HomepageBlog16 KPI Digital Marketing
5 min read

16 KPI Digital Marketing

Tayang 12 Oktober 2022 Diperbarui: 12 Oktober 2022
Ditulis oleh:
digitalskola

Digital Skola Content Team

Share


kpi digital marketing
KPI Digital Marketing (Photo by Austin Distel on Unsplash)

KPI digital marketing adalah indikator penting yang digunakan untuk mengukur keberhasilan strategi pemasaran digital yang dijalankan. Jika kamu bekerja di bidang digital marketing atau sedang mempertimbangkan karier di bidang ini, memahami KPI menjadi hal yang wajib. Dengan mengetahui metrik yang relevan, kamu bisa mengevaluasi performa campaign, mengambil keputusan berbasis data, dan menyusun strategi yang lebih efektif ke depannya.

Indikator KPI akan menunjukan kualitas, akurasi, dan kinerja suatu strategi yang memungkinkan digital marketer untuk mengevaluasi dan memutuskan strategi selanjutnya yang lebih optimal (Sumber: rockcontent). Ada banyak indikator KPI yang bisa membantu digital marketer untuk mendeteksi hasil penjualan, konversi, keterlibatan, dan media investment. Bahkan, KPI juga bisa membantu digital marketer untuk memantau aktivitas marketing di berbagai channel. 

Tak hanya itu, KPI digital marketing juga membantu digital marketer untuk menunjukkan seberapa dekat strategi yang dijalankan dengan tujuan yang sudah ditentukan. Lalu, apa saja alasan di balik pentingnya KPI digital marketing? Bagaimana cara menentukan, ruang lingkup, dan contoh KPI digital marketing yang baik? Simak ulasan lengkapnya berikut ini!

BACA JUGA: CV Social Media Specialist: Susunan dan Tips Lengkap

KPI Digital Marketing Beserta Contoh dan Cara Mengoptimalkan 

KPI Digital Marketing
  KPI Digital Marketing (Photo by NordWood Themes on Unsplash)

Berikut adalah contoh KPI yang dibagi jadi lima kategori utama:

Lead Generation

Semakin banyak kamu mendatangkan leads, maka semakin besar juga kemungkinan bagi bisnis untuk mendapatkan penjualan. Oleh karena itu, mengukur keberhasilan strategi lead generation menjadi hal yang penting bagi bisnis untuk meningkatkan penjualan. Ada beberapa metrik yang bisa membantu kamu dalam mengoptimasi strategi ini, diantaranya:

  1. Monthly new leads, cara optimasinya dengan meningkatkan budget cost-per-click dari campaign iklan, membuat konten SEO friendly, hingga memberikan diskon terbaru.
  2. Qualified leads per-month, cara optimasinya dengan membuat campaign yang menargetkan audience spesifik.
  3. Cost per lead, cara optimasinya dengan mengidentifikasi campaign marketing mana yang paling berhasil lalu tambahkan budget dan alokasi waktu pada campaign tersebut.
  4. Cost per conversion, cara optimasinya dengan membuat campaign dengan target audience yang spesifik, memperbaiki user experience, dll.

Website dan Traffic

Selanjutnya, kamu harus membuat KPI untuk situs web dan traffic. Ada beberapa metrik yang bisa membantu kamu dalam mengoptimasi strategi ini, diantaranya:

  1. Traffic bulanan website, cara optimasinya dengan melakukan paid search campaign, optimalisasi SEO, dll.
  2. Returning vs new visitors, cara optimasinya dengan melakukan berbagai eksperimen pada berbagai elemen landing page, seperti mengganti CTA, menambah gambar, dll.
  3. Rata-rata waktu visit, cara optimasinya dengan menyajikan konten yang menarik.

