
Rangkuman
- Business problem adalah masalah bisnis yang perlu diselesaikan, sedangkan business question membantu menentukan informasi yang dibutuhkan untuk memahami masalah tersebut.
- Keduanya saling melengkapi dalam proses data analytics, mulai dari menentukan kebutuhan data hingga memilih metode analisis yang sesuai.
- Business question yang spesifik membantu menghasilkan business insight yang relevan dan mendukung pengambilan keputusan.
- Tingkatkan kemampuan analisis data melalui Fast Track Data Analytics dari Digital Skola untuk mengembangkan keterampilan, membangun portofolio profesional, dan mempersiapkan karier di bidang data.
Business problem vs business question merupakan dua konsep yang saling berkaitan dalam proses analisis bisnis, tetapi memiliki fungsi yang berbeda.
Memahami keduanya membantu perusahaan mengidentifikasi masalah dan menentukan informasi yang dibutuhkan sebelum menganalisis data.
Lalu, apa perbedaan business problem dan business question, serta bagaimana keduanya digunakan dalam data analytics?
Apa Itu Business Problem?
Business problem adalah masalah atau tantangan yang menghambat perusahaan dalam mencapai tujuan bisnis atau mempertahankan kinerjanya.
Masalah ini dapat berkaitan dengan penurunan penjualan, meningkatnya biaya operasional, atau berkurangnya jumlah pelanggan.
Dalam proses data analytics, business problem menjadi titik awal untuk memahami kondisi bisnis dan menentukan langkah penyelesaian yang sesuai.

Karakteristik Business Problem
Business problem memiliki beberapa karakteristik yang membantu perusahaan mengenali dan memahami masalah secara lebih terarah.
Berikut karakteristik utama yang perlu diperhatikan:
- Terdapat kesenjangan antara kondisi aktual dan target bisnis: Misalnya, penjualan aktual tidak mencapai target yang telah ditetapkan.
- Berdampak pada kinerja bisnis: Masalah dapat memengaruhi pendapatan, kepuasan pelanggan, biaya, atau efisiensi operasional.
- Memerlukan analisis untuk memahami penyebabnya: Perusahaan perlu mengidentifikasi faktor yang mungkin berkontribusi terhadap masalah.
- Menjadi dasar penentuan solusi: Pemahaman terhadap masalah membantu perusahaan menentukan tindakan yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Apa Itu Business Question?
Business question adalah pertanyaan yang dirumuskan untuk membantu perusahaan memahami masalah, mengevaluasi kondisi bisnis, atau menentukan keputusan yang tepat.
Dalam proses data analytics, pertanyaan ini menjadi panduan untuk mengidentifikasi informasi yang dibutuhkan dan menentukan arah analisis agar hasilnya relevan dengan tujuan bisnis.
Karakteristik Business Question
Business question yang baik membantu perusahaan memperoleh jawaban yang relevan dan dapat digunakan untuk mendukung keputusan.
Berikut beberapa karakteristik utamanya:
- Berfokus pada informasi yang ingin diketahui: Pertanyaan diarahkan pada aspek bisnis yang perlu dipahami.
- Dirumuskan secara spesifik: Pertanyaan memiliki ruang lingkup yang jelas sesuai kebutuhan bisnis.
- Dapat dijawab melalui analisis: Jawabannya dapat diperoleh melalui data, observasi, atau metode yang sesuai.
- Mengarahkan pengumpulan data: Pertanyaan membantu menentukan informasi dan metrik yang perlu dianalisis.
Baca Juga: 8 Cara Membuat Data Analysis Report untuk Stakeholder yang Efektif
Business Problem vs Business Question: Apa Perbedaannya?
Business problem dan business question saling berkaitan, tetapi memiliki fungsi yang berbeda dalam proses analisis bisnis.
Business problem menjelaskan persoalan yang perlu diselesaikan, sedangkan business question membantu menentukan informasi yang dibutuhkan untuk memahami persoalan tersebut.
