HomepageBlog13 Contoh Tugas Data Entry yang Banyak Dicari Perusahaan
5 min read

13 Contoh Tugas Data Entry yang Banyak Dicari Perusahaan

Tayang 18 Mei 2024 Diperbarui: 18 Mei 2024
Ditulis oleh:
digitalskola

Digital Skola Content Team

Share


Contoh Tugas Data Entry
Contoh Tugas Data Entry (Photo by Vlada Karpovich on pexels)

Kini profesi data entry semakin banyak dicari perusahaan dari berbagai industri karena peranannya yang krusial untuk memastikan keakuratan dan integritas data. Apalagi, di era digital ini, perusahaan menghadapi lonjakan volume data yang harus dikelola dengan tepat untuk memperoleh insight yang bisa meningkatkan efisiensi operasional, inovasi produk, dll. Contoh tugas data entry yang paling umum ditemukan adalah mengedit, memperbarui, dan memastikan data yang ada di perusahaan tetap akurat dan relevan.

Fakta menariknya, semakin tingginya kompleksitas data yang dimiliki perusahaan maka permintaan untuk data entry juga semakin tinggi. Meskipun kini beberapa tugas data entry dasar bisa diotomatisasi oleh bantuan tools AI (Artificial Intelligence), namun kebutuhan akan profesi data entry untuk melakukan verifikasi, validasi, dan pemeliharaan data akan tetap dibutuhkan. Selain itu, profesi data entry juga seringkali menjadi pintu masuk awal ke karier di bidang manajemen data dan analisis bisnis. 

Nantinya, jika kamu sudah memiliki skill data entry, kamu bisa upgrade kemampuan tambahan terkait data agar bisa mengambil peran yang lebih kompleks dan bernilai dalam perusahaan. Jika kamu tertarik untuk berkarier jadi data entry dan penasaran apa saja contoh tugas data entry, maka simak artikel ini sampai akhir!

BACA ARTIKEL: Data Entry Adalah: Definisi dan Penjelasan Lengkap

Siapa yang Bisa Jadi Data Entry?

Siapa yang Bisa Jadi Data Entry?
Infografis Data Entry | Digital Skola

Sebelum mengetahui contoh tugas data entry, kamu perlu tahu dulu bahwa profesi data entry ini termasuk profesi yang terbuka untuk semua kalangan. Maka dari itu, untuk kamu yang saat ini lulusan SMA atau S1 dengan jurusan yang beragam, semuanya memiliki kesempatan yang sama untuk jadi data entry asalkan menguasai skill:

  • Attention to detail
  • Basic research
  • Typing speed and accuracy
  • Organizational skill
  • Verbal and written communication

Profesi data entry juga termasuk kategori pekerjaan beginner friendly, jika kamu cek di beberapa job platform seperti Jooble, Linkedln, dan Kalibrr, kamu akan menemukan banyak lowongan data entry yang tidak mensyaratkan latar belakang pendidikan tertentu, alias fokus pada skills karena pekerjaannya juga tergolong beginner friendly seperti ini:

Contoh tugas data entry
Source: Linkedln
Contoh tugas data entry
Source: Linkedln
Contoh tugas data entry
Source: Linkedln

Bisa disimpulkan, untuk yang saat ini masih ragu untuk mulai karier jadi data entry karena tidak memiliki latar belakang linier, gak perlu ragu lagi. Jika tertarik untuk membaca lebih lengkap penjelasan profesi data entry, kamu bisa baca artikel ini.

BACA ARTIKEL: Mengenal Profesi Data Entry Clerk

Apa Saja Contoh Tugas Data Entry? 

