
Rangkuman
- UMR Bali terbaru mengacu pada UMP Bali sebesar Rp3.207.459 per bulan, sedangkan UMK ditetapkan tersendiri untuk Kabupaten Badung, Kota Denpasar, Kabupaten Gianyar, dan Kabupaten Tabanan.
- UMP Bali naik sekitar 7,04% dari Rp2.996.561 pada 2025 menjadi Rp3.207.459 pada 2026. Kenaikan UMK berbeda-beda di setiap kabupaten/kota yang memiliki penetapan tersendiri.
- Penting untuk memahami perbedaan UMP, UMK, dan upah minimum sektoral agar kamu mengetahui standar upah yang sesuai dengan wilayah dan sektor pekerjaan.
- Selain memahami standar gaji, kamu juga perlu mempersiapkan diri agar lebih kompetitif di dunia kerja. AI Career Counselor dari Digital Skola dapat membantu melalui analisis CV profesional, simulasi wawancara realistis, dan rekomendasi karier yang relevan.
UMR Bali terbaru menjadi salah satu informasi penting bagi pencari kerja yang ingin mengetahui standar gaji minimum di Pulau Dewata.
Besaran upah minimum di Bali berbeda-beda, tergantung pada ketentuan provinsi maupun kabupaten/kota.
Lantas, berapa nominal UMR Bali terbaru dan bagaimana rinciannya di setiap daerah? Simak daftar lengkapnya berikut ini!

Berapa UMR Bali Terbaru?
Istilah UMR Bali masih banyak digunakan untuk mencari informasi mengenai upah minimum.
Namun, istilah resmi yang digunakan saat ini adalah Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).
Berdasarkan keputusan Pemerintah Provinsi Bali, UMP Bali terbaru sebesar Rp3.207.459 per bulan, sedangkan UMK berbeda di empat kabupaten/kota, yaitu Badung, Denpasar, Gianyar, dan Tabanan.
Berapa Daftar UMR Bali Terbaru di Setiap Kabupaten dan Kota?
Besaran UMR Bali terbaru mengacu pada Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) yang berlaku sejak 1 Januari 2026.
Dari sembilan kabupaten/kota di Bali, empat daerah memiliki ketetapan UMK tersendiri, sedangkan lima kabupaten lainnya mengikuti besaran UMP Bali sebesar Rp3.207.459 per bulan.
Berikut daftar lengkap upah minimum di setiap kabupaten dan kota di Bali.
| Kabupaten/kota | Upah minimum per bulan |
| Kabupaten Badung | Rp3.791.002,57 |
| Kota Denpasar | Rp3.499.878,78 |
| Kabupaten Gianyar | Rp3.316.798,48 |
| Kabupaten Tabanan | Rp3.287.678,87 |
| Kabupaten Bangli | Rp3.207.459,00 |
| Kabupaten Buleleng | Rp3.207.459,00 |
| Kabupaten Jembrana | Rp3.207.459,00 |
| Kabupaten Karangasem | Rp3.207.459,00 |
| Kabupaten Klungkung | Rp3.207.459,00 |
Berdasarkan daftar tersebut, Kabupaten Badung memiliki upah minimum tertinggi di Bali, disusul Kota Denpasar, Kabupaten Gianyar, dan Kabupaten Tabanan.
Sementara itu, Kabupaten Bangli, Buleleng, Jembrana, Karangasem, dan Klungkung menggunakan UMP Bali sebagai acuan upah minimum.
Baca Juga: UMR Jogja Terbaru: Daftar UMK Kota dan Kabupaten di DIY
Berapa Persen Kenaikan UMR Bali Terbaru?
Kenaikan UMR Bali dapat dilihat dari perubahan Upah Minimum Provinsi (UMP) dari tahun sebelumnya ke tahun terbaru.
Berdasarkan keputusan Pemerintah Provinsi Bali, UMP Bali naik dari Rp2.996.561 per bulan pada 2025 menjadi Rp3.207.459 per bulan pada 2026. Artinya, terdapat kenaikan sebesar Rp210.898 per bulan atau sekitar 7,04%.
Nominal tersebut berlaku sejak 1 Januari 2026. Selain UMP, pemerintah juga menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) untuk daerah tertentu, sehingga persentase kenaikannya dapat berbeda di setiap wilayah.
