HomepageBlog7 Teknik Copywriting yang Efektif untuk Membuat Konten Menarik
5 min read

7 Teknik Copywriting yang Efektif untuk Membuat Konten Menarik

Tayang 30 September 2026 •Diperbarui: 30 September 2026
Ditulis oleh:
digitalskola

Digital Skola Content Team

Share


7 Teknik Copywriting yang Efektif untuk Membuat Konten Menarik (Photo by Unseen Studio on Unsplash)

Rangkuman

  • Copywriting adalah proses menyusun pesan untuk menyampaikan informasi sekaligus mendorong audiens melakukan tindakan tertentu.
  • Beberapa formula copywriting yang dapat digunakan antara lain AIDA, BAB, PAS, FAB, 4C, 4U, dan PPPP.
  • Teknik copywriting yang efektif meliputi penggunaan hook, data yang valid, pendekatan yang berpusat pada audiens, manfaat yang jelas, CTA yang spesifik, karakter brand, dan bukti yang relevan.
  • Skill copywriting dapat dikembangkan dengan banyak membaca copy, berlatih membuat headline, mencoba berbagai formula, memahami audiens, serta mengevaluasi tulisan.
  • Ingin mengembangkan skill writing lebih jauh? Daftar Digital Writing Camp dari Digital Skola dengan 8 sesi, 4 tutor, 3 fokus profesi, 4 portofolio, optimasi AI, dan sesi Global Writing Career untuk mengenal peluang karier di bidang writing secara lebih luas.

Di tengah banyaknya konten yang muncul setiap hari, membuat tulisan yang sekadar informatif belum tentu cukup untuk mendapatkan perhatian audiens. Karena itu, teknik copywriting penting dipahami untuk membantu menyampaikan pesan dengan cara yang menarik, relevan, dan mampu membuat audiens ingin membaca lebih lanjut.

Tantangan tersebut semakin terasa ketika kebutuhan terhadap konten terus meningkat. Berdasarkan survei HubSpot terhadap 1.505 marketer pada 2025, sebanyak 83% marketer mengatakan mereka dituntut memproduksi lebih banyak konten dibanding sebelumnya. Sementara itu, 35% menyebut membuat konten yang mampu mendapatkan engagement tinggi sebagai salah satu tantangan terbesar dalam content marketing.

Dalam kondisi tersebut, copywriting bukan sekadar soal memilih kata yang terdengar menarik. Seorang copywriter perlu memahami siapa audiensnya, apa yang mereka butuhkan, serta bagaimana menyusun pesan agar lebih mudah dipahami dan mendorong tindakan tertentu.

Lantas, teknik apa saja yang dapat digunakan untuk membuat copy yang lebih menarik dan persuasif? Simak 7 teknik copywriting berikut yang bisa kamu pelajari dan praktikkan.

BACA JUGA: Content Writing VS Copywriting: Apa Bedanya?

Apa Itu Copywriting dan Mengapa Penting dalam Pembuatan Konten?

Apa Itu Copywriting dan Mengapa Penting dalam Pembuatan Konten? (Photo by lilartsy on Unsplash)
Apa Itu Copywriting dan Mengapa Penting dalam Pembuatan Konten? (Photo by lilartsy on Unsplash)

Copywriting adalah proses menulis teks yang dirancang untuk menyampaikan pesan sekaligus mendorong audiens melakukan tindakan tertentu. Tindakan tersebut bisa berupa membeli produk, mengisi formulir, mengunjungi website, mendaftar layanan, atau sekadar melanjutkan membaca sebuah konten.

Karena itu, copywriting tidak hanya berfokus pada penggunaan kata-kata yang menarik. Seorang copywriter juga perlu memahami karakteristik audiens, kebutuhan mereka, serta tujuan komunikasi yang ingin dicapai. Dari pemahaman tersebut, copy dapat disusun agar lebih relevan dan mampu menyampaikan pesan secara efektif.

Dalam praktiknya, copywriting sering digunakan dalam berbagai kebutuhan pemasaran, seperti iklan, landing page, email, media sosial, hingga deskripsi produk. Setiap media dapat membutuhkan pendekatan yang berbeda, tetapi tujuannya tetap sama: membuat pesan lebih mudah dipahami dan mendorong audiens mengambil tindakan.

