
Rangkuman
- Business Intelligence Analyst menggunakan data untuk membantu perusahaan memahami performa bisnis dan mengambil keputusan.
- Tugas BI Analyst mencakup mengolah data, membuat dashboard, menganalisis KPI, hingga menyampaikan insight kepada stakeholder.
- Skill yang penting meliputi SQL, Excel, data visualization, data modeling, business understanding, dan communication.
- Siap membangun skill dan portfolio untuk berkarier di dunia data? Daftar Bootcamp Business Intelligence Digital Skola dan mulai belajar skill yang relevan dengan kebutuhan industri.
Apa itu Business Intelligence Analyst? Business Intelligence Analyst adalah profesional yang menggunakan data untuk membantu perusahaan memahami performa bisnis, menemukan insight, dan mengambil keputusan berdasarkan data.
Pekerjaan ini tidak hanya berkaitan dengan angka, tetapi juga membutuhkan pemahaman bisnis dan kemampuan menyajikan data agar mudah dipahami.
Lalu, apa saja tugas Business Intelligence Analyst, skill yang dibutuhkan, dan bagaimana jenjang kariernya? Yuk, simak selengkapnya!

Apa Itu Business Intelligence Analyst?
Business Intelligence Analyst adalah profesional yang menggunakan data untuk membantu perusahaan memahami performa bisnis, menemukan insight, dan mendukung pengambilan keputusan.
Sederhananya, BI Analyst mengubah data yang kompleks menjadi informasi yang lebih mudah dipahami dan digunakan oleh tim bisnis.
Apa Tujuan Business Intelligence Analyst?
Tujuan utama BI Analyst adalah membantu perusahaan mendapatkan informasi yang berguna dari data.
Karena itu, pekerjaan BI Analyst tidak hanya berfokus pada angka, tetapi juga bagaimana data tersebut dapat digunakan untuk memahami kondisi bisnis dan menentukan langkah yang tepat.
Beberapa hal yang dibantu oleh BI Analyst antara lain:
- Memahami performa bisnis
- Memantau KPI
- Menemukan pola dan trend
- Mengidentifikasi masalah
- Mendukung pengambilan keputusan berbasis data
Apa Tugas Business Intelligence Analyst?
BI Analyst bertanggung jawab mengubah data menjadi informasi yang dapat membantu perusahaan memahami kondisi bisnis dan mengambil keputusan. Dalam praktiknya, tugas BI Analyst dapat berbeda di setiap perusahaan.
Namun, beberapa tugas berikut merupakan bagian yang umum dilakukan:
1. Mengolah Data
BI Analyst mengolah data dari berbagai sumber agar siap digunakan untuk analisis.
Proses ini dapat mencakup mengambil data dari database, membersihkan data yang tidak sesuai, menggabungkan beberapa sumber data, hingga memastikan data yang digunakan memiliki kualitas yang baik.
2. Membuat Dashboard
BI Analyst membuat dashboard untuk menyajikan informasi penting secara visual dan mudah dipahami.
Dashboard dapat digunakan untuk memantau penjualan, performa produk, aktivitas pelanggan, maupun KPI tertentu sehingga tim dapat melihat kondisi bisnis dengan lebih cepat.
3. Membuat Business Report
Selain dashboard, BI Analyst juga dapat membuat business report sesuai kebutuhan perusahaan.
Laporan tersebut dapat berisi data performa, hasil analisis, perkembangan KPI, atau informasi lain yang dibutuhkan oleh tim untuk mengevaluasi kondisi bisnis.
4. Menganalisis KPI
BI Analyst membantu perusahaan memantau Key Performance Indicator (KPI) untuk mengetahui apakah target bisnis telah tercapai.
Analisis dapat dilakukan dengan membandingkan performa aktual dengan target, melihat perubahan dari waktu ke waktu, serta mencari faktor yang dapat menjelaskan perubahan tersebut.
5. Mencari Insight dari Data
Data yang sudah diolah perlu diterjemahkan menjadi insight yang bermakna.
