HomepageBlog11 Cara Cek Perusahaan Penipu agar Tidak Tertipu Lowongan Kerja Palsu
5 min read

11 Cara Cek Perusahaan Penipu agar Tidak Tertipu Lowongan Kerja Palsu

Tayang 28 September 2024 Diperbarui: 28 September 2024
Ditulis oleh:
digitalskola

Digital Skola Content Team

Share


Cara Cek Perusahaan Penipu
Cara Cek Perusahaan Penipu (Photo by Andrea Piacquadi on Pexels)         

Cara cek perusahaan penipu penting diketahui agar kamu terhindar dari jebakan lowongan kerja palsu. Apalagi, di era digital saat ini semakin marak penipuan berkedok lowongan kerja seringkali menyasar para pencari kerja yang sedang butuh pekerjaan dengan cepat. Sayangnya, tidak semua orang sadar bahwa mereka bisa menjadi korban hingga semuanya terlambat. Oleh karena itu, sebagai jobseeker, kamu perlu jeli dalam mengamati setiap detail informasi yang diberikan oleh perusahaan. 

Selain membuang waktu, melamar ke perusahaan penipu bisa membawa risiko yang lebih serius. Data pribadi yang kamu kirim, seperti KTP atau informasi rekening bank, bisa disalahgunakan untuk tindakan ilegal, seperti pencurian identitas atau penipuan finansial. Dalam beberapa kasus, perusahaan palsu juga meminta biaya pendaftaran atau pelatihan yang sebenarnya tidak dibutuhkan dalam proses rekrutmen yang sah. Bahaya ini bukan hanya merugikan secara materi, tapi juga bisa menimbulkan stres dan kerugian jangka panjang.

Maka dari itu, agar kamu terhindar dari perusahaan penipu. Simak artikel ini sampai akhir untuk tau cara cek perusahaan penipu!

BACA JUGA: Switch Career: Definisi Hingga Panduan Lengkap

Apa Risiko Melamar di Perusahaan Penipu?

Melamar di perusahaan penipu bisa membawa berbagai risiko serius bagi jobseekers. Berikut beberapa risiko yang bisa terjadi:

Pencurian Identitas

Ketika melamar pekerjaan, biasanya kamu akan diminta mengirimkan dokumen pribadi seperti:

  • KTP
  • NPWP
  • Informasi rekening bank

Perusahaan penipu bisa menyalahgunakan informasi ini untuk melakukan pencurian identitas, seperti membuka rekening bank atau kartu kredit atas namamu tanpa sepengetahuanmu. 

Penipuan Finansial

Salah satu modus umum perusahaan penipu adalah meminta pelamar untuk membayar sejumlah uang, biasanya dengan alasan:

  • Biaya administrasi
  • Biaya pelatihan
  • Beli peralatan kerja 

Setelah pembayaran dilakukan, mereka akan menghilang atau memberikan janji palsu tanpa ada tindak lanjut. 

Eksploitasi Tenaga Kerja

Beberapa perusahaan palsu bisa menipu pelamar untuk bekerja tanpa kontrak yang sah. Setelah bekerja, kamu tidak membayar gaji sesuai kesepakatan, bahkan mungkin sama sekali tidak membayar. 

Kebocoran Data Pribadi

Melamar ke perusahaan penipu juga membuka risiko kebocoran data pribadi. Informasi yang kamu kirim bisa dijual atau digunakan untuk kejahatan lain, seperti phishing atau penipuan melalui telepon dan email. Kebocoran data pribadi ini bisa mempengaruhi keamanan dalam jangka panjang, termasuk ancaman terhadap identitas digitalmu.

Kehilangan Kesempatan Karier yang Lebih Baik

Dengan melamar ke perusahaan penipu berarti kamu kehilangan waktu dan tenaga yang bisa digunakan untuk melamar ke perusahaan yang sah. Ini juga bisa membuat kamu kehilangan kepercayaan diri dalam proses pencarian kerja, karena merasa tertipu dan kecewa.

Risiko Hukum

Dalam beberapa kasus, melamar ke perusahaan penipu juga bisa membuat pelamar tanpa sadar terlibat dalam kegiatan ilegal. Misalnya, jika perusahaan tersebut menggunakan nama pelamar untuk kegiatan kriminal, pelamar bisa terseret dalam masalah hukum. Meski tidak bersalah, proses untuk membersihkan nama dari keterlibatan ini bisa memakan waktu dan sumber daya.

Stres dan Trauma

Terjebak dalam penipuan pekerjaan bisa menimbulkan stres dan trauma emosional. Jika kamu tertipu mungkin merasa dipermalukan, tidak percaya diri, dan sulit memulai lagi proses pencarian kerja. Pengalaman negatif ini bisa mempengaruhi kondisi mental, terutama jika kerugian yang dialami cukup besar.

