HomepageBlogTechnical Writing: Tugas, Skill, Contoh, hingga Peluang Kerjanya
5 min read

Technical Writing: Tugas, Skill, Contoh, hingga Peluang Kerjanya

Tayang 6 Juli 2023 Diperbarui: 6 Juli 2023
Ditulis oleh:
digitalskola

Digital Skola Content Team

Share


Technical writing adalah teknik mengubah tulisan berisi hal-hal teknis menjadi tulisan yang mudah dipahami oleh orang awam. Awalnya, bidang profesi ini eksis di industri teknologi, tapi kini bidang profesi technical writer juga dibutuhkan oleh berbagai industri mulai dari pendidikan, retail, bahkan hingga industri kesehatan. Biasanya, hasil tulisannya akan berupa user manual, spesifikasi produk, buku panduan, buku tutorial penggunaan suatu produk, dan beberapa tulisan teknikan lain yang bisa membantu user memahami cara penggunaan suatu produk dengan mudah. 

Jika kamu saat ini tertarik untuk berkarier di bidang technical writer, simak artikel ini untuk tahu lebih lengkap mengenai hasil tulisan, skills, spesialisasi karier, hingga peluang karier di bidang technical writing!

BACA JUGA: Roadmap Belajar Copywriting Untuk Pemula

Apa Itu Technical Writing?

Technical writing adalah jenis penulisan yang fokus pada penyampaian informasi teknis secara jelas, akurat, dan mudah dipahami oleh target pembacanya. Profesi yang bertugas membuat technical writing biasanya disebut technical writer. Berbeda dengan SEO content writer atau copywriter yang sering berkolaborasi dengan tim marketing untuk menarik perhatian pembaca, technical writer lebih banyak bekerja sama dengan tim developer, tim produk, atau tim legal. 

Tujuannya adalah untuk memastikan setiap informasi teknis, mulai dari panduan pengguna, dokumentasi perangkat lunak, hingga prosedur operasional, tersampaikan secara tepat dan bisa langsung dipahami oleh pembaca yang membutuhkannya. Dengan kata lain, technical writing bukan sekadar menulis, tapi menulis dengan tujuan memudahkan orang lain memahami hal-hal teknis yang kompleks.

BACA JUGA: 20+ Pertanyaan Interview Kerja yang Sering Muncul dan Cara Menjawabnya

Apa Saja Tugas dalam Technical Writing?

Tugas Technical Writing
Apa Saja Tugas dalam Technical Writing? (Photo by Daniel Thomas on Unsplash) 

Tugas utama technical writer saat membuat technical writing adalah menyajikan informasi teknis agar lebih user-friendly atau mudah dipahami oleh pembaca. Dalam prosesnya, technical writer biasanya akan meminimalisir istilah-istilah teknis yang terlalu kompleks bagi orang awam, kemudian menggantinya dengan bahasa atau istilah yang lebih mudah dimengerti. Selain tugas utama tersebut, technical writing juga mencakup beberapa aktivitas penting lain, antara lain:

  1. Riset Target Audience atau Users

Sebelum menulis, technical writer melakukan riset untuk memahami pembaca dokumen. Ini termasuk mengetahui latar belakang, pengetahuan teknis, kebutuhan, dan konteks penggunaan dokumen. Tujuannya agar gaya bahasa, tingkat detail, dan struktur informasi sesuai dengan kemampuan dan ekspektasi pembaca. Contohnya, panduan untuk pengguna baru akan berbeda dengan dokumentasi internal untuk tim developer.

  1. Riset Technical Information

Technical writer bertanggung jawab untuk memastikan semua informasi yang akan disampaikan akurat dan terpercaya. Mereka mengumpulkan data dari tim developer, manual lama, dokumen internal, spesifikasi produk, atau sumber resmi lainnya. Riset ini penting agar technical writing tidak menimbulkan kebingungan atau kesalahan implementasi di kemudian hari.