Perbandingan UMP Bali 2025 dan Terbaru
| Keterangan | Nominal |
| UMP Bali 2025 | Rp2.996.561 |
| UMP Bali terbaru | Rp3.207.459 |
| Kenaikan per bulan | Rp210.898 |
| Persentase kenaikan | 7,04% |
Kenaikan UMK di Kabupaten/Kota Bali
Selain UMP, empat kabupaten/kota di Bali memiliki UMK tersendiri. Berikut perbandingan nominalnya pada 2025 dan 2026.
| Kabupaten/kota | UMK 2025 | UMK 2026 | Kenaikan |
| Badung | Rp3.534.338,88 | Rp3.791.002,57 | 7,26% |
| Denpasar | Rp3.298.116,50 | Rp3.499.878,78 | 6,12% |
| Gianyar | Rp3.119.080,00 | Rp3.316.798,48 | 6,34% |
| Tabanan | Rp3.102.520,45 | Rp3.287.678,87 | 5,97% |
Apa Perbedaan UMR, UMP, dan UMK?
UMR, UMP, dan UMK sering digunakan saat membahas gaji minimum pekerja. Namun, ketiganya memiliki perbedaan dari segi istilah dan cakupan wilayah.
UMR merupakan istilah lama yang masih umum digunakan, sedangkan istilah resmi yang digunakan saat ini adalah UMP dan UMK.
Selain itu, terdapat pula upah minimum sektoral yang berlaku untuk sektor tertentu sesuai ketentuan pemerintah.
| Istilah | Pengertian | Cakupan |
| UMR | Istilah lama untuk upah minimum regional | Istilah umum yang masih sering digunakan |
| UMP | Upah Minimum Provinsi | Seluruh provinsi |
| UMK | Upah Minimum Kabupaten/Kota | Kabupaten atau kota tertentu |
| UMSP | Upah Minimum Sektoral Provinsi | Sektor tertentu di tingkat provinsi |
| UMSK | Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota | Sektor tertentu di tingkat kabupaten/kota |
1. UMR: Istilah Umum untuk Gaji Minimum
UMR adalah singkatan dari Upah Minimum Regional, yaitu istilah yang dahulu digunakan untuk menyebut standar upah minimum di suatu wilayah.
Meski istilah ini masih sering digunakan masyarakat saat mencari informasi gaji, sistem pengupahan resmi kini menggunakan istilah UMP dan UMK.
Karena itu, ketika mencari informasi UMR Bali, kamu perlu melihat besaran UMP Bali dan UMK di kabupaten atau kota yang bersangkutan agar mendapatkan nominal yang tepat.
2. UMP: Upah Minimum di Tingkat Provinsi
UMP atau Upah Minimum Provinsi merupakan upah minimum yang ditetapkan untuk tingkat provinsi dan menjadi acuan bagi kabupaten/kota yang tidak memiliki penetapan UMK tersendiri.
Di Bali, UMP ditetapkan oleh gubernur. Sebagai contoh, kabupaten yang tidak memiliki UMK tersendiri menggunakan UMP Bali sebagai acuan upah minimum.
3. UMK: Upah Minimum di Tingkat Kabupaten/Kota
UMK atau Upah Minimum Kabupaten/Kota merupakan upah minimum yang ditetapkan untuk wilayah kabupaten atau kota tertentu. Besarannya dapat berbeda dari UMP maupun UMK di wilayah lain.
Di Bali, misalnya, Kabupaten Badung, Kota Denpasar, Kabupaten Gianyar, dan Kabupaten Tabanan memiliki UMK tersendiri.
Sementara itu, kabupaten yang tidak memiliki penetapan UMK tersendiri mengacu pada UMP Bali.
4. UMSP dan UMSK: Upah Minimum untuk Sektor Tertentu
Selain UMP dan UMK, terdapat upah minimum sektoral yang ditetapkan untuk sektor usaha tertentu sesuai ketentuan yang berlaku.
- UMSP (Upah Minimum Sektoral Provinsi) adalah upah minimum untuk sektor tertentu di tingkat provinsi.
- UMSK (Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota) adalah upah minimum untuk sektor tertentu di tingkat kabupaten atau kota.
