HomepageBlogLive Shopping: Pengertian, Contoh, Cara Kerja dan Strateginya
5 min read

Live Shopping: Pengertian, Contoh, Cara Kerja dan Strateginya

Tayang 23 Juni 2025 Diperbarui: 23 Juni 2025
Ditulis oleh:
digitalskola

Digital Skola Content Team

Share


apa itu live shopping

Apa itu live shopping? Ini bentuk baru dari belanja online melalui siaran langsung dan interaksi real-time dengan pelanggan. Model ini semakin populer karena menghadirkan pengalaman belanja yang lebih personal, interaktif, dan mendorong keputusan beli lebih cepat. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Baca Juga: Apa Itu Live Streaming: Panduan Lengkap untuk Pemula

Apa Itu Live Shopping?

Live shopping adalah metode penjualan produk melalui siaran langsung (live streaming) di platform digital seperti Instagram, TikTok, Shopee Live, atau YouTube. 

Dalam sesi ini, host—baik dari brand maupun influencer—menampilkan produk secara langsung, mendemonstrasikan cara pakai, menjawab pertanyaan audiens, hingga memberi penawaran eksklusif yang hanya berlaku selama live berlangsung. 

Model ini menggabungkan unsur hiburan, interaksi, dan transaksi secara real-time, sehingga lebih engaging dibanding metode jualan konvensional.

Apa Perbedaan Live Shopping dengan E-Commerce Biasa?

Perbedaan utama antara live shopping dan e-commerce biasa terletak pada interaktivitas dan pengalaman real-time. Berikut perbedaan utamanya:

AspekLive ShoppingE-Commerce Biasa
InteraktivitasAudiens bisa bertanya langsung dan mendapat respon saat itu jugaTidak ada interaksi langsung dengan penjual
Urgensi WaktuPromo eksklusif hanya berlaku selama live berlangsungPromo atau diskon bisa berlaku lebih lama
Pengalaman BelanjaHiburan + Transaksi – Dikemas secara fun, mirip acara TV belanjaFokus pada katalog – Hanya menampilkan deskripsi dan foto produk
StorytellingHost sering bercerita atau menunjukkan langsung penggunaan produkTidak ada storytelling secara langsung dari penjual

Live shopping memberikan pengalaman yang lebih imersif dan personal, sehingga cenderung meningkatkan engagement sekaligus mempercepat proses pengambilan keputusan pembelian.

Mengapa Live Shopping Semakin Populer?

Live shopping kini jadi tren global karena memberi pengalaman belanja yang bukan hanya praktis, tapi juga interaktif dan menghibur. Berikut dua alasan utamanya berdasarkan data dari World Metrics:

1. Keunggulan Live Shopping untuk Penjual dan Pembeli

  • Engagement tinggi: 70 % Gen Z pernah membeli setelah mengikuti live shopping, sementara 55 % pengguna kembali menonton stream karena interaktivitasnya.
  • Konversi cepat: Tingkat konversi live shopping bisa mencapai 30 %, jauh lebih tinggi dibanding e‑commerce biasa yang rata‑rata 1–3 %.
  • Nilai transaksi lebih besar: Rata‑rata pembelanjaan di live streaming 3–4 kali lebih tinggi daripada belanja online biasa.

2. Efektivitas Live Shopping dalam Meningkatkan Penjualan

  • Penjualan global melesat: Nilai market live commerce diperkirakan mencapai US$25 miliar pada 2023 dan diproyeksikan tumbuh hingga US$55 miliar pada 2026.
  • Penurunan retur produk: 40 % brand mencatat penurunan retur karena demo produk secara langsung membuat pembeli lebih percaya.
  • Brand awareness meningkat: Sebanyak 85 % brand yang menggunakan live shopping mengalami peningkatan awareness.

Dengan data tersebut, jelas bahwa live shopping bukan tren sesaat. Ini merupakan revolusi dalam e-commerce yang menggabungkan hiburan, interaktivitas, dan urgensi yang membantu brand dan pembeli saling mendapatkan nilai optimal dalam satu ekosistem.

