HomepageBlogDo’s And Don’ts dalam UI/UX Design
5 min read

Do’s And Don’ts dalam UI/UX Design

Tayang 15 September 2021 Diperbarui: 15 September 2021
Ditulis oleh:
digitalskola

Digital Skola Content Team

Share


do’s and don’ts dalam ui/ux design
Do’s And Don’ts Dalam UI/UX Design (Photo by Amélie Mourichon on Unsplash) 

Do’s and Don’ts dalam UI/UX Design penting untuk dipahami agar sebuah bisnis mampu menciptakan pengalaman digital yang optimal bagi penggunanya. Setiap bisnis atau perusahaan tentu menyediakan waktu dan upaya untuk mengoptimalkan eksistensi di dunia digital. Kehadiran yang aktif secara digital memungkinkan audiens untuk menemukan dan mempelajari suatu bisnis serta penawarannya dari mana saja. Untuk menciptakan kesan yang baik di hadapan calon pelanggan yang masuk ke website, UI/UX design tips perlu dipikirkan secara matang dan strategis.

Umumnya, kehadiran digital sebuah bisnis dimulai melalui website. Tidak hanya bertujuan untuk menjangkau target audiens, seorang UI/UX Designer juga perlu merancang website yang user-friendly dengan tone komunikasi yang sesuai dengan brand. Sebuah studi dari Missouri University of Science and Technology mengungkapkan bahwa pengunjung membentuk kesan pertama terhadap sebuah situs hanya dalam waktu kurang dari 0,2 detik (EX Squared).

Maka dari itu, dalam menciptakan kesan pertama yang efektif dan memuaskan, sangat penting untuk merencanakan kualitas UI dan UX secara matang. Berikut ini beberapa do’s and don’ts dalam UI/UX Design yang wajib kamu perhatikan saat membangun website, aplikasi, maupun produk digital lainnya agar mampu memberikan pengalaman pengguna yang maksimal. Simak penjelasan lengkapnya di artikel ini!

BACA JUGA: 5 Skill yang Harus Dikuasai UI/UX Designer

Do’s And Don’ts Dalam UI/UX Design

Berikut ini adalah panduan do’s and don’ts dalam UI/UX Design yang bisa kamu jadikan acuan saat merancang website, aplikasi, atau produk digital lainnya:

Do’s UI Design

Agar tampilan website atau aplikasi terasa lebih nyaman dan efisien, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh UI designer:

  • Pangkas elemen yang tidak mendukung = Terlalu banyak teks, gambar, atau tombol hanya membuat layar terasa sesak. Fokuslah pada elemen-elemen yang benar-benar mendukung tujuan halaman. Desain minimalis akan membuat tampilan lebih ringan dan memudahkan user untuk fokus.
  • Fokus pada satu tindakan utama per layar = Hindari memasukkan terlalu banyak call-to-action dalam satu layar. Cukup satu ajakan utama yang jelas agar pengguna tidak kebingungan dan lebih mudah mengambil keputusan.
  • Desain tap targets yang finger-friendly = Buat tombol atau elemen interaktif dengan ukuran minimal 7–10 mm agar nyaman digunakan di perangkat seluler. Jangan lupa beri jarak antar tombol untuk menghindari salah ketuk.
  • Gunakan tipografi yang mudah dibaca = Pilih jenis font yang ideal dan tetap terbaca dalam berbagai ukuran. Ukuran minimal body text sebaiknya 11 pt agar pengguna tak perlu memperbesar layar. Gunakan juga hirarki teks seperti heading dan subheading agar informasi tersampaikan dengan jelas.

Don’ts UI Design

Beberapa kesalahan umum yang sebaiknya dihindari dalam UI design adalah:

  • Jangan membanjiri halaman dengan konten = Hindari menumpuk terlalu banyak informasi dalam satu halaman. Pecah konten menjadi poin-poin, gunakan bullet list, subjudul, dan buatlah tab untuk navigasi konten agar lebih mudah dipindai.
  • Hindari pemilihan warna yang tidak tepat = Warna sangat memengaruhi keberhasilan visual desain. Jangan gunakan gradien yang berlebihan, bayangan yang terlalu gelap, atau kombinasi warna yang sulit dibaca terutama bagi pengguna dengan buta warna. Hindari penggunaan warna merah dan hijau bersamaan.
  • Jangan gunakan jargon yang membingungkan = Interface yang baik harus mudah dipahami. Hindari istilah teknis atau bahasa yang terlalu “tinggi” hanya demi terlihat canggih. Gunakan kalimat yang sederhana dan langsung ke intinya.