BI Analyst mencari pola, trend, atau perubahan tertentu yang dapat memberikan gambaran mengenai kondisi bisnis dan membantu tim memahami apa yang sedang terjadi.
6. Membuat Rekomendasi untuk Bisnis
Berdasarkan hasil analisis, BI Analyst dapat memberikan rekomendasi yang relevan dengan kebutuhan bisnis.
Rekomendasi tersebut dapat membantu perusahaan menentukan area yang perlu diperbaiki, peluang yang dapat dikembangkan, atau hal yang perlu diperhatikan lebih lanjut.
7. Berkolaborasi dengan Stakeholder
BI Analyst perlu berkomunikasi dengan berbagai stakeholder untuk memahami kebutuhan data dan tujuan analisis.
Mereka dapat bekerja sama dengan tim marketing, sales, finance, product, maupun manajemen untuk memastikan analisis dan laporan yang dibuat benar-benar relevan dengan kebutuhan bisnis.
Apa Tools yang Digunakan Business Intelligence Analyst?
Untuk menjalankan pekerjaannya, Business Intelligence Analyst menggunakan berbagai tools untuk mengambil, mengolah, menganalisis, dan menyajikan data.
Berikut beberapa tools yang umum digunakan oleh Business Intelligence Analyst:
1. SQL
SQL merupakan salah satu skill dan tools yang penting bagi BI Analyst karena digunakan untuk mengambil dan mengolah data dari database.
Dengan SQL, BI Analyst dapat melakukan berbagai proses seperti:
- Mengambil data dari tabel tertentu
- Menggabungkan data dari beberapa tabel menggunakan JOIN
- Menyaring data sesuai kebutuhan
- Melakukan perhitungan dan agregasi
- Menyiapkan data untuk kebutuhan analisis dan reporting
2. Power BI
Power BI merupakan business intelligence tool yang digunakan untuk mengolah dan memvisualisasikan data menjadi dashboard dan laporan interaktif.
BI Analyst dapat menggunakannya untuk menampilkan KPI, melihat trend, serta membantu tim memahami performa bisnis melalui visualisasi data.
3. Tableau
Tableau merupakan data visualization tool yang dapat digunakan untuk membuat visualisasi dan dashboard interaktif.
Dengan Tableau, BI Analyst dapat menyajikan data dalam berbagai bentuk visual sehingga pola dan informasi penting dapat lebih mudah dipahami oleh pengguna bisnis.
4. Excel
Excel masih banyak digunakan dalam pekerjaan yang berkaitan dengan data, termasuk Business Intelligence.
Selain untuk pengolahan data sederhana, Excel dapat digunakan untuk membuat perhitungan, melakukan analisis, membuat pivot table, hingga menyusun laporan.
Beberapa kemampuan Excel yang dapat berguna bagi BI Analyst antara lain:
- Formula dan fungsi Excel
- Pivot Table
- Lookup
- Data cleaning
- Data visualization
5. Looker / Looker Studio
Looker dan Looker Studio dapat digunakan untuk kebutuhan business intelligence, visualisasi, dan reporting.
BI Analyst dapat memanfaatkannya untuk membuat dashboard serta menyajikan data dari berbagai sumber agar lebih mudah dipantau oleh tim bisnis.
Kebutuhan penggunaan Looker atau Looker Studio dapat berbeda tergantung sistem data dan tools yang digunakan oleh perusahaan.
6. Database dan Data Warehouse
Database dan data warehouse bukan sekadar tools untuk membuat visualisasi, tetapi merupakan bagian penting dari lingkungan data yang digunakan BI Analyst.
Database digunakan untuk menyimpan data operasional, sedangkan data warehouse digunakan untuk mengintegrasikan dan menyimpan data dari berbagai sumber agar dapat digunakan untuk analisis dan reporting.
Pemahaman tentang keduanya membantu BI Analyst mengetahui dari mana data berasal, bagaimana data disimpan, dan bagaimana data tersebut dapat digunakan untuk menghasilkan insight bagi bisnis.
Baca Juga: Berapa Gaji Business Intelligence Analyst di Indonesia 2026? Ini Rangenya
Apa Skill yang Dibutuhkan Business Intelligence Analyst?

