Menjadi cyber security untuk pemula dengan memulai dari pemahaman dasar tentang dunia keamanan digital dan ancaman yang ada di dalamnya. Di era serba online seperti sekarang, kecanggihan teknologi dan data juga semakin berkembang. Hal ini tidak terlepas dari kerentanan berbagai data terhadap ancaman dari penjahat di dunia maya atau biasa disebut cyber crime. Banyaknya cyber crime mengakibatkan perusahaan membutuhkan sosok yang bisa melindungi data dan aset perusahaan, yaitu cyber security.
Fakta menariknya, siapapun bisa terjun ke industri ini karena ada banyak cara menjadi cyber security yang bisa kamu tempuh tanpa harus kuliah di jurusan IT. Profesi cyber security memegang peran penting di suatu instansi atau perusahaan karena bertanggung jawab untuk melindungi semua kategori data dari pencurian dan kerusakan mulai dari data sensitif, informasi identitas pribadi, informasi kesehatan yang dilindungi, kekayaan intelektual, hingga data dan sistem informasi pemerintah dan industri (Sumber: Up Guard). Karena tanggung jawabnya yang besar itulah profesi di bidang cyber security semakin banyak dicari, bahkan perusahaan memberikan jenjang karier dan gaji yang fantastis dibanding profesi IT lainnya.
Jika tertarik untuk memulai karier di bidang cyber security, kamu tidak harus memiliki latar belakang IT, karena umumnya saat ini banyak perusahaan yang membuka lowongan cyber security dengan latar belakang apapun asalkan memiliki hard-skills, soft-skills, portofolio, dan sertifikat yang mendukung di bidang cyber security. Lantas, bagaimana cara menjadi cyber security untuk pemula? Selengkapnya di artikel ini!
BACA ARTIKEL: Langkah Awal Belajar Cyber Security yang Efektif
Lulusan Apa yang Bisa Jadi Cyber Security?
Banyak yang masih mengira bahwa untuk bisa berkarier di bidang cyber security, harus berasal dari jurusan IT atau teknik. Padahal, kenyataannya tidak selalu demikian. Saat ini, banyak perusahaan mulai berfokus pada kompetensi dan kemampuan praktis dibanding latar belakang pendidikan formal. Artinya, siapa pun sebenarnya bisa menekuni profesi ini termasuk lulusan dari jurusan non-IT, seperti:
- Hukum
- Akuntansi
- Manajemen
- Psikologi
- Sastra, dll
Kuncinya adalah memiliki skill yang relevan. Selain itu, perusahaan juga kini semakin menghargai portofolio dan sertifikasi sebagai bukti kemampuan. Misalnya, kamu bisa menunjukkan pengalaman melalui proyek pribadi, partisipasi dalam kompetisi seperti:
- CTF (Capture The Flag)
- Sertifikasi CompTIA Security+
- CEH, dan lainnya
Ini bisa menjadi nilai tambah, terlepas dari latar belakang pendidikan kamu. Oleh karena itu, latar belakang pendidikan bukan lagi batasan utama. Yang lebih penting adalah cara kamu membuktikan kemampuanmu di bidang ini baik melalui pengalaman, sertifikasi, maupun komitmen untuk terus belajar.
BACA ARTIKEL: Perhatikan 5 Hal Ini Sebelum Pilih Training Cyber Security
Skill Apa yang Harus Dikuasai Untuk Jadi Cyber Security?
Untuk bisa berkarier di bidang cyber security, kamu perlu menguasai kombinasi antara hard-skill dan soft-skill seperti:
Networking
Cyber security tidak bisa dilepaskan dari jaringan komputer, karena sebagian besar ancaman terjadi melalui jalur ini. Kamu perlu memahami konsep seperti:
- IP address
- DNS
- Firewall
- VPN
- TCP/IP
- Cara kerja protokol jaringan
Pengetahuan ini penting untuk bisa mendeteksi celah keamanan dan menganalisis serangan siber.
