HomepageBlog7 Rekomendasi Kursus Full Stack Developer Untuk Pemula
5 min read

7 Rekomendasi Kursus Full Stack Developer Untuk Pemula

Tayang 17 Oktober 2021 Diperbarui: 17 Oktober 2021
Ditulis oleh:
digitalskola

Digital Skola Content Team

Share


kursus full stack developer
Rekomendasi Kursus Full Stack Developer (Photo by Andrew Neel on Unsplash)

Perjalanan menjadi Full Stack Developer adalah proses yang panjang dan tidak mudah. Kamu harus memiliki kemampuan di bidang terkait profesi ini dan mampu bersikap detail ketika mengerjakan suatu proyek. Dalam mencapai kesuksesan sebagai seorang profesional, kamu tidak akan lepas dari keharusan menempuh proses belajar dan mengasah skill semaksimal mungkin. Selain menambah wawasan melalui buku, website, maupun podcast, ilmu terkait bidang ini juga dapat diperoleh melalui kursus Full Stack Developer yang tersedia secara gratis maupun berbayar.

Bagi seorang pemula, kursus gratis masih menjadi incaran yang populer dan punya banyak peminat. Namun, sebelum mulai mencari kursus Full Stack Developer terbaik, kamu harus memahami fondasi ilmunya terlebih dahulu. Tentu akan terasa sulit untuk mempelajari dan mengerjakan proyek kompleks ketika kamu belum menguasai praktik CSS atau HTML sebagai dasar dari full stack development. Oleh karena itu, kursus gratis adalah upaya awal yang baik dalam meningkatkan kapabilitas belajar sekaligus mempersiapkan diri sebagai tenaga kerja andal di bidang tersebut.

Terkadang, kamu merasa kebingungan mencari kursus yang cocok dipelajari sesuai level keahlianmu. Tidak perlu kebingungan lagi karena ada beberapa rekomendasi kursus bagi pemula dalam bidang full stack development. Dengan begitu, penguasaan keahlian teknis jadi lebih efektif untuk dipelajari secara aktif dan berkelanjutan. Simak terus artikel ini!

BACA JUGA: 10 Cara Menjadi Cyber Security Untuk Pemula

Apa Itu Full Stack Developer?

Apa Itu Full Stack Developer?
Apa Itu Full Stack Developer? (Photo by Mikhail Nilov on Pexels)          

Full Stack Developer adalah profesional di bidang software development yang memiliki kemampuan untuk mengerjakan sisi front-end dan back-end sekaligus. Artinya, Full Stack Developer tidak hanya bertanggung jawab pada tampilan antarmuka website atau aplikasi yang dilihat pengguna, tetapi juga pada logika sistem, pengelolaan database, hingga server yang bekerja di balik layar. 

Di sisi front-end, Full Stack Developer biasanya menguasai teknologi dasar seperti HTML, CSS, dan JavaScript, serta berbagai framework atau library pendukung. Sementara itu, pada sisi back-end, kamu dituntut memahami bahasa pemrograman tertentu, pengelolaan database, API, serta konsep keamanan dan performa aplikasi. Kombinasi kemampuan inilah yang membuat peran Full Stack Developer menjadi sangat krusial dalam sebuah proyek pengembangan digital.

BACA JUGA: Baru Lulus Kuliah Langsung Berkarier di Bidang Data Berkat Digital Skola

Apa Saja Tugas Full Stack Developer?

Apa Saja Tugas Full Stack Developer?
Apa Saja Tugas Full Stack Developer? (Photo by Anete Lusina on Pexels)        

Berikut tugas Full Stack Developer yang umum dilakukan di perusahaan:

  1. Mengembangkan Front-End Aplikasi

Full Stack Developer bertugas membangun tampilan website atau aplikasi agar terlihat menarik dan mudah digunakan. Pada tahap ini, kamu perlu memastikan layout responsif, navigasi jelas, serta interaksi berjalan lancar di berbagai perangkat. Penguasaan HTML, CSS, dan JavaScript menjadi fondasi menjalankan tugas ini.

  1. Mengelola Back-End dan Logika Sistem

Selain tampilan, Full Stack Developer juga bertanggung jawab pada sistem di balik layar. Tugas ini mencakup pembuatan logika aplikasi, pengelolaan server, serta integrasi database. Ketelitian sangat dibutuhkan agar data dapat diproses dengan aman dan efisien sesuai kebutuhan pengguna.