Agar lebih jelas, berikut perbedaan keduanya berdasarkan beberapa aspek.
| Aspek | Business Problem | Business Question |
| Pengertian | Masalah atau tantangan bisnis yang perlu diselesaikan | Pertanyaan untuk memahami masalah atau mendukung keputusan |
| Fokus | Kondisi yang bermasalah | Informasi yang perlu diketahui |
| Tujuan | Mengidentifikasi persoalan yang perlu ditangani | Mengarahkan pencarian jawaban |
| Bentuk | Pernyataan masalah | Kalimat tanya yang spesifik |
| Peran dalam analisis | Menentukan arah penyelidikan | Membantu menentukan data dan metode analisis |
| Contoh | Penjualan menurun selama tiga bulan terakhir | Produk dan wilayah mana yang mengalami penurunan terbesar? |
Hubungan antara Business Problem dan Business Question
Business problem dan business question bukan dua konsep yang saling menggantikan, melainkan saling melengkapi dalam proses analisis bisnis.
Business problem menjadi titik awal untuk mengidentifikasi persoalan yang perlu diselesaikan, sedangkan business question membantu memperjelas informasi yang dibutuhkan untuk memahami masalah dan menentukan tindakan yang tepat.
Satu business problem juga dapat menghasilkan beberapa business question, bergantung pada ruang lingkup dan tujuan analisis.
Misalnya, ketika perusahaan mengalami penurunan penjualan, pertanyaan yang diajukan dapat mencakup produk apa yang mengalami penurunan terbesar, wilayah mana yang paling terdampak, dan faktor apa yang mungkin memengaruhi penjualan.
Dengan merumuskan pertanyaan yang tepat, perusahaan dapat mengarahkan analisis data agar menghasilkan informasi yang relevan untuk mendukung pengambilan keputusan.
Contoh Business Problem dan Business Question dalam Bisnis
Memahami perbedaan business problem dan business question akan lebih mudah melalui contoh penerapannya dalam situasi bisnis nyata.
Setiap masalah membutuhkan pertanyaan analisis yang sesuai agar perusahaan dapat menentukan data yang perlu dikumpulkan dan informasi yang ingin diperoleh.
Berikut beberapa contohnya.
1. Penurunan Penjualan
| Aspek | Penjelasan |
| Business problem | Penjualan perusahaan menurun selama tiga bulan berturut-turut. |
| Business question | Produk, wilayah, dan periode mana yang mengalami penurunan terbesar? |
| Data yang dibutuhkan | Data transaksi, pendapatan, produk, lokasi, dan waktu penjualan. |
| Tujuan analisis | Mengidentifikasi area yang terdampak dan menentukan faktor yang perlu ditelusuri lebih lanjut. |
2. Tingginya Customer Churn
| Aspek | Penjelasan |
| Business problem | Semakin banyak pelanggan berhenti berlangganan. |
| Business question | Segmen pelanggan mana yang memiliki tingkat churn tertinggi dan faktor apa yang berkaitan dengan kondisi tersebut? |
| Data yang dibutuhkan | Riwayat berlangganan, pembatalan, durasi penggunaan, dan umpan balik pelanggan. |
| Tujuan analisis | Mengidentifikasi pola pelanggan yang berhenti berlangganan dan menentukan kebutuhan analisis lanjutan. |
3. Peningkatan Biaya Operasional
| Aspek | Penjelasan |
| Business problem | Biaya operasional meningkat tanpa kenaikan output yang sebanding. |
| Business question | Komponen biaya dan proses mana yang paling berkontribusi terhadap kenaikan pengeluaran? |
| Data yang dibutuhkan | Data biaya, volume produksi, penggunaan bahan baku, dan waktu proses. |
| Tujuan analisis | Menemukan area yang perlu dievaluasi untuk meningkatkan efisiensi. |
4. Rendahnya Konversi Pemasaran
| Aspek | Penjelasan |
| Business problem | Kampanye pemasaran menghasilkan banyak kunjungan, tetapi konversi masih rendah. |
| Business question | Pada tahap mana calon pelanggan paling banyak meninggalkan proses pembelian? |
| Data yang dibutuhkan | Data trafik, interaksi pengguna, tahapan konversi, dan transaksi. |
| Tujuan analisis | Mengidentifikasi tahapan yang perlu diperiksa untuk meningkatkan efektivitas kampanye. |
Bagaimana Cara Mengubah Business Problem Menjadi Business Question?