Sistem Operasi
Sebagian besar sistem dalam infrastruktur IT berbasis Linux atau Windows. Oleh karena itu, kamu harus familiar dengan:
- Struktur file
- Command line
- Permission system
- Manajemen user
Keahlian dalam menggunakan terminal Linux sangat dibutuhkan dalam bidang cyber security.
Web Security
Kemampuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis celah keamanan pada aplikasi web sangat krusial. Ini mencakup pemahaman tentang OWASP Top 10, seperti SQL Injection, XSS, CSRF, dan lain-lain. Kamu juga akan sering menggunakan tools seperti untuk proses pengujian keamanan seperti:
- Burp Suite
- Postman,
- ZAP Proxy
Pengetahuan Tentang Malware dan Ancaman Siber
Penting untuk memahami jenis-jenis ancaman seperti:
- Malware
- Ransomware
- Phishing
- Social engineering
Ini akan membantumu dalam melakukan deteksi dini serta memberi rekomendasi pencegahan yang tepat.
Analisis dan Problem Solving
Serangan siber tidak selalu bisa dikenali dengan mudah. Dibutuhkan kemampuan analisis yang kuat dan pemikiran logis untuk bisa mengidentifikasi sumber masalah dan menentukan langkah mitigasi. Kamu harus memiliki kemampuan membaca log, mengurai trafik jaringan, dan menganalisis perilaku sistem.
Penguasaan Tools Cyber Security
Ada banyak tools yang digunakan dalam dunia cyber security, baik untuk analisis, scanning, maupun penetration testing. Beberapa tools yang umum digunakan antara lain:
- Wireshark (analisis trafik jaringan)
- Nmap (port scanning)
- Metasploit (penetration testing)
- Kali Linux (distro yang berisi berbagai tools keamanan)
Etika Profesional Kerja
Di luar kemampuan teknis, kamu juga harus mampu menjelaskan risiko keamanan kepada pihak non-teknis, bekerja sama dalam tim lintas divisi, serta menjaga etika dalam penggunaan pengetahuan teknis. Ingat, cyber security bukan hanya tentang teknologi, tapi juga tentang tanggung jawab.
BACA ARTIKEL: Contoh Cyber Security yang Harus Diwaspadai
10 Cara Menjadi Cyber Security Untuk Pemula
Untuk terjun berkarier ke bidang cyber security, kamu bisa mengikuti tips cara menjadi cyber security untuk pemula ini, diantaranya:
Pahami Pengetahuan Dasar Cyber Security
Cara menjadi cyber security pertama yang harus kamu lakukan adalah memahami pengetahuan dasar cyber security, diantaranya:
- Software = Perangkat lunak berupa office, adobe, antivirus atau perangkat lunak lain yang ada dalam perangkat.
- Hardware = Perangkat keras berupa komputer atau jaringan komputer yang menunjang dalam proses analisis cyber crime
- Sistem operasi = Perangkat lunak sistem yang berfungsi untuk mengatur sumber daya dari hardware dan software
Belajar Pemrograman Dasar
Memahami pemrograman akan sangat berguna untuk membantu kamu memeriksa perangkat lunak, mendeteksi kode berbahaya, menemukan kerentanan keamanan, hingga membantu menjalankan tugas yang melibatkan keterampilan analitis dan cyber security. Tentunya, bahasa pemrograman yang dipelajari harus disesuaikan dengan konsentrasi karier yang akan kamu pilih nantinya.