  1. Menyusun Plan Technical Document Development

Sebelum menulis dokumen, technical writer membuat rencana pengembangan dokumen, mencakup struktur dokumen, format penulisan, urutan informasi, dan alur penyajian materi. Dengan rencana yang jelas, proses penulisan lebih terarah dan hasil akhir lebih konsisten, baik dari segi bahasa maupun tata letak.

  1. Menulis, Mengedit, Mengkurasi, dan Mengembangkan Tech Document

Ini adalah inti dari technical writing. Technical writer menyusun konten dengan bahasa yang jelas dan ringkas, melakukan penyuntingan untuk memperbaiki kejelasan dan kesalahan, serta mengkurasi informasi agar tetap relevan. Selain itu, dokumen bisa dikembangkan terus-menerus seiring pembaruan produk atau proses, sehingga technical writing bersifat dinamis dan up-to-date.

  1. Membuat Product Development Plan

Instruction manual atau panduan pengguna adalah salah satu bentuk technical writing paling dikenal. Technical writer menyusun informasi langkah demi langkah, menyertakan tips atau peringatan, dan memastikan alur panduan mudah diikuti. Dengan manual yang baik, pengguna dapat mengoperasikan produk tanpa kebingungan, bahkan jika mereka tidak memiliki latar belakang teknis.

  1. Mengatur Penggunaan Gambar, Diagram, dan Media Visual Lainnya

Visualisasi membantu menyampaikan informasi yang kompleks dengan lebih cepat dan jelas. Technical writer memilih gambar, diagram, tabel, atau media lain yang tepat untuk mendukung teks. Misalnya, diagram alur kerja atau screenshot aplikasi dapat membuat pembaca lebih mudah memahami prosedur yang dijelaskan.

  1. Melakukan Uji dan Review Dokumen

Sebelum diterbitkan, dokumen technical writing diuji dan di-review, baik oleh tim internal maupun pengguna potensial. Proses ini memastikan dokumen bebas dari kesalahan, jelas, dan sesuai kebutuhan pembaca. Feedback dari review sering digunakan untuk memperbaiki bahasa, struktur, atau visual agar dokumen lebih efektif.

BACA JUGA: 6 Cara Mulai Karier Freelance Writing Untuk Pemula

Apa Saja Skills yang Dibutuhkan untuk Technical Writing?

Skills Technical Writing
Apa Saja Skills yang Dibutuhkan untuk Technical Writing?  (Photo by Christin Hume on Unsplash

Untuk bisa menjalankan tugasnya, technical writer membutuhkan keterampilan yang bisa menunjang pekerjaan sehari-hari saat mengerjakan technical writing, diantaranya:

  1. Technical Writing

Keterampilan utama seorang technical writer adalah kemampuan menyampaikan informasi teknis dalam bentuk tulisan yang sederhana dan mudah dipahami oleh pembaca non-teknis. Hal ini mencakup:

  • Kemampuan memilih kata
  • Menyusun kalimat
  • Mengatur alur penjelasan agar konsep yang kompleks bisa diterima dengan cepat

Misalnya, seorang technical writer harus bisa mengubah deskripsi fitur perangkat lunak yang rumit menjadi panduan langkah demi langkah yang bisa diikuti pengguna awam.

  1. Technical Documentation Essentials

Keterampilan ini mencakup pengetahuan tentang struktur, format, dan proses pengembangan dokumen teknis. Seorang technical writer harus bisa merencanakan dokumentasi, menentukan struktur yang logis, memilih desain layout yang efektif, serta memperbarui dokumen secara berkala agar tetap relevan. Contohnya, membuat dokumentasi API membutuhkan pemahaman urutan topik, penggunaan kode contoh, dan tata letak yang memudahkan developer lain membaca dan memahami fungsinya.

  1. User Persona Targeting

Technical writer perlu memahami target audiens atau user persona dari dokumen yang dibuat. Ini termasuk mengetahui tingkat pengetahuan teknis, kebutuhan, kebiasaan membaca, dan konteks penggunaan produk. Dengan pemahaman ini, tulisan dapat disesuaikan agar lebih tepat sasaran, misalnya panduan untuk engineer internal akan berbeda gaya bahasanya dibandingkan panduan untuk pelanggan umum.