Apa Saja Contoh Tugas Data Entry?
Apa Saja Contoh Tugas Data Entry? (Photo by Vlada Karpovich on pexels)

Jika kamu tertarik untuk berkarier jadi data entry, maka selanjutnya kamu harus memahami dulu contoh tugas data entry yang umum di perusahaan, berikut penjelasan lengkapnya:

  1. Memasukkan Data Pelanggan

Tugas data entry memasukkan data pelanggan melibatkan beberapa langkah untuk memastikan data yang dimasukkan akurat dan tersimpan dengan baik dalam sistem. Berikut adalah rincian dari tugas-tugas yang biasa dilakukan:

  • Mengumpulkan informasi pelanggan dari berbagai sumber seperti formulir pendaftaran, kertas kerja, email, atau database lainnya
  • Verifikasi kelengkapan dan keakuratan informasi yang diterima sebelum memasukkannya ke sistem
  • Memasukkan data pelanggan ke dalam database atau sistem informasi perusahaan dengan menggunakan software tertentu seperti CRM, spreadsheet dan lain sebagainya
  • Memeriksa kembali data yang telah dimasukkan untuk memastikan tidak ada kesalahan ketik atau kesalahan lainnya
  • Memperbarui data pelanggan sesuai dengan informasi terbaru yang diterima
  • Memastikan semua data yang dimasukkan dapat dengan mudah diakses dan dicari kembali jika diperlukan
  1. Transkripsi Dokumen Fisik

Contoh tugas data entry selanjutnya adalah transkripsi dokumen fisik yaitu memastikan data dari dokumen fisik dimasukkan ke dalam format digital dengan akurat. Berikut beberapa contoh rincian tugasnya:

  • Mengumpulkan dokumen fisik yang perlu ditranskripsi, seperti formulir, catatan tulisan tangan, laporan medis, faktur, atau dokumen lainnya
  • Mengelompokkan dokumen berdasarkan jenis atau kategori untuk memudahkan proses transkripsi
  • Mengetik data dari dokumen fisik ke dalam sistem sesuai dengan format yang telah ditentukan
  • Membandingkan data yang telah ditranskripsi dengan dokumen fisik untuk memastikan tidak ada kesalahan ketik atau data yang terlewat
  • Memastikan bahwa data yang ditranskripsi diperlakukan dengan kerahasiaan dan dilindungi sesuai dengan kebijakan privasi perusahaan dan regulasi yang berlaku
  1. Memperbarui Basis Data Produk

Data entry juga umumnya bertugas untuk memperbarui basis data produk yaitu memastikan informasi produk dalam data perusahaan selalu up-to-date dan akurat. Berikut contoh tugas-tugasnya:

  • Mengumpulkan informasi produk dari berbagai sumber
  • Mengonfirmasi perubahan atau penambahan informasi dengan sumber resmi jika diperlukan
  • Memperbarui data yang ada dengan informasi terbaru, seperti perubahan harga, stok, deskripsi, dan spesifikasi
  • Mengkategorikan produk dalam database sesuai dengan struktur yang telah ditentukan, seperti jenis produk, kategori, subkategori, dan merek.
  • Melakukan audit berkala terhadap database produk untuk memastikan semua informasi tetap relevan dan akurat
  1. Entri Pesanan Penjualan

Selanjutnya, tugas data entry adalah memastikan semua pesanan pelanggan dimasukkan ke sistem. Berikut rincian tugasnya:

  • Menerima pesanan dari berbagai channel seperti telepon, email, hingga situs web
  • Mengumpulkan semua detail yang diperlukan dari pelanggan, seperti nama, alamat pengiriman, nomor telepon, dan metode pembayaran
  • Menginput data produk yang dipesan
  • Memasukkan informasi pembayaran dan memastikan transaksi diproses dengan benar
  • Memperbarui status pesanan dalam sistem untuk mencerminkan tahap pemrosesan, seperti “diproses”, “dikirim”, atau “selesai”
  1. Verifikasi dan Koreksi Data

Tugas data entry yang berfokus pada verifikasi dan koreksi data meliputi:

  • Mengumpulkan dan mengecek data awal
  • Verifikasi data agar sesuai standar dan format yang telah ditentukan
  • Identifikasi kesalahan, melakukan koreksi, hingga menghapus data duplikat
  • Memasukkan data baru dan memperbarui data lama
  • Mengelola dan memelihara data
  1. Menginput Data Keuangan

Biasanya data entry juga bertugas untuk membantu perusahaan menginput data keuangan yang meliputi:

  • Mengumpulkan faktur, tanda terima, laporan bank, slip gaji, dan dokumen keuangan lainnya dari berbagai departemen atau sumber eksternal
  • Mengelompokkan dokumen berdasarkan jenis transaksi, seperti pendapatan, pengeluaran, aset, dan kewajiban.
  • Memastikan bahwa semua transaksi yang dicatat sesuai dengan dokumen asli dan tidak ada kesalahan entri
  • Menyediakan data yang diperlukan untuk audit internal dan eksternal, termasuk catatan transaksi dan dokumen pendukung
  1. Memasukkan Data Survei

Salah satu fokus bidang data entry juga adalah memasukkan data survei, biasanya data entry akan bertanggung jawab untuk:

  • Mengumpulkan kuesioner yang telah diisi oleh responden, baik dalam bentuk fisik maupun digital
  • Mengelompokkan kuesioner berdasarkan kategori atau kelompok survei untuk memudahkan proses entri data
  • Mengetik jawaban survei ke dalam sistem sesuai dengan format yang telah ditentukan
  1. Entri Jadwal dan Kalender

Ada banyak juga lowongan data entry yang tugas utamanya adalah membantu entri jadwal dan kalender. Berikut beberapa contoh rincian tugasnya:

  • Mengumpulkan informasi terkait jadwal dari berbagai sumber
  • Mendapatkan detail lengkap dari setiap acara atau pertemuan, termasuk tanggal, waktu, lokasi, peserta, dan agenda
  • Menyusun jadwal mingguan, bulanan, atau tahunan sesuai kebutuhan
  • Menyetel pengingat untuk acara atau pertemuan penting untuk memastikan bahwa peserta menerima notifikasi tepat waktu
  • Membagikan jadwal/kalender yang telah diperbarui dengan tim/departemen terkait, memastikan semua orang memiliki akses ke informasi terbaru
  1. Mengelola Data Penggajian

Di beberapa perusahaan, ada juga kebutuhan data entry membantu departemen human resource atau finance membantu mengelola data penggajian. Umumnya berikut tugas-tugasnya:

  • Mengumpulkan data dari berbagai sumber seperti formulir waktu kerja, laporan lembur, cuti, dan absensi karyawan
  • Mengumpulkan informasi mengenai potongan seperti pajak, asuransi, dan kontribusi pensiun
  • Validasi jam kerja, lembur, dan cuti dengan catatan yang ada
  • Memasukkan informasi karyawan, jam kerja, lembur, cuti, dan potongan ke dalam sistem
  • Menghitung gaji kotor, kemudian menghitung potongan dan pajak untuk mendapatkan gaji bersih
  1. Entri Data Medis

Di beberapa perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan juga umumnya membutuhkan data entry untuk membantu melakukan entri data medis. Berikut rinciannya:

  • Menerima dan mengumpulkan informasi medis dari pasien atau tenaga medis
  • Memastikan bahwa semua data pasien dijaga kerahasiaannya sesuai dengan peraturan dan kebijakan yang berlaku
  • Mengatur dan menyimpan dokumen medis secara sistematis, baik dalam bentuk fisik maupun elektronik
  1. Pengelolaan Inventaris

Bidang data entry paling umum adalah mengelola inventaris yaitu memastikan data inventaris tercatat dengan akurat dan dikelola dengan baik. Berikut beberapa tugas utamanya:

  • Memasukkan informasi terkait barang-barang inventaris ke dalam sistem manajemen inventaris
  • Memastikan bahwa data yang dimasukkan meliputi deskripsi barang, jumlah, lokasi penyimpanan, dan detail lainnya
  • Memantau tingkat persediaan secara rutin untuk memastikan bahwa barang-barang tersedia sesuai kebutuhan
  • Mengidentifikasi barang yang mendekati batas minimum persediaan dan mengambil tindakan yang diperlukan
  1. Entri Data Media Sosial

Entri data media sosial menjadi contoh tugas data entry yang banyak dilakukan secara online, terutama untuk membantu tim marketing memantau performa konten. Berikut beberapa tugas utamanya:

  • Mengumpulkan data interaksi media sosial (like, komentar, share, reach)
  • Memasukkan data performa konten ke spreadsheet atau dashboard
  • Mengelompokkan data berdasarkan platform dan periode waktu
  • Membantu tim marketing dalam analisis laporan sederhana
  1. Migrasi Data

Migrasi data menjadi salah satu contoh tugas data entry yang membutuhkan ketelitian tinggi, karena melibatkan pemindahan data penting dari sistem lama ke sistem baru. Berikut beberapa tugas utamanya:

  • Memindahkan data dari sistem lama ke sistem baru
  • Membersihkan data sebelum proses migrasi
  • Memastikan tidak ada data yang hilang atau rusak
  • Melakukan pengecekan setelah migrasi selesai

BACA JUGA: Remote Working Indonesia: 18 Situs Terbaik

Tools Apa Saja yang Digunakan untuk Data Entry?

Tools Apa Saja yang Digunakan untuk Data Entry?
Tools Apa Saja yang Digunakan untuk Data Entry? (Photo by Julio Lopez on Unsplash

Dalam menjalankan tugas data entry, penggunaan tools yang tepat sangat membantu meningkatkan kecepatan, akurasi, dan kerapian data. Berikut beberapa toolsyang paling umum digunakan dalam pekerjaan data entry:

  1. Spreadsheet (Microsoft Excel dan Google Sheets)

Spreadsheet merupakan tools yang paling sering digunakan dalam pekerjaan data entry. Aplikasi seperti Microsoft Excel dan Google Sheets membantu data entry dalam memasukkan, mengelola, dan mengolah data dalam bentuk tabel. Spreadsheet juga memudahkan proses sortir, pencarian, serta pengecekan data sehingga risiko kesalahan entri dapat diminimalkan.

  1. Software Database

Selain spreadsheet, banyak perusahaan menggunakan software database untuk menyimpan dan mengelola data dalam jumlah besar. Software ini memungkinkan data entry untuk memasukkan, memperbarui, serta mengelola data secara terpusat agar lebih terstruktur, aman, dan mudah diakses oleh pihak yang membutuhkan.

  1. Software CRM (Customer Relationship Management)

Software CRM sering digunakan dalam bidang penjualan dan layanan pelanggan. Dalam sistem ini, data entry bertugas memasukkan data pelanggan, riwayat transaksi, serta interaksi pelanggan. Data yang tersimpan rapi dalam CRM membantu perusahaan meningkatkan kualitas pelayanan dan menyusun strategi pemasaran yang lebih efektif.

  1. Software ERP (Enterprise Resource Planning)

ERP merupakan sistem terintegrasi yang digunakan untuk mengelola berbagai data operasional perusahaan. Dalam pekerjaan data entry, software ERP digunakan untuk memasukkan data keuangan, inventaris, logistik, hingga sumber daya manusia. Penggunaan ERP membantu proses kerja menjadi lebih efisien dan terkoordinasi antar departemen.

  1. Tools Online dan Cloud-Based

Seiring berkembangnya pekerjaan data entry online, tools berbasis cloud semakin banyak digunakan. Tools ini memungkinkan data entry bekerja secara kolaboratif, mengakses data secara real-time, serta menyimpan data secara otomatis. Hal ini sangat mendukung pekerjaan data entry freelance maupun remote.