Proses ini membantu perusahaan mengidentifikasi masalah, menentukan informasi yang dibutuhkan, dan merumuskan pertanyaan yang relevan untuk mendukung pengambilan keputusan.
Berikut lima langkah yang dapat diterapkan.
1. Identifikasi Masalah yang Dihadapi Perusahaan
Pertama, kenali kondisi bisnis yang tidak sesuai dengan target atau ekspektasi perusahaan.
Gunakan indikator yang jelas jika tersedia, seperti penurunan pendapatan, peningkatan biaya operasional, atau perubahan tingkat retensi pelanggan.
Identifikasi yang spesifik membantu perusahaan memahami persoalan yang perlu ditelusuri lebih lanjut.
2. Tentukan Tujuan yang Ingin Dicapai
Setelah masalah teridentifikasi, tentukan informasi atau keputusan yang dibutuhkan untuk menanganinya.
Misalnya, perusahaan ingin mengetahui penyebab penurunan penjualan atau menentukan segmen pelanggan yang perlu diprioritaskan.
Tujuan yang jelas membantu mempersempit ruang lingkup business question agar analisis tetap relevan dengan kebutuhan bisnis.
3. Rumuskan Pertanyaan yang Spesifik
Selanjutnya, ubah pernyataan masalah menjadi pertanyaan yang dapat ditelusuri melalui data atau informasi yang relevan.
Hindari pertanyaan yang terlalu umum agar hasil analisis lebih terarah.
Contohnya:
- Masalah: Penjualan perusahaan menurun.
- Pertanyaan: Kapan penurunan penjualan mulai terjadi dan produk mana yang paling terdampak?
Pertanyaan tersebut membantu perusahaan menentukan aspek yang perlu diperiksa sebelum menelusuri faktor yang mungkin memengaruhi penjualan.
4. Pastikan Pertanyaan Dapat Dijawab dengan Informasi yang Relevan
Periksa apakah data yang tersedia cukup untuk menjawab pertanyaan yang telah dirumuskan.
Jika belum, tentukan informasi tambahan yang perlu dikumpulkan, misalnya data transaksi berdasarkan produk, wilayah, atau periode penjualan.
Pertanyaan yang belum dapat dijawab menggunakan data saat ini tetap bisa digunakan.
Namun, kebutuhan pengumpulan data tambahan perlu diperhitungkan agar proses analisis dapat dilakukan secara tepat.
5. Tentukan Langkah Analisis dan Keputusan yang Didukung
Terakhir yaitu menentukan data dan metode analisis yang sesuai untuk menjawab business question.
Setelah hasil analisis diperoleh, hubungkan temuan tersebut dengan keputusan atau tindakan yang dapat dilakukan perusahaan.
Sebagai contoh, jika analisis menunjukkan bahwa penurunan penjualan terbesar terjadi pada produk tertentu di wilayah tertentu, perusahaan dapat mengevaluasi faktor yang memengaruhi kinerja produk tersebut sebelum menentukan strategi perbaikan.
Apa Kesalahan yang Perlu Dihindari saat Merumuskan Business Question?
Merumuskan business question membutuhkan ketelitian agar proses analisis data tetap terarah dan menghasilkan informasi yang relevan.
Pertanyaan yang kurang tepat dapat membuat analisis melebar, menggunakan data yang tidak sesuai, atau menghasilkan temuan yang sulit diterapkan dalam pengambilan keputusan.
Oleh karena itu, ada beberapa kesalahan yang perlu dihindari saat merumuskan business question, yaitu:
- Merumuskan pertanyaan terlalu umum: Persempit ruang lingkup pertanyaan berdasarkan produk, periode, segmen pelanggan, atau indikator tertentu agar analisis lebih terarah.
- Langsung berasumsi tentang penyebab masalah: Hindari menganggap dugaan awal sebagai fakta. Gunakan data dan bukti yang relevan untuk menelusuri faktor yang mungkin memengaruhi masalah.
- Mengajukan pertanyaan yang tidak berkaitan dengan tujuan bisnis: Pastikan pertanyaan membantu memahami masalah yang sedang dihadapi atau mendukung keputusan yang perlu diambil perusahaan.
- Mengabaikan ketersediaan data: Periksa apakah data yang dibutuhkan tersedia dan memadai. Jika belum, identifikasi informasi tambahan yang perlu dikumpulkan.
