HomepageBlog20 Pekerjaan yang Cocok Dilakukan Secara Remote atau WFH
5 min read

20 Pekerjaan yang Cocok Dilakukan Secara Remote atau WFH

Tayang 21 September 2024 Diperbarui: 13 Agustus 2025
Ditulis oleh:
digitalskola

Digital Skola Content Team

Share


Tren Work From Home (WFH) kini makin populer. Perusahaan dan pekerja mulai sadar bahwa produktivitas tetap bisa terjaga bahkan ketika bekerja dari rumah. Banyak perusahaan besar, termasuk di Indonesia, mulai mengadopsi sistem kerja hybrid atau sepenuhnya remote. Dengan bantuan teknologi seperti video conference, aplikasi kolaborasi, dan manajemen proyek digital, komunikasi antar tim tetap berjalan lancar tanpa perlu kehadiran fisik di kantor. Tak heran, kini ada banyak pekerjaan yang cocok dilakukan secara remote atau WFH yang bisa kamu temukan dari berbagai jenis industri. 

Jika kamu merasa bosan dengan rutinitas yang itu-itu saja dan ingin memiliki lebih banyak waktu untuk diri sendiri atau mungkin kamu ingin mencari peluang untuk menambah penghasilan tanpa harus terjebak macet, maka mencari pekerjaan yang cocok dilakukan secara remote atau WFH bisa menjadi solusi yang tepat untukmu. Dengan bekerja dari rumah, kamu bisa menyeimbangkan antara tanggung jawab profesional dan kehidupan pribadi, sehingga menciptakan worklife balance yang lebih baik.

Bagi kamu yang ingin tahu lebih banyak mengenai pekerjaan yang cocok dilakukan secara remote atau WFH dan cara mendapatkan penghasilan atau bahkan membangun karier baru dari rumah, simak terus artikel ini!

BACA JUGA: 5 Peluang Lowongan Kerja Remote yang Wajib Kamu Lirik

Kenapa Kamu Harus Pertimbangkan Kerja Remote atau WFH?

Kenapa Kamu Harus Pertimbangkan Kerja Remote atau WFH?

Ada banyak keuntungan jika kamu kerja secara remote atau WFH, diantaranya:

  1. Waktu Kerja yang Fleksibel

Salah satu daya tarik utama WFH adalah fleksibilitas waktu. Kamu bisa mengatur jam kerja sesuai dengan kebutuhan pribadi, selama target pekerjaan tercapai. Misalnya, kamu sebagai content writer mungkin lebih produktif di malam hari, sehingga kamu bisa memanfaatkan WFH untuk bekerja di waktu yang paling nyaman. Pekerjaan tidak lagi terpaku pada jam kantor 9-to-5 yang kaku.

  1. Hemat Biaya dan Waktu

Dengan bekerja dari rumah, kamu tidak perlu mengeluarkan biaya untuk transportasi, makan siang di luar, atau bahkan biaya pakaian formal. Selain itu, waktu yang biasanya dihabiskan untuk perjalanan bisa dialihkan ke aktivitas yang lebih produktif atau beristirahat. 

Contohnya, kamu yang biasanya menghabiskan 1-2 jam sehari di jalan menuju kantor sekarang bisa menggunakan waktu tersebut untuk olahraga pagi atau menyelesaikan pekerjaan lebih awal.

  1. Produktivitas Meningkat

Dengan lebih sedikit gangguan dari rekan kerja atau interupsi rapat mendadak, kamu bisa lebih fokus pada tugas-tugasnya. Selain itu, lingkungan kerja yang bisa diatur sesuai keinginan juga berkontribusi pada efektivitas kerja.

  1. Work-Life Balance

WFH memungkinkan kamu untuk lebih mudah menyeimbangkan kehidupan pribadi dan pekerjaan. Dengan bekerja dari rumah, kamu bisa meluangkan waktu lebih banyak untuk keluarga, atau melakukan hobi tanpa perlu terikat dengan jam kerja di kantor.

  1. Peluang Kerja Luas

WFH juga membuka pintu untuk bekerja di perusahaan global tanpa harus relokasi. Kamu bisa mendapatkan pekerjaan dengan klien atau perusahaan di luar negeri, yang biasanya menawarkan kompensasi lebih tinggi, sambil tetap tinggal di negara asal.