Bagaimana Cara Kerja Live Shopping?

Live shopping bekerja dengan menggabungkan siaran langsung dan fitur transaksi online secara real-time. Format ini memungkinkan penjual untuk menampilkan produk, menjelaskan manfaatnya, dan langsung menjawab pertanyaan audiens. 

Sementara itu, penonton bisa langsung membeli produk tanpa harus meninggalkan sesi live. Simak cara kerjanya berikut ini:

  • Brand atau seller memulai sesi siaran langsung lewat platform digital (seperti TikTok, Instagram, atau e-commerce).
  • Host (bisa brand owner, KOL, atau sales) menjelaskan produk, mendemonstrasikan, dan menjawab pertanyaan audiens.
  • Link pembelian atau keranjang muncul di layar selama live berlangsung.
  • Penonton bisa langsung klik dan checkout saat itu juga, tanpa harus keluar dari tayangan.
  • Banyak sesi live juga menyertakan promo terbatas waktu untuk meningkatkan urgensi beli.

Beberapa platform populer untuk live shopping antara lain:

  • TikTok Live Shopping
  • Instagram Live + Shopping Tag
  • Shopee Live & Tokopedia Play
  • YouTube Live (dengan fitur tag produk)
  • Lazada Live dan Blibli Live

Live shopping bisa dijalankan oleh berbagai pihak, di antaranya:

  • Brand Owner: Untuk memperkenalkan dan menjual langsung produk mereka.
  • KOL & Influencer: Untuk menarik audiens lebih luas dengan pengaruh personal mereka.
  • Seller/Reseller: Untuk mempromosikan produk secara langsung ke komunitas atau pelanggan mereka.
  • Marketplace Official Account: Untuk campaign besar atau brand partnership khusus.

Baca Juga:  7 Cara Hitung ROI Sosial Media Agar Cuan

Bagaimana Strategi Live Shopping yang Efektif?

apa itu live shopping

Agar sesi live shopping benar-benar berdampak bagi penjualan dan engagement, dibutuhkan persiapan yang matang dan strategi yang tepat. Tidak cukup hanya tampil di depan kamera, kamu juga harus memastikan audiens tetap tertarik, terlibat, dan akhirnya terdorong untuk membeli. Berikut strategi yang bisa kamu terapkan:

1. Mempersiapkan Sesi Live Shopping

Sesi live yang sukses dimulai dari perencanaan konten yang jelas dan teknis yang siap. Beberapa hal penting yang perlu disiapkan:

  • Skrip atau rundown: Tetapkan alur live, mulai dari perkenalan, demonstrasi produk, sesi tanya jawab, hingga penutup.
  • Kualitas teknis: Gunakan kamera dan mikrofon yang jernih, serta pastikan koneksi internet stabil.
  • Visual pendukung: Siapkan properti, banner, atau grafis harga agar informasi tersampaikan dengan jelas.
  • Stok & sistem pembelian: Pastikan stok cukup dan ada sistem pembelian cepat, misalnya lewat link WhatsApp atau toko online.

2. Tips Menarik Audiens Selama Live

Menjaga perhatian audiens menjadi tantangan utama selama live berlangsung. Beberapa tips berikut bisa membantumu:

  • Mulai dengan hook: Buka dengan pertanyaan menarik atau teaser promo.
  • Gunakan host yang engaging: Pilih MC atau talent yang komunikatif, ekspresif, dan paham produk.
  • Libatkan audiens: Baca komentar, jawab pertanyaan, dan sebut nama mereka untuk meningkatkan kedekatan.
  • Gunakan polling atau kuis: Aktivitas kecil ini bisa meningkatkan interaksi sekaligus keseruan live.
  • Berikan teaser diskon atau bonus: Misalnya, “tunggu sampai menit ke-20, ada kejutan!”