BACA JUGA: Fresh Graduates Adalah: Definisi dan Panduan Karier

Apa Ciri-Ciri Perusahaan Penipu?

Sebenarnya, sebelum kamu melakukan cara cek perusahaan penipu, kamu bisa mengenali perusahaan penipu dari ciri-ciri ini:

Informasi Tidak Transparan

Ciri pertama adalah perusahaan tidak memberikan detail yang jelas tentang alamat kantor, nomor telepon, atau identitas pemilik. Bahkan, kamu sulit menemukan informasi perusahaan di sumber yang kredibel atau situs web resmi.

Tawaran Terlalu Bagus Untuk Jadi Kenyataan

Ciri selanjutnya adalah perusahaan menawarkan keuntungan besar dalam waktu singkat tanpa risiko jelas. Bahkan, kamu dijanjikan akan dapat penghasilan besar tanpa kerja keras atau kualifikasi yang memadai.

Sistem Pembayaran yang Aneh

Umumnya, perusahaan penipu itu akan meminta pembayaran di muka untuk hal-hal yang tidak masuk akal, seperti biaya administrasi atau proses. Atau, perusahaan mengharuskan pembayaran melalui metode yang sulit dilacak (misalnya, transfer uang melalui layanan yang tidak aman atau cryptocurrency tanpa alasan jelas).

Skema Ponzi atau Piramida

Ciri selanjutnya adalah perusahaan lebih fokus pada rekrutmen orang baru daripada penjualan produk atau jasa nyata. Misalnya, menjanjikan kamu akan dapat keuntungan besar jika merekrut orang lain, namun tidak ada produk atau layanan yang jelas dijual.

Reputasi Buruk di Internet

Ciri berikutnya adalah banyak keluhan atau review negatif di forum, media sosial, atau situs web pengaduan konsumen. 

Tidak Memiliki Legalitas Jelas

Tidak memiliki izin usaha atau dokumen legal yang diakui oleh badan pemerintah terkait sehingga kamu sulit memverifikasi izin atau status perusahaan melalui otoritas yang berwenang.

Meminta informasi Pribadi Berlebih

Meminta data pribadi seperti nomor KTP, kartu kredit, atau rekening bank tanpa alasan jelas. Bahkan, menggunakan taktik intimidasi agar korban memberikan informasi sensitif.

BACA JUGA: Cara Menjadi Penulis Lepas Sukses Hasilkan Cuan

Cara Mengecek Informasi Perusahaan dengan Benar

Sebelum kamu mengirimkan lamaran atau bahkan mengikuti proses rekrutmen, penting untuk memastikan bahwa perusahaan yang kamu tuju benar-benar eksis dan legal. Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengecek informasi perusahaan dengan benar:

Cari Nama Perusahaan di Google

Lakukan pencarian nama perusahaan disertai kata kunci seperti “penipuan”, “rekrutmen”, atau “lowongan kerja”. Cara ini dapat membantumu menemukan ulasan atau pengalaman dari orang lain yang pernah berinteraksi dengan perusahaan tersebut.

Cek Alamat Kantor dan Kontak Resmi

Perusahaan yang kredibel biasanya memiliki alamat kantor yang jelas , serta kontak resmi seperti nomor telepon kantor atau email perusahaan. Gunakan Google Maps untuk mengecek lokasi, atau coba hubungi kontak yang tertera.

Perhatikan Domain Email dan Website

Umumnya, perusahaan profesional akan memakai domain email khusus seperti [email protected] serta memiliki website resmi yang aktif dan bisa diakses publik.

Telusuri di Media Sosial dan Linkedln

Periksa aktivitas perusahaan di media sosial dan LinkedIn. Perusahaan yang aktif biasanya memiliki konten konsisten, jumlah pengikut yang wajar, dan daftar karyawan yang bisa ditemukan di LinkedIn. Ini bisa jadi indikator validitas perusahaan.

Tanyakan ke Forum atau Komunitas Karier

Jika masih ragu, kamu bisa bertanya ke komunitas seperti grup Telegram, Discord, Reddit, atau Quora. Banyak pencari kerja lain yang mungkin pernah berurusan dengan perusahaan tersebut dan bisa memberikan testimoni atau peringatan.

BACA JUGA: Roadmap Sukses Dapat Remote Work Indonesia

11 Cara Cek Perusahaan Penipu 

Kamu perlu melakukan pengecekan legalitas perusahaan agar tahu apakah perusahaan tersebut sudah memiliki izin resmi dan terdaftar di instansi pemerintah. Berikut caranya:

Cek Melalui Web Kemenkumham

Situs web milik Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) dapat digunakan untuk memeriksa legalitas suatu perusahaan:

  • Kunjungi situs ahu.go.id
  • Ketikkan nama perusahaan yang ingin kamu cari
  • Lengkapi captcha yang muncul
  • Hasil pencarian legalitas perusahaan akan tampil di layar

Jika perusahaan yang kamu cari tidak muncul dalam hasil pencarian, itu tidak selalu berarti perusahaan tersebut ilegal. Mungkin saja perusahaan tersebut tidak berada dalam lingkup ahu.go.id. Kamu tetap bisa memeriksa legalitasnya secara manual melalui layanan Ditjen Administrasi Hukum (AHU).