Lalu, bagaimana cara menyusun copy agar pesan yang disampaikan lebih terarah? Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah memahami berbagai formula copywriting yang dapat membantu menyusun pesan secara lebih sistematis.

BACA JUGA: Tips Terbaik Mengoptimalkan AI Copywriting

Apa Saja Formula Copywriting yang Perlu Dipahami?

Apa Saja Formula Copywriting yang Perlu Dipahami? (Photo by Nick Morrison on Unsplash)
Apa Saja Formula Copywriting yang Perlu Dipahami? (Photo by Nick Morrison on Unsplash)

Selain memahami dasar copywriting, kamu juga perlu mengenal beberapa formula yang dapat membantu menyusun pesan secara lebih terstruktur. Formula ini berfungsi sebagai kerangka agar copy memiliki alur yang jelas, mulai dari menarik perhatian hingga mengarahkan audiens untuk melakukan tindakan.

Berikut beberapa formula copywriting yang umum digunakan:

1. AIDA

AIDA merupakan singkatan dari Attention, Interest, Desire, dan Action. Formula ini membantu menyusun copy dari tahap menarik perhatian hingga mendorong audiens mengambil tindakan.

  • Attention: Menarik perhatian audiens melalui headline atau hook.
  • Interest: Membangun ketertarikan dengan informasi yang relevan.
  • Desire: Menunjukkan manfaat yang membuat audiens semakin tertarik.
  • Action: Mengarahkan audiens melakukan tindakan melalui call to action (CTA).

Contoh:

Bingung mengatur keuangan setiap bulan?
Catat pemasukan dan pengeluaran dalam satu aplikasi. Kelola anggaran dengan lebih mudah dan mulai atur keuanganmu hari ini!

2. BAB

BAB adalah singkatan dari Before, After, dan Bridge. Formula ini menggambarkan kondisi audiens sebelum menggunakan solusi, kondisi yang diharapkan setelahnya, lalu menjelaskan bagaimana solusi tersebut dapat menjadi jembatannya.

  • Before: Gambarkan masalah atau kondisi saat ini.
  • After: Tunjukkan kondisi yang ingin dicapai.
  • Bridge: Jelaskan solusi yang dapat membantu mencapai kondisi tersebut.

Contoh:

Sebelum: Laporan penjualan masih dibuat manual setiap minggu.
Sesudah: Data penjualan lebih mudah dipantau dalam satu dashboard.
Bridge: Gunakan template dashboard untuk merapikan dan memantau data penjualan.

3. PAS

PAS terdiri dari Problem, Agitate, dan Solution. Formula ini dimulai dengan mengangkat masalah audiens, memperkuat urgensinya, lalu menawarkan solusi.

  • Problem: Identifikasi masalah yang dihadapi audiens.
  • Agitate: Jelaskan dampak atau konsekuensi dari masalah tersebut.
  • Solution: Tawarkan solusi yang relevan.

Contoh:

Sering lupa mencatat pengeluaran? Pengeluaran kecil yang tidak tercatat bisa membuat anggaran bulanan sulit dikontrol. Gunakan aplikasi pencatat keuangan untuk membantu memantau pengeluaranmu!

4. FAB

FAB merupakan singkatan dari Features, Advantages, dan Benefits. Formula ini membantu mengubah informasi tentang fitur menjadi manfaat yang lebih relevan bagi audiens.

  • Features: Jelaskan fitur atau karakteristik produk.
  • Advantages: Tunjukkan keunggulan dari fitur tersebut.
  • Benefits: Jelaskan manfaat yang bisa dirasakan audiens.

Contoh:

Fitur: Botol minum dilengkapi insulasi vakum.
Keunggulan: Suhu minuman dapat bertahan lebih lama.
Manfaat: Kamu bisa menikmati minuman tetap dingin saat beraktivitas seharian.

5. 4C

Formula 4C terdiri dari Clear, Concise, Compelling, dan Credible. Prinsip ini membantu membuat pesan lebih mudah dipahami sekaligus meyakinkan.