Do’s UX Design

User experience (UX) fokus pada cara pengguna berinteraksi dan merasakan produk digital. Berikut hal-hal yang perlu dilakukan:

  • Pahami pengguna secara menyeluruh = Pelajari kebutuhan, perilaku, motivasi, dan tujuan pengguna. Gunakan data seperti user research dan analytics untuk membangun desain yang benar-benar user-centered.
  • Lakukan analisis kompetitif = Pelajari apa yang dilakukan oleh kompetitor. Identifikasi kekuatan dan kelemahan mereka untuk membangun UX yang lebih baik dari mereka.
  • Identifikasi user dengan user persona = Buat representasi fiktif dari target pengguna untuk membantu memahami kebutuhan dan perilaku mereka. Ini akan mempermudah perancangan fitur dan konten.
  • Prioritaskan fitur yang penting = Jangan menjejalkan semua fitur sekaligus. Tentukan fitur utama yang mendukung tujuan aplikasi dan buat desain yang intuitif. Fitur yang terlalu banyak justru membuat pengguna kewalahan.
  • Bangun navigasi yang jelas dan logis = Navigasi harus familiar dan mudah dimengerti. Buat struktur informasi yang efisien, beri tahu pengguna posisi mereka di dalam aplikasi, dan pastikan alurnya mengalir dengan konsisten.

Don’ts UX Design

Untuk menciptakan pengalaman pengguna yang optimal, hindari hal-hal berikut:

  • Jangan berusaha sempurna di awal = Alih-alih langsung membangun desain final, mulailah dari prototype dan lakukan user testing sesering mungkin. Desain UX adalah proses iteratif.
  • Jangan buat halaman buntu (dead-end) = Hindari halaman yang tidak memberikan arahan selanjutnya. Selalu arahkan pengguna untuk melakukan tindakan berikutnya agar flow tetap berjalan.
  • Jangan minta feedback terlalu cepat = Meminta review atau rating langsung setelah pengguna membuka aplikasi bisa mengganggu. Beri waktu agar mereka bisa memahami dan merasakan pengalaman menggunakan produk sebelum diminta menilai.

BACA JUGA: Perkiraan Gaji UI/UX Designer Fresh Graduate

Kesimpulan

Desain UI dan UX merupakan dua elemen krusial dalam menciptakan produk digital yang tidak hanya menarik secara visual, tapi juga nyaman digunakan. UI yang rapi, sederhana, dan informatif akan memudahkan pengguna dalam memahami konten serta mengambil tindakan. Di sisi lain, UX yang optimal akan membuat pengguna merasa dihargai dan mendapatkan pengalaman menyenangkan saat berinteraksi dengan produk.

Mengetahui do’s and don’ts dalam UI/UX design membantu desainer dalam mengambil keputusan yang lebih bijak saat membangun antarmuka dan pengalaman pengguna. Baik itu melalui pemilihan elemen visual yang tepat, navigasi yang jelas, hingga menghindari fitur yang membingungkan, semuanya berdampak langsung pada kepuasan dan loyalitas user terhadap produk. Dengan memahami kebutuhan pengguna secara mendalam dan menghindari kesalahan umum dalam desain, kamu dapat menciptakan produk digital yang relevan, fungsional, dan disukai. 

BACA JUGA: Cara Membalas Email Interview

Yuk, Belajar UI/UX Design Bersama Mentor Expert!

Do’s And Don’ts Dalam UI/UX Design
Do’s And Don’ts Dalam UI/UX Design (Photo by Photo By: Kaboompics.com on Pexels)         

Tips do’s and don’ts UI/UX design di atas bisa kamu pelajari lebih dalam untuk menciptakan interface yang memuaskan bagi pengguna. Jika kamu ingin memperdalam ilmu ini, belajar UI/UX Design di Digital Learning Digital Skola adalah pilihan tepat! Dengan daftar Digital Learning, kamu bisa dapat akses ke 300+ Video Learning Digital Skola yang akan terus di-update sesuai perkembangan industri, termasuk UI/UX Design. Berikut beberapa pembelajaran yang bisa kamu akses:

  • UI/UX Design: Fundamentals & Product Management
  • UI/UX Design: Design Thinking – Empathize
  • UI/UX Design: Design Thinking – Define, Ideation, and Creative Thinking
  • UI/UX Design: User Flow and Wireframe
  • UI/UX Design: UI Fundamentals
  • UI/UX Design: User Experience, Designing for Multiple Platforms & Usability Testing (Part 6)
  • Fullstack UI/UX Design

Cukup bayar 1x dan nikmati akses tanpa batas ke semua materi, seumur hidup!