  1. Mengurangi Stres

Bekerja dari rumah dapat mengurangi tingkat stres yang biasanya terkait dengan perjalanan panjang, lalu lintas, atau suasana kantor yang penuh tekanan. Kamu bisa mengatur sendiri suasana kerja yang nyaman, misalnya dengan musik favorit atau dekorasi ruang kerja yang membuat kamu lebih rileks.

  1. Lingkungan Kerja Lebih Sehat

Bekerja di kantor seringkali melibatkan duduk terlalu lama, paparan AC terus-menerus, atau berada di ruang tertutup dengan banyak orang yang berisiko menyebarkan penyakit. Dengan WFH, kamu bisa mengatur sendiri rutinitas, seperti lebih sering berdiri atau berjalan-jalan sejenak, hingga makan makanan sehat di rumah.

BACA JUGA: Remote Working Indonesia: 18 Situs Terbaik

Apa Saja Skill yang Dibutuhkan Untuk Pekerjaan Remote atau WFH?

Apa Saja Skill yang Dibutuhkan Untuk Pekerjaan Remote atau WFH?
Skill Untuk Kerja Remote atau WFH (Photo by Vlada Karpovich on Pexels)        

Ada beberapa skill penting yang perlu kamu kuasai agar bisa bekerja remote atau WFH:

  1. Skill Komunikasi Online

Dalam lingkungan WFH, komunikasi online menjadi aspek krusial untuk menjaga alur kerja tetap berjalan. Karena tidak ada interaksi tatap muka langsung, kamu harus mampu menyampaikan pesan secara jelas dan efisien melalui media digital, baik itu email, aplikasi chat (seperti Slack), atau video conference (seperti Zoom atau Microsoft Teams). Kamu harus familier komunikasi melalui:

  • Email = Menjadi sarana formal untuk mengirim instruksi atau laporan. Kamu harus bisa menulis email yang singkat namun informatif dan menghindari kesalahpahaman
  • Video Calls = Kamu harus nyaman berbicara di depan kamera, mengelola waktu rapat dengan baik, serta memastikan hal teknis seperti koneksi internet dan perangkat kamera/mikrofon berfungsi lancar
  1. Manajemen Waktu dan Disiplin

Bekerja dari rumah memang menawarkan fleksibilitas, namun juga memerlukan manajemen waktu yang baik dan disiplin diri yang kuat. Tanpa pengawasan langsung dari atasan, kamu harus mampu mengatur jadwal dan memprioritaskan tugas-tugas penting.

  1. Kemampuan Bekerja dengan Tools Digital

Untuk bekerja secara remote, kamu harus familiar dengan berbagai tools digital yang mendukung kolaborasi dan komunikasi. Beberapa software penting yang perlu dikuasai antara lain:

  • Zoom atau Google Meet untuk rapat virtual
  • Google Drive atau Dropbox untuk berbagi dan menyimpan file
  • Slack atau Microsoft Teams untuk kolaborasi dan komunikasi tim secara realtime
  1. Keterampilan Khusus Sesuai dengan Jenis Pekerjaan

Setiap pekerjaan memiliki skill teknis khusus yang diperlukan. Misalnya, seorang programmer perlu menguasai bahasa pemrograman seperti Python atau Java, sedangkan seorang copywriter harus memiliki kemampuan menulis dan editing yang kuat. Sebagai pekerja WFH juga kamu harus terus mengembangkan keterampilan teknis ini untuk mengikuti perkembangan di industri masing-masing. 

BACA JUGA: Cara Agar Kamu Bisa Kerja Remote Selamanya

20 Pekerjaan yang Cocok Dilakukan Secara Remote atau WFH

20 Pekerjaan yang Cocok Dilakukan Secara Remote atau WFH
Pekerjaan yang Cocok Dilakukan Secara Remote atau WFH (Photo by Vlada Karpovich on Pexels)        

Ada beberapa pekerjaan yang cocok dilakukan secara remote atau WFH, berikut diantaranya:

  1. Social Media Specialist

Sebagai social media specialist, kamu akan bertugas mengelola akun media sosial, menjadwalkan konten, dan menganalisis performa campaign. Pekerjaan ini cocok dilakukan secara remote karena kamu bisa menggunakan platform seperti Meta Business Suite, Hootsuite, atau Buffer untuk mengelola akun dari rumah. 

Selain itu, biasanya brainstorming konten yang bisa dilakukan secara async lewat Google Docs atau Slack. Meeting mingguan atau koordinasi tim juga biasanya cukup dilakukan via Zoom.

