
Rangkuman
- Flowchart adalah diagram yang digunakan untuk menggambarkan alur proses atau logika secara visual.
- Setiap simbol flowchart memiliki fungsi berbeda, seperti menunjukkan proses, keputusan, input atau output, serta arah alur.
- Flowchart dapat digunakan untuk merancang program, menjelaskan proses bisnis, mendokumentasikan sistem, dan menganalisis proses yang kompleks.
- Memahami cara menyusun alur secara sistematis dapat menjadi salah satu dasar untuk mengembangkan skill di bidang data. Kamu bisa melanjutkan pembelajaran melalui Fast Track Data Analytics dari Digital Skola dengan beasiswa biaya pendidikan hingga 80%.
Apa itu flowchart? Flowchart adalah diagram yang digunakan untuk menggambarkan alur proses atau logika secara visual menggunakan simbol dan garis penghubung.
Flowchart dapat membantu kamu memahami urutan langkah, mengambil keputusan, hingga merancang logika program sebelum proses coding dilakukan.
Lalu, apa saja fungsi, simbol, dan cara membuat flowchart? Yuk, simak selengkapnya di sini!

Apa Itu Flowchart?
Flowchart adalah diagram yang digunakan untuk menggambarkan alur suatu proses atau logika secara visual.
Dengan flowchart, sebuah proses yang terdiri dari beberapa langkah dapat disusun secara berurutan sehingga lebih mudah dipahami, baik oleh individu maupun anggota tim yang terlibat dalam proses tersebut.
Dalam pembuatannya, flowchart menggunakan simbol-simbol tertentu yang dihubungkan dengan garis atau panah untuk menunjukkan hubungan dan arah antar proses.
Setiap simbol memiliki fungsi yang berbeda, misalnya untuk menunjukkan awal dan akhir proses, aktivitas, input atau output, hingga keputusan dalam suatu alur.
Apa Fungsi Flowchart?
Flowchart tidak hanya digunakan untuk membuat proses terlihat lebih rapi secara visual. Diagram ini juga dapat membantu memahami alur kerja, menemukan masalah dalam suatu proses, hingga merancang logika program.
Berikut ini penjelasan fungsinya:
1. Memvisualisasikan Alur Proses
Flowchart membantu mengubah proses yang kompleks menjadi alur visual yang lebih mudah dipahami.
Setiap langkah dapat digambarkan menggunakan simbol dan dihubungkan dengan panah sesuai urutan prosesnya.
Dengan begitu, kamu dapat melihat bagaimana suatu proses dimulai, berjalan, memiliki percabangan, hingga selesai tanpa harus memahami penjelasan yang panjang.
2. Memudahkan Memahami Logika
Flowchart dapat membantu kamu memahami urutan dan hubungan antarproses sebelum suatu sistem atau program mulai dibuat.
Dengan melihat alurnya secara visual, kamu dapat mengetahui proses apa yang terjadi terlebih dahulu, kondisi apa yang perlu diperiksa, serta tindakan apa yang dilakukan berdasarkan hasil dari suatu keputusan.
3. Membantu Menemukan Kesalahan
Membuat flowchart juga dapat membantu menemukan masalah dalam suatu alur sebelum proses tersebut diterapkan.
Kamu dapat melihat apakah ada langkah yang terlewat, proses yang berulang secara tidak perlu, atau percabangan yang tidak memiliki alur yang jelas.
Dengan menemukan masalah lebih awal, proses perbaikan dapat dilakukan sebelum masuk ke tahap implementasi.
4. Mempermudah Komunikasi
Flowchart dapat menjadi media untuk menjelaskan suatu proses kepada anggota tim dengan latar belakang yang berbeda.
Karena informasi disajikan secara visual, anggota tim tidak harus memahami detail teknis terlebih dahulu untuk mengikuti alur yang sedang dibahas.
Hal ini membuat flowchart dapat digunakan dalam diskusi, dokumentasi, maupun perencanaan pekerjaan.
5. Menjadi Panduan dalam Programming
Dalam programming, flowchart dapat digunakan untuk merancang logika program sebelum developer mulai menulis kode.
Developer dapat menentukan urutan proses, input, output, kondisi, dan percabangan melalui flowchart terlebih dahulu.
Setelah alurnya jelas, proses tersebut kemudian dapat diterjemahkan ke dalam kode program.
Apa Saja Simbol Flowchart?
Dalam membuat flowchart, setiap simbol memiliki fungsi yang berbeda untuk menggambarkan bagian tertentu dari suatu proses.
