasanya, jika masih pemula di bidang freelance writing cukup sulit untuk kamu mendapatkan tawaran duluan dari client, maka dari itu kamu bisa mencari sendiri dulu client di berbagai situs freelancer terpercaya seperti:
- Fiverr
- Upwork
- Sribu
- Projects.co.id
Selain di platform freelance, kamu juga bisa mencari peluang freelance writing di berbagai job platform terkenal seperti Glints, Jobstreet, Linkedin, dan lain sebagainya.
Perluas Networking
Networking sangat penting dalam perkembangan karier karena bisa membawa banyak manfaat mulai dari meningkatkan soft-skills hingga mendapatkan peluang karier dari network yang kamu miliki. Biasanya, jika kamu berkecimpung di komunitas penulis, kemungkinan besar akan lebih banyak peluang karier atau job yang akan datang. Kamu bisa bergabung di komunitas penulis seperti:
- Writers Write Group
- Writer Hangout
- The Freelance Writer’s Connection
BACA JUGA: Cara Menjadi Penulis Lepas Sukses Hasilkan Cuan
Jenis Freelance Writing yang Cocok Untuk Semua Jurusan

Menariknya, freelance writing adalah bidang yang sangat luas, kamu bisa menjalani satu bidang secara khusus atau menjadi generalis yang menangani berbagai jenis pekerjaan digital seperti:
Copywriter
Copywriter adalah penulis yang berfokus pada pembuatan teks untuk keperluan pemasaran atau promosi. Tugas utama seorang copywriter adalah menarik perhatian audiens dan mendorong mereka untuk mengambil tindakan tertentu, seperti membeli produk, mendaftar layanan, atau mengunjungi situs web. Contoh tulisan yang dibuat oleh copywriter meliputi tagline, iklan, konten media sosial, headline email marketing, dan skrip untuk iklan video.
UX Writer
UX writer bertanggung jawab untuk menciptakan teks yang menjadi bagian dari pengalaman pengguna (user experience) di aplikasi atau website. Teks ini sering disebut microcopy dan mencakup elemen-elemen kecil, seperti pesan kesalahan (error messages), label tombol (button messages), instruksi form, hingga tips navigasi. Tujuannya adalah membuat interaksi pengguna dengan produk digital terasa lebih mulus, intuitif, dan menyenangkan.
SEO Content Writer
SEO content writer berfokus pada pembuatan konten artikel yang dioptimalkan berdasarkan Search Engine Optimization (SEO). Tulisan mereka dirancang untuk meningkatkan visibilitas di mesin pencari seperti Google dengan memanfaatkan kata kunci (keywords) yang relevan. Contoh hasil karya SEO content writer adalah artikel blog, panduan produk, dan daftar rekomendasi.
Content Writer
Content writer memiliki tugas utama membuat artikel atau konten tulisan yang informatif dan menarik berdasarkan SEO keywords, dengan tujuan meningkatkan visibilitas blog atau website. Lingkup pekerjaan content writer sering kali lebih luas dibandingkan SEO content writer, karena selain artikel, mereka juga dapat menghasilkan e-book, whitepaper, dan postingan media sosial yang informatif.
BACA JUGA: Writing Camp VS Bootcamp: Mana yang Cocok Untukmu?
Skills Untuk Jadi Freelance Writer
Dalam dunia freelance writing, setiap profesi memiliki fokus dan tantangan yang berbeda. Karena itu, keterampilan yang dibutuhkan pun harus disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang ditekuni. Berikut adalah skill utama yang diperlukan untuk masing-masing profesi di dunia freelance writing:
Copywriter
Untuk jadi freelance writing copywriter, kamu harus memiliki skills ini:
- Kemampuan storytelling = Menciptakan narasi persuasif yang dapat menarik perhatian audiens.
- Pemahaman tentang audiens = Memahami kebutuhan, minat, dan psikologi target pasar.
- Creative writing = Menghasilkan teks yang kreatif, segar, dan inovatif.
- Kemampuan menulis ringkas dan tajam = Menyampaikan pesan dalam kalimat singkat namun efektif.
- Pengetahuan dasar pemasaran = Memahami konsep branding, promosi, dan pemasaran digital.
- Editing dan proofreading = Memastikan teks bebas dari kesalahan tata bahasa dan ejaan.
- Riset kompetitor = Mengetahui tren gaya tulisan dan strategi pemasaran dari kompetitor
UX Writer
Untuk jadi freelance writing UX Writer, kamu harus memiliki skills ini:
- Pemahaman user experience (UX) = Memahami cara pengguna berinteraksi dengan aplikasi atau website
- Microcopy writing = Menciptakan teks pendek yang jelas dan relevan, seperti pesan tombol atau petunjuk navigasi
- Problem solving = Menyederhanakan pesan untuk membantu pengguna memahami fitur atau alur dengan mudah.