Ada bahasa forensik komputer, keamanan untuk aplikasi web, analisis malware, keamanan aplikasi, dan masih banyak lagi. Namun, ada beberapa bahasa pemrograman yang umum harus dikuasai oleh berbagai profesi di bidang cyber security, diantaranya:
- C dan C++ = Mengakses infrastruktur teknologi informasi tingkat rendah seperti RAM dan proses sistem
- Python = Membantu mengirim TCP ke mesin, analisis malware, membuat sistem deteksi penyusupan, dan mengidentifikasi kerentanan dalam digital security
- JavaScript = Memahami konsep cara kerja situs web dan aplikasi lain serta membantu menangkal hacker
- PHP = Menerapkan solusi yang kuat untuk mengamankan aplikasi web serta menerapkan cyber security pada web
- SQL = Memelihara dan mengambil data
Kuasai Cara Menganalisa dan Mengantisipasi Risiko
Selanjutnya, kamu harus menganalisis dan mengantisipasi risiko, yaitu menguasai berbagai proses dan kebijakan perusahaan agar tidak ada pelanggaran data dan keamanan konsumen. Hal ini bisa meminimalisir kerusakan yang terjadi ketika nanti terjadi cyber crime. Dengan memiliki kemampuan ini, kamu bisa menjadi ahli cyber security yang diandalkan oleh perusahaan.
Latih Kemampuan Deteksi Cyber Attack
Salah satu tugas utama dari cyber security adalah mendeteksi potensi serangan cyber crime. Oleh karena itu, kamu harus melatih kemampuan mendeteksi berbagai ancaman serangan dari hacker jahat.
Latih Penetration Testing
Penetration testing adalah suatu mencoba mensimulasikan serangan yang bisa dilakukan terhadap jaringan perusahaan atau organisasi untuk menemukan kelemahan yang ada pada sistem jaringan tersebut. Biasanya, orang yang melakukan ini disebut sebagai penetration tester. Tujuan penetration testing adalah untuk menentukan dan mengetahui serangan-serangan yang bisa terjadi terhadap kerentanan yang ada pada sistem, mengetahui dampak bisnis yang diakibatkan dari hasil eksploitasi yang dilakukan oleh hacker.
Praktik Hacking
Cara menjadi cyber security selanjutnya adalah praktik hacking, ada beberapa situs yang bisa kamu gunakan untuk melatih kemampuan hacking, diantaranya:
- HackThisSite
- SecTools
- Hack in The Box
- OverTheWire
- Root Me
Bangun Portofolio
Setelah mengikuti langkah-langkah cara menjadi cyber security, selanjutnya kamu harus menyusun portofolio yaitu sekumpulan dokumen yang isinya merupakan kumpulan project cyber security yang pernah kamu kerjakan untuk ditunjukkan kepada perusahaan sebagai bukti dari performa, pencapaian, dan hasil kerja yang kamu tekuni. Umumnya, portofolio cyber security berisikan bug bounty report, Pwn-machine, dll.
Gabung Komunitas dan Forum Cyber Security
Menjadi cyber security yang juga tak kalah penting adalah bergabung dengan komunitas dan forum yang membahas topik keamanan siber. Melalui komunitas, kamu bisa belajar dari para praktisi langsung, mendapatkan insight terbaru soal tren serangan, hingga update tentang tools atau teknik yang sedang berkembang.
Dapatkan Sertifikat
Untuk memperkuat skills dan portofolio yang dimiliki, kamu juga harus memiliki sertifikat di bidang cyber security. Salah satu contoh sertifikat yang dicari oleh perusahaan adalah CompTIA PenTest+ certification.
Cari Lowongan Kerja
Terakhir, jika kamu sudah menyiapkan skills, portofolio, dan sertifikat pendukung cyber security, langkah selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah mencari lowongan kerja di bidang cyber security. Kamu bisa menggunakan berbagai job platform populer seperti:
- Bugcrowd
- Zerocopter
- Hacktrophy
- Hackerone
- Cobalt
- Glints
- JobStreet
- Indeed
BACA JUGA: Rekomendasi Kursus Hacking Langsung Praktek
7 Tips Belajar Cyber Security Untuk Pemula
Berikut beberapa tips belajar cyber security yang praktikal dan bisa langsung kamu terapkan:
Tentukan Tujuan Belajarmu Sejak Awal
Cyber security itu luas ada banyak spesialisasi mulai dari penetration testing, incident response, forensic analysis, GRC (governance, risk, compliance), dan lainnya. Sebagai pemula, penting untuk mulai dari dasar dulu, tapi sambil eksplor bidang yang paling menarik buat kamu. Dengan begitu, kamu bisa menyusun rencana belajar yang lebih terarah.
