
Rangkuman
- Business recommendation berbasis data membantu perusahaan menentukan tindakan yang tepat berdasarkan hasil analisis, kebutuhan, dan tujuan bisnis.
- Rekomendasi yang efektif disusun melalui tahapan memahami masalah, mengumpulkan dan menganalisis data, menemukan business insight, serta menentukan tindakan yang dapat ditindaklanjuti.
- Business recommendation perlu didukung data yang relevan, tindakan yang spesifik, pertimbangan biaya dan risiko, serta KPI untuk mengukur keberhasilan implementasi.
- Tingkatkan keterampilan mengolah dan menganalisis data melalui Fast Track Data Analytics dari Digital Skola. Dapatkan kesempatan beasiswa hingga 80%, 14 sesi intensif bersama tutor expert, portofolio profesional, dan bimbingan karier. Daftar kelas sekarang
Cara membuat business recommendation berdasarkan data menjadi keterampilan penting bagi perusahaan untuk menentukan strategi yang tepat dan menyelesaikan masalah bisnis.
Melalui analisis data, perusahaan dapat menemukan pola, memahami peluang, dan menyusun rekomendasi berdasarkan bukti, bukan sekadar asumsi.
Lalu, bagaimana langkah menyusun business recommendation yang efektif dan dapat ditindaklanjuti? Simak panduan lengkapnya berikut ini.

Apa Itu Business Recommendation?
Business recommendation adalah usulan tindakan atau strategi yang disusun berdasarkan hasil analisis untuk membantu perusahaan menyelesaikan masalah, memanfaatkan peluang, atau mencapai tujuan bisnis.
Rekomendasi ini menghubungkan temuan data dengan langkah nyata yang dapat dipertimbangkan oleh manajemen.
Dengan demikian, perusahaan tidak hanya memahami kondisi bisnis, tetapi juga memiliki dasar untuk menentukan tindakan selanjutnya.
Dalam proses analisis bisnis, terdapat tiga tahapan yang saling berkaitan:
- Data: Fakta atau catatan yang dikumpulkan perusahaan, seperti data penjualan, transaksi pelanggan, dan biaya operasional.
- Business insight: Pemahaman yang diperoleh dari analisis data untuk menjelaskan pola, masalah, atau peluang yang relevan dengan bisnis.
- Business recommendation: Usulan tindakan yang disusun berdasarkan business insight dan konteks bisnis untuk membantu perusahaan menentukan langkah yang tepat.
Mengapa Business Recommendation Perlu Berdasarkan Data?
Business recommendation yang didukung data membantu perusahaan menentukan tindakan berdasarkan bukti dan hasil analisis, bukan sekadar perkiraan.
Berikut beberapa manfaat membuat rekomendasi bisnis berdasarkan data.
1. Membantu Mengidentifikasi Akar Masalah
Data membantu perusahaan menelusuri faktor yang berkaitan dengan suatu masalah sebelum menentukan tindakan perbaikan.
Misalnya, ketika penjualan menurun, perusahaan dapat menganalisis performa produk, wilayah penjualan, dan saluran pemasaran untuk mengetahui bagian yang perlu ditelusuri lebih lanjut.
Dengan begitu, rekomendasi yang disusun lebih relevan dengan masalah yang dihadapi.
2. Mengurangi Keputusan Berdasarkan Asumsi
Rekomendasi berbasis data memberikan bukti yang lebih kuat untuk mendukung pertimbangan bisnis.
Perusahaan dapat menggunakan hasil analisis untuk mengevaluasi berbagai pilihan sebelum menentukan strategi, sehingga keputusan tidak hanya bergantung pada intuisi.
Meski demikian, data tetap perlu diinterpretasikan dengan mempertimbangkan konteks bisnis dan faktor lain yang mungkin belum tercakup dalam analisis.
3. Menentukan Prioritas Bisnis
Hasil analisis data membantu perusahaan membandingkan masalah dan peluang berdasarkan dampak, urgensi, serta kesesuaiannya dengan tujuan bisnis.