- Kolaborasi tim desain = Bekerja bersama desainer UI/UX, product manager, dan developer
- Pemahaman terminologi teknologi = Familiar dengan istilah yang digunakan dalam pengembangan produk digital
- Empati pengguna = Mampu menempatkan diri dalam posisi pengguna untuk menciptakan pengalaman yang intuitif
- Analisis data pengguna = Memanfaatkan data untuk memahami perilaku dan kebutuhan pengguna
SEO Content Writer
Untuk jadi freelance writing SEO Content Writer, kamu harus memiliki skills ini:
- Riset kata kunci (keywords) = Mengidentifikasi kata kunci yang relevan untuk meningkatkan visibilitas konten
- Pemahaman SEO = Mengetahui elemen SEO seperti meta description, penggunaan alt text, struktur heading, dan internal linking
- Kemampuan menulis artikel panjang = Menciptakan konten yang informatif dan sesuai kaidah SEO
- Analisis performa konten = Menggunakan tool seperti Google Analytics untuk memantau efektivitas artikel
- Kemampuan riset = Menyusun konten yang berbasis data dan fakta akurat
- Pemahaman tren digital marketing = Selalu up-to-date dengan perubahan algoritma mesin pencari
- Editing sesuai SEO = Memastikan tulisan memenuhi standar SEO tanpa mengurangi kualitas
Content Writer
Untuk jadi freelance writing Content Writer, kamu harus memiliki skills ini:
- Kemampuan menulis dalam berbagai format = Dari artikel blog hingga e-book dan whitepaper
- Riset mendalam = Mengumpulkan informasi dari sumber terpercaya untuk menciptakan tulisan yang berkualitas
- Pemahaman storytelling = Menyusun konten yang menarik dan mudah dipahami audiens
- Manajemen waktu = Mengelola jadwal untuk memenuhi tenggat waktu berbagai proyek
- Editing dan proofreading = Memastikan konten bebas dari kesalahan sebelum diterbitkan
- Pemahaman SEO dasar = Mampu mengintegrasikan kata kunci secara alami ke dalam tulisan
- Adaptasi gaya penulisan = Menyesuaikan gaya bahasa dengan target audiens dan platform publikasi
BACA JUGA: Belajar Content Writing: Roadmap Untuk Pemula
Bagaimana Cara Menghasilkan Uang dari Freelance Writing?
Jika kamu tertarik untuk menekuni bidang freelance writing, berikut beberapa cara mendapatkan bayaran dari pekerjaan ini:
Bergabung di Platform Freelance
Untuk mendapatkan uang, kamu bisa daftar di beberapa situs freelance populer yang bisa mempertemukan kamu sebagai penulis dengan klien, seperti:
- Upwork = Membuat profil profesional untuk mendapatkan klien internasional
- Fiverr = Menawarkan layanan menulis dengan harga awal yang bisa kamu tentukan sendiri
- Freelancer = Mencari proyek-proyek menulis yang sesuai dengan keahlianmu.
- Sribulancer = Mencari freelance untuk pasar lokal di Indonesia
Cari Project di Media Sosial
Banyak perusahaan atau individu mencari penulis freelance melalui media sosial, oleh karena itu kamu bisa lakukan:
- LinkedIn = Posting tentang keahlianmu di bidang penulisan dan mencari lowongan freelance writing di bagian pekerjaan
- Facebook Groups = Bergabung dengan komunitas freelance atau grup yang sering membagikan proyek menulis
- Twitter = Pantau tagar seperti #freelancewriter atau #contentwriter untuk menemukan peluang project
Tawarkan Layanan Langsung ke Klien
Lakukan riset perusahaan atau bisnis yang membutuhkan layanan menulis, seperti:
- Blog yang tidak aktif diperbarui
- Website bisnis yang kontennya kurang menarik
Setelah itu, kamu bisa hubungi mereka secara langsung dengan menawarkan jasamu dan sertakan portofolio.
BACA JUGA: Ingin Jadi Digital Writer? Ikut Writing Camp Indonesia
Cara Kerja Freelance Writer
Cara kerja seorang freelance writer cukup fleksibel dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan klien maupun waktu yang dimiliki oleh penulis. Namun, ada beberapa cara kerja umum yang biasa dilakukan oleh seorang freelance writer dalam menjalankan pekerjaannya:
Mencari dan Mendapatkan Project
Langkah pertama seorang freelance writer adalah mencari proyek yang sesuai dengan keahlian. Banyak platform freelance yang bisa digunakan untuk menemukan pekerjaan, seperti Upwork, Fiverr, atau Freelancer. Di sini, kamu bisa membuat profil profesional dan melamar pekerjaan yang relevan.