BACA JUGA: 15 Contoh Materi Public Speaking untuk Pemula hingga Profesional

Bagaimana Tips Mengerjakan Tugas Data Entry dengan Benar?

Bagaimana Tips Mengerjakan Tugas Data Entry dengan Benar?
Bagaimana Tips Mengerjakan Tugas Data Entry dengan Benar? (Photo by Mufid Majnun on Unsplash)  

Agar hasil kerja data entry tetap akurat, rapi, dan profesional, ada beberapa tips penting yang bisa kamu terapkan. Berikut tipsnya:

  1. Pahami Format dan Standar Data Sejak Awal

Sebelum mulai menginput data, pastikan kamu benar-benar memahami format, struktur, dan standar yang digunakan perusahaan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Format tanggal (DD/MM/YYYY atau MM/DD/YYYY)
  • Penulisan angka, mata uang, dan simbol
  • Penggunaan huruf kapital, singkatan, atau kode tertentu

Memahami standar sejak awal akan menghindarkan kamu dari kesalahan berulang dan mempermudah proses verifikasi data.

  1. Utamakan Akurasi daripada Kecepatan

Kecepatan memang penting dalam data entry, tetapi akurasi tetap menjadi prioritas utama. Kesalahan kecil seperti salah ketik angka atau huruf bisa berdampak besar pada laporan, keuangan, atau keputusan bisnis. Tipsnya:

  • Kerjakan data dengan ritme stabil
  • Jangan terburu-buru menyelesaikan target
  • Biasakan mengecek ulang sebelum lanjut ke data berikutnya
  1. Lakukan Pengecekan Ulang (Double Check)

Setelah selesai menginput data, selalu luangkan waktu untuk melakukan pengecekan ulang. Beberapa cara yang bisa dilakukan:

  • Bandingkan data input dengan sumber aslinya
  • Gunakan fitur filter, sort, atau conditional formatting di spreadsheet
  • Cek data numerik dan nama secara khusus karena paling sering terjadi kesalahan

Jika memungkinkan, lakukan pengecekan dalam dua tahap, setelah selesai satu batch data dan setelah seluruh data selesai input.

  1. Manfaatkan Tools dan Shortcut dengan Optimal

Menguasai tools data entry akan sangat membantu meningkatkan efisiensi kerja. Contohnya:

  • Gunakan shortcut keyboard di Excel atau Google Sheets
  • Manfaatkan fitur data validation untuk mencegah input yang salah
  • Gunakan autofill, dropdown, dan formula sederhana

Semakin terbiasa dengan tools, pekerjaan data entry akan terasa lebih cepat dan minim error.

  1. Jaga Kerapian dan Konsistensi Data

Data yang rapi akan lebih mudah dibaca, dicari, dan dianalisis oleh tim lain. Pastikan kamu:

  • Mengisi semua kolom sesuai fungsinya
  • Tidak mencampur format dalam satu kolom
  • Menghindari penggunaan catatan tambahan di kolom yang tidak semestinya
  1. Fokus dan Minimalkan Distraksi

Pekerjaan data entry membutuhkan konsentrasi tinggi. Gangguan kecil bisa meningkatkan risiko kesalahan input. Beberapa tips sederhana:

  • Kerjakan data entry di lingkungan yang tenang
  • Atur waktu kerja dengan teknik seperti pomodoro
  • Hindari multitasking saat menginput data penting
  1. Pahami Aspek Kerahasiaan dan Keamanan Data

Sering kali data entry berhubungan dengan data sensitif seperti data pelanggan, keuangan, atau medis. Hal yang perlu diperhatikan:

  • Jangan memberikan data kepada pihak yang tidak berwenang
  • Gunakan password yang aman
  • Patuhi SOP dan kebijakan privasi perusahaan
  1. Terus Tingkatkan Skill Pendukung