Misalnya, perusahaan dapat memprioritaskan perbaikan proses yang paling banyak menimbulkan biaya atau menangani segmen pelanggan yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi.
Pendekatan ini membantu perusahaan menggunakan waktu, anggaran, dan sumber daya secara lebih efektif.
4. Membuat Strategi Lebih Terukur
Rekomendasi berbasis data dapat dilengkapi dengan Key Performance Indicator (KPI) untuk mengukur keberhasilan implementasinya.
Sebagai contoh, rekomendasi untuk meningkatkan retensi pelanggan dapat dievaluasi melalui tingkat pembelian ulang atau persentase pelanggan yang tetap menggunakan layanan.
Dengan indikator yang jelas, perusahaan dapat membandingkan hasil implementasi dengan target awal dan menentukan apakah strategi perlu dipertahankan atau disesuaikan.
Baca Juga: 10 Contoh Penerapan Data Analytics dalam Bisnis dan Manfaatnya
Bagaimana Cara Membuat Business Recommendation Berdasarkan Data?

Membuat business recommendation berdasarkan data membutuhkan proses yang terstruktur agar rekomendasi yang dihasilkan relevan dengan kebutuhan perusahaan dan dapat ditindaklanjuti.
Berikut delapan langkah yang dapat diterapkan.
1. Tentukan Masalah atau Tujuan Bisnis
Pertama, identifikasi masalah yang ingin diselesaikan atau tujuan yang ingin dicapai perusahaan.
Rumuskan business question secara spesifik agar analisis berfokus pada informasi yang benar-benar dibutuhkan.
Misalnya, ketika penjualan menurun, perusahaan dapat merumuskan pertanyaan: Mengapa tingkat konversi penjualan menurun dalam tiga bulan terakhir?
Pertanyaan ini menjadi acuan untuk menentukan data yang perlu dikumpulkan dan dianalisis.
2. Kumpulkan dan Periksa Data yang Relevan
Setelah menentukan pertanyaan bisnis, kumpulkan data dari sumber yang sesuai, seperti data penjualan, pelanggan, pemasaran, keuangan, atau operasional.
Pastikan data yang digunakan relevan dengan masalah yang sedang dianalisis.
Sebelum melanjutkan, periksa beberapa aspek berikut:
- Akurasi: apakah data mencerminkan kondisi sebenarnya?
- Kelengkapan: apakah informasi penting sudah tersedia?
- Konsistensi: apakah format dan definisi data selaras?
- Relevansi: apakah data membantu menjawab pertanyaan bisnis?
3. Analisis Data untuk Menemukan Pola dan Penyebab
Data yang sudah siap dapat dianalisis untuk menemukan pola, tren, dan faktor yang berkaitan dengan masalah bisnis.
Metode yang digunakan perlu disesuaikan dengan pertanyaan analisis, misalnya membandingkan performa antarperiode, melakukan segmentasi pelanggan, atau mengevaluasi kinerja setiap saluran pemasaran.
Sebagai contoh, untuk menyelidiki penurunan konversi, perusahaan dapat membandingkan tingkat konversi berdasarkan produk, wilayah, dan saluran penjualan.
Namun, pola yang ditemukan belum tentu membuktikan hubungan sebab-akibat. Karena itu, dugaan penyebab perlu diperiksa menggunakan data pendukung sebelum dijadikan dasar rekomendasi.
4. Tarik Business Insight dari Hasil Analisis
Setelah menemukan pola yang relevan, langkah berikutnya adalah menerjemahkan hasil analisis menjadi business insight.
Artinya, perusahaan perlu memahami apa arti temuan tersebut, mengapa temuan itu penting, dan bagaimana kaitannya dengan tujuan bisnis.
Untuk membantu proses ini, jawab tiga pertanyaan berikut:
- Apa yang ditemukan? Identifikasi pola atau perubahan utama dalam data.
- Mengapa hal itu penting? Jelaskan dampaknya terhadap kinerja atau tujuan bisnis.
- Apa implikasinya? Tentukan masalah atau peluang yang perlu ditindaklanjuti.