- Mengajukan terlalu banyak pertanyaan sekaligus: Prioritaskan pertanyaan berdasarkan urgensi, dampak terhadap bisnis, dan relevansinya dengan tujuan analisis agar sumber daya dapat digunakan secara efektif.
Baca Juga: 9 Cara Menentukan Data yang Dibutuhkan untuk Menjawab Business Problem
Peran Business Problem dan Business Question dalam Data Analytics
Dalam proses data analytics, business problem dan business question membantu memastikan bahwa analisis data dilakukan berdasarkan kebutuhan bisnis yang jelas.
Keduanya berperan dalam menentukan data, memilih metode analisis, hingga menghasilkan business insight yang dapat mendukung pengambilan keputusan.
1. Menentukan Data yang Perlu Dikumpulkan
Business problem membantu perusahaan memahami kebutuhan bisnis yang perlu ditangani, sementara business question memperjelas informasi yang dibutuhkan untuk memahaminya.
Dari pertanyaan yang dirumuskan, perusahaan dapat menentukan variabel, metrik, dan sumber data yang relevan.
Misalnya, ketika perusahaan ingin memahami penurunan penjualan, pertanyaan tentang produk dan wilayah yang paling terdampak dapat membantu menentukan kebutuhan data transaksi, pendapatan, lokasi, dan periode penjualan.
2. Memilih Metode Analisis yang Sesuai
Business question juga membantu menentukan metode analisis yang tepat.
Pertanyaan tentang perubahan tren penjualan dari waktu ke waktu, misalnya, dapat dijawab melalui analisis deskriptif.
Sementara itu, pertanyaan tentang faktor yang berkaitan dengan penurunan penjualan membutuhkan analisis diagnostik atau pengujian lebih lanjut.
Pemilihan metode yang sesuai membantu perusahaan memperoleh jawaban yang relevan dengan pertanyaan yang diajukan, sekaligus menghindari analisis yang tidak diperlukan.
3. Menghasilkan Business Insight yang Dapat Ditindaklanjuti
Hasil analisis data dapat membantu perusahaan memahami kondisi bisnis, mengenali pola, dan menyusun rekomendasi berdasarkan temuan yang diperoleh.
Inilah alasan business problem dan business question perlu dirumuskan dengan jelas sejak awal agar hasil analisis tidak berhenti pada penyajian data, tetapi dapat digunakan untuk mendukung keputusan bisnis.
Meski demikian, rekomendasi tetap perlu mempertimbangkan konteks bisnis, kualitas bukti, dan risiko dari setiap keputusan.
Dengan begitu, business insight yang dihasilkan dapat menjadi dasar tindakan yang lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Baca Juga: 8 Cara Membuat Business Recommendation Berdasarkan Data yang Efektif
Apa Skill yang Dibutuhkan untuk Merumuskan Business Question?

Kemampuan merumuskan business question tidak hanya dibutuhkan untuk menjalankan analisis data, tetapi juga untuk memastikan hasilnya relevan dengan kebutuhan perusahaan.
Ada dua kemampuan utama yang perlu dikembangkan.
1. Kemampuan Analitis
Kemampuan analitis membantu seseorang memahami masalah secara sistematis dan merumuskan pertanyaan yang tepat sebelum melakukan analisis data.
Keterampilan ini mencakup beberapa hal berikut:
- Berpikir kritis dan sistematis: Memahami masalah dari berbagai sudut pandang sebelum menentukan langkah analisis.
- Mengidentifikasi pola dan kesenjangan kinerja: Mengenali perubahan atau perbedaan antara kondisi aktual dan target bisnis.
- Merumuskan pertanyaan yang spesifik: Mengubah masalah yang masih umum menjadi pertanyaan yang jelas dan dapat ditelusuri.
- Memahami metrik dan data yang relevan: Menentukan indikator serta informasi yang dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan analisis.
2. Pemahaman Bisnis dan Komunikasi
Selain kemampuan analitis, pemahaman bisnis dan komunikasi diperlukan agar pertanyaan yang dirumuskan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Seorang data analyst perlu memahami konteks masalah dan mampu menjelaskan hasil analisis kepada pihak yang berkepentingan. Keterampilan ini meliputi:
- Memahami tujuan perusahaan: Mengetahui target dan prioritas bisnis yang menjadi dasar analisis.
