UI UX Designer: Penjelasan Lengkap Peran hingga Gaji

digitalskola

digitalskola

1 Juli 2021

ui ux designer
Photo by picjumbo.com from Pexels

Peluang kerja sebagai UI UX Designer terus berkembang hingga menjadi prospek karier yang wajib kamu pertimbangkan. Perusahaan-perusahaan besar membutuhkan tenaga kerja berbasis UI dan UX dengan kompetensi yang mumpuni agar terus unggul dalam aspek pengguna dan teknologi. Hal tersebut ditunjukkan melalui munculnya lebih dari 38.000 lowongan UI/UX Designer melalui kolom pencarian LinkedIn dari seluruh dunia.

Keberadaan dua profesi ini terbukti dapat berpengaruh secara signifikan terhadap kemajuan perusahaan. UI design yang baik mampu meningkatkan konversi situs perusahaan hingga 200% dan UX yang optimal akan menghasilkan konversi sebesar 400% (SmallBizGenius, 2021). Berdasarkan kondisi tersebut, tidak heran kalau peluang UI maupun UX Designer untuk mendapatkan gaji tinggi juga cukup besar.

Jika kamu sudah memutuskan ingin berkarier di bidang UI/UX design, tentu kamu harus segera mengasah kemampuan dalam berbagai aspek hardskill di bidang ini. Selain menguasai tools serta wawasan yang berguna di bidangnya, ketahui lebih lanjut seputar peran serta gaji sebagai UI dan UX Designer secara lebih mendalam.

Peran dan Gaji UI UX Designer

Sebelum mengetahui perbedaan peran dan gaji UI dan UX Designer, kamu terlebih dulu bisa membaca perbedaan konseptual UI dan UX Designer DI SINI.

Secara umum, kedua pekerjaan tersebut memang memiliki prospek gaji dengan nominal tinggi. Namun, pahami juga bahwa nilai tersebut sebanding dengan peran kerja yang harus kamu laksanakan. Berikut penjelasan lengkapnya:

Peran

UI Designer adalah bagian dari tim pengembangan software. Mereka bertanggung jawab untuk menyusun dan mengatur elemen software dari user interface, terutama sebagai program yang akan dilihat dan berinteraksi langsung dengan pengguna.

Mereka harus mampu mengupayakan penampakan produk yang nyaman disertai visual menarik bagi para pengguna. Profesi yang satu ini perlu mengasah dan menerapkan kemampuan estetika untuk dituangkan ke dalam produk.

Sementara itu, UX Designer berperan untuk meningkatkan pengalaman pengguna saat menggunakan suatu produk agar lebih mudah dan menyenangkan untuk diaplikasikan. Oleh sebab itu, sangat penting bagi UX Designer dalam mempelajari karakteristik pengguna produk.

Tanggung jawab yang harus dilaksanakan oleh UX Designer adalah merancang dan membuat gambar rangka produk, mengembangkan dan menguji prototype, hingga melakukan pengujian produk. Modifikasi dan testing akan dilakukan secara berkesinambungan sampai menghasilkan versi terbaik dari produk tersebut.

Tools yang Digunakan

UI Designer akan bekerja sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan oleh perusahaan yang berkaitan dengan desain visual sebuah produk digital. Umumnya, mereka harus terampil untuk menggunakan aplikasi design, contohnya Sketch, Adobe XD, Figma, Craft, dan Framer X.Bagi UX Designer, pekerjaannya memberikan tanggung jawab dalam aspek strategi user experience, struktur, serta fokus pada wireframe. Oleh sebab itu, untuk menjadi seorang UX Designer kamu harus mempunyai banyak pengalaman untuk mengoperasikan berbagai software mulai dari HTML, Adobe Suite, CAD, CSS, Wireframe.cc, hingga Balsamiq.

Bentuk Kolaborasi

Meskipun mempunyai tanggung jawab dan pemakaian tools yang berbeda, ternyata keduanya tidak terpisahkan saat bekerja di lapangan. Berikut bentuk kolaborasi antara dua profesi ini yang harus kamu ketahui:

  • Kolaborasi dimulai sejak diskusi awal dari pengembangan sebuah produk. UX Designer akan menangkap informasi brief untuk memilah pengalaman dan kelayakan yang bisa dimasukkan ke dalam produk. Dilanjutkan dengan pembicaraan oleh UI Designer seputar hal-hal yang ingin dilakukan para pengguna berdasarkan pengalaman tersebut.
  • UI dan UX Designer melaksanakan kegiatan implementasi berdasarkan hasil pengamatan serta pengumpulan data pengguna. Dengan demikian, sebuah produk dapat dibangun secara maksimal.
  • Kedua profesi ini berkolaborasi untuk mewujudkan pengalaman produk yang mudah digunakan sekaligus mempunyai penampilan yang nyaman dilihat. Setiap tim mampu mengenalkan fitur terbaru maupun highlight produk kepada para pengguna.

Gaji

Seorang UI Designer yang berkarier di Indonesia mampu memperoleh rata-rata pendapatan hingga Rp93.000.000,00 setiap tahun (Payscale, 2021). Nominal tersebut bisa meningkat seiring lamanya pengalaman bekerja, total bonus, maupun sharing profit yang berpotensi diterima dalam jumlah besar.

Pendapatan yang ditawarkan kepada UX Designer juga tidak kalah menggiurkan. Sebagai seorang UX Designer,  rata-rata gaji yang akan diterima bisa mencapai Rp106.000.000,00 (Payscale, 2021) setiap tahunnya.

Beberapa penjelasan di atas telah merangkum peran dan gaji UI UX Designer sebagai pekerjaan yang menjanjikan di masa depan. Mantapkan langkahmu untuk menjadi seorang UI atau UX Designer yang berkompeten untuk bekerja sama dengan perusahaan besar di level nasional hingga multinasional. 

Bingung mau mulai belajar UI/UX darimana? Daftar Mini Bootcamp UI/UX Design di Digital Skola dan jadi UI/UX Designer hanya dalam 12 minggu.

Artikel Rekomendasi