  • Clear: Gunakan pesan yang jelas dan mudah dipahami.
  • Concise: Sampaikan informasi secara ringkas dan langsung.
  • Compelling: Buat pesan yang menarik dan relevan.
  • Credible: Gunakan informasi atau bukti yang dapat dipercaya.

Contoh:

Belajar Excel untuk pekerjaan dalam 4 minggu. Materi mencakup formula, pengolahan data, dan pembuatan dashboard. Dilengkapi latihan berbasis kebutuhan kerja dan sertifikat setelah menyelesaikan program.

6. 4U

4U terdiri dari Useful, Urgent, Unique, dan Ultra-specific. Formula ini dapat digunakan untuk membuat copy yang lebih relevan dan menarik perhatian audiens.

  • Useful: Berikan informasi atau manfaat yang berguna.
  • Urgent: Tunjukkan alasan mengapa audiens perlu bertindak.
  • Unique: Tawarkan sudut pandang atau nilai yang berbeda.
  • Ultra-specific: Gunakan informasi yang spesifik agar pesan lebih jelas.

Contoh:

7 Cara Membuat Headline yang Lebih Menarik dalam 15 Menit. Pelajari cara menemukan angle, memilih kata yang tepat, dan membuat headline yang lebih relevan untuk kontenmu.

7. PPPP

Formula PPPP terdiri dari Picture, Promise, Prove, dan Push. Formula ini membantu membangun gambaran, menyampaikan manfaat, memberikan bukti, lalu mengarahkan audiens untuk bertindak.

  • Picture: Gambarkan situasi atau hasil yang diinginkan audiens.
  • Promise: Sampaikan manfaat atau nilai yang ditawarkan.
  • Prove: Perkuat pesan dengan bukti yang relevan.
  • Push: Arahkan audiens untuk melakukan tindakan.

Contoh:

Bayangkan pekerjaanmu lebih rapi karena semua data tersusun dalam satu dashboard. Dengan template dashboard yang siap digunakan, kamu bisa memantau data tanpa harus membuat semuanya dari awal. Sudah digunakan oleh lebih dari 1.000 pengguna. Coba template-nya sekarang.

BACA JUGA: Panduan Membuat Portofolio Copywriter Untuk Pemula

Apa Saja Teknik Copywriting yang Efektif untuk Membuat Konten Menarik?

Apa Saja Teknik Copywriting yang Efektif untuk Membuat Konten Menarik? (Photo by Cathryn Lavery on Unsplash)
Apa Saja Teknik Copywriting yang Efektif untuk Membuat Konten Menarik? (Photo by Cathryn Lavery on Unsplash)

Memahami formula copywriting dapat membantu membuat struktur pesan lebih terarah. Namun, formula saja belum cukup. Kamu juga perlu menerapkan teknik tertentu agar copy terasa relevan, menarik, dan sesuai dengan karakter audiens.

Berikut 7 teknik copywriting yang bisa kamu terapkan:

1. Gunakan Hook yang Menarik Perhatian

Beberapa detik pertama dapat menentukan apakah audiens akan melanjutkan membaca atau melewati konten. Karena itu, gunakan hook yang mampu menarik perhatian sejak awal.

Kamu bisa menggunakan pertanyaan, pernyataan yang tidak terduga, atau masalah yang dekat dengan audiens. Namun, pastikan hook tetap sesuai dengan isi konten dan tidak sekadar dibuat untuk mendapatkan perhatian.

Contoh:

Sudah rutin membuat konten, tetapi engagement masih rendah? Bisa jadi masalahnya bukan pada frekuensi posting, melainkan pada cara kamu menyampaikan pesan.

2. Gunakan Data dan Statistik yang Valid

Data dapat membuat pesan terasa lebih kuat dan meyakinkan. Namun, jangan menggunakan angka hanya agar copy terlihat lebih kredibel. Pastikan data berasal dari sumber yang jelas, relevan dengan topik, dan masih sesuai dengan konteks yang dibahas.

Selain itu, data yang spesifik biasanya lebih mudah dipahami dibandingkan klaim yang terlalu umum.

Contoh:

8 dari 10 pelanggan membaca ulasan sebelum membeli produk. Karena itu, menampilkan ulasan pelanggan dapat menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan.

