HomepageBlog8 Tips Switch Career Menjadi Data Analyst Agar Lebih Siap Kerja
5 min read

8 Tips Switch Career Menjadi Data Analyst Agar Lebih Siap Kerja

Tayang 13 Juli 2026 Diperbarui: 13 Juli 2026
Ditulis oleh:
digitalskola

Digital Skola Content Team

Share


Tips Switch Career Menjadi Data Analyst

Rangkuman

  • Switch career menjadi Data Analyst sangat mungkin dilakukan, bahkan bagi mereka yang tidak memiliki latar belakang IT atau pengalaman di bidang data.
  • Skill utama yang perlu dipelajari meliputi Excel, SQL, data visualization, statistik dasar, dan business understanding.
  • Membangun portofolio dan terus berlatih menjadi langkah penting untuk meningkatkan peluang mendapatkan pekerjaan di bidang Data Analytics.
  • Kembangkan skill Data Analytics bersama Digital Skola dan buka peluang karier baru di bidang data.

Tips switch career menjadi Data Analyst banyak dicari oleh profesional yang ingin beralih ke bidang data, tetapi bingung harus mulai dari mana.

Kabar baiknya, menjadi Data Analyst tidak harus dimulai dari latar belakang IT atau pengalaman di bidang data.

Simak beberapa tips berikut untuk memulai perjalananmu menjadi Data Analyst.

Apakah Bisa Switch Career Menjadi Data Analyst?

Bisa. Banyak Data Analyst saat ini berasal dari latar belakang non-teknis, seperti ekonomi, akuntansi, manajemen, hingga komunikasi.

Di industri data, skill, pengalaman mengerjakan project, dan portofolio sering kali lebih diperhatikan dibandingkan latar belakang pendidikan atau jurusan tertentu.

Selama memiliki kemauan untuk belajar dan terus berlatih, siapa pun memiliki peluang untuk switch career menjadi Data Analyst.

Mengapa Banyak Orang Tertarik Switch Career ke Data Analyst?

Selain memiliki prospek karier yang menjanjikan, kebutuhan akan talenta data juga terus meningkat di berbagai industri.

Berikut beberapa alasan mengapa banyak orang tertarik untuk beralih karier menjadi Data Analyst.

1. Permintaan Talenta Data Terus Meningkat

Semakin banyak perusahaan yang memanfaatkan data untuk mengambil keputusan bisnis.

Kondisi ini membuat kebutuhan akan profesional yang mampu mengolah dan menganalisis data terus meningkat.

Tidak hanya perusahaan teknologi, berbagai sektor seperti perbankan, kesehatan, pendidikan, hingga e-commerce juga membutuhkan Data Analyst.

2. Skill Data Dibutuhkan di Banyak Industri

Salah satu keunggulan berkarier sebagai Data Analyst adalah keterampilan yang dimiliki dapat diterapkan di berbagai industri.

Kemampuan mengolah dan menganalisis data menjadi kebutuhan penting bagi banyak perusahaan, terlepas dari bidang bisnisnya.

Hal ini memberikan peluang yang lebih luas bagi seseorang yang ingin berkarier di bidang data karena tidak terbatas pada satu industri tertentu saja.

3. Peluang Karier dan Jenjang yang Menarik

Karier di bidang data menawarkan banyak peluang untuk terus berkembang.

Setelah memiliki pengalaman sebagai Data Analyst, seseorang dapat mengembangkan karier ke posisi lain yang lebih spesifik atau lebih senior.

Beberapa jalur karier yang dapat dipertimbangkan antara lain:

  • Senior Data Analyst
  • Business Intelligence Analyst
  • Analytics Manager
  • Data Scientist
  • Data Engineer

4. Bisa Berasal dari Berbagai Latar Belakang Pendidikan

Banyak orang mengira profesi Data Analyst hanya diperuntukkan bagi lulusan teknologi atau ilmu komputer.

Padahal, banyak profesional di bidang data berasal dari jurusan non-teknis, seperti ekonomi, akuntansi, manajemen, psikologi, hingga komunikasi.

Selama memiliki kemauan untuk belajar dan mengembangkan skill yang dibutuhkan, siapa pun memiliki kesempatan untuk membangun karier sebagai Data Analyst, meskipun berasal dari latar belakang pendidikan yang berbeda.