Jadwalkan Belajar Secara Rutin
Daripada belajar 6 jam dalam satu hari dan kemudian berhenti seminggu, lebih baik luangkan waktu 1–2 jam per hari secara konsisten. Disiplin waktu kecil tapi rutin jauh lebih efektif untuk memahami konsep yang kompleks seperti cyber security.
Jangan Takut Gagal Saat Praktik
Saat praktik, kamu mungkin akan sering bertemu dengan error, salah konfigurasi, atau nggak ngerti tools di awal. Tapi itu normal. Justru proses troubleshooting itu yang membuat kamu berkembang. Saat stuck, coba cari solusi lewat dokumentasi, forum, atau GitHub. Ini adalah bagian dari skill penting di dunia nyata.
Dokumentasikan Proses Belajarmu
Buat catatan atau blog pribadi dari hal-hal yang kamu pelajari. Ini bukan hanya membantu kamu mengingat, tapi juga bisa jadi portofolio dan bukti pembelajaran saat kamu melamar kerja. Bahkan jika kamu bikin di Notion atau GitHub pun sudah cukup.
Bangun Mini Project Sendiri
Setelah memahami teori, coba bangun project kecil, seperti:
- Setup honeypot
- Simulasi serangan dan mitigasi dengan VM
- Konfigurasi firewall di jaringan lokal
- Buat script sederhana untuk scan port
Project ini bisa kamu cantumkan di portofolio dan menunjukkan kemampuan praktismu.
Ikut Challenge dan Kompetisi
Platform seperti TryHackMe, Hack The Box, atau Root Me sering menyediakan tantangan bertema CTF (Capture The Flag) untuk pemula. Ini bisa jadi cara seru untuk belajar dan menguji kemampuanmu secara langsung dalam simulasi real-world.
Follow Tokoh dan Update Dunia Infosec
Cyber security cepat banget berubah. Agar tidak ketinggalan, follow akun Twitter/X, YouTube, atau blog dari praktisi infosec. Beberapa rekomendasi:
- The Hacker News
- Brian Krebs
- Cybersecurity & Infrastructure Security Agency (CISA)
- HackerOne Blog
Dengan mengikuti mereka, kamu akan lebih cepat menyadari tren baru dan serangan yang sedang berkembang.
BACA JUGA: 2 Jenis Pekerjaan Cyber Security, Pilih Mana?
Kesalahan yang Harus Dihindari Pemula Saat Belajar Cyber Security
Berikut ini beberapa hal yang sebaiknya kamu hindari saat baru memulai belajar cyber security:
Fokus Menghafal, Bukan Memahami Konsep
Cyber security bukan sekadar tentang mengingat istilah teknis atau command line tertentu. Banyak pemula hanya menghafal tanpa benar-benar memahami alasan dan cara suatu sistem bekerja. Padahal, tanpa pemahaman konsep, kamu akan kesulitan saat menghadapi skenario nyata yang butuh analisis dan penyesuaian.
Langsung Belajar Topik Lanjutan Tanpa Fondasi yang Kuat
Beberapa pemula terlalu cepat ingin belajar hal-hal yang level lanjutan seperti hacking, exploit development, atau malware analysis, tanpa membangun fondasi jaringan, sistem operasi, dan keamanan dasar. Akibatnya, proses belajarnya jadi bolak-balik. Oleh karena itu, mulailah dari dasar dengan sabar, baru naik ke tingkat lanjut secara bertahap.
Mengandalkan Satu Sumber Belajar Saja
Belajar dari satu sumber bisa membuat sudut pandangmu sempit. Setiap materi punya cara penyampaian yang berbeda. Misalnya, ada yang lebih mudah dipahami lewat video, ada yang lewat simulasi interaktif, ada juga yang lewat dokumentasi resmi. Jangan ragu untuk eksplorasi berbagai sumber agar kamu punya pemahaman yang lebih luas dan mendalam.