Contohnya, sektor tertentu di bidang perhotelan dapat memiliki ketentuan upah minimum sektoral.
Namun, penerapannya bergantung pada keputusan resmi dan cakupan sektor yang ditetapkan, sehingga tidak otomatis berlaku untuk seluruh pekerja di sektor tersebut.
Intinya: UMP dan UMK menjadi acuan utama ketika mencari informasi UMR Bali. Sementara itu, UMSP dan UMSK perlu diperhatikan apabila pekerjaan yang kamu cari termasuk dalam sektor usaha yang memiliki ketentuan upah minimum sektoral.
Bagaimana Aturan Penerapan UMR Bali Terbaru?

Penerapan UMR Bali mengikuti ketentuan pengupahan nasional dan keputusan gubernur mengenai upah minimum yang berlaku.
Penetapan ini menjadi acuan bagi perusahaan dalam membayar pekerja sesuai wilayah dan sektor usahanya.
Saat ini, aturan pengupahan mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan sebagaimana telah diubah, terakhir melalui PP Nomor 49 Tahun 2025.
Ada beberapa ketentuan penting yang perlu dipahami pekerja maupun perusahaan, yaitu:
- Penetapan upah minimum: Gubernur menetapkan UMP setiap tahun dan dapat menetapkan UMK serta upah minimum sektoral sesuai ketentuan yang berlaku. Di Bali, penetapan ini menjadi acuan untuk menentukan upah minimum berdasarkan wilayah dan sektor usaha.
- Pekerja yang menerima upah minimum: Upah minimum berlaku sebagai batas minimum bagi pekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahun pada perusahaan yang bersangkutan, dengan tetap memperhatikan cakupan dan ketentuan hukum yang berlaku.
- Pekerja dengan masa kerja satu tahun atau lebih: Pengupahan berpedoman pada struktur dan skala upah perusahaan. Penyusunannya perlu mempertimbangkan faktor seperti golongan jabatan, masa kerja, pendidikan, dan kompetensi pekerja.
- Komponen upah: Upah minimum dapat terdiri atas upah tanpa tunjangan atau upah pokok dan tunjangan tetap. Karena itu, penting untuk memeriksa rincian gaji dalam perjanjian kerja, termasuk jenis tunjangan yang diberikan perusahaan.
- Upah minimum sektoral: Pekerja pada sektor tertentu dapat memiliki acuan upah minimum sektoral apabila sektor dan wilayah pekerjaannya tercakup dalam penetapan resmi. Ketentuan ini tidak otomatis berlaku untuk semua pekerja di sektor yang sama.
Baca Juga: UMR Bandung 2026: Besaran Gaji Minimum, Kenaikan, dan Aturannya
Apakah UMR Bali Berbeda Berdasarkan Jenis Pekerjaan?
Ya, besaran gaji yang diterima pekerja di Bali dapat berbeda berdasarkan jenis pekerjaan, pengalaman, keterampilan, jabatan, dan tanggung jawabnya.
UMR atau upah minimum menjadi acuan batas upah minimum sesuai ketentuan yang berlaku, sedangkan gaji yang ditawarkan perusahaan dapat lebih tinggi sesuai kualifikasi dan kebijakan pengupahan perusahaan.
Di Bali, perbedaan gaji dapat ditemukan pada berbagai bidang pekerjaan, seperti pariwisata, perhotelan, teknologi, pemasaran, dan layanan pelanggan.
Selain itu, sektor usaha tertentu dapat memiliki upah minimum sektoral yang berbeda dari upah minimum umum.
Namun, ketentuan tersebut hanya berlaku bagi pekerja yang termasuk dalam cakupan sektor dan wilayah yang ditetapkan secara resmi, sehingga tidak semua pekerja di bidang yang sama otomatis menerima upah minimum sektoral.
Karena itu, penting untuk memeriksa ketentuan upah minimum yang berlaku serta rincian gaji dalam penawaran kerja sebelum menerima pekerjaan.
Apakah UMR Bali Cukup untuk Biaya Hidup?
Kecukupan UMR Bali untuk memenuhi biaya hidup bergantung pada lokasi tempat tinggal, gaya hidup, dan kebutuhan masing-masing pekerja.