  1. Content Creator

Content Creator sering bekerja dalam siklus produksi konten  mulai dari ideasi, penulisan, hingga revisi. Jika kamu bekerja membuat artikel, video pendek, atau visual untuk media sosial, banyak proses yang bisa dilakukan sendiri dari rumah. Proyek biasanya dikerjakan berdasarkan brief, dan hasilnya dikirim lewat cloud storage seperti Google Drive atau Notion. Selain itu, kolaborasi dengan editor atau desainer juga bisa dilakukan tanpa harus tatap muka, asalkan komunikasi tetap lancar.

  1. SEO Specialist

Pekerjaan SEO sangat bergantung pada tools seperti Google Analytics, SEMrush, atau Ahrefs yang berbasis online. Meski terkadang kamu perlu berdiskusi dengan tim content atau developer, koordinasi ini bisa dilakukan lewat platform kerja kolaboratif. Karena analisis data dan strategi bisa disusun sendiri terlebih dahulu, banyak SEO Specialist justru lebih fokus dan produktif saat WFH.

  1. Programmer

Programmer biasanya bekerja berdasarkan task yang sudah ditentukan dalam backlog. Oleh karena itu, kamu bisa menyelesaikan pekerjaan secara mandiri dari rumah. Workflow biasanya sudah diatur melalui platform seperti GitHub, GitLab, atau Bitbucket. Biasanya, tantangannya ada di debugging atau integrasi antar tim, tapi ini bisa diatasi dengan komunikasi intensif via tools seperti Slack atau Microsoft Teams.

  1. Web Developer

Web developer sangat cocok kerja remote. Kamu bisa kolaborasi dengan tim terkait seperti tim desain, konten, dan QA melalui Zoom. Bahkan, sekarang banyak perusahaan yang juga sudah memakai sistem deployment otomatis dan environment virtual, jadi kamu tidak harus berada di kantor untuk testing atau publishing.

  1. Backend Developer

Pekerjaan backend cenderung teknis dan lebih fokus pada infrastruktur serta logika sistem. Banyak dari prosesnya bisa dilakukan tanpa ketergantungan pada tim lain. Kamu bisa menggunakan local environment untuk coding, lalu menguji sistem lewat staging server yang bisa diakses secara remote.

  1. Frontend Developer

Frontend developer biasanya bekerja berdasarkan desain UI yang sudah jadi. Dengan menggunakan tools seperti Figma (untuk desain) dan Git (untuk source control), pekerjaan ini bisa dilakukan sepenuhnya dari rumah. Tantangannya terletak pada koordinasi dengan tim UX atau QA, tapi biasanya bisa ditangani lewat video call atau dokumentasi yang rapi.

  1. DevOps Engineer

DevOps tugasnya biasanya menangani proses automasi, deployment, dan pemeliharaan server. Karena kini sebagian besar sistem berbasis cloud seperti AWS, Azure, atau GCP, kamu bisa melakukan monitoring dan konfigurasi dari mana pun. Namun, kamu tetap harus siap standby jika ada issue urgent yang butuh penanganan cepat.

  1. QA Engineer

Pekerjaan QA Engineer mencakup pengujian manual dan otomatis, serta dokumentasi bug. Semua ini bisa dilakukan remote asalkan kamu punya akses ke environment pengujian dan komunikasi yang rutin dengan tim developer. Tools seperti TestRail, Jira, atau Selenium sangat mendukung kerja jarak jauh.

  1. Data Analyst

Sebagai data analyst, kamu bertugas mengolah dan memvisualisasikan data untuk mendukung keputusan bisnis. Tools seperti Power BI, Tableau, atau Google Data Studio bisa diakses dari mana saja. Asalkan kamu punya akses ke database dan struktur data yang jelas, kamu bisa bekerja dari rumah dengan efektif.

  1. Data Engineer

Data engineer bertugas membangun sistem backend untuk pengolahan data. Karena banyak data pipeline saat ini dijalankan di cloud seperti AWS Glue, BigQuery, atau Snowflake. Oleh karena itu, pekerjaan ini tidak mengharuskan kamu datang ke kantor. 

  1. Data Scientist

Sebagian besar waktu data scientist dihabiskan untuk eksplorasi data, membangun model, dan eksperimen. Ini bisa dilakukan secara mandiri menggunakan tools seperti Jupyter Notebook atau Python environment yang dikonfigurasi dari rumah. Kamu tetap butuh sync secara berkala dengan tim produk atau bisnis untuk memastikan arah proyek.

