Cara Buat Portofolio Social Media Specialist

digitalskola

digitalskola

16 Oktober 2022

portofolio social media specialist
Portofolio social media specialist (Photo by Magnus Mueller)

Selama ini, kamu mungkin beranggapan bahwa hanya fotografer dan desainer yang perlu membuat portofolio. Sementara kamu yang berprofesi sebagai seorang social media specialist hanya butuh menyiapkan CV saja untuk menunjukan keterampilan dan pengalaman di bidang social media. Padahal faktanya selain CV, portofolio social media specialist kini selalu jadi persyaratan utama saat melamar kerja. Portfolio ini berguna untuk menampilan hasil kerja kamu secara nyata, contoh isi portofolio social media specialist strategi media sosial yang pernah kamu terapkan. 

Namun, sayangnya masih banyak orang yang merasa kebingungan membuat portofolio social media specialist. Umumnya, orang-orang mempertanyakan:

  • Bagaimana caranya menunjukkan hasil kerja yang pernah dilakukan seperti strategi media sosial yang sudah diterapkan?
  • Bagaimana cara menunjukkan campaign iklan yang punya beberapa ad set sekaligus di dalam portofolio? 
  • Hasil kerja seperti apa yang bisa dimasukan ke dalam portfolio?

Dan masih banyak pertanyaan lain yang jadi sumber kebingungan. Tenang saja, karena ternyata membuat portofolio social media specialist tidak sesulit yang kamu bayangkan! Selama kamu menggunakan framework yang tepat dan tools portofolio yang cocok, kamu bisa menceritakan studi kasus yang pernah kamu handle dan membangun portofolio social media specialist yang menarik di mata recruiter.

Dalam artikel ini, kita akan membahas mulai dari hal-hal yang cenderung basic terlebih dahulu, seperti mengapa kamu perlu membuat portofoliomu dan apa saja yang perlu kamu cantumkan di dalam portofoliomu hingga cara menyusun portofolio social media specialist. Selamat membaca dan mencoba!

BACA JUGA: CV Social Media Specialist: Susunan dan Tips Lengkap

Pentingnya Portofolio Social Media Specialist

Pentingnya Portofolio Social Media Specialist
  Portofolio Social Media Specialist (Photo by Brian Ramirez on Pexels)

Karena profesi social media specialist saat ini jadi salah satu profesi yang sedang naik daun, tingkat persaingannya juga bisa tergolong sangat ketat. Oleh karena itu, kamu perlu menunjukkan dirimu lebih unggul dan menonjol dari para kompetitormu yang sama-sama berkarier di profesi ini saat kamu melamar pekerjaan. Salah satu cara paling efektif untuk membuktikannya adalah dengan memiliki portofolio social media specialist yang menunjukkan track record di bidang social media marketing.

Di portofolio social media specialist kamu bisa menampilkan hasil kerja yang menarik dan sukses yang pernah kamu lakukan, beserta hasil yang kamu peroleh dari campaign tadi. Nah, coba bayangkan bagaimana caranya kamu bisa menunjukkannya lewat CV atau cover letter — tentu sulit, kan? Itulah alasan portofolio menjadi hal penting untuk kariermu sebagai seorang social media specialist.

Faktanya, CV, cover letter, dan portofolio memiliki fungsi serta tujuan yang berbeda-beda:

  • CV dan cover letter = Menjelaskan di mana kamu pernah bekerja dan sebesar apa passion-mu di bidang ini
  • Portofolio = Memamerkan marketing goal yang pernah kamu capai lewat media sosial dengan menggunakan statistik, visual menarik, dan rangkuman singkat tentang campaign yang pernah kamu lakukan

Lewat portofolio, kamu pun akan bisa menunjukkan dengan jelas seperti apa caramu berpikir, bagaimana kamu melakukan riset, caramu menyelesaikan masalah yang rumit, apa saja tool yang telah kamu kuasai, serta apa saja skill kreatif yang kamu miliki.

BACA JUGA: Softskill dan Hardskill: Pengertian Hingga Contoh

Cara Membuat Portofolio Social Media Specialist

Cara Membuat Portofolio Social Media Specialist
                      Portofolio Social Media Specialist (Photo by Visual Tag Mx on Pexels)

Pertanyaan berikutnya bagaimana cara membuat portofolio social media specialist? Kamu bisa mulai dengan mengetahui terlebih dahulu apa saja yang perlu dimasukkan ke dalam portofolio. Untuk membantumu, pelajari poin-poin di bawah ini.

Karier Sebagai Social Media Specialist

Beda dengan CV atau cover letter, kamu bisa sediakan bagian khusus di portofoliomu untuk menjelaskan perjalanan kariermu sebagai seorang Social Media Specialist serta passion-mu di kariermu ini sebagai pembuka atau introduction di dalam portofolio. Tentu saja, pastikan bahwa bagian ini tidak terlalu panjang atau bertele-tele, ya! Cukup 1 paragraf saja. 