  1. Editing and Proofreading 

Kemampuan menyunting dan melakukan proofreading adalah keterampilan penting agar dokumen bebas dari kesalahan fakta, tata bahasa, atau ketidakkonsistenan. Technical writer harus mampu memeriksa ulang setiap bagian dokumen, memastikan alur logis, dan menjaga konsistensi terminologi teknis. Hasilnya adalah dokumen yang profesional, akurat, dan mudah dipahami.

  1. Technical Expertise

Selain kemampuan menulis, technical writer juga membutuhkan pemahaman atau keahlian teknis tertentu terkait produk atau domain yang didokumentasikan. Misalnya, untuk software development, technical writer harus memahami dasar coding, alur sistem, atau database agar bisa menulis dokumentasi yang relevan. Keahlian ini membantu mereka menafsirkan informasi teknis dari tim developer dan menyampaikannya dengan benar kepada pembaca.

BACA JUGA: 6 Cara Menjadi Freelance Writer dari Nol hingga Dibayar Jutaan

Apa Saja Tools yang Digunakan dalam Technical Writing?

Dalam pekerjaan apapun dibutuhkan tools tertentu untuk memudahkan pekerjaan yang dilakukan, termasuk pekerjaan technical writer. Ada beberapa tools yang biasa digunakan technical writer yang terbagi menjadi tiga kategori, yaitu:

  1. Publishing Tools

Tools ini digunakan untuk menerbitkan dan mendistribusikan dokumentasi. Contohnya:

  • Document360 = Platform untuk membuat dan mengelola knowledge base
  • RoboHelp = Membantu membuat help files, panduan online, dan dokumen interaktif
  • Confluence = Platform kolaborasi yang sering digunakan untuk dokumentasi internal tim
  1. Authoring Tools

Tools ini digunakan untuk menulis dan menyusun konten. Contohnya:

  • Microsoft Word = Masih menjadi standar umum untuk penulisan dokumen
  • Notepad / Notepad++ = Untuk menulis teks sederhana atau kode ringan
  • Markdown Editor (misal Typora, Mark Text) = Untuk membuat dokumentasi yang mudah dikonversi ke berbagai format
  • Google Docs = Untuk kolaborasi real-time dengan tim
  1. Spell Check & Grammar Tools

Tools ini membantu memastikan dokumen bebas dari kesalahan bahasa dan konsisten. Contohnya:

  • Grammarly = Memeriksa grammar, ejaan, dan gaya penulisan
  • HyperSTE = Alat untuk pemeriksaan ejaan dan istilah teknis.
  • ProWritingAid = Alternatif untuk editing, grammar, dan gaya bahasa.
  • LanguageTool = Open-source checker untuk grammar dan konsistensi bahasa.

BACA JUGA: Cara Membalas Email Interview

Contoh Tulisan Technical Writing

Contoh Tulisan Technical Writer
Contoh Tulisan Technical Writer (Photo by Christin Hume on Unsplash)  

Mungkin kamu pernah membeli suatu produk tertentu dan mendapatkan dokumen Terms and Conditions (T&C). The Guardian menyebut hanya 7% orang yang membaca keseluruhan dokumen T&C, padahal dokumen ini merupakan salah satu hasil tulisan technical writer. Namun, meskipun jarang dibaca, ternyata dokumen ini sangat penting untuk perusahaan. 