Penggunaan simbol yang tepat membantu pembaca memahami alur dan fungsi setiap langkah dengan lebih cepat.
| Simbol | Nama | Fungsi |
| Oval | Terminator | Menunjukkan awal atau akhir proses |
| Persegi panjang | Process | Menunjukkan suatu proses atau aktivitas |
| Belah ketupat | Decision | Menunjukkan kondisi atau percabangan |
| Jajar genjang | Input/Output | Menunjukkan data yang masuk atau keluar dari proses |
| Panah | Flowline | Menunjukkan arah dan urutan alur proses |
| Lingkaran | Connector | Menghubungkan bagian flowchart yang terpisah |
Apa Saja Jenis-Jenis Flowchart?
Flowchart dapat digunakan untuk menggambarkan berbagai jenis proses, mulai dari prosedur sederhana hingga alur sistem dan program. Jenis flowchart biasanya dibedakan berdasarkan proses atau informasi yang ingin divisualisasikan.
Berikut beberapa jenis flowchart yang umum digunakan.
1. Process Flowchart
Process flowchart digunakan untuk menggambarkan urutan suatu proses atau prosedur dari awal hingga akhir.
Jenis flowchart ini dapat digunakan untuk memetakan proses bisnis, prosedur kerja, maupun aktivitas operasional agar setiap tahapan dapat terlihat dengan jelas.
Dengan melihat alurnya secara visual, tim dapat memahami urutan pekerjaan dan mengetahui bagaimana satu tahap berhubungan dengan tahap lainnya.
2. System Flowchart
System flowchart digunakan untuk menggambarkan alur data dan interaksi antara berbagai komponen dalam suatu sistem.
Flowchart ini dapat menunjukkan bagaimana data berpindah dari satu komponen ke komponen lainnya, misalnya dari pengguna menuju aplikasi, kemudian diproses oleh sistem dan disimpan ke database.
Jenis flowchart ini banyak digunakan untuk membantu memahami gambaran umum suatu sistem sebelum proses pengembangan atau perubahan dilakukan.
3. Program Flowchart
Program flowchart digunakan untuk menggambarkan logika atau langkah-langkah yang dilakukan oleh sebuah program.
Developer dapat menggunakannya untuk merancang urutan proses, menentukan kondisi atau percabangan, serta menggambarkan bagaimana program merespons input tertentu.
Dengan membuat alurnya terlebih dahulu, developer dapat memahami logika program sebelum menerjemahkannya ke dalam kode.
4. Document Flowchart
Document flowchart digunakan untuk menggambarkan bagaimana dokumen dibuat, diproses, dipindahkan, dan disimpan dalam suatu proses.
Jenis ini dapat membantu perusahaan memahami perjalanan dokumen dari satu pihak ke pihak lainnya, termasuk tahapan pemeriksaan atau persetujuan yang perlu dilakukan.
Document flowchart sering berguna dalam proses administrasi dan operasional yang melibatkan banyak dokumen serta pihak yang berbeda.
5. Workflow Flowchart
Workflow flowchart digunakan untuk menggambarkan alur pekerjaan dari satu tahap ke tahap lainnya.
Flowchart ini dapat menunjukkan aktivitas yang perlu dilakukan, urutan pengerjaannya, serta bagaimana suatu pekerjaan berpindah dari satu orang atau tim ke pihak berikutnya.
Dengan begitu, workflow flowchart dapat membantu tim memahami pembagian proses dan menemukan bagian alur kerja yang masih dapat diperbaiki.
Baca Juga: Apa Itu Database? Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Cara Kerjanya
Bagaimana Cara Membuat Flowchart?

Membuat flowchart dapat dilakukan secara bertahap agar alur yang dibuat mudah dipahami dan tidak membingungkan. Sebelum mulai menggambar, pastikan kamu sudah memahami proses yang ingin divisualisasikan.
Berikut langkah-langkah yang bisa kamu ikuti.
1. Tentukan Proses yang Akan Digambarkan
Langkah pertama adalah menentukan proses yang ingin dibuat menjadi flowchart. Tentukan juga tujuan pembuatannya agar informasi yang dimasukkan sesuai dengan kebutuhan.
Berikut ini prosesnya:
- Tentukan proses yang ingin divisualisasikan.
- Tentukan tujuan pembuatan flowchart.
- Tentukan siapa yang akan menggunakan atau membaca flowchart tersebut.
2. Identifikasi Semua Langkah
Setelah menentukan proses, catat seluruh aktivitas atau tahapan yang terjadi dari awal hingga akhir.