3. Membuat CTA (Call to Action) yang Efektif

CTA adalah penentu apakah audiens akan langsung beli atau hanya menonton saja. Berikut cara membuat CTA yang efektif:

  • Gunakan kalimat yang jelas dan spesifik, misalnya: “Klik link di bio sekarang untuk dapat diskon 30%!” atau  “Ketik ‘BELI SEKARANG’ di komentar, tim kami akan hubungi kamu langsung!”
  • Ciptakan urgensi: Tambahkan batas waktu seperti “hanya untuk 10 orang pertama” atau “promo hanya berlaku selama live”.
  • Tampilkan bukti sosial: Tunjukkan jika sudah ada orang yang beli, agar audiens lain terdorong ikut membeli.

4 Contoh Brand yang Sukses Menggunakan Live Shopping

Banyak brand, baik lokal maupun global, telah membuktikan efektivitas live shopping dalam mendorong penjualan dan meningkatkan interaksi pelanggan. Dengan mengemas sesi live secara menarik dan interaktif, mereka berhasil mengubah audiens pasif menjadi pembeli aktif. Berikut beberapa contohnya:

1. Sociolla (Indonesia)

Sociolla, brand kecantikan lokal, rutin menggelar live shopping di platform Shopee Live dan TikTok Shop. Dampaknya:

  • Meningkatkan awareness terhadap produk baru dengan demonstrasi langsung.
  • Banyak produk sold out hanya dalam satu sesi live berkat penawaran eksklusif dan interaksi aktif dengan penonton.
  • Membangun kedekatan antara brand dan konsumen, terutama lewat sesi Q&A langsung dengan beauty expert.

2. Erigo (Indonesia)

Brand fashion Erigo memanfaatkan live shopping untuk kampanye diskon besar di marketplace. Dampaknya:

  • Dalam beberapa kampanye, penjualan naik hingga 3 kali lipat dibandingkan hari biasa.
  • Audiens lebih engaged karena sesi live juga diisi dengan mini fashion show dan giveaway.
  • Menjadi cara yang efektif untuk menghabiskan stok produk secara cepat.

3. L’Oréal (Global)

L’Oréal sukses menjalankan live shopping di Tmall (China) dan YouTube Live, menggandeng beauty influencer ternama. Dampaknya:

  • Meningkatkan konversi pembelian secara signifikan, terutama saat peluncuran produk baru.
  • Menjadi bagian dari strategi omnichannel mereka untuk menyatukan pengalaman digital dan retail.
  • Live yang dipandu influencer terbukti lebih menarik dan menciptakan trust di kalangan audiens.

4. Nike (Global)

Nike menggunakan live shopping sebagai bagian dari peluncuran koleksi eksklusif. Dampaknya:

  • Menciptakan hype dan eksklusivitas, sehingga produk habis dalam hitungan menit.
  • Audiens merespons positif karena bisa melihat fitur dan manfaat produk langsung dari atlet atau brand ambassador.
  • Strategi ini juga membantu mereka menjangkau segmen Gen Z yang aktif di TikTok dan Instagram.

Contoh-contoh di atas menunjukkan bahwa live shopping bukan hanya tren sesaat, tapi strategi nyata untuk meningkatkan penjualan, memperluas jangkauan, dan membangun koneksi yang lebih personal dengan audiens.

Apakah Live Shopping Cocok untuk Semua Bisnis?

apa itu live shopping

Live shopping memang menawarkan potensi besar dalam hal penjualan dan interaksi, tetapi efektivitasnya sangat tergantung pada jenis produk dan karakteristik audiens. Tidak semua bisnis akan mendapatkan hasil maksimal dari strategi ini, namun bagi beberapa kategori, live shopping bisa menjadi channel pemasaran yang sangat kuat.

Berikut jenis industri yang paling cocok:

1. Fashion dan Aksesoris

Live shopping cocok untuk fashion karena memungkinkan penjual menunjukkan detail bahan, ukuran, hingga cara mix & match. Interaksi real-time juga membantu menjawab pertanyaan pembeli dengan cepat.

2. Kecantikan dan Skincare

Brand kecantikan bisa memanfaatkan demonstrasi pemakaian produk atau review langsung dari influencer. Konten seperti before-after, tips pemakaian, dan rekomendasi produk sangat efektif dalam format live.