Contoh Tulisan Technical Writer
Contoh Tulisan Technical Writer (Photo by Pinterest)  

Mengutip Website Policies, dokumen T&C berfungsi untuk menyatakan secara legal aturan-aturan yang harus diikuti dan disetujui oleh pelanggan untuk mendapatkan akses ke produk atau layanan yang dijual bisnis. Selain dokumen T&C, ada beberapa contoh lain hasil tulisan technical writer, diantaranya:

  1. Buku petunjuk, knowledge base atau dokumentasi
  2. Artikel teknis
  3. Frequently asked questions
  4. Functional & technical specification document
  5. Technical report

Namun, biasanya hasil tulisan technical writer juga akan berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan perusahaan atau kebutuhan user. Bahkan, setiap produk yang diluncurkan perusahaan juga akan menghasilkan hasil tulisan yang berbeda juga. Cek contoh lengkapnya di artikel ini.

BACA JUGA: 20+ Pertanyaan Interview Magang dan Tips Menjawabnya dengan Tepat

Peluang dan Spesialisasi Karier Technical Writer

Peluang dan Spesialisasi Karier Technical Writing
         Peluang dan Spesialisasi Karier Technical Writer (Photo by Corinne Kutz on Unsplash)            

Jika kamu menguasai skill technical writing dan mulai berkarier jadi technical writer, maka kisaran gaji yang akan kamu dapatkan adalah 7-15jt/bulan (Sumber: Glassdoor). Tak hanya gaji yang menggiurkan, peluang karier technical writer juga diprediksi dari tahun 2021-2031 akan terus meningkat hingga 6% (Sumber: The U.S. Bureau of Labor Statistics) dan akan ada peningkatan employment rate hingga 200% di tahun 2029 (Sumber: Technical Writer HQ). Menariknya lagi, mengutip dari CareerExplorer, jika kamu menguasai skill technical writing, kamu bisa memiliki banyak pilihan spesialisasi karier seperti: 

  1. Software/Technology Technical Writer
  2. Medical/Scientific Technical Writer
  3. Business/Finance Technical Writer
  4. Engineering Technical Writer
  5. Marketing Technical Writer
  6. Educational/Instructional Technical Writer

BACA JUGA: Apa Arti Magang, Tujuan, Hingga Jenisnya

Bocoran Gaji di Bidang Technical Writing

Bocoran Gaji Technical Writing
Bocoran Gaji di Bidang Technical Writing (Photo by Mufid Majnun on Unsplash)  

Fakta menariknya, jika kamu merupakan lulusan IT namun merasa tidak expert programming, kamu bisa terjun berkarier sebagai penulis yaitu technical writer. Bahkan, profesi ini juga terbuka untuk siapa saja dan dari latar belakang pendidikan apapun. Profesi ini bisa dibilang sangat menarik karena kamu bisa masuk dan bekerja dengan tim IT tanpa harus punya skill coding. Gajinya juga menggiurkan, kalau menurut Glassdoor segini kisaran gaji technical writer:

  • Junior level = 7-8 juta/bulan
  • Mid level = 9-11 juta/bulan
  • Senior level = 11-14 juta/bulan 

Menariknya lagi, profesi ini juga memiliki peluang kerja remote yang sangat besar. Kamu bisa bergabung dengan kantor global dengan standar gaji internasional juga, lho! 

BACA JUGA: 6 Cara Bikin CV yang ATS Friendly & Contohnya

3 Sumber Gratis Belajar Technical Writing

Sumber Gratis Belajar Technical Writing
Sumber Gratis Belajar Technical Writing (Photo by Thomas Lefebvre on Unsplash)

Jika kamu saat ini tertarik untuk belajar secara otodidak, maka kamu bisa memanfaatkan beberapa source gratis seperti:

  1. Blog Untuk Belajar Technical Writing 

Berikut beberapa rekomendasi blog untuk belajar technical writing:

  • ClickHelp Technical Writing Blog = Blog untuk mempelajari technical writing yang isinya ditulis langsung oleh technical writer berpengalaman
  • TechWhirl = Blog yang berisi tips menulis technical writing hingga berbagai aspek komunikasi teknis untuk menulis technical writing yang baik
  • Heroic Technical Writing = Blog yang berisi berbagai informasi terkait technical writing dalam berbagai kategori 
  • Cherryleaf Blog = Blog sekaligus podcast yang membahas berbagai topik untuk technical writer
  • Michael Clark: Technical Writer = Blog yang berisi informasi terkait dokumen teknis dan technical writer 
  1. YouTube Untuk Belajar Technical Writing 