Pada tahap ini, fokus pada prosesnya terlebih dahulu sebelum menentukan simbol yang akan digunakan.
Berikut ini prosesnya:
- Catat aktivitas dari awal hingga akhir.
- Identifikasi input dan output yang diperlukan.
- Catat setiap kondisi atau keputusan yang dapat mengubah alur.
- Pastikan tidak ada tahapan penting yang terlewat.
3. Tentukan Urutan Proses
Langkah berikutnya adalah menyusun setiap aktivitas berdasarkan urutan yang benar. Pastikan kamu memahami proses mana yang dilakukan terlebih dahulu dan apa yang terjadi setelahnya.
Berikut ini prosesnya:
- Susun langkah dari awal hingga akhir.
- Tentukan proses yang berjalan secara berurutan.
- Identifikasi proses yang memiliki percabangan atau pengulangan.
- Pastikan setiap tahapan memiliki hubungan yang jelas dengan tahap berikutnya.
4. Pilih Simbol yang Sesuai
Setelah alur proses tersusun, gunakan simbol flowchart sesuai dengan fungsi masing-masing. Pemilihan simbol yang tepat akan membuat informasi lebih mudah dibaca dan dipahami.
Berikut ini prosesnya:
- Gunakan terminator untuk menunjukkan awal dan akhir.
- Gunakan process untuk menunjukkan aktivitas atau proses.
- Gunakan decision untuk menunjukkan kondisi atau percabangan.
- Gunakan input/output untuk menunjukkan data yang masuk atau keluar.
5. Hubungkan dengan Panah
Hubungkan setiap simbol menggunakan panah atau flowline untuk menunjukkan arah dan urutan proses. Pastikan alurnya dapat diikuti dengan jelas dari awal hingga akhir.
Berikut ini prosesnya:
- Hubungkan setiap proses menggunakan flowline.
- Pastikan arah panah menunjukkan urutan yang benar.
- Berikan jalur yang jelas untuk setiap percabangan.
- Hindari garis yang saling bertumpuk agar flowchart tetap mudah dibaca.
6. Periksa dan Uji Alurnya
Setelah flowchart selesai dibuat, periksa kembali seluruh alur untuk memastikan proses yang digambarkan sudah sesuai.
Kamu juga dapat mencoba mengikuti alurnya dari awal hingga akhir untuk menemukan bagian yang masih membingungkan atau kurang tepat.
Berikut ini prosesnya:
- Pastikan tidak ada langkah yang terlewat.
- Periksa setiap percabangan dan kemungkinan hasilnya.
- Pastikan tidak ada alur yang berhenti tanpa tujuan yang jelas.
- Uji apakah flowchart sudah menggambarkan proses yang sebenarnya.
Contoh Flowchart Sederhana
Untuk memahami cara kerja flowchart, kamu bisa melihat contoh sederhana dari proses yang sering ditemukan dalam aplikasi, yaitu login.
Contoh ini menunjukkan bagaimana flowchart dapat digunakan untuk menggambarkan urutan proses sekaligus menentukan tindakan berdasarkan kondisi tertentu.
Contoh Flowchart Login
Proses login dapat digambarkan melalui beberapa tahapan berikut:
- Mulai: menggunakan simbol terminator untuk menandai awal proses.
- Masukkan username dan password: menggunakan simbol input/output karena pengguna memberikan data yang dibutuhkan.
- Validasi data: menggunakan simbol process untuk menunjukkan proses pemeriksaan data login.
- Apakah data benar?: menggunakan simbol decision karena terdapat dua kemungkinan hasil.
- Ya: Login berhasil: proses dilanjutkan hingga mencapai terminator yang menandai proses selesai.
- Tidak: Tampilkan pesan error: sistem menampilkan informasi bahwa data login tidak sesuai, kemudian pengguna dapat kembali memasukkan username dan password.
Apa Kelebihan dan Kekurangan Flowchart?
Flowchart memiliki beberapa kelebihan yang membuatnya berguna untuk memahami dan merancang suatu proses.
Namun, penggunaannya juga memiliki keterbatasan, terutama ketika proses yang digambarkan semakin kompleks.
Berikut ini kelebihan dan kekurangannya:
| Kelebihan | Kekurangan |
| Mudah dipahami secara visual. | Bisa menjadi rumit jika proses terlalu besar. |
| Membantu menyederhanakan proses yang kompleks. | Membutuhkan waktu untuk membuat dan memperbaruinya. |
| Mempermudah komunikasi antar anggota tim. | Kurang praktis untuk sistem yang sering berubah. |
| Membantu menemukan masalah dalam alur proses. | Flowchart yang terlalu detail dapat sulit dibaca. |
| Berguna untuk merancang logika sebelum coding. | — |
Apa Saja Tools untuk Membuat Flowchart?