Selain itu, media sosial seperti LinkedIn dan grup Facebook juga sering menjadi tempat potensial untuk menemukan klien. Cara lain yang tak kalah efektif adalah dengan mengirimkan pitch langsung ke perusahaan atau bisnis yang membutuhkan jasa penulisan.
Berkomunikasi dengan Client
Setelah mendapatkan client, langkah berikutnya adalah memahami kebutuhan mereka. Komunikasi yang baik sangat penting dalam tahap ini, terutama untuk memastikan detail proyek seperti jenis tulisan yang diinginkan seperti artikel blog, konten media sosial, hingga krip iklan.
Selain itu, kamu juga harus mengkomunikasikan beberapa hal penting seperti panjang tulisan, gaya bahasa, serta tenggat waktu. Selain itu, freelancer juga harus mendiskusikan jumlah revisi yang diperbolehkan untuk menghindari kesalahpahaman di kemudian hari.
Melakukan Riset
Setiap tulisan yang bagus dimulai dengan riset yang kuat. Dalam tahap ini, seorang freelance writer harus menggali informasi dari sumber terpercaya yang relevan dengan topik yang diminta klien.
Menulis Konten
Setelah riset selesai, langkah selanjutnya adalah mulai menulis konten sesuai arahan klien. Tulisan harus memenuhi brief yang diberikan, baik dari segi gaya bahasa, struktur, maupun target audiens. Pastikan konten memiliki alur yang jelas, menggunakan sub judul yang relevan, dan terbebas dari plagiarisme.
Editing dan Proofreading
Sebelum mengirimkan hasil tulisan, langkah penting yang tidak boleh dilewatkan adalah melakukan editing dan proofreading. Editing bertujuan untuk menyempurnakan struktur dan gaya tulisan agar lebih efektif, sedangkan proofreading memastikan tulisan terbebas dari kesalahan ejaan atau tata bahasa. Kedua langkah ini sangat penting untuk menghasilkan konten yang berkualitas dan profesional.
Mengirimkan Draft ke Client
Setelah selesai menulis dan melakukan pengecekan, kirimkan draft ke klien sesuai dengan tenggat waktu yang telah disepakati. Bersiaplah menerima masukan atau revisi, karena setiap klien mungkin memiliki preferensi tertentu. Sebagai freelance writer, fleksibilitas dan kemampuan untuk beradaptasi sangat penting dalam tahap ini.
Menyelesaikan Project
Setelah revisi selesai, kirimkan hasil akhir kepada klien. Pastikan mereka puas dengan kualitas tulisan yang kamu hasilkan. Jangan lupa untuk mengirimkan invoice sebagai tanda pembayaran sesuai dengan tarif yang telah disepakati. Jika klien puas dengan pekerjaanmu, peluang untuk mendapatkan proyek lanjutan akan semakin besar.
BACA JUGA: SEO Content Writing: Definisi Hingga Prospek Karier
Kesimpulan
Bisa disimpulkan, freelance writing adalah pilihan karier yang fleksibel dan menjanjikan, baik sebagai pekerjaan utama maupun side hustle. Dengan peluang yang terus berkembang, profesi ini memungkinkan siapa saja untuk menghasilkan pendapatan dari kemampuan menulis sekaligus menyalurkan hobi.
Bagi pemula, perjalanan menjadi freelance writer mungkin terasa menantang, tetapi dengan langkah yang terarah dan kesungguhan, profesi ini dapat menjadi sumber penghasilan yang stabil. Mulailah dengan memperluas wawasan melalui belajar, praktik menulis, dan membangun jaringan profesional di komunitas penulis. Dengan memahami cara kerja, menguasai keterampilan khusus, dan membangun personal branding yang kuat, kamu bisa menjadikan freelance writing sebagai karier yang sukses dan berkelanjutan.
BACA JUGA: Content Writing VS Copywriting: Apa Bedanya?
Yuk, Mulai Karier Jadi Freelance Writer!
Jika kamu saat ini baru tertarik untuk jadi seorang freelance writer, kamu bisa mulai langkah dengan mengikuti Digital Writing Camp di Digital Skola. Di kelas ini, kamu akan dapat bimbingan langsung dari pengajar expert mengenai empat profesi writing yaitu copywriter, SEO content writer, content writer, dan UX Writer. Kamu juga akan dapat fasilitas lengkap seperti:
- Portfolio coaching
- Review project and portfolio 1-on-1
- Digital Writer Career Assessment
- Digital Writer Expert Mentoring Session
- Professional branding
- Komunitas Digital Skola on Discord, dll
Penasaran? Cari tahu info lengkapnya dengan klik button di bawah ini!