Berikut beberapa komponen biaya yang perlu dipertimbangkan saat menyusun anggaran bulanan.
1. Biaya Tempat Tinggal
Biaya tempat tinggal menjadi salah satu pengeluaran terbesar bagi pekerja yang merantau ke Bali.
Harga kos, kontrakan, atau hunian bersama bervariasi tergantung lokasi, fasilitas, dan jarak dari tempat kerja.
Tinggal di kawasan wisata atau pusat kota umumnya membutuhkan anggaran lebih besar dibandingkan tinggal di daerah yang lebih jauh.
Untuk menghemat biaya, pekerja dapat mempertimbangkan kos dengan fasilitas dasar atau berbagi tempat tinggal dengan orang lain.
2. Biaya Makan dan Kebutuhan Sehari-hari
Pengeluaran untuk makan dan kebutuhan sehari-hari juga perlu diperhitungkan.
Memasak sendiri dan membeli bahan makanan di pasar dapat membantu menghemat anggaran dibandingkan makan di restoran atau kafe setiap hari.
Selain makanan, pekerja perlu menyisihkan dana untuk kebutuhan rumah tangga, perlengkapan mandi, laundry, serta keperluan pribadi lainnya.
3. Biaya Transportasi
Biaya transportasi bergantung pada jarak tempat tinggal ke kantor dan moda transportasi yang digunakan.
Pekerja yang menggunakan sepeda motor perlu memperhitungkan biaya bahan bakar, parkir, dan perawatan kendaraan.
Sementara itu, penggunaan transportasi daring secara rutin dapat menambah pengeluaran bulanan.
Memilih tempat tinggal yang dekat dengan kantor bisa menjadi salah satu cara untuk menghemat biaya perjalanan.
4. Biaya Komunikasi dan Kebutuhan Tambahan
Selain kebutuhan pokok, pekerja perlu menganggarkan biaya pulsa, internet, listrik, dan air jika belum termasuk biaya tempat tinggal.
Sebaiknya, sisihkan juga sebagian penghasilan untuk tabungan, dana darurat, kebutuhan kesehatan, dan pengeluaran tak terduga.
Dengan begitu, pengelolaan keuangan tidak hanya berfokus pada kebutuhan sehari-hari, tetapi juga pada kesiapan menghadapi kondisi darurat.
5. Cara Menyusun Anggaran Bulanan dengan Gaji UMR
Agar penghasilan dapat digunakan secara lebih terencana, pekerja bisa membuat anggaran berdasarkan kebutuhan utama dan kemampuan finansial.
Sebagai ilustrasi, berikut simulasi anggaran bulanan jika menerima UMP Bali sebesar Rp3.207.459 dan tinggal di kos sederhana.
| Kebutuhan | Anggaran per bulan |
| Kos | Rp800.000 |
| Makan dan kebutuhan dapur | Rp900.000 |
| Transportasi | Rp350.000 |
| Pulsa dan internet | Rp100.000 |
| Listrik, laundry, dan kebutuhan pribadi | Rp300.000 |
| Tabungan dan dana darurat | Rp300.000 |
| Kebutuhan tak terduga | Rp200.000 |
| Total pengeluaran | Rp2.950.000 |
| Sisa anggaran | Rp257.459 |
Catatan: Simulasi ini merupakan contoh perencanaan, bukan data rata-rata biaya hidup resmi. Pengeluaran aktual dapat berbeda berdasarkan lokasi, harga tempat tinggal, dan gaya hidup.
Bagaimana Tips Mencari Kerja dengan Gaji Sesuai UMR Bali?

Mencari pekerjaan di Bali tidak hanya soal menemukan posisi yang sesuai dengan keterampilan, tetapi juga memastikan gaji yang ditawarkan dapat memenuhi kebutuhan hidup.
Berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan saat mencari pekerjaan di Bali.
1. Cari Informasi Gaji Sebelum Melamar Pekerjaan
Sebelum mengirimkan lamaran, cari tahu kisaran gaji untuk posisi yang kamu incar.
Kamu bisa membandingkan informasi lowongan dari beberapa perusahaan dengan melihat jabatan, kualifikasi, pengalaman, dan lokasi kerja.