SEO (Search Engine Optimization)

Traffic organik yang datang dari search engine merupakan aset yang penting dalam digital marketing. Ada beberapa metrik yang bisa membantu kamu dalam mengoptimasi strategi ini, diantaranya:

  1. Traffic dari pencarian organik, cara optimasinya dengan memperbaiki konten sesuai dengan hasil pencarian on page SEO terbaik.
  2. Page authority dan domain authority, cara optimasinya dengan memperbanyak internal link menuju website kamu.
  3. Kenaikan ranking dan target keywords, cara optimasinya dengan menerapkan teknik on-page SEO.
  4. Inbound link menuju website, cara optimasinya dengan meningkatkan reputasi brand.

Online Advertising

Salah satu hal harus digital marketer pantau adalah performa iklan digital. Ada beberapa metrik yang bisa membantu kamu dalam mengoptimasi strategi ini, diantaranya:

  1. Leads dan conversion, cara optimasinya dengan perbaiki copy dan visual iklan.
  2. Cost per conversion, cara optimasinya dengan menggunakan target keyword dengan tingkat kompetisi yang relatif rendah.
  3. Click-through rate, cara optimasinya dengan melakukan eksperimen secara berkala pada iklan. 

Social Media Marketing

Menjalankan social media marketing dapat membantu bisnis untuk mencapai berbagai objektif seperti meningkatkan brand awareness, membangun komunitas, hingga mendapatkan konsumen baru. Ada beberapa metrik yang bisa membantu kamu dalam mengoptimasi strategi ini, diantaranya:

  1. Audience size, cara optimasinya dengan membagikan konten yang original
  2. Engagement rate, cara optimasinya dengan membuat konten menarik yang mengundang audiens untuk berinteraksi.

BACA JUGA: Digital Ads: Strategi Iklan Jitu di Era Digital

Alasan Harus Melacak KPI Digital Marketing

KPI Digital Marketing
KPI Digital Marketing (Photo by Mailchimp on Unsplash)

Setidaknya ada beberapa alasan kamu harus melacak KPI digital marketing, diantaranya:

Strategi yang Akurat

Umumnya, di dalam digital marketing plan ada rencana tujuan dan strategi yang akan digunakan. Oleh karena itu, untuk memvisualisasikan efektivitas dari suatu strategi, KPI sangat diperlukan. Dengan melihat hasil dari indikator KPI, akan membuktikan seberapa tepat pilihan strategi tersebut. KPI juga akan membantu digital marketer untuk menginvestigasi strategi yang sebelumnya tidak berhasil sehingga bisa dijadikan bahan evaluasi untuk penerapan strategi berikutnya.

Investasi Budget yang Tepat

Biasanya, perusahaan yang masih berskala kecil, akan berusaha menghemat budget digital marketing. Oleh karena itu, KPI akan membantu perusahaan untuk mengetahui strategi mana yang paling efektif. Hal ini juga akan membantu perusahaan untuk menghemat budget dengan cara mengeluarkan dana hanya untuk strategi atau campaign yang sudah terbukti berhasil.

Motivasi Kerja

Tidak hanya mengukur performa digital marketing, KPI juga akan bermanfaat untuk memotivasi karyawan agar bisa menggapai seluruh target perusahaan. Biasanya, perusahaan akan mengevaluasi secara rutin hasil KPI dan meminta karyawan untuk meningkatkan berbagai hal yang belum mencapai target dan mempertahankan hal yang sudah sesuai dengan target atau tujuan perusahaan. 

BACA JUGA: Kenali Media Digital Marketing dan Cara Menggunakannya

Cara Menentukan KPI Digital Marketing

KPI Digital Marketing
KPI Digital Marketing (Photo by SOCIAL.CUT on Unsplash)

Salah satu konsep yang sering digunakan untuk menentukan KPI digital marketing adalah metode SMART, yaitu:

Specific

Hanya boleh ada satu tujuan yang jelas dan bisa dideskripsikan dalam KPI. Contohnya: Menggunakan strategi social media ads untuk membantu meningkatkan followers sebesar 50% di bulan Juli. 