3. Buat Copy yang Berpusat pada Audiens

Salah satu kesalahan dalam copywriting adalah terlalu banyak membicarakan produk tanpa menjelaskan relevansinya bagi audiens. Padahal, audiens biasanya ingin mengetahui bagaimana sebuah produk, layanan, atau solusi dapat membantu kebutuhan mereka.

Sebelum menulis, pahami siapa target audiens, masalah yang mereka hadapi, serta kebutuhan atau tujuan mereka. Setelah itu, gunakan sudut pandang tersebut untuk menyusun pesan.

Contoh:

Alih-alih:

Aplikasi kami memiliki fitur pencatatan keuangan otomatis.

Coba ubah menjadi:

Catat dan pantau pengeluaran tanpa perlu menghitungnya satu per satu.

4. Tawarkan Alasan atau Manfaat yang Jelas

Audiens perlu mengetahui alasan mengapa mereka harus memperhatikan atau mempertimbangkan sesuatu yang kamu tawarkan. Karena itu, jangan hanya menjelaskan fitur. Tunjukkan manfaat yang relevan dengan kebutuhan mereka.

Semakin jelas hubungan antara penawaran dan kebutuhan audiens, semakin mudah mereka memahami nilai yang diberikan.

Contoh:

Dengan dashboard otomatis, kamu tidak perlu membuat laporan dari awal setiap minggu. Data dapat dirangkum dalam satu tampilan sehingga lebih mudah dipantau.

5. Buat Call to Action yang Jelas

Setelah menyampaikan pesan, tentukan tindakan apa yang ingin dilakukan audiens. Di sinilah call to action (CTA) berperan.

Gunakan CTA yang spesifik dan sesuai dengan tujuan konten, seperti “Daftar Sekarang”, “Coba Gratis”, “Lihat Selengkapnya”, atau “Download Panduan”. Hindari CTA yang terlalu umum jika audiens masih belum memahami tindakan yang perlu dilakukan.

6. Tunjukkan Karakter Brand dalam Tulisan

Copywriting juga menjadi bagian dari cara sebuah brand berkomunikasi dengan audiens. Karena itu, gaya bahasa yang digunakan sebaiknya konsisten dengan karakter brand.

Misalnya, brand yang ingin terlihat profesional dapat menggunakan bahasa yang lebih formal dan informatif. Sementara itu, brand yang menyasar audiens muda dapat menggunakan bahasa yang lebih santai tanpa mengabaikan kejelasan pesan.

Konsistensi ini membantu audiens mengenali karakter brand melalui cara komunikasinya.

7. Gunakan Bukti untuk Memperkuat Pesan

Klaim dalam copy akan lebih meyakinkan jika didukung bukti yang relevan. Bukti dapat berupa data, customer testimonial, studi kasus, hasil penggunaan produk, atau informasi dari sumber yang kredibel.

Misalnya, daripada hanya mengatakan “Produk kami membantu menghemat waktu”, kamu bisa menyertakan hasil atau data yang menjelaskan seberapa besar waktu yang dapat dihemat.

Dengan begitu, audiens tidak hanya menerima klaim, tetapi juga memiliki informasi yang dapat membantu mereka menilai penawaran tersebut.

BACA JUGA: 10 Contoh Portofolio Content Writer & Tips Membuatnya

Bagaimana Cara Melatih Skill Copywriting?

Bagaimana Cara Melatih Skill Copywriting? (Photo by Daniel Thomas on Unsplash)
Bagaimana Cara Melatih Skill Copywriting? (Photo by Daniel Thomas on Unsplash)

Memahami formula dan teknik copywriting akan lebih efektif jika diikuti dengan latihan secara rutin. Semakin sering berlatih, kamu akan semakin terbiasa menemukan angle, menyesuaikan gaya bahasa, dan menyusun pesan sesuai kebutuhan audiens.

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melatih skill copywriting:

1. Pelajari Copy yang Ada di Sekitar

Coba perhatikan copy yang kamu temui sehari-hari, mulai dari iklan, media sosial, landing page, hingga email promosi. Amati bagaimana sebuah headline dibuat, masalah apa yang diangkat, dan bagaimana audiens diarahkan untuk mengambil tindakan.