5. Susun Alternatif Rekomendasi
Berdasarkan business insight yang diperoleh, susun beberapa alternatif tindakan yang berpotensi menyelesaikan masalah atau memanfaatkan peluang bisnis.
Hindari langsung memilih satu solusi tanpa mempertimbangkan pilihan lain.
Setiap alternatif perlu dievaluasi berdasarkan beberapa aspek, seperti:
- Potensi dampak terhadap tujuan bisnis.
- Biaya dan sumber daya yang dibutuhkan.
- Risiko serta kendala implementasi.
- Waktu yang diperlukan untuk memperoleh hasil.
6. Tentukan Rekomendasi Prioritas
Setelah menyusun alternatif, pilih rekomendasi yang paling relevan berdasarkan bukti analisis, manfaat potensial, urgensi, dan kemampuan perusahaan untuk menjalankannya.
Rekomendasi yang baik tidak selalu merupakan solusi dengan dampak terbesar, tetapi juga perlu mempertimbangkan kelayakan implementasinya.
Misalnya, jika perusahaan ingin meningkatkan konversi penjualan, memperbaiki proses pembayaran mungkin menjadi prioritas apabila data menunjukkan adanya kendala pada tahap tersebut.
Keputusan ini tetap perlu mempertimbangkan hasil validasi, biaya perbaikan, dan sumber daya yang tersedia.
7. Tetapkan KPI dan Rencana Implementasi
Rekomendasi perlu dilengkapi dengan rencana implementasi yang jelas agar dapat dijalankan dan dievaluasi.
Tentukan tindakan yang akan dilakukan, pihak yang bertanggung jawab, target waktu, serta indikator keberhasilan atau Key Performance Indicator (KPI).
Contohnya, jika rekomendasi bertujuan meningkatkan konversi penjualan, perusahaan dapat memantau perubahan tingkat konversi sebelum dan sesudah perbaikan diterapkan.
Jika bukti yang tersedia masih terbatas atau risiko implementasinya cukup tinggi, perusahaan dapat menguji rekomendasi melalui eksperimen atau proyek percontohan terlebih dahulu sebelum menerapkannya secara lebih luas.
8. Evaluasi Hasil dan Perbarui Rekomendasi
Langkah terakhir adalah mengevaluasi apakah rekomendasi yang diterapkan menghasilkan perubahan sesuai target.
Bandingkan hasil aktual dengan kondisi awal dan KPI yang telah ditentukan untuk menilai efektivitas tindakan.
Dari hasil evaluasi, perusahaan dapat menentukan langkah berikutnya:
- Mempertahankan rekomendasi jika hasilnya sesuai dengan target.
- Menyesuaikan strategi jika hasilnya belum optimal.
- Menguji alternatif lain jika rekomendasi tidak memberikan hasil yang diharapkan.
Baca Juga: 6 Prospek Karier Data Engineer 2027 yang Bisa Kamu Pertimbangkan
Contoh Business Recommendation Berdasarkan Data
Business recommendation dapat diterapkan dalam berbagai aspek bisnis, mulai dari meningkatkan penjualan hingga mengoptimalkan operasional.
Berikut beberapa contoh yang menunjukkan bagaimana temuan analisis dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti.
1. Rekomendasi untuk Meningkatkan Penjualan
Perusahaan menemukan penurunan tingkat konversi pada salah satu saluran penjualan. Untuk memahami kondisi tersebut, perusahaan menganalisis setiap tahap dalam proses pembelian.
- Temuan data: Tingkat konversi menurun pada salah satu saluran penjualan.
- Business insight: Penurunan terbesar terjadi pada tahap tertentu dalam proses pembelian.
- Rekomendasi: Periksa hambatan pada tahap tersebut dan uji perbaikan yang sesuai.
- Indikator keberhasilan: Tingkat konversi dan jumlah transaksi berhasil.
2. Rekomendasi untuk Meningkatkan Retensi Pelanggan
Perusahaan menemukan bahwa banyak pelanggan baru tidak melakukan pembelian kedua.