Kamu juga perlu menyeimbangkan sisi personal dengan profesional sambil menunjukkan hal yang membuatmu melakukan apa yang kamu kerjakan saat ini. Sebagai tips, kamu bisa tempatkan di bagian bawah atau samping foto dalam portofolio.

Campaign Favorit atau Yang Paling Sukses

Cara termudah untuk menunjukkan proses campaign media sosialmu adalah dengan memulainya dari campaign yang terbaru, yang paling kamu suka, paling sukses, atau paling berkesan dan memberikan banyak insight tambahan bagimu. 

Pada bagian ini, tambahkan juga gambar beresolusi tinggi serta caption singkat berupa brief pendek dari perusahaanmu sebelumnya ataupun dari klien, apa yang kamu pelajari selama campaign berlangsung, dan hasil akhirnya. Di samping itu, kamu juga bisa pertimbangkan untuk menyertakan screenshot dari analytics campaign, serta menjelaskan hasil yang kamu harapkan dan bandingkan dengan hasil yang diperoleh.

Untuk mempermudahmu dalam menyusun bagian ini di dalam portofolio, kamu bisa ikuti urutan sebagai berikut:

  • Penjelasan singkat mengenai campaign media sosial.
  • Penjelasan strategi atau brief.
  • Bagaimana campaign-mu dieksekusi.
  • Hasil campaign dan pembelajaran yang kamu peroleh.

Proses Kerja

Pada bagian ini, kamu bisa tunjukkan gambaran umum mengenai proses kreatif yang kamu jalankan, mulai dari melakukan riset, dokumentasi dari analisis kompetitor, inspirasimu, insight mengenai analisis perilaku audiens, serta hingga strategi jangka panjang terkait dengan campaign media sosial. Kamu bisa sertakan informasi ini dengan format case by case untuk masing-masing campaign, atau berupa penjelasan umum.

Testimoni dari Klien atau Referensi dari Perusahaan

Testimoni dari klien ataupun referensi dari perusahaan tempatmu dulu bekerja juga bisa menambah “nilai” dari portofoliomu. Keduanya sama-sama merupakan pernyataan positif yang bisa membuktikan serta meningkatkan kredibilitasmu sebagai Social Media Specialist. Siapapun dapat melihat testimoni ini, termasuk recruiter di perusahaan yang sedang kamu lamar.

Kamu bisa tampilkan screenshot pesan dari email, chat, atau bahkan meminta secara khusus kepada klien ataupun perusahaan, atasan, atau rekan kerjamu untuk berbagi pengalaman mereka selama bekerja sama dan berkolaborasi denganmu.

Spesialisasi, Skill, dan Tool

Pada dasarnya, membuat portofolio social media specialist adalah kesempatanmu untuk menunjukkan apa saja spesialisasimu terkait bidang ini, baik sebagai seorang freelancer atau seorang Social Media Specialist di suatu perusahaan. Selain itu, kamu juga bisa tambahkan daftar yang menunjukkan apa saja skill dan tool yang biasa kamu gunakan dalam menjalankan tugasmu sebagai seorang social media specialist. Spesialisasi yang dimaksud bisa jadi:

  • Tren media sosial.
  • Pembuatan konten (copywriting, desain grafis, dan sebagainya).
  • Community growth.
  • Strategi konten.
  • Branding.
  • Publikasi dan scheduling konten.
  • Analisis kompetitor.
  • Riset pengguna.
  • Influencer relationship and marketing.

Sedangkan skill terkait media sosial misalnya:

  • Mengikuti tren media sosial terbaru.
  • Kemampuan untuk mengelola waktu dan melakukan planning.
  • Senang membangun komunitas dan menjalin percakapan dengan audiens.
  • Passion dalam storytelling.
  • Insting desain.
  • Kemampuan memahami statistik dan analytics.
  • Menguasai berbagai platform media sosial secara mendalam.
  • Keinginan untuk belajar tool-tool baru yang relevan.

Dan untuk tool yang bisa kamu cantumkan di dalam portofolio bergantung pada apa spesialisasimu. Misalnya:

  • Buffer
  • Brandwatch
  • Buzzsumo
  • Hootsuite
  • Sprout Social
  • Later
  • ShareThis

BACA JUGA: 5 Alasan Social Media Management Sangat Penting

Contoh Portofolio Social Media Specialist

Agar kamu ada bayangan untuk membuat portofolio social media specialist, kamu bisa pelajari portofolio social media specialist milik Nisreen Galloway. Berikut penjelasan lengkapnya: 

Informasi Diri

Contoh Portofolio Social Media Specialist

Pada bagian ini, kamu bisa memperkenalkan diri yang terdiri dari:

  • Nama lengkap
  • Profesi atau bidang yang kamu tekuni
  • Skills yang kamu kuasai

Di bagian ini kamu juga bisa mencantumkan informasi mengenai pendidikan atau sertifikasi yang kamu miliki. 