Dengan begitu, kamu memiliki gambaran mengenai gaji yang wajar sekaligus dapat menilai apakah penawaran tersebut sesuai dengan ketentuan upah minimum yang berlaku.
2. Periksa Lokasi Kerja dan Biaya Transportasi
Lokasi kantor dapat memengaruhi pengeluaran bulanan, terutama jika tempat tinggal cukup jauh dari tempat kerja.
Perhitungkan biaya bahan bakar, parkir, atau transportasi daring sebelum memutuskan menerima pekerjaan.
Jika memungkinkan, pertimbangkan lowongan yang lokasinya dekat dengan tempat tinggal agar pengeluaran transportasi tidak terlalu membebani anggaran.
3. Tanyakan Rincian Gaji Pokok dan Tunjangan
Saat proses rekrutmen atau wawancara, jangan ragu menanyakan rincian kompensasi yang ditawarkan perusahaan.
Pastikan kamu memahami besaran gaji pokok, tunjangan tetap, tunjangan tidak tetap, serta potongan yang mungkin berlaku.
Informasi ini membantu kamu mengetahui jumlah penghasilan yang akan diterima dan membandingkan penawaran dari beberapa perusahaan secara lebih objektif.
4. Pastikan Penawaran Kerja Sesuai dengan Ketentuan Upah Minimum
Sebelum menandatangani kontrak, periksa apakah penawaran gaji telah sesuai dengan ketentuan upah minimum yang berlaku berdasarkan wilayah, sektor usaha, dan status hubungan kerja.
Kamu dapat merujuk pada pengumuman resmi pemerintah daerah atau instansi ketenagakerjaan untuk memastikan nominal yang menjadi acuan.
Jika menemukan ketidaksesuaian, mintalah penjelasan dari pihak perusahaan sebelum menyetujui penawaran tersebut.
5. Tingkatkan Keterampilan yang Relevan
Meningkatkan keterampilan dapat membantu memperluas peluang kerja dan membuka kesempatan untuk memperoleh penghasilan yang lebih tinggi.
Pilih keterampilan yang sesuai dengan bidang yang diminati, seperti kemampuan bahasa asing untuk industri pariwisata, pemasaran digital untuk bidang pemasaran, atau keterampilan teknis untuk pekerjaan di bidang teknologi.
Kamu juga bisa mengikuti pelatihan, mengambil sertifikasi yang relevan, dan membangun portofolio untuk memperkuat daya saing saat melamar pekerjaan.
6. Gunakan Platform Pencarian Kerja dan Periksa Kredibilitas Perusahaan
Manfaatkan platform pencarian kerja untuk menemukan lowongan yang sesuai dengan kualifikasi dan ekspektasi gaji.
Sebelum melamar, periksa profil perusahaan, situs web resmi, alamat kantor, dan informasi mengenai posisi yang ditawarkan.
Waspadai lowongan yang meminta pembayaran untuk proses rekrutmen atau menjanjikan penghasilan tinggi tanpa penjelasan yang jelas.
Dengan memeriksa kredibilitas perusahaan sejak awal, kamu dapat mengurangi risiko penipuan dan lebih fokus pada peluang kerja yang tepercaya.
Baca Juga: UMR Jakarta 2026: Besaran Gaji Minimum, Kenaikan, dan Aturannya
Bagaimana Cara Melaporkan Perusahaan yang Membayar di Bawah UMR?
Jika merasa menerima gaji di bawah ketentuan upah minimum, pekerja dapat memeriksa hak pengupahannya dan mencari bantuan melalui saluran pengaduan yang tersedia.
Namun, sebelum mengajukan laporan, pastikan nominal upah yang berlaku sesuai dengan wilayah, sektor usaha, masa kerja, dan ketentuan hubungan kerja yang bersangkutan.
Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menindaklanjuti dugaan pelanggaran upah minimum:
- Pastikan nominal UMP, UMK, atau upah minimum sektoral yang relevan dengan lokasi dan sektor tempat kamu bekerja. Informasi ini dapat diperiksa melalui pengumuman resmi pemerintah daerah atau instansi ketenagakerjaan.
- Siapkan kontrak kerja, slip gaji, bukti transfer, serta catatan pembayaran upah untuk membantu menjelaskan kondisi yang dialami.
