Personalized Marketing: Belajar dari Kesuksesan Spotify

digitalskola

digitalskola

13 Desember 2021

personalized marketing
Photo by Heidi Fin on Unsplash

Apakah kamu adalah salah satu dari ratusan juta pengguna Spotify? Jika, iya kamu tentu menyadari bahwa salah satu kekuatan platform musik ini adalah kemampuannya dalam menggunakan artificial intelligence untuk membuat personalized recommendation pada halaman Home-nya. Spotify tidak sembarang menyarankan musik yang mungkin kamu suka, namun menggunakan data untuk membuat rekomendasi itu terasa personal dan seolah khusus dibuat untukmu. Dalam ranah marketing, Spotify menjadi contoh kesuksesan dalam mengimplementasikan personalized marketing bagi konsumen Spotify di seluruh dunia.

Personalized marketing tergolong konsep yang sering muncul dalam diskusi tren marketing yang terjadi secara signifikan. Meskipun demikian, belum banyak contoh penerapan yang efektif. Spotify mampu membawa konsep personalisasi menuju tingkatan yang baru. Secara umum, user mampu melihat tampilan yang disesuaikan dengan rekomendasi dan profil uniknya. Dengan kata lain, Spotify telah memenangkan personalization campaign ini dalam persaingan market global.

Spotify merupakan salah satu aplikasi yang tahu cara mempertahankan user-nya. Pelanggan baru terus berdatangan dan bahkan Spotify mampu memakai cara cerdas untuk mengintegrasikan data, otomatisasi, hingga emosi user ke dalam berbagai model campaign. Beberapa fitur populer yang dilatarbelakangi oleh personalisasi pada Spotify dapat berupa Discover Weekly, Release Radar, hingga Spotify Wrapped. Kamu dapat mengenali implementasi personalized marketing dari Spotify melalui penjelasan di bawah ini.

Apa Itu Personalized Marketing?

Personalized marketing atau one-on-one marketing merupakan praktik pemasaran berbasis data untuk menyampaikan brand messages yang ditargetkan menuju prospek individu. Metode ini sungguh berbeda dengan traditional marketing yang mengandalkan wide net untuk memperoleh sejumlah kecil pelanggan. Pemanfaatan analitik pada personalized marketing mampu memberikan upaya pemasaran lebih canggih demi pertumbuhan prospek individu yang ada. Saat ini, marketer memanfaatkan personalized marketing untuk menyampaikan pesan paling relevan di waktu-waktu yang ideal.

BACA JUGA: Pentingnya Digital Creators Community Bagi Brand di 2022

Salah satu jenis strategi marketing ini mendorong adanya loyalitas karena pelanggan jauh lebih mungkin untuk berinteraksi dengan brand. Kebutuhan dan keinginan pelanggan dapat dipenuhi berdasarkan model individu mereka. Konten yang dipersonalisasi akan mempertimbangkan customer attributes dan informasi demografis. Beberapa diantaranya berupa usia, jenis kelamin, lokasi geografis, status sosial ekonomi, bahasa, hingga afiliasi politik tertentu. Keuntungan dari pemanfaatan personalized marketing adalah meningkatkan customer experience, brand recognition, customer loyalty, customer retention, serta revenue.

Gambaran Personalized Marketing dari Spotify

Spotify mampu menjembatani kesenjangan antara sumber teknologi dari personalisasi dan social media marketing untuk meningkatkan reach menuju konsumen. Spotify mampu memberikan kenyamanan berbasis data kepada puluhan juta user ketika mereka asyik menelusuri arsip-arsip musik digital dan jalan-jalan kenangan dari campaign tahunan Spotify. Muncul laporan rinci mengenai lagu yang paling banyak didengarkan, genre favorit, artis yang paling sering diputar, hingga statistik lainnya. Memasuki akhir dekade, umumnya Spotify akan menampilkan campaign khusus berupa showcase musik user selama setahun terakhir.