Untuk menjadi Business Intelligence Analyst, kamu membutuhkan kombinasi skill teknis dan non-teknis.
Kemampuan teknis membantu kamu mengolah dan memahami data, sementara kemampuan non-teknis membantu menerjemahkan data menjadi insight yang relevan dengan kebutuhan bisnis.
Skill Teknis
Beberapa skill teknis yang penting untuk dikuasai antara lain:
1. SQL
SQL digunakan untuk mengambil, mengolah, dan menganalisis data dari database.
Kemampuan ini penting karena BI Analyst sering perlu menyiapkan data sebelum digunakan untuk analisis dan reporting.
2. Data Visualization
Kemampuan data visualization membantu kamu menyajikan data dalam bentuk visual yang mudah dipahami.
Tools seperti Power BI dan Tableau dapat digunakan untuk membuat dashboard, laporan, dan visualisasi data.
3. Data Modeling
Data modeling membantu kamu memahami hubungan antar-data dan menyusun struktur data yang dapat digunakan secara konsisten.
Kemampuan ini penting ketika bekerja dengan data dari berbagai sumber.
4. Data Warehouse
Pemahaman tentang data warehouse membantu kamu mengetahui bagaimana data dari berbagai sumber dikumpulkan, disimpan, dan digunakan untuk kebutuhan analisis dan reporting.
5. Excel
Excel masih relevan untuk berbagai kebutuhan analisis dan reporting.
Kamu dapat menggunakannya untuk melakukan perhitungan, data cleaning, membuat pivot table, hingga menganalisis data.
6. Basic Statistics
Pemahaman dasar statistik membantu kamu membaca dan menginterpretasikan data dengan lebih tepat.
Kamu dapat menggunakannya untuk memahami pola, perbandingan, perubahan, dan hubungan dalam data.
Skill Non-Teknis
Selain kemampuan teknis, BI Analyst perlu memahami konteks bisnis dan mampu menyampaikan hasil analisis kepada stakeholder.
Beberapa skill non-teknis yang penting antara lain:
1. Analytical Thinking
Analytical thinking membantu kamu melihat pola, hubungan, dan informasi penting dari data. Dengan kemampuan ini, kamu dapat menganalisis masalah secara lebih terstruktur.
2. Business Understanding
BI Analyst perlu memahami bagaimana bisnis berjalan, termasuk tujuan, proses, KPI, dan kebutuhan setiap tim. Business understanding membantu kamu menghubungkan data dengan masalah bisnis yang ingin diselesaikan.
3. Communication
Hasil analisis perlu disampaikan kepada stakeholder yang belum tentu memiliki latar belakang teknis. Karena itu, kemampuan komunikasi penting agar kamu dapat menjelaskan data dan insight dengan jelas.
4. Problem Solving
Dalam pekerjaan BI, kamu dapat menghadapi berbagai masalah seperti data yang tidak lengkap, perbedaan sumber data, atau kebutuhan bisnis yang belum jelas.
Problem solving membantu kamu menemukan pendekatan yang tepat untuk menyelesaikan masalah tersebut.
5. Data Storytelling
Data storytelling membantu kamu menyampaikan hasil analisis dalam bentuk cerita yang mudah dipahami.
Bukan hanya menunjukkan angka, kamu juga perlu menjelaskan apa yang terjadi, mengapa hal tersebut penting, dan insight apa yang dapat digunakan oleh bisnis.
Apakah Business Intelligence Analyst Harus Bisa Coding?
Tidak harus menguasai programming secara mendalam. Namun, kemampuan teknis tetap penting, terutama SQL karena BI Analyst sering bekerja dengan data dari database.
Berikut skil yang setidaknya perlu dikuasai:
- SQL: Sangat penting untuk mengambil, mengolah, dan menganalisis data.
- Python: Bisa menjadi nilai tambah untuk analisis data, otomatisasi, atau pekerjaan yang lebih kompleks.
- R: Tidak selalu diperlukan karena penggunaannya bergantung pada kebutuhan perusahaan.