Measurable

Kamu harus membuat KPI yang bisa terukur nilainya. Contohnya: Peningkatan followers social media 20% setiap bulannya. 

Attainable

KPI harus dibuat realistis dan bisa tercapai. Contohnya: Peningkatan 50% followers dari hasil target sebelumnya. 

Relevant

Pertimbangkan relevansi antara KPI dengan strategi yang dijalankan. Contohnya: Meningkatkan followers Instagram secara organik dengan memaksimalkan penggunaan hashtag

Time-based

KPI yang dibuat harus memiliki rentang atau batas waktu yang jelas dan terukur. Contohnya: Meningkatkan followers Instagram secara organik dengan memaksimalkan penggunaan hashtag dalam waktu 5 bulan di tahun 2026. 

BACA JUGA: Tips Terbaik Mengoptimalkan AI Copywriting

Ruang Lingkup KPI Digital Marketing

KPI Digital Marketing
KPI Digital Marketing (Photo by Lilly Rum on Unsplash)

Tentunya, KPI yang digunakan pada setiap strategi tidaklah sama. Ada beberapa pertimbangan yang harus ditentukan, seperti:

Apa Tujuan Utama dari Strategi yang Dijalankan?

Sebelum menentukan KPI, kamu perlu memahami terlebih dahulu apa yang ingin dicapai dari strategi tersebut. Apakah tujuannya meningkatkan brand awareness, menghasilkan leads, menaikkan penjualan, atau meningkatkan retensi pelanggan? Tujuan ini akan sangat menentukan jenis metrik yang relevan. Misalnya, jika fokusnya adalah awareness, maka impressions dan reach akan lebih relevan dibandingkan conversion rate.

Apa Jenis Strategi yang Akan Dijalankan?

Setiap jenis strategi digital memiliki karakteristik dan cara pengukuran yang berbeda. Misalnya:

  • SEO berfokus pada traffic organik dan peringkat di hasil pencarian.
  • PPC (Pay Per Click) fokus pada CTR, CPC, dan konversi dari iklan.
  • Email marketing fokus pada open rate, click-through rate, dan unsubscribe rate.

Dengan mengetahui jenis strategi yang digunakan, kamu bisa memilih KPI yang paling sesuai dengan aktivitas tersebut.

Apa Channel Digital Marketing yang Akan Digunakan?

Setiap channel baik itu media sosial, email, website, atau mesin pencari memiliki metrik unik yang relevan. Contohnya, di media sosial kamu bisa mengukur engagement rate, sedangkan untuk kampanye Google Ads kamu akan melihat metrik seperti cost per click (CPC) atau quality score. Memahami karakteristik tiap channel membantu dalam memilih KPI yang realistis dan bisa ditindaklanjuti.

Bagaimana Channel Tersebut Diukur?

Channel digital marketing umumnya menyediakan tools atau platform analitik bawaan, seperti:

  • Google Analytics untuk website
  • Meta Business Suite untuk media sosial Facebook dan Instagram
  • Google Ads dashboard untuk kampanye berbayar
  • Mailchimp untuk email marketing

Kamu perlu memahami tools ini agar bisa mendapatkan data yang akurat dan relevan untuk pengukuran KPI.

Apa Saja Data yang Bisa Didapatkan?

Setiap aktivitas digital pasti menghasilkan data, tapi tidak semua data layak dijadikan KPI. Di sinilah kamu harus memilih metrik yang bisa memberikan insight nyata, bukan hanya angka yang menarik dilihat. Misalnya, banyaknya followers belum tentu berdampak langsung pada penjualan jika engagement-nya rendah. Pilih data yang sesuai dengan tujuan strategis dan bisa mendukung pengambilan keputusan.