Detail Terkait Services yang Kamu Tawarkan

Contoh Portofolio Social Media Specialist

Di bagian ini, jika kamu memiliki skills lain selain social media juga bisa dijelaskan. Kamu bisa pisahkan section setiap skills atau service yang kamu tawarkan sesuai dengan bidangnya. 

Showcase Hasil Project

Contoh Portofolio Social Media Specialist

Di bagian ini, kamu bisa menunjukkan beberapa contoh kerja atau project yang pernah kamu kerjakan. Kalau belum punya pengalaman, kamu bisa tunjukkan:

  • Dummy project 
  • Project organisasi
  • Project dari hasil bootcamp 

Informasi Kontak

Contoh Portofolio Social Media Specialist

Di bagian ini, kamu bisa mencantumkan kontak yang bisa dihubungi oleh recruiter atau client seperti:

  • Linkedln
  • E-Mail
  • Media sosial lain yang relevan

Tentunya, isi portofolio social media specialist ini bisa kamu sesuaikan lagi preferensi, skill yang kamu miliki hingga hasil project yang sudah pernah kamu kerjakan. Sebagai gambaran lain, berikut beberapa contoh lain portofolio social media specialist yang bisa kamu jadikan referensi:

Tips Membuat Portofolio Social Media Specialist

Agar isi portofolio social media specialist kamu semakin dilirik recruiter atau client, kamu bisa menerapkan beberapa tips ini: 

Tampilkan Diversitas Platform 

Kamu bisa menunjukkan kemampuan kamu dalam mengelola berbagai platform media sosial yang beda seperti Facebook, Instagram, Twitter, Linkedln, hingga TikTok. Berikan juga contoh konkret dari pekerjaan yang kamu lakukan di setiap platform tersebut. 

Tunjukkan Kreatifitas Kamu

Tampilkan juga konten-konten kreatif yang sudah kamu buat, mulai dari gambar, video, infografis, hingga tulisan yang menarik meningkatkan interaksi pengguna. Berikan juga contoh strategi kreatif yang kamu gunakan untuk menarik perhatian audiens. 

Demonstrasikan Pemahamanmu Memahami Audiens

Jelaskan cara kamu menganalisis dan memahami target audience. Sertakan juga contoh konten yang disesuaikan dengan karakteristik dan minat dari target audience tersebut. 

Perlihatkan Kemampuan Analisis 

Sertakan data dan statistik yang menggambarkan pencapaian dan hasil campaign yang kamu kelola. Berikan juga insight mengenai cara kamu menggunakan tools analitik untuk mengukur kinerja dan membuat perubahan strategis berdasarkan hasilnya. 

Tunjukkan Kemampuan Manajemen Krisis

Jelaskan cara kamu mengatasi situasi-situasi yang menantang atau krisis di media sosial. Berikan contoh cara kamu menangani:

  • Komentar negatif
  • Perubahan algoritma

Atau situasi darurat lainnya dengan cepat dan efektif. 

Personal Branding 

Buatlah portofolio yang mencerminkan kepribadian atau gaya kamu sebagai social media specialist. Hal ini akan membantu calon klien atau recruiter  untuk lebih memahami nilai yang kamu bawa dan sejauh mana kamu cocok dengan budaya perusahaan atau brand mereka.

Update Secara Teratur

Pastikan untuk memperbarui portofolio social media specialist kamu secara berkala dengan project-project terbaru yang kamu kelola dan pencapaian yang baru diraih. Tips ini akan membuat portofolio kamu tetap relevan. 

Yuk, Buat Portofoliomu dari Sekarang!

Tak perlu diragukan lagi bahwa portofolio social media specialist punya peran signifikan dalam kariermu. Tapi, bagaimana jika kamu baru memulai kariermu sebagai seorang Social Media Specialist sehingga kamu jelas belum punya cukup materi untuk portofoliomu, terutama yang berkaitan dengan campaign? Atau bahkan belum memulai apapun dan baru akan merintis?
Jangan cemas, karena kamu juga bisa bangun portofoliomu bahkan sambil belajar jadi Social Media Specialist bersama di kelas Social Media Marketing dari Digital Skola, lho! Di kelas ini, kamu akan mengasah hardskill, softskills, dan menghasilkan 7 portofolio agar lebih siap bekerja sebagai Social Media Specialist. Untuk informasi lengkap tentang program dan materinya, kamu bisa langsung klik tombol di bawah ini sekarang juga, ya!

Artikel Rekomendasi