Baca Juga: Mengapa Python dan SQL Jadi Fondasi Wajib di Bootcamp Data Science? Ini Alasannya

Skill Apa yang Harus Dipelajari untuk Menjadi Data Analyst?

Skill Apa yang Harus Dipelajari untuk Menjadi Data Analyst

Untuk menjadi seorang Data Analyst, kamu tidak perlu menguasai semua skill sekaligus.

Berikut beberapa skill yang sebaiknya mulai kamu pelajari.

1. Microsoft Excel

Microsoft Excel masih menjadi salah satu tools yang paling sering digunakan dalam pekerjaan berbasis data.

Banyak perusahaan menggunakan Excel untuk mengolah, menganalisis, dan menyajikan data dalam bentuk yang lebih mudah dipahami.

Beberapa kemampuan yang perlu dipelajari, antara lain:

  • Menggunakan formula dan fungsi dasar.
  • Membuat pivot table.
  • Melakukan data cleaning sederhana.
  • Membuat grafik dan laporan.

2. SQL dan Database

Sebagian besar data perusahaan disimpan di dalam database.

Oleh karena itu, kemampuan menggunakan SQL menjadi salah satu skill yang paling banyak dicari dalam lowongan pekerjaan Data Analyst.

Dengan SQL, kamu dapat:

  • Mengambil data dari database.
  • Menggabungkan data dari beberapa tabel.
  • Melakukan filtering dan agregasi data.
  • Menyiapkan data untuk proses analisis.

3. Data Visualization

Seorang Data Analyst tidak hanya mengolah data, tetapi juga perlu menyajikan hasil analisis agar mudah dipahami oleh stakeholder. Di sinilah kemampuan data visualization menjadi penting.

Beberapa hal yang perlu dipelajari meliputi:

  • Membuat grafik dan dashboard.
  • Memilih visualisasi yang sesuai dengan jenis data.
  • Menyampaikan insight melalui visual.
  • Menggunakan tools seperti Tableau atau Power BI.

4. Statistik Dasar

Data Analyst tidak harus menjadi ahli statistik, tetapi pemahaman dasar tetap diperlukan agar dapat menginterpretasikan data dengan benar.

Beberapa konsep yang perlu dipahami antara lain:

  • Mean, median, dan modus.
  • Persentase dan pertumbuhan data.
  • Korelasi sederhana.
  • Distribusi data.

5. Python (Opsional tetapi Menjadi Nilai Tambah)

Python bukanlah skill wajib untuk semua posisi Data Analyst, tetapi menguasainya dapat menjadi nilai tambah yang besar.

Python dapat membantu mengotomatisasi pekerjaan dan mengolah data dalam jumlah besar dengan lebih efisien.

Python biasanya digunakan untuk:

  • Membersihkan data.
  • Mengolah data secara otomatis.
  • Membuat visualisasi data.
  • Melakukan analisis yang lebih kompleks.

6. Business Understanding

Data tidak akan memberikan dampak jika tidak dipahami dalam konteks bisnis.

Oleh karena itu, seorang Data Analyst perlu memahami tujuan perusahaan dan permasalahan yang ingin diselesaikan melalui data.

Kemampuan business understanding membantu kamu untuk:

  • Memilih data yang relevan untuk dianalisis.
  • Memahami kebutuhan stakeholder.
  • Memberikan rekomendasi yang lebih tepat.
  • Mengubah data menjadi insight yang dapat ditindaklanjuti.

Tips Switch Career Menjadi Data Analyst

Beralih karier ke bidang Data Analytics memang membutuhkan waktu dan proses belajar yang konsisten.

Berikut beberapa tips yang dapat membantu proses switch career menjadi Data Analyst.

1. Tentukan Alasan dan Tujuan Beralih Karier

Sebelum mulai belajar, pahami terlebih dahulu alasan mengapa kamu ingin beralih ke bidang Data Analytics.

Tujuan yang jelas akan membantumu tetap termotivasi dan lebih fokus selama proses belajar.

Beberapa alasan yang umum, misalnya:

  • Ingin mencoba bidang karier baru.
  • Tertarik bekerja dengan data dan teknologi.
  • Mencari peluang karier yang lebih luas.
  • Ingin meningkatkan skill yang relevan dengan kebutuhan industri.