Mengenalkan campaign kepada user merupakan langkah brilian Spotify untuk membedakan diri dengan pesaingnya. Spotify membiarkan kamu untuk membagikan musik favorit dan mengubahnya menjadi “unpaid influencer”. Aspek lain yang membantu menyukseskan aktivitas campaign adalah efek FOMO yang alami terjadi dan menggoda streamer user untuk berpindah ke Spotify. Selain itu, Spotify juga mengerahkan tenaga untuk menyusun iklan yang fokus pada menghidupkan berbagai selera musik pribadi. Visualisasinya terlihat dari perumpamaan seorang pria muda yang berjalan melintasi sebuah kota tidak dikenal kemudian berinteraksi dengan penduduk setempat. Pria muda ini tidak lama akan menambahkan lagu favorit penduduk ke dalam playlist pribadinya.

Kiat-Kiat Sukses Personalized Marketing Spotify melalui Spotify Wrapped

Tentang user, bukan merknya

Spotify Wrapped fokus pada musik, data, dan pengalaman musik user setiap tahunnya. Tidak ada pembahasan mengenai Spotify sebagai platform streaming musik terkemuka. Dalam ulasan tahunan tersebut, Spotify memegang peran sebagai pihak yang melakukan kurasi, mengemasnya, kemudian mengirimkan “paket” tersebut secara langsung kepada kamu. Hal itulah yang terasa menyenangkan. Kamu selalu yakin untuk menekan tombol share tanpa adanya gimmick, hanya ada musik favoritmu sepanjang waktu.

Ketika kamu membagikan hasil Spotify Wrapped, muncul sense of ownership di dalam dirimu. Semua orang tidak ingin tahu aplikasi yang digunakan untuk streaming musik, melainkan memperoleh informasi mengenai personal taste di dunia musik. Dengan kata lain, musik adalah sesuatu yang sangat pribadi bagi setiap user. Musik menjadi perpanjangan dari identitas, kepribadian, image seseorang kemudian memproyeksikannya secara online.

Variasi konten-konten menarik yang mudah dibagikan

Setiap konten yang ada di dalam Spotify Wrapped bisa dibagikan secara mudah. Kamu cukup mengklik “Share this story” pada masing-masing section card yang merangkum selera musiknya selama setahun belakangan. Tidak hanya konten yang menarik, penampilan grafik dan visualnya juga cenderung menarik perhatian. Kamu bisa memilih untuk membagikan top artist, 5 top genre, hingga lagu terfavorit yang kamu putar setiap waktu. Screencap lain juga mudah dibagikan dan tidak kalah bagus dengan konten-konten sebelumnya. Jadi, mengapa sistem section card ini berfungsi dengan baik?

Dunia internet memiliki attention span yang cenderung lebih pendek. Pada waktu tertentu, konten yang punya sedikit kata cenderung menarik perhatian orang lain. Hal ini terutama pada platform yang fokus pada konten-konten pendek, seperti Instagram Stories, Twitter, serta Snapchat. Menonton lebih sedikit konten pilihan user akan menghasilkan sesuatu yang bermakna dan tidak akan menguras tenaga audiens di media sosial milikmu.

BACA JUGA: 15+ Istilah Email Marketing: Marketer Wajib Hafal!

Rekomendasi jangka panjang

Spotify dikenal dan disukai karena fitur rekomendasi yang personal berdasarkan latar belakang musik dari setiap user. Paling tidak, fitur rekomendasi menjadi salah satu alasan user memilih platform spesial ini untuk menghabiskan waktu bersama musik-musik favoritnya. Seiring munculnya Spotify Wrapped, kamu juga dikenalkan pada suatu playlist yang berjudul Missed Hits. Tujuannya untuk membantu kamu menemukan lagu-lagu yang berpotensi kamu sukai sesuai listening behavior yang kamu miliki. Wrap-up yang satu ini dapat menjadi penutup atau akhir dan membuka transisi menuju perjalanan musik baru di tahun mendatang.

Itulah beberapa penjelasan dan gambaran mengenai praktik personalized marketing yang diterapkan oleh Spotify. Salah satunya adalah Spotify Wrapped yang populer dan sukses menarik perhatian konsumennya dari seluruh dunia. Teknik marketing ini mampu membawa dampak positif luar biasa, terutama untuk memenuhi misi Spotify untuk mengundang user baru sepanjang waktu.

Ingin belajar lebih lanjut mengenai personalized marketing dan berdiskusi langsung bersama ahli di bidangnya? Belajar sekarang di Bootcamp Digital Marketing dan kuasai skill pemasaran terkini bersama tools penunjang yang professional dalam 35 sesi belajar bersama Digital Skola.

chat