  1. Mengelola Database

Full Stack Developer perlu memahami cara menyimpan, mengolah, dan mengambil data dari database. Struktur data yang rapi akan memudahkan pengembangan aplikasi ke tahap berikutnya. Kemampuan ini biasanya dipelajari secara bertahap melalui kursus Full Stack Developer, terutama bagi pemula.

  1. Melakukan Testing dan Debugging

Agar aplikasi berjalan optimal, Full Stack Developer harus melakukan pengujian secara rutin. Proses ini bertujuan untuk menemukan bug, memperbaiki error, dan memastikan setiap fitur berfungsi dengan baik sebelum dirilis ke pengguna.

  1. Berkolaborasi dengan Tim Developer

Dalam sebuah proyek, Full Stack Developer tidak bekerja sendiri. Kamu akan berkolaborasi dengan UI/UX designer, product manager, maupun tim lain untuk memastikan aplikasi sesuai dengan kebutuhan bisnis dan pengguna. Kemampuan komunikasi yang baik menjadi nilai tambah dalam menjalankan tugas ini.

Apa Saja yang Harus Dipelajari untuk Menjadi Full Stack Developer?

Apa Saja yang Harus Dipelajari untuk Menjadi Full Stack Developer?
Apa Saja yang Harus Dipelajari untuk Menjadi Full Stack Developer? (Photo by Bench Accounting on Unsplash)     

Secara umum, ada beberapa bidang utama yang perlu kamu kuasai untuk membangun kompetensi sebagai Full Stack Developer, berikut diantaranya:

  1. Dasar Front-End Development

Front-end merupakan bagian yang langsung berinteraksi dengan pengguna. Oleh karena itu, kamu perlu memahami HTML sebagai struktur dasar, CSS untuk mengatur tampilan, serta JavaScript untuk menciptakan interaksi. Penguasaan dasar front-end akan memudahkan kamu memahami alur kerja aplikasi sebelum masuk ke tahap pengembangan yang lebih kompleks.

  1. Dasar Back-End Development

Setelah memahami front-end, langkah berikutnya adalah mempelajari back-end. Di tahap ini, kamu akan berhadapan dengan logika sistem, server, dan alur data. Back-end berperan penting dalam memastikan aplikasi dapat berjalan dengan baik, memproses permintaan pengguna, serta mengelola fitur inti di dalamnya.

  1. Database dan Manajemen Data

Full Stack Developer harus mampu mengelola data secara efisien. Kamu perlu memahami cara menyimpan, mengambil, dan memanipulasi data melalui database. Pemahaman ini penting agar aplikasi dapat menangani data pengguna dengan aman dan terstruktur.

  1. Version Control System

Dalam dunia pengembangan aplikasi, version control menjadi skill wajib. Kamu perlu mempelajari cara mengelola kode agar lebih rapi, mudah dikembangkan, dan aman saat bekerja dalam tim. Skill ini juga sering diajarkan dalam kursus Full Stack Developer sebagai bagian dari praktik profesional.

  1. Dasar Keamanan dan Deployment

Tidak kalah penting, kamu juga perlu memahami dasar keamanan aplikasi serta cara melakukan deployment. Pengetahuan ini membantu kamu memastikan aplikasi siap digunakan oleh pengguna tanpa mengorbankan keamanan dan performa sistem.

BACA JUGA: Percepat Dapat Kerja Berkat Personal Branding dari Digital Skola

Apa Saja Rekomendasi Kursus Full Stack Developer?

Ada beberapa rekomendasi kursus Full Stack Developer untuk pemula, berikut diantaranya:

  1. Skillshare – Full Stack Web Developer Course

Kursus untuk pemula yang satu ini akan memberikan gambaran dan pengenalan mendalam seputar dunia web development masa kini. Hingga saat ini, ada lebih dari 2.000 peserta kelas yang ikut belajar dan meningkatkan kapabilitasnya di dunia full stack development. Instruktur yang bertugas untuk mengajar di kursus ini adalah Andrei Neagoie. Ia adalah seorang software developer yang punya pengalaman luas untuk mengembangkan produk-produk inovatif  di Silicon Valley. Ya, kamu berada di tangan pengajar yang luar biasa! 