2. Pelajari Skill Dasar Data Analytics

Tidak perlu mempelajari semua hal sekaligus. Mulailah dari skill dasar yang paling sering digunakan dalam pekerjaan seorang Data Analyst.

Beberapa skill yang sebaiknya dipelajari terlebih dahulu, yaitu:

  • Microsoft Excel.
  • SQL dan database.
  • Statistik dasar.
  • Data visualization.
  • Dasar-dasar Python.

Baca Juga: Sambil Kerja Tetap Bisa Ikut Bootcamp? Ini Tips Atur Waktu Anti Burnout

3. Fokus pada Satu Learning Path

Banyak pemula merasa bingung karena mencoba mempelajari terlalu banyak hal dalam waktu yang bersamaan.

Padahal, belajar secara bertahap dan terstruktur biasanya lebih efektif.

Misalnya, kamu dapat membuat urutan belajar seperti berikut:

  • Excel.
  • SQL.
  • Data visualization.
  • Statistik dasar.
  • Python.

4. Kerjakan Project dan Bangun Portofolio

Portofolio sering kali lebih penting daripada latar belakang pendidikan atau jurusan.

Melalui project, perusahaan dapat melihat kemampuanmu dalam mengolah dan menganalisis data.

Beberapa ide project yang dapat dikerjakan antara lain:

  • Analisis penjualan.
  • Analisis data pelanggan.
  • Dashboard performa bisnis.
  • Analisis data publik.

5. Ikuti Bootcamp atau Komunitas Belajar

Belajar sendiri memang memungkinkan, tetapi mengikuti bootcamp atau komunitas dapat membantu proses belajar menjadi lebih terstruktur.

Beberapa manfaat yang bisa diperoleh antara lain:

  • Mendapatkan kurikulum yang terarah.
  • Belajar bersama mentor dan praktisi industri.
  • Memperluas networking.
  • Mendapatkan feedback terhadap project yang dikerjakan.

6. Bangun Personal Branding di LinkedIn

LinkedIn dapat menjadi tempat untuk menunjukkan proses belajar dan kemampuan yang kamu miliki.

Banyak recruiter juga menggunakan platform ini untuk mencari kandidat di bidang data.

Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:

  • Membagikan project dan hasil belajar.
  • Menulis insight atau pengalaman belajar.
  • Mengikuti praktisi di bidang data.
  • Membangun jaringan profesional.

7. Mulai Melamar dan Jangan Takut Ditolak

Banyak career switcher menunda melamar pekerjaan karena merasa belum cukup siap.

Padahal, proses melamar kerja juga merupakan bagian dari proses belajar.

Cobalah untuk:

  • Mulai melamar posisi yang sesuai dengan kemampuanmu.
  • Mengikuti proses interview untuk menambah pengalaman.
  • Mengevaluasi kekurangan dari setiap proses seleksi.
  • Terus memperbaiki CV dan portofolio.

8. Terus Belajar dan Tingkatkan Skill

Bidang data terus berkembang dan selalu menghadirkan tools serta teknologi baru.

Oleh karena itu, seorang Data Analyst perlu memiliki keinginan untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan.

Beberapa cara yang dapat dilakukan, yaitu:

  • Mengikuti kursus atau bootcamp lanjutan.
  • Membaca artikel dan mengikuti perkembangan industri.
  • Mengerjakan project baru.
  • Belajar dari komunitas dan praktisi.

Bagaimana Cara Membangun Portofolio Data Analyst?

Bagaimana Cara Membangun Portofolio Data Analyst

Portofolio merupakan salah satu hal yang paling penting bagi career switcher yang ingin menjadi Data Analyst.

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membangun portofolio Data Analyst.

1. Gunakan Dataset Publik

Kamu tidak perlu menunggu memiliki data dari perusahaan untuk mulai membuat portofolio.

Saat ini, banyak dataset publik yang dapat digunakan untuk berlatih dan mengerjakan project Data Analytics.

Beberapa sumber dataset yang dapat dimanfaatkan, antara lain:

  • Kaggle.
  • Google Dataset Search.
  • Data pemerintah atau open data.
  • Dataset dari berbagai kompetisi data.