- Coding: Kebutuhannya dapat berbeda berdasarkan perusahaan, posisi, dan job description.
Jadi, fokus utama BI Analyst bukan pada kemampuan programming saja, tetapi juga pada kemampuan mengolah data, memahami kebutuhan bisnis, dan menyajikan insight yang relevan.
Apa Perbedaan Business Intelligence Analyst dan Business Analyst?
Business Intelligence Analyst dan Business Analyst sering dianggap sebagai posisi yang sama karena keduanya sama-sama berhubungan dengan kebutuhan bisnis.
Namun, fokus pekerjaannya berbeda. BI Analyst lebih banyak menggunakan data untuk menghasilkan insight, sedangkan Business Analyst lebih berfokus pada kebutuhan, proses, dan solusi bisnis.
Business Intelligence Analyst
Business Intelligence Analyst berfokus pada penggunaan data untuk membantu perusahaan memahami performa bisnis dan mengambil keputusan. Pekerjaannya banyak berkaitan dengan:
- Mengolah dan menganalisis data
- Membuat dashboard
- Memantau KPI
- Membuat business reporting
- Menemukan insight dan trend
- Menyajikan informasi berdasarkan data
Business Analyst
Business Analyst lebih berfokus pada memahami kebutuhan bisnis dan mencari solusi untuk suatu masalah atau kebutuhan perusahaan. Pekerjaannya dapat mencakup:
- Mengidentifikasi kebutuhan bisnis
- Mengumpulkan dan menganalisis requirement
- Memahami dan mengevaluasi proses bisnis
- Berkomunikasi dengan stakeholder
- Membantu merancang solusi untuk masalah bisnis
- Mendukung implementasi perubahan atau solusi bisnis
Sederhananya, BI Analyst lebih banyak menjawab pertanyaan bisnis melalui data, sedangkan Business Analyst lebih banyak memahami masalah dan kebutuhan bisnis untuk menemukan solusi.
Meski begitu, batas pekerjaan keduanya dapat berbeda tergantung perusahaan dan job description.
Apakah Fresh Graduate Bisa Menjadi Business Intelligence Analyst?
Ya, fresh graduate bisa memulai karier sebagai Business Intelligence Analyst. Yang penting, kamu memiliki skill yang relevan dan dapat menunjukkan kemampuan tersebut melalui proyek, portfolio, internship, atau pengalaman belajar lainnya.
Skill yang Perlu Dipelajari
Beberapa skill yang dapat kamu pelajari untuk mempersiapkan diri antara lain:
- SQL
- Excel
- Power BI / Tableau
- Data visualization
- Basic statistics
- Business understanding
Apakah Harus Punya Pengalaman?
Pengalaman kerja memang dapat menjadi nilai tambah, tetapi bukan satu-satunya cara untuk menunjukkan kemampuan.
Sebagai fresh graduate, kamu bisa membuktikan kemampuan melalui proyek pribadi, proyek kuliah, internship, atau portfolio yang relevan.
Yang penting, portfolio tidak hanya menunjukkan hasil akhir, tetapi juga memperlihatkan bagaimana kamu mengolah data, melakukan analisis, menemukan insight, dan menyajikan hasilnya.
Portfolio yang Bisa Dibuat
Untuk menunjukkan kemampuan sebagai BI Analyst, kamu dapat membuat beberapa proyek seperti:
- Sales Dashboard
- Marketing Dashboard
- Customer Analysis
- E-commerce Dashboard
- Financial Dashboard
Dengan portfolio tersebut, kamu dapat menunjukkan kemampuan teknis sekaligus pemahaman terhadap masalah dan kebutuhan bisnis.
Baca Juga: Business Intelligence vs Data Analyst: Perbedaan, Tugas, Skill, dan Gajinya
Bagaimana Jenjang Karier Business Intelligence Analyst?

Jenjang karier Business Intelligence Analyst dapat berkembang seiring bertambahnya pengalaman, skill, dan tanggung jawab. Namun, career path tidak selalu berjalan secara linear karena setiap perusahaan memiliki struktur posisi yang berbeda.