BACA JUGA: 6 Cara Memilih (KOL) Key Opinion Leader yang Tepat

Cara Menghitung KPI Digital Marketing

Cara Menghitung KPI Digital Marketing
KPI Digital Marketing (Photo by NordWood Themes on Unsplash)

Menghitung KPI (Key Performance Indicators) dalam digital marketing bertujuan untuk menilai sejauh mana strategi pemasaran digital yang dijalankan berhasil mencapai tujuan bisnis. Setiap jenis kampanye atau kanal digital biasanya punya KPI yang berbeda, tergantung objektifnya seperti awareness, engagement, atau konversi.

Tentukan Tujuan Kampanye

Langkah pertama dalam menghitung KPI adalah menentukan tujuan spesifik dari campaign digital marketing. Misalnya:

  • Meningkatkan traffic website
  • Menambah leads
  • Meningkatkan penjualan
  • Meningkatkan engagement di media sosial

Pilih KPI yang Sesuai

Beberapa contoh KPI umum dalam digital marketing: 

  • CTR (Click-Through Rate): Digunakan untuk mengukur efektivitas iklan atau email. Rumus: (Jumlah Klik / Jumlah Tayangan) x 100%
  • Conversion Rate: Persentase pengunjung yang melakukan tindakan tertentu (misal membeli produk). Rumus: (Jumlah Konversi / Jumlah Pengunjung) x 100%
  • Bounce Rate: Persentase pengguna yang meninggalkan website setelah membuka satu halaman saja. Rumus: (Jumlah Sesi Satu Halaman / Total Sesi) x 100%
  • Cost Per Click (CPC): Biaya rata-rata yang dikeluarkan untuk tiap klik dalam campaign iklan. Rumus: (Total Biaya Iklan / Jumlah Klik)
  • Return on Ad Spend (ROAS): mengukur pendapatan dibandingkan pengeluaran iklan. Rumus: (Pendapatan / Biaya Iklan)

Gunakan Tools Analitik

Gunakan platform seperti:

  • Google Analytics (untuk traffic, bounce rate, conversion)
  • Google Ads / Meta Ads Manager (untuk CTR, CPC, ROAS)
  • CRM tools seperti HubSpot atau Zoho (untuk lead tracking)

Analisis Hasil dan Bandingkan

Bandingkan hasil KPI dengan target yang sudah ditetapkan sebelumnya. Dari sini kamu bisa melihat apakah perlu optimalisasi lebih lanjut, atau justru strategi sudah berjalan efektif.

BACA JUGA: 6 Cara Memilih (KOL) Key Opinion Leader yang Tepat

Apa Saja 7P dalam Digital Marketing? 

Apa Saja 7P dalam Digital Marketing? 
7P dalam Digital Marketing (Photo by NordWood Themes on Unsplash)

Pendekatan ini membantu bisnis menyusun strategi pemasaran yang lebih menyeluruh, terutama ketika melibatkan interaksi online dengan konsumen. Berikut penjelasan masing-masing elemen 7P:

Product

Produk dalam konteks digital mencakup barang atau jasa yang ditawarkan secara online. Di era digital, aspek seperti pengalaman pengguna (user experience), kecepatan loading, dan fitur tambahan pada produk digital (misalnya aplikasi atau e-commerce) sangat penting.

Price

Penentuan harga di era digital sangat kompetitif. Harga harus disesuaikan dengan pasar, mudah dibandingkan, dan sering dikaitkan dengan penawaran khusus seperti diskon, bundling, atau langganan.

Place

Dalam digital marketing, “place” tidak lagi sebatas toko fisik, melainkan platform online tempat produk tersedia: website, marketplace (seperti Tokopedia, Shopee), atau media sosial.

Promotion

Promosi digital mencakup SEO, iklan berbayar (Google Ads, Meta Ads), email marketing, influencer marketing, hingga content marketing. Fokus utamanya adalah menjangkau konsumen melalui berbagai channel digital.

People

Pelanggan dan tim pemasaran adalah bagian dari strategi digital. Kepuasan pelanggan seringkali tergantung pada kualitas interaksi baik itu melalui chatbot, customer service, atau komunitas online.