  1. Data Entry

Pekerjaan ini relatif mudah dilakukan secara remote karena hanya butuh software spreadsheet atau input system tertentu. Prosesnya bersifat rutin, dan biasanya dikerjakan berdasarkan target harian atau mingguan, yang penting adalah koneksi stabil dan ketelitian.

  1. Graphic Design

Graphic designer bisa bekerja remote dengan software seperti Adobe Illustrator, Photoshop, atau Figma. Proses revisi biasanya dilakukan lewat komentar langsung di file desain atau melalui project management tools seperti Trello atau Asana. Tantangannya hanya pada brainstorming awal, tapi itu bisa dijembatani dengan meeting online.

  1. UI/UX Designer

UI/UX Designer sangat bisa kerja remote karena sekarang banyak tools yang memfasilitasi kolaborasi lintas tim secara real-time. Figma dan FigJam, misalnya, memungkinkan desainer dan developer berdiskusi langsung dalam satu dokumen. Proses riset user juga bisa dilakukan secara remote lewat survei online atau usability testing tools.

  1. Product Designer

Pekerjaan ini menggabungkan aspek desain visual dan strategi produk. Meski kadang perlu kolaborasi intensif dengan tim teknis dan bisnis, sistem kerja remote tetap bisa jalan asal dokumentasi dan alur komunikasi jelas. Tools seperti Notion dan Miro bisa dimanfaatkan untuk  menyelaraskan visi produk secara remote.

  1. Content Writer

Content writer tugasnya menulis berdasarkan brief dan strategi konten yang sudah disusun. Pekerjaan ini bisa dilakukan secara mandiri, dan hasilnya tinggal dikirim lewat Google Docs. Revisi dan feedback juga bisa diberikan tanpa tatap muka, maka dari itu profesi ini ideal untuk WFH.

  1. Copywriter

Copywriter bekerja membuat teks iklan atau konten promosi. Proses brainstorming dan revisi mungkin butuh diskusi dengan tim marketing, tapi semuanya bisa difasilitasi lewat meeting online atau komentar digital. Tools seperti Notion, Slack, dan Google Workspace bisa dimanfaatkan copywriter untuk mendukung kerja remote.

  1. Technical Writer

Technical writer bekerja menulis dokumentasi produk atau prosedur teknis. Karena pekerjaan ini berorientasi pada kejelasan dan akurasi, kamu bisa mengerjakannya secara terstruktur dari rumah. Komunikasi dengan developer atau product manager bisa dilakukan lewat chat atau dokumentasi kolaboratif.

  1. UX Writer

UX Writer terlibat dalam penulisan microcopy di aplikasi atau website. Meski butuh koordinasi erat dengan desainer dan developer, tools seperti Figma (untuk konteks desain) dan Google Docs (untuk revisi).

BACA JUGA: 10 Contoh CV Mahasiswa yang Menarik HRD dan Templatenya

Apa Saja Platform Yang Bisa Digunakan untuk Mencari Lowongan Remote atau WFH?

Apa Saja Platform Yang Bisa Digunakan untuk Mencari Lowongan Remote atau WFH?
Platform Mencari Lowongan Remote atau WFH (Photo by Gustavo Fring on Pexels)        

Untuk mencari lowongan remote atau WFH, kamu bisa memanfaatkan beberapa platform ini:

  1. Linkedln

Linkedln adalah salah satu platform paling populer untuk mencari pekerjaan, termasuk loker WFH. Di sini, kamu bisa mencari pekerjaan remote dengan mudah menggunakan filter “Remote” atau “Work From Home“. Selain itu, LinkedIn juga memungkinkan kamu untuk membangun profil profesional yang kuat, sehingga memudahkan perekrut menemukan kamu.

  1. Indeed

Indeed adalah situs pencarian kerja global yang menyediakan ribuan loker dari berbagai industri, termasuk loker WFH. Kamu bisa menggunakan filter pencarian untuk menemukan pekerjaan remote secara spesifik. Indeed juga memiliki fitur review perusahaan, sehingga kamu bisa mendapatkan gambaran tentang lingkungan kerja sebelum melamar.

  1. JobStreet

JobStreet adalah platform pencarian kerja yang sangat populer di Indonesia dan Asia Tenggara. Di sini, kamu juga bisa menemukan banyak loker WFH, terutama dari perusahaan-perusahaan lokal maupun internasional yang membuka cabang di Asia. Pastikan kamu menggunakan filter “Work From Home” untuk mendapatkan hasil pencarian yang relevan.