Berikut salah satu gambaran jenjang karier yang umum:
1. Junior Business Intelligence Analyst
Pada tahap awal, Junior BI Analyst biasanya berfokus pada membangun kemampuan teknis dan memahami proses bisnis.
Tugasnya dapat mencakup mengolah data, membuat laporan, memperbarui dashboard, dan membantu analisis yang dilakukan oleh anggota tim yang lebih senior.
Di tahap ini, kemampuan seperti SQL, Excel, data visualization, dan penggunaan BI tools menjadi dasar yang penting untuk dikembangkan.
2. Business Intelligence Analyst
Setelah memiliki pengalaman, BI Analyst biasanya mulai menangani analisis secara lebih mandiri.
Tanggung jawabnya dapat mencakup membuat dashboard, menganalisis KPI, menemukan insight, serta berkomunikasi langsung dengan stakeholder untuk memahami kebutuhan bisnis.
Pada tahap ini, pemahaman bisnis menjadi semakin penting karena BI Analyst tidak hanya mengolah data, tetapi juga perlu memahami bagaimana hasil analisis dapat digunakan.
3. Senior Business Intelligence Analyst
Senior BI Analyst biasanya menangani pekerjaan dengan tingkat kompleksitas dan tanggung jawab yang lebih tinggi.
Selain melakukan analisis, mereka dapat terlibat dalam data modeling, perancangan solusi BI, penentuan KPI, hingga memberikan rekomendasi berdasarkan data.
Senior BI Analyst juga dapat membantu membimbing anggota tim yang lebih junior dan berkolaborasi dengan berbagai tim dalam proyek yang lebih strategis.
4. BI Lead / BI Manager
Pada level lead atau manager, fokus pekerjaan dapat semakin bergeser dari analisis individual ke pengelolaan tim dan strategi BI.
Tanggung jawabnya dapat mencakup menentukan prioritas proyek, mengelola tim, memastikan kualitas reporting, serta menyelaraskan kebutuhan BI dengan tujuan bisnis perusahaan.
Namun, tidak semua perusahaan memiliki struktur hingga posisi BI Manager. Jenjang dan nama posisi dapat berbeda tergantung ukuran serta struktur organisasi.
5. Career Transition ke Bidang Lain
Pengalaman sebagai BI Analyst juga dapat menjadi dasar untuk berpindah ke beberapa bidang lain yang masih berkaitan dengan data, tergantung skill dan pengalaman yang kamu bangun.
Beberapa kemungkinan career transition antara lain:
- Data Analyst: Berfokus pada analisis data untuk menghasilkan insight dan mendukung kebutuhan bisnis.
- Analytics Engineer: Menggabungkan pemahaman data, data transformation, dan kebutuhan analitik untuk membangun data yang siap digunakan.
- Data Engineer: Lebih berfokus pada pembangunan dan pengelolaan infrastruktur serta data pipeline.
- Analytics Manager: Mengelola tim dan strategi analitik untuk mendukung kebutuhan bisnis.
Jadi, karier BI Analyst tidak harus berakhir pada satu posisi tertentu. Perkembangannya dapat mengikuti skill, pengalaman, minat, dan kebutuhan karier yang ingin kamu bangun.
Berapa Gaji Business Intelligence Analyst di Indonesia?
Gaji Business Intelligence Analyst di Indonesia dapat berbeda-beda tergantung pada beberapa faktor. Karena itu, tidak ada satu angka yang berlaku untuk semua BI Analyst.
Beberapa faktor yang dapat memengaruhi gaji antara lain:
- Pengalaman: Level junior, mid-level, dan senior memiliki tanggung jawab dan kisaran kompensasi yang berbeda.
- Lokasi: Gaji dapat berbeda berdasarkan kota dan sistem kerja, termasuk posisi remote.
- Industri: Kebutuhan BI di setiap industri dapat berbeda, begitu pula dengan struktur kompensasinya.
- Perusahaan: Ukuran, skala bisnis, dan kebijakan perusahaan dapat memengaruhi paket kompensasi.