Ada berbagai tools yang dapat digunakan untuk membuat flowchart, mulai dari aplikasi khusus untuk membuat diagram hingga platform desain dan kolaborasi visual.
Berikut di antaranya:
1. Microsoft Visio
Microsoft Visio merupakan aplikasi diagram yang menyediakan berbagai fitur untuk membuat flowchart, diagram proses, hingga visualisasi sistem.
Tools ini cocok digunakan untuk membuat diagram yang membutuhkan struktur dan detail lebih kompleks, terutama dalam kebutuhan profesional atau dokumentasi perusahaan.
2. Lucidchart
Lucidchart merupakan platform berbasis web yang dapat digunakan untuk membuat berbagai jenis diagram, termasuk flowchart.
Selain menyediakan berbagai template dan simbol, Lucidchart juga mendukung kolaborasi sehingga beberapa anggota tim dapat mengerjakan atau memberikan masukan pada diagram yang sama.
3. draw.io
draw.io merupakan tools untuk membuat diagram yang dapat digunakan secara fleksibel untuk berbagai kebutuhan, termasuk flowchart, diagram sistem, dan diagram teknis.
Antarmukanya relatif sederhana dan menyediakan berbagai bentuk serta konektor yang dapat digunakan untuk menyusun alur proses.
4. Miro
Miro merupakan platform visual collaboration yang menyediakan canvas untuk membuat berbagai bentuk visual, termasuk flowchart.
Selain membuat diagram, kamu dapat menggunakannya untuk melakukan brainstorming, menyusun ide, dan berdiskusi bersama anggota tim dalam satu ruang kerja.
5. Figma
Figma merupakan design tool yang juga dapat dimanfaatkan untuk membuat flowchart, terutama ketika diagram perlu dibuat bersamaan dengan kebutuhan desain atau perancangan produk digital.
Fitur kolaborasinya memungkinkan anggota tim untuk bekerja dan memberikan komentar pada diagram secara bersama-sama.
Baca Juga: Business Intelligence vs Data Analyst: Perbedaan, Tugas, Skill, dan Gajinya
Kapan Sebaiknya Menggunakan Flowchart?

Flowchart dapat digunakan ketika suatu proses memiliki beberapa langkah yang perlu disusun dan dipahami secara berurutan.
Berikut ini waktu yang tepat dalam menggunakan flowchart:
1. Saat Merancang Program
Flowchart dapat digunakan sebelum mulai menulis kode untuk membantu merancang logika program.
Dengan menggambarkan langkah, kondisi, dan percabangan terlebih dahulu, kamu dapat memahami bagaimana program seharusnya berjalan dan menemukan potensi masalah pada logikanya sebelum masuk ke tahap coding.
2. Saat Menjelaskan Proses Bisnis
Dalam proses bisnis, flowchart dapat membantu menggambarkan tahapan pekerjaan dari awal hingga selesai.
Misalnya, alur pengajuan cuti, proses pembelian, atau prosedur pelayanan pelanggan dapat divisualisasikan agar setiap pihak memahami langkah dan tanggung jawab dalam proses tersebut.
3. Saat Mendokumentasikan Sistem
Flowchart juga berguna sebagai bagian dari dokumentasi sistem. Alur kerja aplikasi, proses pengolahan data, atau interaksi antarbagian dalam sistem dapat divisualisasikan sehingga lebih mudah dipahami ketika sistem perlu dipelajari, dikembangkan, atau diperbarui.
4. Saat Menganalisis Proses yang Kompleks
Ketika sebuah proses memiliki banyak tahapan, keputusan, atau percabangan, flowchart dapat membantu menyederhanakannya dalam bentuk visual.
Dengan melihat keseluruhan alur, kamu dapat lebih mudah menemukan langkah yang berulang, proses yang tidak diperlukan, atau bagian yang berpotensi menimbulkan masalah.
5. Saat Ingin Menjelaskan Alur kepada Tim
Flowchart dapat menjadi media komunikasi yang membantu tim memahami suatu proses dengan lebih cepat.
Dibandingkan menjelaskan alur hanya melalui teks, representasi visual dapat menunjukkan hubungan antarproses sehingga anggota tim memiliki pemahaman yang sama.