- Jika memungkinkan, mintalah penjelasan mengenai perhitungan gaji dan komponen upah yang diterima. Simpan komunikasi terkait sebagai dokumentasi.
- Jika masalah belum terselesaikan, kamu dapat meminta konsultasi atau menyampaikan pengaduan kepada Dinas Ketenagakerjaan setempat atau pengawas ketenagakerjaan sesuai kewenangannya. Untuk wilayah Bali, kamu bisa mencari informasi melalui Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali.
Kesimpulan
UMR Bali terbaru menjadi salah satu acuan penting bagi pencari kerja untuk memahami standar upah minimum di Pulau Dewata.
Besarannya berbeda berdasarkan wilayah dan sektor usaha, sehingga penting untuk memeriksa ketentuan UMP, UMK, atau upah minimum sektoral yang berlaku.
Selain mempertimbangkan gaji, pastikan juga biaya hidup, lokasi kerja, dan tunjangan yang ditawarkan agar kamu dapat memilih pekerjaan yang sesuai dengan kebutuhan dan rencana karier.

Persiapkan Karier untuk Mendapatkan Pekerjaan dengan Gaji yang Sesuai
Ingin mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang sesuai dengan keterampilan dan kualifikasimu?
Melalui AI Career Counselor dari Digital Skola, kamu bisa mempersiapkan diri menghadapi proses rekrutmen dengan bantuan teknologi AI yang menyediakan analisis CV profesional, simulasi wawancara realistis, serta rekomendasi karier yang relevan.
Berikut manfaat yang bisa kamu dapatkan melalui AI Career Counselor:
- Analisis CV profesional untuk membantu meningkatkan kualitas CV agar lebih sesuai dengan posisi yang dilamar.
- Simulasi wawancara realistis untuk melatih kepercayaan diri dan mempersiapkan diri menghadapi proses seleksi kerja.
- Rekomendasi karier yang relevan untuk membantu mengenali peluang kerja sesuai dengan keterampilan dan tujuan kariermu.
Persiapkan kariermu bersama AI Career Counselor agar lebih siap bersaing di dunia kerja dan menemukan peluang karier yang sesuai dengan potensimu!
FAQ
1. Apakah UMR Bali berlaku untuk pekerja yang baru lulus atau fresh graduate?
Ya, ketentuan upah minimum pada prinsipnya berlaku bagi pekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahun pada perusahaan yang bersangkutan, termasuk fresh graduate, sepanjang memenuhi cakupan ketentuan yang berlaku. Besaran upah minimum yang menjadi acuan mengikuti wilayah dan sektor usaha tempat bekerja.
2. Apakah perusahaan boleh membayar gaji di atas UMR Bali?
Ya, perusahaan boleh memberikan gaji di atas upah minimum. Besaran gaji dapat disesuaikan dengan jabatan, pengalaman, kompetensi, tanggung jawab pekerjaan, serta kebijakan pengupahan perusahaan.
3. Apakah UMR Bali berlaku untuk pekerja paruh waktu dan pekerja harian?
Ketentuan pengupahan untuk pekerja paruh waktu dan pekerja harian dapat berbeda dari pekerja dengan sistem bulanan. Perhitungannya perlu mengacu pada ketentuan pengupahan yang berlaku serta jenis hubungan kerja dan pola waktu kerjanya.
4. Apakah UMR Bali sama untuk pekerja lokal dan pendatang?
Ya, upah minimum tidak dibedakan berdasarkan asal daerah pekerja. Acuan upah minimum ditentukan berdasarkan wilayah kerja, sektor usaha jika ada ketentuan sektoral, serta ketentuan hubungan kerja yang berlaku, bukan berdasarkan apakah pekerja berasal dari Bali atau daerah lain.
5. Apakah gaji UMR Bali sudah termasuk uang lembur dan bonus?
Tidak selalu. Uang lembur dan bonus perlu dibedakan dari upah minimum. Uang lembur dibayarkan sesuai ketentuan waktu kerja dan pengupahan yang berlaku, sedangkan bonus bergantung pada ketentuan perusahaan atau perjanjian yang mengaturnya. Karena itu, periksa rincian komponen gaji dalam kontrak kerja agar kamu memahami hak yang diterima setiap bulan.