Process

Proses dalam pemasaran digital mencakup sistem yang mendukung pembelian, layanan, hingga pengiriman. Semakin efisien proses (misalnya, checkout yang cepat, pengiriman instan), makin tinggi peluang konversi.

Physical Evidence

Meski digital, konsumen tetap butuh “bukti nyata” dari produk/jasa. Ini bisa berupa review pelanggan, testimoni, rating produk, desain UI/UX yang profesional, atau konten visual yang meyakinkan.

BACA JUGA: Peluang Kerja Online Mengetik dengan Gaji Menarik

Kesimpulan

KPI Digital Marketing
KPI Digital Marketing (Photo by Fabian Irsara on Unsplash)

KPI digital marketing berperan penting sebagai alat ukur untuk menentukan apakah strategi pemasaran digital yang dijalankan sudah berada di jalur yang benar menuju tujuan bisnis. Dengan memilih indikator yang tepat dan relevan, digital marketer dapat mengevaluasi efektivitas setiap kampanye secara objektif, mengidentifikasi bagian yang perlu ditingkatkan, serta mengoptimalkan alokasi anggaran dan sumber daya.

Namun, penting untuk diingat bahwa setiap KPI harus disesuaikan dengan tujuan bisnis, jenis strategi, channel yang digunakan, serta data yang tersedia. Tanpa pemahaman yang menyeluruh terhadap ruang lingkup KPI, strategi digital marketing berisiko menjadi tidak terarah dan sulit dievaluasi. Oleh karena itu, perencanaan KPI yang matang sejak awal adalah fondasi penting dalam mencapai kesuksesan kampanye digital secara berkelanjutan.

BACA JUGA: Influencer: Penjelasan Terlengkap Beserta Contoh dan Study Case

Belajar Tentang KPI Digital Marketing Bareng Ahlinya

Belajar Tentang KPI Digital Marketing Bareng Ahlinya
KPI Digital Marketing (Photo by NordWood Themes on Unsplash)

Jika kamu ingin memahami lebih dalam tentang bagaimana cara mengukur dan mengoptimalkan KPI digital marketing, kini saatnya belajar langsung dari para ahlinya di Digital Skola. 

Melalui program pembelajaran yang dirancang sesuai kebutuhan industri, kamu akan mendapatkan pengetahuan praktis seputar cara mengukur performa kampanye digital mulai dari media sosial, KOL (Key Opinion Leader), hingga SEO. Jadi, kalau kamu serius ingin mengembangkan karier di dunia digital marketing, belajar bersama Digital Skola adalah langkah yang tepat untuk memulainya!

FAQ Seputar KPI Digital Marketing

1. KPI digital marketing itu buat siapa?

KPI digital marketing dipakai oleh marketer, brand strategist, content creator, hingga data analyst, intinya siapa pun yang ingin mengukur efektivitas strategi pemasaran online mereka.

2. Apakah semua channel digital punya KPI yang sama?

Tidak. Setiap channel punya KPI unik. Contohnya, KPI untuk email marketing bisa berupa open rate dan CTR, sedangkan KPI untuk media sosial lebih fokus ke reach, engagement, dan growth follower.

3. Berapa standar CTR yang bagus dalam digital marketing?

Tergantung platform, tapi secara umum CTR di atas 2% sudah termasuk baik. Untuk iklan Google Search, angka 3–5% dianggap optimal.

4. Apa yang terjadi jika KPI digital marketing tidak tercapai?

Itu tandanya strategi atau kontennya perlu dievaluasi. Bisa jadi target terlalu tinggi, targeting kurang tepat, atau ada masalah teknis dalam funnel-nya.

5. Apakah KPI bisa berubah seiring waktu?

Bisa. KPI harus fleksibel mengikuti perubahan tren, algoritma, tools, dan tujuan bisnis dari waktu ke waktu.