- Mengidentifikasi kebutuhan pemangku kepentingan: Memahami informasi yang dibutuhkan oleh tim atau pihak terkait untuk mengambil keputusan.
- Menjelaskan masalah dengan jelas: Menyampaikan persoalan dan pertanyaan analisis secara terstruktur agar mudah dipahami.
- Menghubungkan hasil analisis dengan keputusan bisnis: Menerjemahkan temuan data menjadi informasi yang relevan untuk mendukung tindakan perusahaan.
Kesimpulan
Business problem merupakan persoalan bisnis yang perlu diselesaikan, sedangkan business question adalah pertanyaan yang membantu perusahaan memperoleh informasi untuk memahami persoalan tersebut.
Dengan merumuskan business question yang tepat sejak awal, perusahaan dapat menentukan data yang dibutuhkan, memilih metode analisis yang sesuai, dan menghasilkan business insight serta rekomendasi yang lebih relevan untuk mendukung pengambilan keputusan.

Kuasai Data Analytics untuk Merumuskan Business Question yang Tepat!
Melalui Fast Track Data Analytics dari Digital Skola, kamu bisa mengembangkan keterampilan analisis data untuk mengidentifikasi masalah bisnis, menentukan kebutuhan data, dan menghasilkan business insight yang mendukung pengambilan keputusan.
Berikut keuntungan yang bisa kamu dapatkan:
- Beasiswa biaya pendidikan hingga 80% untuk membantu biaya belajar.
- 14 sesi intensif bersama tutor expert untuk memperdalam pemahaman dan keterampilan.
- Portofolio profesional sebagai bekal untuk memasuki dunia kerja.
- Bimbingan karier untuk membantu mempersiapkan langkah kariermu.
Daftar kelasnya sekarang dan mulai kembangkan keterampilan data analytics melalui Fast Track Data Analytics dari Digital Skola. Kuota terbatas dan peserta akan melalui proses seleksi, jadi jangan lewatkan kesempatan untuk mempersiapkan kariermu di bidang data!
FAQ
1. Siapa yang bertanggung jawab merumuskan business question?
Business question dapat dirumuskan oleh data analyst, manajer bisnis, atau tim terkait yang memahami kebutuhan perusahaan. Proses ini idealnya melibatkan komunikasi antara tim bisnis dan tim analisis data agar pertanyaan yang diajukan sesuai dengan tujuan perusahaan.
2. Apakah business question harus selalu dijawab menggunakan data kuantitatif?
Tidak. Business question dapat dijawab menggunakan data kuantitatif, seperti angka penjualan dan tingkat retensi pelanggan, maupun data kualitatif, seperti hasil wawancara, ulasan pelanggan, dan umpan balik pengguna. Jenis data yang digunakan bergantung pada informasi yang ingin diperoleh.
3. Apa perbedaan business question dan research question?
Business question berfokus pada kebutuhan informasi untuk memahami masalah dan mendukung keputusan bisnis. Sementara itu, research question umumnya digunakan untuk mengarahkan penelitian yang lebih luas dan sistematis, termasuk penelitian akademis. Keduanya dapat saling berkaitan, terutama ketika penelitian dilakukan untuk menjawab persoalan bisnis.
4. Kapan business question perlu dirumuskan ulang?
Business question perlu ditinjau ulang ketika pertanyaan awal terlalu luas, data yang tersedia tidak memadai, atau hasil analisis menunjukkan bahwa masalah yang dihadapi berbeda dari dugaan awal. Perumusan ulang membantu memastikan analisis tetap relevan dengan kondisi dan kebutuhan bisnis.
5. Apa yang harus dilakukan jika hasil analisis tidak menjawab business question?
Periksa kembali kualitas data, kesesuaian metode analisis, dan kejelasan pertanyaan yang dirumuskan. Jika diperlukan, kumpulkan data tambahan atau persempit ruang lingkup pertanyaan. Hasil yang belum menjawab pertanyaan juga dapat menjadi petunjuk bahwa perusahaan perlu melakukan penyelidikan lebih lanjut sebelum menentukan keputusan.