Temuan ini dapat menjadi dasar untuk mengevaluasi pengalaman pelanggan setelah transaksi pertama.
- Temuan data: Banyak pelanggan baru tidak melakukan pembelian kedua.
- Business insight: Ada kelompok pelanggan yang perlu dievaluasi pengalaman setelah pembeliannya.
- Rekomendasi: Uji program tindak lanjut atau penawaran yang relevan bagi kelompok tersebut.
- Indikator keberhasilan: Tingkat pembelian ulang dan retensi pelanggan.
3. Rekomendasi untuk Meningkatkan Efisiensi Operasional
Perusahaan mencatat peningkatan biaya pada proses operasional tertentu. Analisis lanjutan diperlukan untuk mengidentifikasi faktor yang berkontribusi terhadap kenaikan tersebut.
- Temuan data: Biaya operasional meningkat pada proses tertentu.
- Business insight: Peningkatan biaya terkonsentrasi pada proses yang perlu ditelusuri lebih lanjut.
- Rekomendasi: Evaluasi proses kerja, identifikasi pemborosan, dan uji perbaikan operasional.
- Indikator keberhasilan: Biaya per unit, waktu proses, dan tingkat kesalahan.
Apa Saja yang Harus Ada dalam Business Recommendation?
Business recommendation yang baik tidak hanya berisi usulan tindakan, tetapi juga menjelaskan alasan di balik rekomendasi dan cara mengukur keberhasilannya.
Agar mudah dipahami dan dapat ditindaklanjuti, berikut komponen yang perlu dicantumkan:
- Latar belakang masalah: Jelaskan kondisi bisnis, masalah yang dihadapi, dan tujuan yang ingin dicapai agar rekomendasi memiliki konteks yang jelas.
- Temuan utama: Sajikan hasil analisis data dan business insight yang menunjukkan masalah atau peluang yang perlu diperhatikan.
- Usulan tindakan: Berikan langkah spesifik yang dapat dilakukan perusahaan untuk mengatasi masalah atau memanfaatkan peluang tersebut.
- Alasan dan bukti: Jelaskan hubungan antara temuan analisis dan tindakan yang disarankan agar rekomendasi memiliki dasar yang kuat.
- Dampak yang diharapkan: Uraikan hasil yang ingin dicapai, termasuk asumsi yang digunakan dalam memperkirakan dampaknya.
- KPI keberhasilan: Tentukan indikator yang dapat digunakan untuk mengukur efektivitas rekomendasi, seperti tingkat konversi, retensi pelanggan, atau biaya operasional.
- Rencana implementasi: Cantumkan prioritas tindakan, penanggung jawab, kebutuhan sumber daya, dan jadwal evaluasi agar rekomendasi dapat dijalankan secara terarah.
Bagaimana Cara Menyampaikan Business Recommendation kepada Stakeholder?

Business recommendation perlu disampaikan secara terstruktur agar stakeholder dapat memahami masalah, menilai dasar rekomendasi, dan menentukan tindakan yang tepat. Agar penyampaiannya efektif, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan.
1. Mulai dari Masalah dan Tujuan Bisnis
Sebelum memaparkan hasil analisis, jelaskan masalah yang ingin diselesaikan dan tujuan bisnis yang ingin dicapai. Dengan begitu, stakeholder dapat memahami konteks rekomendasi sejak awal.
Hal yang perlu disampaikan:
- Masalah utama: Kondisi atau tantangan bisnis yang sedang dihadapi.
- Tujuan bisnis: Hasil yang ingin dicapai melalui rekomendasi.
- Dampak masalah: Pengaruhnya terhadap kinerja atau target perusahaan.
2. Sajikan Temuan Data yang Paling Relevan
Pilih temuan yang paling mendukung rekomendasi agar stakeholder dapat memahami inti analisis tanpa harus meninjau seluruh data. Gunakan visualisasi jika dapat membantu memperjelas informasi.
Beberapa hal yang bisa dilakukan:
- Tampilkan angka atau tren yang paling relevan dengan masalah.