- Skill: Penguasaan SQL, BI tools, data modeling, dan business understanding dapat menjadi bagian dari persyaratan posisi.
Siapa yang Cocok Menjadi Business Intelligence Analyst?
Business Intelligence Analyst cocok untuk kamu yang tertarik dengan data sekaligus ingin memahami bagaimana data tersebut digunakan dalam dunia bisnis.
Selain kemampuan teknis, rasa ingin tahu dan kemampuan berkomunikasi juga penting dalam pekerjaan ini.
Berikut kriteria yang mungkin cocok untuk pekerjaan ini:
1. Suka Mengolah Data
Jika kamu menikmati proses mengolah, menyusun, dan mencari informasi dari data, pekerjaan BI Analyst bisa menjadi salah satu pilihan karier yang relevan.
2. Tertarik dengan Bisnis
BI Analyst tidak hanya bekerja dengan angka. Kamu juga perlu memahami bagaimana perusahaan menghasilkan pendapatan, mencapai target, dan menjalankan proses bisnis agar dapat memberikan analisis yang relevan.
3. Suka Mencari Pola dan Insight
BI Analyst perlu melihat data lebih dari sekadar angka. Rasa ingin tahu terhadap pola, trend, atau perubahan tertentu dapat membantu kamu menemukan insight yang berguna bagi bisnis.
4. Senang Membuat Dashboard
Jika kamu tertarik menyajikan informasi dalam bentuk visual, pekerjaan BI Analyst dapat memberikan banyak kesempatan untuk membuat dashboard menggunakan tools seperti Power BI atau Tableau.
5. Suka Memecahkan Masalah
Dalam pekerjaan BI, kamu dapat menemukan berbagai masalah seperti data yang tidak lengkap atau hasil bisnis yang tidak sesuai target.
Kemampuan berpikir secara terstruktur dapat membantu mencari penyebab dan solusi berdasarkan data.
6. Nyaman Berkomunikasi dengan Stakeholder
BI Analyst perlu menjelaskan hasil analisis kepada orang dari berbagai latar belakang.
Karena itu, kamu perlu nyaman berdiskusi dengan stakeholder dan mampu menyampaikan data serta insight dengan bahasa yang mudah dipahami.
Baca Juga: Apa Itu Database? Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Cara Kerjanya
Bagaimana Cara Menjadi Business Intelligence Analyst?
Jika kamu tertarik berkarier sebagai Business Intelligence Analyst, kamu bisa membangun skill secara bertahap, mulai dari memahami dasar data hingga membuat portfolio yang relevan.
Berikut langkah yang dapat kamu ikuti:
1. Pelajari Dasar Data
Mulai dengan memahami konsep dasar data, seperti jenis data, cara membaca data, proses pengolahan data, serta bagaimana data digunakan untuk menjawab kebutuhan bisnis.
Dasar ini akan membantu kamu lebih mudah mempelajari tools dan teknik analisis berikutnya.
2. Kuasai Excel
Excel dapat menjadi langkah awal untuk belajar mengolah dan menganalisis data.
Pelajari formula, lookup, pivot table, data cleaning, serta visualisasi dasar agar kamu terbiasa bekerja dengan data.
3. Pelajari SQL
Setelah memahami dasar pengolahan data, lanjutkan dengan SQL.
Fokus pada kemampuan seperti mengambil data, melakukan filtering, agregasi, JOIN, subquery, dan window function untuk menangani kebutuhan analisis yang lebih kompleks.
4. Kuasai Power BI atau Tableau
Pilih salah satu BI tools seperti Power BI atau Tableau untuk mempelajari data visualization dan pembuatan dashboard.
Selain memahami fitur teknisnya, pelajari juga cara menyajikan data agar informasi penting dapat dipahami dengan mudah.
5. Pelajari Data Modeling
Selanjutnya, pahami bagaimana data dari berbagai sumber dapat disusun dan dihubungkan untuk kebutuhan analisis.
Data modeling akan membantu kamu membuat struktur data yang lebih konsisten dan mendukung reporting yang akurat.