Mengabaikan Etika dan Legalitas
Beberapa pemula tergoda untuk mencoba praktik “hacking” secara sembarangan misalnya mencoba serangan ke situs yang bukan miliknya tanpa izin. Ini bukan hanya melanggar etika, tapi juga bisa berurusan dengan hukum. Selalu utamakan etika profesional, dan gunakan platform legal seperti TryHackMe, Hack The Box, atau lab pribadi untuk latihan.
Meremehkan Dokumentasi
Seringkali pemula hanya belajar tanpa mencatat apa pun. Padahal, cyber security penuh dengan detail teknis yang mudah dilupakan. Tidak mendokumentasikan proses belajar membuatmu harus mengulang dari awal saat lupa. Mulailah biasakan mencatat command penting, hasil uji coba, atau ringkasan materi dalam bentuk catatan pribadi, blog, atau GitHub repo.
BACA JUGA: Training Cyber Security Comptia Pentest+
Kesimpulan
Berkarier di bidang cyber security kini bukan lagi terbatas pada lulusan IT atau yang punya latar belakang teknis semata. Industri ini semakin terbuka bagi siapa pun yang memiliki kemauan belajar, kemampuan teknis yang relevan, dan komitmen untuk terus berkembang. Dengan membangun dasar pengetahuan, menguasai skill penting, serta aktif dalam praktik dan komunitas, kamu bisa mulai membentuk jalur karier di dunia cyber security bahkan dari nol sekalipun. Kunci utamanya bukan lagi di jurusan, tapi di kemampuan yang bisa kamu buktikan secara nyata lewat portofolio, sertifikasi, hingga pengalaman.
Meskipun jalan untuk menjadi cyber security profesional tidak instan, langkah-langkah yang jelas, praktik yang konsisten, dan mindset belajar yang tepat akan membantumu berkembang lebih cepat. Hindari kesalahan umum pemula, fokus pada pemahaman mendalam, serta terus ikuti perkembangan teknologi dan ancaman siber yang terus berubah. Dengan begitu, kamu bisa memposisikan diri sebagai talenta yang siap menghadapi tantangan dunia digital, dan membuka peluang karier yang menjanjikan di bidang cyber security.
BACA JUGA: Situs Belajar Cyber Security Gratis
Jalan Pintas Cara Menjadi Cyber Security
Jika merasa tidak bisa belajar cyber security secara otodidak, maka kamu bisa mengambil jalan menjadi cyber security dengan mengikuti pelatihan cyber security. Dengan mengikuti pelatihan, kamu akan memiliki mentor praktisi yang bisa memberikan banyak ilmu yang tidak ada di internet atau Google secara gratis. Kamu bisa mengikuti pelatihan Mini Bootcamp Cyber Security Digital Skola.
Di pelatihan ini kamu akan diberikan kurikulum berdasarkan sertifikasi CompTIA yang merupakan sertifikasi terbaik bidang cyber security. Tak hanya itu, kamu juga akan dapat berbagai fasilitas seperti:
- Job connector
- 2 mini projects
- 1 final project Pwn the machine (custom room)
- Bug Bounty Report portfolio
- CompTIA PenTest+ certification
- Professional branding
- Cybersecurity Analyst sharing session
- Interactive review by tutor
- Learning performance report
- Certificate of completion
- Career coaching by HR Expert
Nantinya, setelah mengikuti kelas kamu akan memahami pengetahuan dan praktik penetration testing dalam cyber security, serta memahami langkah-langkah dan best practice menjadi cyber security pemula yang baik dan profesional.
FAQ
1. Apakah cyber security bisa kerja remote?
Ya, banyak pekerjaan cyber security yang bisa dilakukan secara remote.
2. Berapa lama belajar untuk jadi cyber security?
Sekitar 1-12 bulan, tergantung intensitas belajar .
3. Apa cyber security butuh skill coding?
Ya, terutama untuk posisi teknis, meskipun tidak semua peran mewajibkan.