6. Saat Merancang Workflow Sebelum Implementasi
Sebelum sebuah workflow diterapkan ke sistem atau proses kerja, flowchart dapat digunakan untuk memetakan setiap tahap yang akan dilakukan.
Dengan begitu, tim dapat meninjau alur, menentukan kebutuhan pada setiap tahap, dan melakukan perbaikan sebelum workflow benar-benar diimplementasikan.
Baca Juga: Apa Itu Arduino? Pengertian, Fungsi, Komponen, dan Cara Kerjanya
Apakah Flowchart Masih Penting untuk Developer?
Flowchart masih dapat digunakan oleh developer untuk membantu merancang dan memahami alur suatu program atau sistem.
Namun, flowchart bukan satu-satunya cara untuk merancang sistem dan tidak selalu diperlukan dalam setiap proses pengembangan.
Untuk proses yang sederhana, developer mungkin cukup menggunakan pseudocode, catatan singkat, atau dokumentasi untuk menjelaskan logika yang akan dibuat.
Sementara itu, ketika sebuah program memiliki banyak kondisi, percabangan, atau tahapan yang saling berhubungan, flowchart dapat membantu memvisualisasikan alurnya sehingga lebih mudah dianalisis.
Pada akhirnya, penggunaan flowchart bergantung pada kebutuhan proyek, kompleksitas sistem, serta preferensi dan kebiasaan tim.
Yang terpenting adalah memilih metode yang dapat membantu tim memahami, mendokumentasikan, dan mengembangkan sistem secara efektif.
Kesimpulan
Flowchart adalah diagram yang membantu menggambarkan alur proses atau logika secara visual menggunakan simbol dan garis penghubung.
Dengan memahami fungsi, simbol, jenis, dan cara membuatnya, kamu dapat menggunakan flowchart untuk merancang program, menjelaskan proses, mendokumentasikan sistem, hingga menganalisis alur yang kompleks.
Penggunaannya pun dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kompleksitas proyek.

Tingkatkan Skill Data Analytics untuk Mempersiapkan Karier di Bidang Data Bersama Digital Skola
Jika kamu ingin mengembangkan skill yang lebih relevan untuk kebutuhan industri, kamu bisa mengikuti Fast Track Data Analytics dari Digital Skola.
Program ini menawarkan pembelajaran yang beginner friendly dengan beasiswa biaya pendidikan hingga 80%, sehingga kamu dapat belajar Data Analytics bersama tutor berpengalaman sekaligus mempersiapkan portofolio dan karier.
Melalui program ini, kamu akan mendapatkan:
- 14 sesi intensif untuk mempelajari skill Data Analytics.
- Pembelajaran bersama tutor expert yang berpengalaman di bidangnya.
- Materi yang beginner friendly dan cocok untuk kamu yang ingin mulai belajar Data Analytics.
- Kesempatan membangun portofolio profesional melalui proses pembelajaran.
- Bimbingan karier untuk membantu kamu mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.
Daftar sekarang karena kuota program terbatas. Jangan lewatkan kesempatan untuk mengembangkan skill Data Analytics dan mempersiapkan kariermu bersama Digital Skola.
FAQ
1. Apakah flowchart harus dibuat sebelum coding?
Tidak selalu. Flowchart dapat dibuat sebelum coding untuk membantu merancang logika program, tetapi penggunaannya bergantung pada kompleksitas program dan kebutuhan developer.
2. Apakah flowchart hanya digunakan oleh programmer?
Tidak. Flowchart dapat digunakan oleh berbagai bidang untuk menggambarkan proses, seperti bisnis, administrasi, operasional, pendidikan, dan manajemen proyek.
3. Apa perbedaan flowchart dan pseudocode?
Flowchart menggambarkan logika atau alur proses secara visual menggunakan simbol, sedangkan pseudocode menjelaskan langkah-langkah algoritma menggunakan struktur yang menyerupai kode program.
4. Apakah satu flowchart bisa memiliki lebih dari satu jalur?
Ya. Flowchart dapat memiliki beberapa jalur, terutama ketika terdapat kondisi atau keputusan. Setiap kondisi dapat menghasilkan jalur proses yang berbeda sesuai dengan hasil keputusan.
5. Apakah flowchart harus selalu dibuat secara digital?
Tidak. Flowchart dapat dibuat secara manual menggunakan kertas atau papan tulis. Namun, tools digital dapat memudahkan proses pengeditan, penyimpanan, dan kolaborasi, terutama untuk proyek yang dikerjakan bersama tim.