2. Kerjakan Studi Kasus Bisnis

Portofolio yang baik tidak hanya menampilkan kemampuan teknis, tetapi juga kemampuan menyelesaikan masalah bisnis melalui data.

Contoh studi kasus yang dapat dikerjakan, yaitu:

  • Analisis penjualan dan pendapatan.
  • Analisis perilaku pelanggan.
  • Analisis performa pemasaran.
  • Analisis tingkat retensi pelanggan.

3. Buat Dashboard dan Visualisasi Data

Hasil analisis akan lebih menarik jika disajikan dalam bentuk visual yang mudah dipahami.

Karena itu, cobalah membuat dashboard atau visualisasi data dari project yang telah dikerjakan.

Beberapa hal yang dapat ditampilkan dalam dashboard, antara lain:

  • Key Performance Indicators (KPI).
  • Tren dan pertumbuhan data.
  • Perbandingan performa antar kategori.
  • Insight dan rekomendasi bisnis.

4. Unggah Project ke GitHub atau LinkedIn

Project yang hanya tersimpan di laptop akan sulit dilihat oleh recruiter.

Oleh karena itu, publikasikan hasil belajarmu melalui platform profesional agar lebih mudah ditemukan.

Beberapa hal yang dapat dilakukan, yaitu:

  • Mengunggah kode dan dokumentasi project di GitHub.
  • Membagikan dashboard atau insight di LinkedIn.
  • Menjelaskan proses analisis dan temuan dari project.
  • Menunjukkan tools dan skill yang digunakan.

Apa Tantangan yang Sering Dihadapi Saat Switch Career ke Data Analyst?

Banyak career switcher menghadapi berbagai tantangan, mulai dari rasa tidak percaya diri hingga kebingungan dalam menentukan langkah belajar yang tepat.

Pahami apa saja tantangannya berikut ini:

1. Merasa Tertinggal dari Orang Lain

Banyak career switcher merasa tertinggal ketika melihat orang lain yang sudah memiliki pengalaman atau latar belakang pendidikan di bidang teknologi dan data.

Perasaan ini sering membuat seseorang meragukan kemampuan dirinya sendiri dan takut untuk memulai. Padahal, setiap orang memiliki perjalanan belajar yang berbeda.

Daripada membandingkan diri dengan orang lain, lebih baik fokus pada progres dan konsistensi belajar yang kamu lakukan setiap hari.

2. Tidak Memiliki Latar Belakang IT

Salah satu kekhawatiran terbesar bagi career switcher adalah tidak memiliki latar belakang teknologi atau ilmu komputer.

Banyak orang berpikir bahwa profesi Data Analyst hanya diperuntukkan bagi lulusan IT.

Padahal, banyak profesional di bidang data berasal dari jurusan non-teknis, seperti ekonomi, akuntansi, manajemen, hingga komunikasi.

Yang terpenting adalah kemauan untuk belajar dan mengembangkan skill yang dibutuhkan di bidang Data Analytics.

3. Bingung Memulai Belajar

Banyaknya materi dan tools yang perlu dipelajari sering membuat pemula merasa bingung harus mulai dari mana.

Tidak sedikit orang yang akhirnya mencoba mempelajari terlalu banyak hal sekaligus sehingga proses belajarnya menjadi tidak terarah.

Agar lebih efektif, cobalah membuat learning path yang jelas dan fokus mempelajari satu keterampilan terlebih dahulu sebelum beralih ke materi lainnya.

4. Kurang Percaya Diri saat Melamar Pekerjaan

Banyak career switcher menunda melamar pekerjaan karena merasa belum cukup pintar atau belum memiliki pengalaman kerja di bidang data.

Padahal, proses melamar dan mengikuti interview juga merupakan bagian dari proses belajar.

Membangun portofolio, mengerjakan project, dan terus meningkatkan kemampuan dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri.

Ingat, tidak ada kandidat yang benar-benar sempurna, dan setiap proses seleksi merupakan kesempatan untuk belajar dan berkembang.

Baca Juga: Apakah Harus Bisa Matematika dan Statistik untuk Menjadi Data Analyst? Simak Penjelasannya

Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Switch Career Menjadi Data Analyst?