3. Makanan & Minuman

Bisnis F&B seperti UMKM makanan kekinian hingga restoran besar bisa gunakan live shopping untuk unboxing produk, review rasa, atau demo penyajian. Biasanya dipadukan dengan diskon terbatas untuk mendorong FOMO.

4. Elektronik dan Gadget

Produk teknologi juga cocok untuk live shopping karena calon pembeli ingin melihat langsung fitur, performa, dan perbandingan antar produk. Edukasi lewat live ini membantu menurunkan keraguan sebelum membeli.

5. Produk Lifestyle & Home Living

Perabot rumah, perlengkapan dapur, dan dekorasi rumah juga banyak diminati saat live karena visualisasi langsung sangat membantu pembeli dalam membayangkan produk di kehidupan nyata.

Baca Juga: 8 Tips Menulis Caption yang Bikin Berhenti Scroll

Apakah Live Shopping Akan Menjadi Standar Baru dalam E-Commerce?

Live shopping kemungkinan besar akan menjadi bagian penting dari pengalaman e-commerce, terutama di pasar Asia seperti China, yang telah lebih dulu menerapkan tren ini secara masif. 

Menurut data McKinsey, penjualan melalui live commerce diperkirakan tumbuh tiga kali lebih cepat dibanding e-commerce tradisional, dan bisa mencapai 10–20% dari total e-commerce global pada 2026.

Faktor yang mendorong tren ini antara lain:

  • Perkembangan teknologi livestream dan AI interaktif
  • Kecenderungan konsumen mencari pengalaman belanja yang real-time dan personal
  • Efektivitas dalam meningkatkan engagement dan konversi

Namun, keberhasilan live shopping tetap bergantung pada kreativitas konten, pemilihan host yang tepat, serta konsistensi dalam membangun komunitas. 

Bagi brand yang mampu menyesuaikan strategi dan memanfaatkan teknologi, live shopping bukan hanya tren sementara tapi standar baru dalam belanja digital.

Kesimpulan

Live shopping menjadi strategi digital marketing yang kian diminati karena mampu menghadirkan pengalaman berbelanja yang interaktif, real-time, dan lebih personal. 

Untuk bisa memaksimalkan potensi ini, penting bagi pelaku bisnis memahami cara kerja, strategi, hingga teknologi yang mendukungnya. 

Salah satu langkah tepat yaitu dengan memperdalam kemampuan lewat program pelatihan yang relevan seperti yang disediakan Digital Skola. 

Optimalkan Strategi Live Shopping Lewat Program Social Media Marketing AI-Powered

Melalui program Social Media Marketing AI-Powered ini, kamu akan:

  • Belajar membuat konten interaktif yang cocok untuk live shopping
  • Menguasai strategi campaign, copywriting, visual content, dan ads
  • Memahami penggunaan AI untuk efisiensi dan analisis performa
  • Dapat bimbingan langsung dari mentor expert di industri digital

Yuk konsultasi gratis sekarang dan temukan strategi paling efektif untuk bisnismu bersama Digital Skola!

FAQ

1. Berapa durasi ideal untuk sesi live shopping?

Durasi idealnya antara 30–60 menit. Terlalu singkat bisa kurang engaging, tapi terlalu lama juga bisa membuat audiens kehilangan minat.

2. Apakah harus selalu pakai influencer untuk live shopping?

Tidak harus. Brand owner, staf toko, atau reseller yang komunikatif juga bisa jadi host efektif, asal mampu membangun interaksi dan menjelaskan produk dengan baik.

3. Kapan waktu terbaik untuk melakukan live shopping?

Prime time biasanya malam hari (pukul 19.00–21.00) saat audiens sedang aktif di media sosial. Namun, sesuaikan juga dengan target audiensmu.

4. Apakah bisa menyimpan siaran live untuk ditonton ulang?

Bisa. Beberapa platform seperti Instagram dan TikTok menyediakan opsi untuk menyimpan atau mengarsipkan siaran live agar bisa ditonton ulang dan tetap menghasilkan konversi.