Kursus ini berdurasi sekitar 4 jam dengan 49 modul belajar yang telah dirancang secara terstruktur dan menyesuaikan keperluan industri. Beberapa diantaranya termasuk tools yang umum ditemui di dunia frontend dan backend development, antara lain CSS, HTML, Flexbox, JavaScript, PostgreSQL, Node.js, hingga git dan GitHub. Selain itu, kamu juga belajar mengoperasikan tools-tools tersebut berdasarkan scalable infrastructure, security, deployment, dan lain-lain. Bila tergolong pengguna baru, kamu berkesempatan untuk mendapatkan akses kursus gratis selama 1 bulan. Akses di sini: link

  1. Udacity – Full Stack Web Developer

Jika kamu sudah memiliki pengalaman untuk mengoperasikan Python dan berminat menjadi Full Stack Developer, pertimbangkan mendaftarkan diri di kursus Nanodegree ini. Ada lebih dari 450 ulasan positif dengan rating kursus sebesar 4,6/5. Melalui kursus ini, kamu akan diajar oleh tim web developer ahli yang terdiri dari Caryn McCarthy, Amy Hua, Gabriel Ruttner, hingga Kennedy Behrman. Semuanya punya pengalaman yang cukup panjang dalam dunia pembangunan aplikasi full stack.

Selama 4 bulan, kamu akan menghabiskan waktu belajar di level pemula. Kamu dapat mempelajari hal-hal penting yang diperlukan dalam membangun aplikasi berdasarkan kasus atau kebutuhan perusahaan. Beberapa diantaranya termasuk SQL dan data modelling untuk web, API development dan documentation, identity access management, server deployment, hingga containerization. Tidak hanya belajar proyek secara langsung, kamu juga berpeluang menerima career coaching dari para ahli di bidangnya. Akses di sini: link

  1. Coursera – Full Stack Web and Multiplatform Mobile App Development

Kursus Full Stack Development ini cocok untuk kamu yang merasa nyaman ketika mengoperasikan CSS, HTML, serta JavaScript. Instruktur yang mengajar di kursus ini adalah Jogesh K. Muppala, seorang profesor computer science di Hong Kong University of Science and Technology. Jogesh juga telah memberikan akses pembelajaran kepada lebih dari 350 ribu siswa dari seluruh dunia melalui 12 kursus yang sudah dipublikasikan lewat Coursera. 

Selama 5 bulan program pembelajaran level menengah, kamu akan memperoleh 5 modul pelajaran mengenai keterampilan yang harus dimiliki seorang Full Stack Developer. Modul ini sudah termasuk framework frontend berupa Angular dan Bootstrap-4, Ionic Cordova, NativeScript bagi aplikasi seluler, Node.js, dan lain-lain. Coursera juga menghadirkan pembagian sertifikat di akhir kursus setelah membayarkan sejumlah biaya sebagai persyaratannya. Akses di sini: link

  1. Udemy – The Complete Full-Stack JavaScript Course

Apakah kamu sedang mempelajari web development dan mencari proyek JavaScript untuk menguasai bahasa pemrograman tersebut? Kursus dari Udemy adalah jawabannya. Kursus online ini menghadirkan Joseph Delgadillo dan Nick Germaine sebagai instruktur terbaik untuk memandu kamu selama proses belajar. Joseph merupakan seorang pemilik e-learning company, JTDigital. Ia memiliki hampir 1 juta siswa di Udemy. 

Sedangkan, Nick telah memberikan pembelajaran kepada lebih dari 755 ribu siswa dengan peringkat cukup memuaskan. Selama 24 jam, kamu akan berkutat dengan dunia JavaScript disertai level kursus tingkat menengah. Berbagai modul JavaScript yang akan kamu temui adalah ReactJS, NodeJS, Redux, UI material, REST API, hingga socket programming. Kamu juga berkesempatan mengerjakan dan menyelesaikan tiga proyek secara langsung untuk mengoptimalkan proses pembelajaran. Bila ingin mendapatkan akses seumur hidup, kamu dapat melakukan pembayaran total dengan diskon hingga 86% agar lebih hemat. Akses di sini: link

  1. Simplilearn – Full Stack Web Developer: MEAN Stack

Simplilearn adalah salah satu dari sekian banyak penyedia kursus yang menawarkan program kelas online Full Stack Developer layaknya belajar gelar Magister. Jika ingin mendalami full stack development selama satu tahun disertai pengalaman belajar yang berkesan, jangan lewatkan kursus satu ini. Instruktur yang akan menemani proses pembelajaran merupakan tim ahli industri yang telah diseleksi langsung oleh Simplilearn. Dengan begitu, serangkaian ilmu yang kamu terima akan terus terjaga bersama para ahli berkualitas. 