- Gunakan grafik atau dashboard untuk mempermudah perbandingan.
- Soroti temuan utama dan hindari informasi yang tidak berkaitan langsung dengan keputusan.
3. Jelaskan Alasan di Balik Rekomendasi
Setelah memaparkan temuan, jelaskan bagaimana hasil analisis tersebut menjadi dasar tindakan yang disarankan.
Sampaikan pula asumsi dan keterbatasan analisis agar rekomendasi dapat dinilai secara objektif.
Pastikan untuk:
- Menghubungkan temuan data dengan tindakan yang diusulkan.
- Menjelaskan alasan memilih tindakan tersebut dibandingkan alternatif lain.
- Menguraikan potensi manfaat, asumsi, dan keterbatasan analisis.
4. Tutup dengan Langkah Selanjutnya
Akhiri penyampaian dengan langkah konkret yang dapat dipertimbangkan oleh stakeholder.
Tujuannya agar rekomendasi tidak berhenti sebagai hasil analisis, tetapi dapat ditindaklanjuti dan dievaluasi.
Hal yang perlu diperjelas:
- Tindakan: Langkah yang perlu dilakukan dan prioritasnya.
- Sumber daya: Waktu, anggaran, atau tim yang dibutuhkan.
- Indikator keberhasilan: Key performance indicator (KPI) untuk mengukur hasil.
- Jadwal evaluasi: Waktu untuk meninjau hasil dan menentukan penyesuaian berikutnya.
Apa Kesalahan yang Perlu Dihindari saat Membuat Business Recommendation?
Membuat business recommendation bukan sekadar menarik kesimpulan dari data, tetapi juga memastikan bahwa rekomendasi dapat digunakan untuk menentukan tindakan bisnis. Beberapa kesalahan dapat membuat rekomendasi kurang tepat atau sulit diterapkan.
Berikut hal-hal yang perlu dihindari:
- Analisis tanpa memahami masalah dan tujuan bisnis dapat menghasilkan rekomendasi yang tidak tepat sasaran.
- Data yang tidak akurat atau tidak sesuai dapat menghasilkan kesimpulan yang menyesatkan.
- Dua variabel yang berubah bersamaan belum tentu saling menyebabkan.
- Rekomendasi harus mencakup tindakan konkret, prioritas, dan target yang jelas.
- Pastikan rekomendasi realistis dan sesuai dengan kapasitas perusahaan.
- Tanpa indikator dan jadwal evaluasi, keberhasilan rekomendasi sulit diukur.
- Utamakan temuan utama, dampak bisnis, dan tindakan yang disarankan agar mudah dipahami stakeholder.
Baca Juga: 7 Cara Belajar Data Engineer untuk Pemula dari Dasar hingga Siap Berkarier
Apa Skill yang Dibutuhkan untuk Membuat Business Recommendation Berbasis Data?
Membuat business recommendation berbasis data membutuhkan perpaduan keterampilan teknis, analitis, dan bisnis.
Tujuannya bukan hanya menemukan pola dalam data, tetapi juga menerjemahkan temuan tersebut menjadi rekomendasi yang relevan dan dapat ditindaklanjuti.
Berikut empat keterampilan yang perlu dikuasai:
1. Kemampuan Data Analysis
Kemampuan data analysis membantu mengolah data dan menemukan pola yang relevan untuk mendukung rekomendasi. Beberapa kemampuan yang perlu dikuasai meliputi:
- Mengolah dan membersihkan data menggunakan spreadsheet atau SQL.
- Membaca tren dan mengidentifikasi pola dalam data.
- Menyajikan hasil analisis melalui tabel atau visualisasi data.
2. Berpikir Kritis dan Analitis
Keterampilan ini membantu mengevaluasi hasil analisis sebelum menarik kesimpulan. Dengan berpikir kritis, rekomendasi dapat disusun berdasarkan bukti, bukan asumsi semata.
Hal yang perlu diperhatikan:
- Memeriksa validitas dan relevansi data.
- Menguji asumsi serta mempertimbangkan faktor lain yang memengaruhi hasil.