2. Latihan Membuat Headline

Headline menjadi salah satu bagian penting dalam copywriting karena menjadi hal pertama yang dilihat audiens. Kamu bisa berlatih membuat beberapa versi headline untuk satu topik yang sama, lalu membandingkan mana yang paling jelas dan relevan dengan target audiens.

3. Coba Berbagai Formula

Jangan hanya terpaku pada satu formula. Latih kemampuan dengan mencoba AIDA, BAB, PAS, atau formula lainnya pada topik yang berbeda. Dengan begitu, kamu dapat memahami kapan sebuah formula lebih sesuai digunakan.

4. Sesuaikan Copy dengan Audiens

Latihan copywriting juga perlu mempertimbangkan siapa yang akan membaca pesan tersebut. Coba buat copy untuk beberapa karakter audiens yang berbeda dan sesuaikan pilihan kata, masalah yang diangkat, serta manfaat yang ditawarkan.

5. Evaluasi dan Perbaiki Copy

Setelah membuat copy, jangan langsung menganggapnya selesai. Baca kembali dan periksa apakah pesannya sudah jelas, apakah manfaatnya mudah dipahami, dan apakah CTA yang digunakan sudah sesuai. Kamu juga bisa meminta masukan dari orang lain untuk melihat bagian yang masih perlu diperbaiki.

Dengan latihan yang konsisten, kamu tidak hanya memahami berbagai formula copywriting, tetapi juga semakin terbiasa menerapkannya sesuai konteks dan kebutuhan audiens.

BACA JUGA: 6 Tugas Content Writer Untuk Content Marketing

Kesimpulan

Memahami teknik copywriting dapat membantu kamu menyusun pesan yang lebih menarik, relevan, dan mudah dipahami audiens. Selain menerapkan teknik seperti membuat hook, menggunakan data, hingga menyusun CTA yang jelas, kamu juga bisa memanfaatkan berbagai formula seperti AIDA, BAB, PAS, FAB, 4C, 4U, dan PPPP untuk membuat alur copy lebih terarah.

Namun, kemampuan copywriting tidak hanya dibangun dari memahami teori. Latihan membuat copy, mencoba berbagai formula, memahami audiens, serta mengevaluasi hasil tulisan secara rutin juga penting untuk mengasah kemampuan.

Dengan terus berlatih, kamu dapat semakin terbiasa menyesuaikan pesan, gaya bahasa, dan pendekatan copywriting berdasarkan tujuan serta karakter audiens yang ingin dijangkau.

BACA JUGA: Tips Agar Kamu Tidak Digantikan Copywriter AI 

Yuk, Mulai Karier Jadi Copywriter!

Sudah memahami berbagai teknik copywriting dan ingin mengembangkan skill ini lebih jauh? Digital Writing Camp dari Digital Skola bisa menjadi langkah untuk belajar dan mempraktikkan kemampuan digital writing secara lebih terarah.

Bangun karier di bidang writing melalui Digital Writing Camp pertama di Indonesia dengan 8 sesi, 4 tutor, dan 3 fokus profesi. Kamu akan mempelajari kurikulum komprehensif dengan optimasi AI, sekaligus membangun 4 portofolio untuk mengembangkan kemampuan dan menunjukkan hasil praktikmu.

Selain itu, kamu juga akan mendapatkan sesi Global Writing Career untuk memahami peluang karier di bidang writing secara lebih luas, termasuk peluang di pasar global.

Tertarik mengembangkan skill copywriting dan digital writing? Pelajari Digital Writing Camp dari Digital Skola dan mulai kembangkan kemampuanmu bersama tutor expert!

FAQ 

1. Apa saja contoh copywriting?

Copywriting dapat ditemukan pada iklan, caption media sosial, landing page, email promosi, deskripsi produk, dan berbagai materi pemasaran lainnya.

2. Apakah pemula bisa belajar copywriting?

Bisa. Mulailah dengan memahami dasar copywriting, mempelajari formulanya, lalu rutin berlatih membuat copy.

3. Apa perbedaan copywriting dan content writing?

Copywriting bertujuan mendorong audiens melakukan tindakan, sedangkan content writing lebih berfokus pada memberikan informasi atau edukasi.