Program tingkat pemula ini akan memberikan waktu belajar hingga 12 bulan. Terdapat lebih dari 15 software development tools yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek model apa pun. Beberapa diantaranya adalah Agile, HTTP, HTML, Angular, Express.js, Docker, MongoDB, Node.js, dan lain-lain. Setelah menyelesaikan pembelajaran, kamu berpeluang memperoleh sertifikat kelulusan yang berpengaruh bagi karier di masa mendatang. Selain itu, ada juga fasilitas career coaching bersama instruktur dari Simplilearn. Akses di sini: link

  1. Treehouse – Full-stack JawaScript Techdegree

Program Techdegree yang disediakan oleh Treehouse dapat memberikan pemahaman mendalam mengenai JavaScript melalui implementasi proyek langsung. Kursus ini dapat menjadi batu loncatan dalam mendukung karier sebagai ahli software di masa depan sebagai Full Stack Developer. Tim Treehouse yang berperan sebagai instruktur merupakan developer berpengalaman dengan keahlian di bidang yang beragam. Contohnya adalah Python, web dan game development, HTML, serta JavaScript. 

Sebagai kursus Full Stack Developer bagi pemula, kamu akan mengerjakan sembilan proyek berbeda mengenai macam-macam topik sesuai kebutuhan. Beberapa proyek yang akan ditemui adalah membangun random quote generator, list pagination and filtering, interactive form, public API requests, React gallery app, SQL library manager, dan lain-lain. Kursus ini sangat cocok untuk kamu yang ingin memahami dan menguasai dasar-dasar development. Uji coba gratis dari Treehouse berlangsung selama 7 hari dan bisa diakses secara maksimal. Akses di sini: link

  1. Codecademy – Web Development (Career Path)

Codecademy mengembangkan program Career Path yang mengajarkan seluruh keterampilan sesuai kebutuhan industri masa kini. Semuanya diperlukan untuk menjadi developer profesional, baik dalam hal memulai jenjang karier sampai membangun portofolio mengesankan. Program ini menawarkan pembelajaran dari nol sehingga tidak perlu khawatir bila belum berpengalaman untuk mempelajarinya. Codecademy juga telah menghadirkan ahli industri terkemuka sebagai instruktur dalam bidang pemrograman serta web development

Seorang pemula bisa menyelesaikan kursus ini dalam waktu 30 minggu. Berbagai teknologi development ikut dipelajari, seperti JavaScript, Node.js, SQL, Express.js, dan React. Career Path tersedia secara gratis dan terbatas. Namun, kamu bisa mendapatkan versi Pro bila ingin membayar sejumlah nominal berdasarkan paket yang tersedia. Akses di sini: link

BACA JUGA: Review Digital Skola: Switch Career dari Logistik ke Data Analyst

Bagaimana Tips Memilih Kursus Full Stack Developer yang Tepat?

Bagaimana Tips Memilih Kursus Full Stack Developer yang Tepat?
Bagaimana Tips Memilih Kursus Full Stack Developer yang Tepat? (Photo by Shahadat Rahman on Unsplash) 

Berikut beberapa tips yang bisa kamu jadikan pertimbangan agar kursus yang dipilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan level keahlianmu:

  1. Sesuaikan dengan Level Kemampuan

Pastikan kursus Full Stack Developer yang kamu pilih sesuai dengan tingkat pemahamanmu saat ini. Untuk pemula, sebaiknya pilih kursus yang dimulai dari dasar, seperti HTML, CSS, dan JavaScript, sebelum masuk ke materi yang lebih kompleks. Dengan begitu, proses belajar akan terasa lebih terstruktur dan tidak membuatmu kewalahan.