6. Pahami Business Metrics
Jangan hanya fokus pada kemampuan teknis. Pelajari juga KPI dan metrik yang umum digunakan dalam bisnis, seperti revenue, conversion rate, customer retention, atau profit margin. Dengan begitu, kamu dapat memahami konteks di balik angka yang dianalisis.
7. Bangun Portfolio
Terapkan skill yang sudah dipelajari melalui proyek nyata atau dataset publik.
Buat portfolio yang menunjukkan proses mulai dari mengolah data, melakukan analisis, membuat visualisasi, menemukan insight, hingga memberikan rekomendasi bisnis.
8. Mulai Melamar Posisi Entry-Level
Setelah memiliki dasar skill dan portfolio, kamu dapat mulai mencari posisi entry-level seperti Junior BI Analyst atau posisi lain yang berkaitan dengan data.
Saat melamar, sesuaikan CV dan portfolio dengan job description serta skill yang dibutuhkan perusahaan.
Kesimpulan
Business Intelligence Analyst adalah profesi yang menggabungkan kemampuan mengolah data dengan pemahaman bisnis untuk menghasilkan insight yang membantu perusahaan mengambil keputusan.
Untuk memulai karier di bidang ini, kamu dapat mempelajari SQL, Excel, BI tools, data modeling, dan business understanding, lalu membuktikan kemampuan melalui portfolio yang relevan.

Kembangkan Skill Data untuk Masa Depan Kariermu Bersama Digital Skola
Sudah tahu apa itu Business Intelligence Analyst dan skill yang dibutuhkan? Saatnya mulai membangun kemampuan yang relevan dengan kebutuhan industri.
Digital Skola menghadirkan Bootcamp Business Intelligence: Driving Growth Through Data Analytics untuk membantu kamu belajar dan berlatih skill data secara praktis.
Dalam bootcamp ini, kamu akan mendapatkan:
- Pembelajaran Data Analyst, Business Intelligence, dan Business Analyst dalam satu kelas
- Praktik menggunakan tools yang digunakan di industri
- 4 portfolio untuk membantu mempersiapkan karier
- Sesi Global Career untuk membuka peluang karier secara global
- Pilihan bundling dengan kelas Excel, sehingga dengan satu kali pembayaran kamu bisa mendapatkan 2 kelas
Daftar kelasnya sekarang dan mulai bangun skill untuk mempersiapkan karier di bidang data bersama Digital Skola.
FAQ
1. Apakah lulusan non-IT bisa menjadi Business Intelligence Analyst?
Bisa. Latar belakang IT bukan satu-satunya faktor yang menentukan. Lulusan non-IT tetap dapat memulai karier sebagai BI Analyst dengan mempelajari skill yang relevan dan membangun portfolio untuk menunjukkan kemampuan.
2. Apakah sertifikasi diperlukan untuk menjadi Business Intelligence Analyst?
Sertifikasi tidak selalu menjadi persyaratan wajib. Namun, sertifikasi yang relevan dapat menjadi nilai tambah, terutama untuk menunjukkan bahwa kamu telah mempelajari tools atau kompetensi tertentu.
3. Apakah Business Intelligence Analyst bisa bekerja secara remote?
Bisa, tergantung kebijakan perusahaan dan posisi yang tersedia. Beberapa perusahaan menawarkan sistem kerja remote atau hybrid, sementara perusahaan lainnya menerapkan sistem kerja dari kantor.
4. Apakah Business Intelligence Analyst hanya bekerja dengan angka?
Tidak. Selain mengolah angka dan data, BI Analyst juga perlu memahami konteks bisnis, berkomunikasi dengan stakeholder, dan menerjemahkan hasil analisis menjadi insight yang mudah dipahami.
5. Apakah Business Intelligence Analyst cocok untuk orang yang tidak terlalu suka matematika?
Bisa. BI Analyst memang membutuhkan pemahaman statistik dasar, tetapi pekerjaannya tidak selalu berfokus pada matematika yang kompleks. Kemampuan berpikir analitis, memahami bisnis, mengolah data, dan menyampaikan insight juga sangat penting.