Agar karier data entry bisa berkembang, jangan berhenti di skill dasar saja. Kamu bisa mulai meng-upgrade kemampuan seperti:

  • Advanced Excel atau Google Sheets
  • Dasar database dan SQL
  • Data cleaning dan data validation
  • Pemahaman laporan sederhana

BACA JUGA: 15 Formula Copywriting Bikin Tulisan Makin Menarik

Kesimpulan

Kesimpulan
Kesimpulan (Photo by Surface on Unsplash)

Profesi data entry memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kualitas dan keandalan data perusahaan. Di tengah meningkatnya volume dan kompleksitas data, data entry menjadi fondasi utama agar informasi yang digunakan untuk operasional, analisis, hingga pengambilan keputusan tetap akurat dan relevan. Meskipun sebagian proses sudah terbantu oleh teknologi dan AI, peran manusia dalam verifikasi, validasi, serta pemeliharaan data masih tidak tergantikan. Ditambah lagi, profesi ini terbuka untuk berbagai latar belakang pendidikan dan tergolong beginner friendly, sehingga cocok dijadikan pintu masuk ke dunia kerja berbasis data.

Dengan memahami berbagai contoh tugas data entry, tools yang digunakan, serta tips mengerjakannya dengan benar, kamu bisa mempersiapkan diri dengan lebih matang untuk menjalani peran ini secara profesional. Jika dijalani dengan konsisten dan dibarengi peningkatan skill pendukung seperti pengolahan data, database, atau analisis sederhana, data entry bukan hanya sekadar pekerjaan administratif, tetapi juga bisa menjadi langkah awal menuju karier yang lebih strategis dan bernilai di bidang data dan bisnis.

BACA JUGA: User Generated Content: Arti, Fungsi, dan Dampaknya untuk Brand

Yuk, Mulai Karier Jadi Data Entry!

Yuk, Mulai Karier Jadi Data Entry!

Dari penjelasan contoh-contoh tugas data entry, kita bisa tahu bahwa data entry sangat berperan penting dalam memastikan bahwa data perusahaan tetap terstruktur, akurat, dan mudah diakses untuk berbagai keperluan operasional dan strategis. Nah, jika tertarik untuk mulai berkarier di bidang data entry, kamu bisa mulai dengan mengikuti kelas Data Entry Specialist dari Digital Skola. 

Di kelas ini, kamu akan belajar dan praktik langsung dengan para tutor expert berbagai skill pengelolaan data menggunakan Microsoft Excel mulai dari fungsi basic (IF, grafik, & chart) hingga advanced (VLOOKUP, HLOOKUP, Text Based Functions sampai visualisasi data). Kamu juga akan menghasilkan project dan portofolio untuk memperkuat profilmu sebagai seorang calon Data Entry Specialist profesional. Berikut fasilitas yang akan kamu dapatkan:

  • 2 project untuk portofolio
  • Bimbingan langsung dari tutor dalam penyelesaian project
  • Review project dan portofolio secara 1-on-1 dari tutor.
  • Study case project menggunakan dataset nyata (Bukan dummy).
  • Show case & hands on formula dan best practice dalam data entry
  • Sesi sharing dan konsultasi dengan HR tanpa batasan waktu
  • Bimbingan pembentukan professional branding sebagai data entry specialist
  • Sertifikat dari Digital Skola untuk setiap peserta

FAQ 

1. Apakah pekerjaan data entry bisa dikerjakan secara remote?

Bisa. Banyak pekerjaan data entry yang tersedia secara remote atau freelance, terutama yang berbasis spreadsheet dan tools cloud.

2. Tools apa yang wajib dikuasai data entry?

Tools yang wajib dikuasai data entry adalah Microsoft Excel, Google Sheets, dan sistem database dasar.

3. Apakah data entry akan tergantikan AI?

Tidak sepenuhnya. AI membantu otomasi, tetapi data entry tetap dibutuhkan untuk validasi dan pengecekan data.