  1. Perhatikan Kurikulum

Kurikulum menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas kursus. Kursus Full Stack Developer yang baik biasanya memiliki materi yang lengkap, mulai dari front-end, back-end, database, hingga praktik deployment. Kurikulum yang jelas akan membantumu memahami alur belajar dan tujuan yang ingin dicapai.

  1. Pilih Metode Pembelajaran yang Sesuai

Setiap orang memiliki gaya belajar yang berbeda. Ada yang lebih nyaman belajar melalui video, ada pula yang lebih suka praktik langsung melalui studi kasus. Pilih kursus Full Stack Developer yang menawarkan metode pembelajaran sesuai preferensimu agar proses belajar menjadi lebih efektif dan berkelanjutan.

  1. Utamakan Kursus Berbasis Project

Kursus yang menyediakan latihan dan proyek nyata akan membantumu memahami materi secara lebih mendalam. Melalui pendekatan project-based learning, kamu dapat mengasah kemampuan problem solving sekaligus membangun portofolio yang berguna saat melamar pekerjaan sebagai Full Stack Developer.

  1. Cek Kredibilitas

Sebelum mendaftar, cari tahu latar belakang mentor serta ulasan dari peserta sebelumnya. Mentor yang berpengalaman di industri biasanya mampu memberikan insight praktis yang tidak ditemukan di materi teori. Review peserta juga bisa menjadi gambaran kualitas kursus Full Stack Developer tersebut.

  1. Pertimbangkan Fasilitas dan Biaya

Terakhir, sesuaikan biaya kursus dengan budget yang kamu miliki. Kursus Full Stack Developer gratis bisa menjadi pilihan awal, sementara kursus berbayar umumnya menawarkan fasilitas tambahan seperti sertifikat, mentoring, atau akses komunitas. Pilihlah yang memberikan nilai terbaik sesuai tujuan belajarmu.

BACA JUGA: Full Stack Developer Roadmap: Dari Pemula ke Profesional

Kesimpulan

Kesimpulan
Kesimpulan (Photo by Michael Burrows on Pexels)    

Menjadi Full Stack Developer membutuhkan proses belajar yang panjang, konsisten, dan terarah. Kamu perlu memahami berbagai aspek pengembangan aplikasi, mulai dari front-end, back-end, database, hingga keamanan dan deployment. Dengan penguasaan fondasi yang kuat serta latihan berkelanjutan melalui proyek nyata, kemampuan teknis yang kamu miliki akan berkembang secara optimal dan relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

Bagi pemula, mengikuti kursus Full Stack Developer dapat menjadi langkah strategis untuk memulai perjalanan karier di bidang ini. Baik kursus gratis maupun berbayar, keduanya memiliki peran penting dalam membantu kamu belajar secara terstruktur sesuai level kemampuan. Dengan memilih kursus yang tepat dan menyesuaikannya dengan tujuan karier, kamu dapat mempersiapkan diri menjadi Full Stack Developer yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di dunia kerja digital.

Yuk, Siapkan Karier Sebagai Full Stack Developer!

Yuk, Siapkan Karier Sebagai Full Stack Developer!

Perlu kamu ketahui, sebagian besar kursus Full Stack Developer gratis yang tersedia saat ini umumnya berasal dari platform luar negeri dan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Bagi pemula yang benar-benar baru terjun ke dunia programming, kondisi ini sering kali menjadi tantangan tersendiri karena harus memahami konsep teknis sekaligus bahasa asing. Jika kamu ingin menjadi Full Stack Developer namun masih berada di tahap awal belajar dan lebih nyaman menggunakan bahasa Indonesia, tidak ada salahnya memulai dari penguasaan basic terlebih dahulu.

Sebagai langkah awal, kamu bisa belajar fundamental programming melalui Digital Learning Digital Skola. Dengan pendekatan pembelajaran yang terstruktur dan mudah dipahami, kamu bisa membangun skill secara bertahap sebelum melangkah ke materi full stack yang lebih kompleks.

FAQ 

1. Apakah pemula bisa belajar Full Stack Developer?

Bisa. Pemula disarankan mempelajari dasar programming terlebih dahulu sebelum masuk ke materi full stack yang lebih kompleks.

2. Apakah harus bisa bahasa Inggris untuk belajar Full Stack Developer?

Tidak wajib, namun bahasa Inggris akan sangat membantu saat mengakses dokumentasi dan kursus global.