  1. Kalibrr

Kalibrr adalah platform pencarian kerja yang banyak digunakan di Filipina dan Indonesia. Kalibrr menyediakan informasi detail tentang loker yang tersedia, dan kamu bisa menggunakan filter untuk menemukan posisi WFH.

  1. We Work Remotely

We Work Remotely adalah platform khusus yang hanya menyediakan loker remote. Situs ini menjadi salah satu tujuan utama bagi mereka yang mencari pekerjaan remote atau WFH secara global. Banyak perusahaan teknologi, kreatif, dan startup yang mencari tenaga kerja remote di sini.

  1. Upwork

Upwork adalah platform freelance yang populer di seluruh dunia, menawarkan ribuan pekerjaan WFH di berbagai bidang seperti IT, penulisan, desain grafis, hingga akuntansi. Kamu bisa memilih proyek sesuai kemampuan dan jadwal mereka, dengan kesempatan untuk bekerja dengan klien global.

  1. Remote OK

Remote OK adalah salah satu job board terbesar khusus pekerjaan remote. Situs ini menyajikan ribuan loker dari berbagai bidang, terutama teknologi, startup, marketing, dan desain. Fitur unggulannya adalah bisa langsung melihat gaji dan kategori pekerjaan. Platform ini cocok buat kamu yang ingin kerja remote full-time dengan perusahaan internasional.

BACA JUGA: 10 Fitur LinkedIn Terbaru 2025 untuk Optimalkan Personal dan Brand Profile

11 Tips Mendapatkan Pekerjaan Remote atau WFH

Tips Mendapatkan Pekerjaan WFH
Tips Mendapatkan Pekerjaan Remote atau WFH (Photo by cottonbro studio on Pexels)        

Berikut beberapa tips untuk menembus pekerjaan remote atau WFH:

  1. Perbarui CV

Perbarui CV kamu dengan menyoroti pengalaman yang relevan, terutama kemampuan bekerja secara remote atau menggunakan tools digital. Pastikan CV-mu jelas, ringkas, dan menunjukkan keterampilan yang dibutuhkan dalam pekerjaan WFH.

  1. Buat Profil Linkedln Professional

Optimalkan profil LinkedIn dengan menambahkan kata kunci seperti “remote work” atau “work from home” di bagian summary atau job description. Gunakan foto profesional dan tambahkan skill yang relevan. Selain itu, mintalah rekomendasi dari mantan atasan atau rekan kerja yang dapat membuktikan keahlianmu bekerja secara remote.

  1. Bangun Portofolio Online

Selain CV dan LinkedIn, punya portofolio digital bisa jadi pembeda besar terutama di bidang kreatif, IT, marketing, atau penulisan. Kamu bisa menggunakan platform seperti:

  • Notion = Untuk CV interaktif dan showcase proyek
  • GitHub = Untuk programmer dan data engineer/scientist
  • Behance atau Dribbble = Untuk desainer
  • Medium atau personal blog = Untuk penulis dan content creator

Portofolio membuktikan kemampuanmu secara langsung, apalagi kalau kamu pernah mengerjakan proyek secara remote atau freelance sebelumnya.

  1. Fokus Pada Kemampuan Komunikasi dan Kolaborasi Virtual

Perusahaan yang menawarkan posisi WFH sangat mengandalkan komunikasi online. Latih dan tunjukkan kemampuanmu berkomunikasi secara efektif melalui email, chat, atau video calls. Pastikan juga kamu terbiasa menggunakan alat kolaborasi seperti:

  • Slack
  • Trello
  • Google Workspace
  1. Pelajari dan Gunakan Tools Digital

Banyak pekerjaan remote mengharuskan kamu menggunakan tools digital seperti Zoom, Slack, Google Drive, atau project management tools seperti Asana atau Monday.com. Pelajari tools ini sebelum melamar, sehingga saat interview kamu bisa menampilkan penguasaanmu terhadap teknologi yang diperlukan.

  1. Asah Softskills

Selain keterampilan teknis, disiplin diri dan kemampuan manajemen waktu sangat penting dalam WFH. Perekrut mencari orang yang bisa mengatur waktu dan tanggung jawab sendiri tanpa pengawasan langsung. Berikan contoh bagaimana kamu menjaga produktivitas dan menyelesaikan tugas tepat waktu saat bekerja remote.