Selanjutnya kamu juga bisa belajar technical writing dari video-video YouTube berikut ini:

  • Technical Writer HQ = Video-video terkait technical writing mulai dari tools, tips dan trik menulis, hingga tips karier technical writer 
  • WsCube Tech = Video-video terkait skills yang dibutuhkan oleh technical writing dan berbagai tips lainnya
  • Careerpreneur Rahul Kam = Video-video terkait tips menulis technical writing hingga tools untuk membantu menulis technical writing
  1. Podcast Untuk Belajar Technical Writing 

Selanjutnya kamu juga bisa belajar technical writing dari podcast berikut ini:

  • Writers of Silicon Valley = Podcast yang membahas mengenai tips untuk menjadi technical writer, UX writer, hingga content strategist 
  • The Content Strategy Podcast = Podcast yang membahas mengenai tips untuk menjadi technical writer, content strategist, dan UX writer
  • The Cherryleaf Podcast = Podcast yang membahas mengenai berbagai tips terkait technical writing dan technical communication

BACA JUGA: Networking, Kunci Sukses Karier Zaman Now

Kesimpulan

Sumber Belajar Technical Writing
Kesimpulan (Photo by Trent Erwin on Unsplash)

Technical writing bukan sekadar menulis dokumen teknis, melainkan proses menyederhanakan informasi yang kompleks agar lebih mudah dipahami oleh pembaca. Profesi ini awalnya identik dengan industri teknologi, namun kini semakin dibutuhkan di berbagai bidang seperti kesehatan, pendidikan, hingga bisnis. Untuk bisa sukses dalam bidang ini, seorang technical writer perlu menguasai beragam keterampilan seperti technical writing, technical documentation, editing, hingga pemahaman audiens. Dukungan tools juga berperan penting agar hasil tulisan lebih rapi, konsisten, dan mudah diakses.

Dengan meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap dokumentasi yang jelas dan user-friendly, peluang karier di bidang technical writing terbuka sangat lebar. Gajinya pun kompetitif, bahkan bisa dilakukan secara remote dengan standar internasional. Jadi, jika kamu tertarik menekuni bidang ini, mulailah dengan mempelajari dasar-dasar technical writing, berlatih membuat dokumentasi sederhana, dan memanfaatkan sumber belajar gratis yang tersedia. Siapa tahu, langkah kecil tersebut bisa menjadi pintu masuk menuju karier yang menjanjikan sebagai seorang technical writer.

Rekomendasi Pelatihan Technical Writing Untuk Pemula 

Rekomendasi Pelatihan Technical Writing Untuk Pemula 

Selanjutnya, kalau kamu serius ingin membangun karier sebagai technical writer, cara terbaik bukan hanya belajar otodidak, tapi juga mengikuti pelatihan yang terarah dengan materi komprehensif. Di Digital Skola, kamu bisa bergabung dalam kelas Technical Writing Specialist, yaitu course yang dirancang khusus untuk membekali kamu dengan keterampilan teknis sekaligus praktik nyata menulis dokumentasi profesional. Dengan bimbingan tutor berpengalaman dan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri, kamu akan lebih siap bersaing di dunia kerja dan membuka peluang karier yang lebih luas di bidang technical writing.

FAQ 

1. Apakah technical writing hanya untuk industri teknologi?

Tidak. Technical writing juga dibutuhkan di bidang kesehatan, pendidikan, bisnis, dan berbagai industri lain.

2. Apakah technical writing harus punya background IT?

Tidak wajib, tapi pemahaman dasar teknologi atau industri yang ditulis akan sangat membantu kualitas tulisan.

3.  Apakah technical writing bisa digabung dengan UX writing?

Bisa. Banyak perusahaan mencari penulis yang menguasai technical writing sekaligus UX writing untuk mendukung pengalaman pengguna produk digital.