- Membedakan fakta, interpretasi, dan dugaan.
3. Business Acumen
Business acumen adalah kemampuan memahami konteks dan kebutuhan bisnis agar rekomendasi sesuai dengan tujuan perusahaan.
Keterampilan ini membantu menghubungkan temuan data dengan kondisi nyata di lapangan.
Contohnya, memahami target penjualan, perilaku pelanggan, biaya operasional, dan KPI perusahaan sebelum mengusulkan perubahan strategi.
4. Komunikasi dan Data Storytelling
Hasil analisis perlu disampaikan dengan jelas agar stakeholder dapat memahami temuan dan menentukan tindakan yang tepat.
Kemampuan data storytelling membantu menyusun alur penjelasan yang menghubungkan data, business insight, dan rekomendasi.
Untuk menguasainya, kamu perlu mampu:
- Menjelaskan temuan utama dengan bahasa yang mudah dipahami.
- Memilih grafik atau visualisasi yang sesuai.
- Menghubungkan temuan data dengan dampak dan tindakan bisnis.
Kesimpulan
Membuat business recommendation berbasis data membutuhkan kombinasi kemampuan data analysis, berpikir kritis dan analitis, business acumen, serta komunikasi dan data storytelling.
Keempat keterampilan ini membantu mengolah data menjadi business insight, menyusun rekomendasi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan, dan menyampaikannya kepada stakeholder secara jelas.
Dengan begitu, rekomendasi yang dihasilkan tidak hanya didukung oleh data, tetapi juga relevan, realistis, dan dapat ditindaklanjuti untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis.

Kuasai Data Analytics untuk Membuat Business Recommendation yang Tepat!
Kemampuan data analytics membantu kamu mengolah data, menemukan business insight, dan menyusun rekomendasi yang relevan untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis.
Melalui program Fast Track Data Analytics dari Digital Skola, kamu bisa mengembangkan keterampilan analisis data yang dibutuhkan di dunia kerja.
Berikut keuntungan yang bisa kamu dapatkan:
- Beasiswa biaya pendidikan hingga 80%.
- 14 sesi intensif bersama tutor expert.
- Portofolio profesional.
- Bimbingan karier.
Daftar kelasnya sekarang! Segera daftarkan dirimu karena kuota terbatas dan peserta akan melalui proses seleksi.
FAQ
1. Apa perbedaan business recommendation dan business strategy?
Business recommendation adalah usulan tindakan untuk menjawab masalah atau peluang tertentu berdasarkan analisis. Sementara itu, business strategy merupakan arah dan rencana jangka panjang perusahaan untuk mencapai tujuan bisnis.
2. Siapa yang bertanggung jawab membuat business recommendation?
Business recommendation dapat dibuat oleh data analyst, business analyst, tim pemasaran, tim operasional, atau divisi lain yang memiliki data relevan. Penyusunannya juga dapat melibatkan beberapa tim agar rekomendasi sesuai dengan kebutuhan bisnis.
3. Tools apa yang bisa digunakan untuk membuat business recommendation?
Beberapa tools yang dapat digunakan antara lain Microsoft Excel atau Google Sheets untuk mengolah data, SQL untuk mengambil data dari database, serta Tableau atau Power BI untuk membuat visualisasi dan dashboard.
4. Apakah business recommendation harus selalu menggunakan data dalam jumlah besar?
Tidak. Business recommendation dapat dibuat menggunakan data dalam jumlah terbatas selama data tersebut relevan, akurat, dan cukup untuk mendukung analisis. Hal terpenting adalah kualitas data dan kesesuaiannya dengan masalah bisnis yang ingin diselesaikan.
5. Bagaimana cara mengetahui business recommendation berhasil?
Keberhasilan rekomendasi dapat dinilai dengan membandingkan hasil implementasi terhadap KPI dan target yang telah ditentukan. Evaluasi dapat mencakup perubahan penjualan, tingkat retensi pelanggan, efisiensi biaya, atau indikator lain yang sesuai dengan tujuan rekomendasi.