  1. Cari di Platform yang Tepat

Fokuskan pencarian kerja di platform yang memang menyediakan loker WFH, seperti LinkedIn, We Work Remotely, Remote.co, atau JobStreet. Gunakan filter pencarian dengan kata kunci “remote” atau “work from home” untuk mempersempit pencarianmu pada pekerjaan yang relevan.

  1. Perluas Networking 

Bergabung dengan komunitas pekerja remote bisa memperluas peluangmu mendapatkan informasi tentang loker WFH. Di komunitas ini, kamu juga bisa berbagi pengalaman, belajar dari orang lain yang sudah berpengalaman bekerja remote, dan bahkan mendapatkan referensi pekerjaan.

  1. Persiapkan Wawancara Virtual

Proses seleksi untuk loker WFH biasanya dilakukan secara virtual, baik melalui video call atau chat. Pastikan kamu siap secara teknis untuk mengikuti wawancara jarak jauh, dengan koneksi internet yang stabil, kamera dan mikrofon yang berfungsi baik, serta lingkungan yang rapi dan tenang.

  1. Perhatikan Zona Waktu

Saat melamar loker WFH, terutama dari perusahaan internasional, perhatikan zona waktu. Pastikan kamu siap dan mampu beradaptasi dengan jam kerja yang mungkin berbeda dari zona waktu tempat tinggalmu.

  1. Konsisten

Mencari loker WFH bisa jadi proses yang memakan waktu, terutama karena persaingan cukup ketat. Tetap konsisten dalam mencari peluang, melamar, dan terus tingkatkan skill-mu. Selain itu, jangan ragu untuk menerima proyek freelance sebagai batu loncatan sebelum mendapatkan posisi fulltime WFH.

BACA JUGA: Cara Membalas Email Interview

Kesimpulan

Kesimpulan
Kesimpulan (Photo by Thirdman on Pexels)  

Kerja remote atau WFH semakin menjadi pilihan menarik di era digital karena menawarkan fleksibilitas waktu, efisiensi biaya, dan peluang kerja lintas negara. Banyak jenis pekerjaan dari berbagai bidang seperti teknologi, desain, konten, hingga analisis data kini dapat dilakukan dari rumah dengan dukungan tools digital. Selain memberikan keuntungan dalam produktivitas dan work-life balance, WFH juga mengurangi stres serta memungkinkan kamu menciptakan lingkungan kerja yang nyaman sesuai preferensi pribadi.

Namun, untuk bisa menembus dunia kerja remote, kamu perlu membekali diri dengan skill komunikasi virtual, manajemen waktu, dan penguasaan tools digital. Portofolio online, profil LinkedIn yang profesional, serta CV yang relevan akan meningkatkan peluangmu dilirik perekrut. Jangan lupa untuk konsisten mencari di platform yang tepat, aktif dalam komunitas remote, dan selalu siap menghadapi wawancara virtual. Dengan persiapan matang dan mindset yang terbuka, karier remote bukan hanya mungkin, tapi juga bisa jadi masa depan yang lebih fleksibel dan menjanjikan.

BACA JUGA: Salah Jurusan Kuliah? Jangan Panik, Ini Solusinya!

Yuk, Mulai Karier Bekerja Remote atau WFH!

Yuk, Mulai Karier Bekerja Remote atau WFH!
Mulai Karier Remote atau WFH (Photo by Peter Olexa on Pexels)

Yuk, mulai karier WFH dan persiapkan diri bersama Digital Skola! Di era digital ini, bekerja dari rumah jadi pilihan menarik yang bisa kasih kamu fleksibilitas lebih tanpa mengorbankan peluang karier. Digital Skola siap bantu kamu dengan berbagai kursus yang dirancang khusus untuk meningkatkan kemampuan, mulai dari hard skills seperti data science dan digital marketing, hingga soft skills yang penting buat sukses di dunia kerja remote

Dengan dukungan mentor profesional dan akses materi belajar yang lengkap, kamu bakal siap hadapi tantangan dunia kerja WFH. Yuk, raih karier impian kerja remote atau WFH kamu bersama Digital Skola!

FAQ 

1. Apa itu kerja remote atau WFH?

Kerja remote atau WFH adalah sistem kerja di mana kamu tidak perlu datang ke kantor dan bisa menyelesaikan tugas dari rumah atau lokasi mana pun.

2. Apakah WFH bisa dilakukan sambil traveling?

Bisa, ini disebut digital nomad. 

3. Apakah kerja remote cocok untuk fresh graduate?

Cocok, asal kamu siap belajar mandiri, proaktif, dan terbiasa pakai tools digital.