Tidak ada waktu yang pasti untuk switch career menjadi Data Analyst karena setiap orang memiliki latar belakang, pengalaman, dan waktu belajar yang berbeda.

Proses ini sangat bergantung pada konsistensi belajar, intensitas latihan, serta seberapa aktif kamu mengerjakan project dan membangun portofolio.

Namun, banyak career switcher yang berhasil mendapatkan pekerjaan di bidang Data Analytics dalam beberapa bulan hingga sekitar satu tahun setelah belajar secara konsisten.

Apakah Lulusan Non-Teknis Bisa Menjadi Data Analyst?

Tentu bisa. Bahkan, banyak Data Analyst saat ini berasal dari latar belakang non-teknis dan berhasil membangun karier di bidang data.

Hal ini karena industri data lebih menekankan pada kemampuan, pengalaman mengerjakan project, dan portofolio dibandingkan jurusan atau latar belakang pendidikan tertentu.

Beberapa jurusan yang cukup sering beralih karier ke bidang Data Analytics antara lain:

  • Ekonomi
  • Akuntansi
  • Manajemen
  • Psikologi
  • Pendidikan
  • Komunikasi

Pada akhirnya, jurusan bukanlah faktor penentu utama untuk menjadi seorang Data Analyst. Yang lebih penting adalah:

  • Memiliki kemauan untuk terus belajar.
  • Konsisten berlatih dan mengembangkan skill.
  • Membangun portofolio yang relevan untuk menunjukkan kemampuan yang dimiliki.

Dengan strategi belajar yang tepat dan komitmen yang kuat, lulusan non-teknis pun memiliki peluang yang sama untuk berkarier sebagai Data Analyst.

Kesimpulan

Switch career menjadi Data Analyst sangat mungkin dilakukan, bahkan tanpa latar belakang IT.

Kuncinya adalah fokus mempelajari skill yang relevan, membangun portofolio, dan terus berlatih secara konsisten.

Dengan kemauan belajar yang tinggi dan strategi belajar yang tepat, siapa pun memiliki peluang untuk membangun karier di bidang Data Analytics.

Bangun Masa Depanmu di Industri Data Bersama Digital Skola

Beralih karier ke bidang Data Analytics tidak harus dilakukan sendirian, kamu bisa melakukannya bersama kami.

Di Digital Skola, kamu bisa:

  • Belajar melalui program Fast Track Data Analytics yang dirancang untuk pemula maupun profesional yang ingin switch career.
  • Mengikuti 14 sesi live learning bersama tutor expert yang berpengalaman di bidang data.
  • Mendapatkan pengalaman belajar yang beginner friendly, bahkan jika kamu belum memiliki latar belakang teknis.
  • Membangun portofolio profesional melalui project nyata untuk memperkuat CV dan LinkedIn.
  • Mendapatkan bimbingan karier hingga siap kerja agar lebih percaya diri memasuki industri data.
  • Berkesempatan memperoleh beasiswa biaya pendidikan hingga 80%.

Daftar kelasnya sekarang agar kamu siap bekerja di industri data dengan maksimal.

FAQ

1. Apakah usia menjadi penghalang untuk switch career ke Data Analyst?

Tidak. Banyak profesional berhasil beralih ke bidang Data Analytics di berbagai usia selama memiliki kemauan untuk belajar dan mengembangkan skill.

2. Apakah saya perlu resign sebelum belajar Data Analytics?

Tidak harus. Banyak career switcher mempelajari Data Analytics sambil tetap bekerja dan membangun portofolio secara bertahap.

3. Apakah sertifikat penting untuk menjadi Data Analyst?

Sertifikat dapat menjadi nilai tambah, tetapi recruiter biasanya juga melihat skill, project, dan portofolio yang kamu miliki.

4. Berapa banyak project yang dibutuhkan untuk mulai melamar pekerjaan Data Analyst?

Tidak ada jumlah yang pasti. Namun, memiliki beberapa project yang relevan dan menunjukkan kemampuan analisis data sudah cukup untuk memperkuat portofolio.

5. Apakah saya bisa menjadi Data Analyst tanpa pengalaman kerja di bidang data?

Bisa. Banyak perusahaan membuka peluang bagi fresh graduate dan career switcher yang memiliki skill, portofolio, dan kemauan untuk terus belajar.