Cek Melalui Web OJK

Sebagai situs resmi pemerintah, OJK (Otoritas Jasa Keuangan) juga populer digunakan untuk memeriksa legalitas perusahaan:

  • Kunjungi situs resmi OJK 
  • Data bulanan akan langsung ditampilkan
  • Untuk mencari perusahaan tertentu, pilih menu “Find in Page” yang ada di pojok kanan atas
  • Masukkan nama perusahaan yang ingin kamu cari
  • Status legalitas perusahaan tersebut akan muncul di layar

Di situs ini juga tercantum daftar perusahaan ilegal. Hal ini penting, mengingat semakin banyaknya perusahaan pinjaman online (pinjol) dan perusahaan lain yang belum memiliki izin resmi.

Cek Melalui Web Bappebti

Kamu juga bisa mengecek legalitas perusahaan melalui situs web Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti):

  • Buka laman bappebti.go.id
  • Klik kolom “Pelaku Pasar” yang terletak di bagian atas
  • Pilih salah satu opsi seperti SRG, BPK, Pedagang Fisik, atau Pasar Lelang
  • Pilih jenis perusahaan yang ingin kamu cek legalitasnya
  • Informasi mengenai kelegalan perusahaan tersebut akan tampil di layar

Dengan cara ini, kamu bisa memastikan apakah perusahaan dagang yang kamu cek terdaftar dan legal.

Cek Melalui Web Kominfo

Mungkin banyak yang belum tahu bahwa kamu juga bisa mengecek legalitas perusahaan melalui situs resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo):

  • Buka situs Direktorat Tata Kelola Aptika 
  • Data perusahaan akan muncul di layar
  • Untuk mengecek legalitas secara detail, pilih kolom “SE terdaftar”
  • Jika ingin melihat badan usaha yang izinnya telah dicabut, pilih kolom “SE dicabut”
  • Kolom “SE lama” berisi daftar perusahaan yang telah lama memperoleh legalitas

Di situs ini, kamu bisa melihat data secara menyeluruh menggunakan fitur Scan QR, termasuk informasi lengkap seperti nama perusahaan, situs web, dan sistem yang digunakan.

Cek Ulasan dan Testimoni Pelanggan

Kamu bisa mencari ulasan pelanggan di forum-forum, situs pengaduan konsumen, atau media sosial atau di situs seperti:

  • Google Review
  • Trustpilot
  • Glassdoor 

Waspadai testimoni yang terlihat palsu atau terlalu sempurna. 

Cek di Forum Anti-Penipuan

Ada beberapa situs yang dibuat khusus untuk melaporkan penipuan. Di Indonesia, kamu bisa menggunakan beberapa situs untuk  untuk memeriksa apakah perusahaan tersebut pernah dilaporkan:

  • Konsumen.org
  • Kredibel.co.id

Selain itu, kamu juga bisa cari ulasan atau diskusi terkait perusahaan di forum seperti Kaskus atau Quora, serta media sosial seperti Twitter atau Facebook.

Cek Reputasi di Media

Lakukan pencarian di Google dengan menggunakan nama perusahaan diikuti dengan kata kunci seperti “penipuan” atau “keluhan”. Jika perusahaan pernah tersangkut masalah hukum atau skandal, biasanya akan ada pemberitaan yang relevan.

Cek Nomor Rekening

Gunakan CekRekening.id untuk memverifikasi apakah nomor rekening yang kamu terima terkait dengan kasus penipuan. Jika nomor rekening tersebut telah dilaporkan, kamu bisa melihat statusnya di sini.

Cek Situs dan Email Perusahaan

Pastikan situs web perusahaan menggunakan alamat yang aman (https://) dan memiliki sertifikat SSL. Perusahaan penipu sering menggunakan situs web yang tampak tidak profesional atau tidak aman. Jika kamu berkomunikasi dengan perusahaan melalui email, periksa apakah alamat email tersebut menggunakan domain resmi perusahaan. 

Minta bukti Legalitas

Jika kamu masih ragu, jangan sungkan untuk meminta perusahaan menunjukkan bukti legalitas mereka, seperti izin usaha, sertifikat dari badan pengawas, atau bukti bahwa mereka terdaftar di instansi pemerintah.

Cek Data Perusahaan di Lembaga Terkait

Kamu juga bisa memeriksa apakah perusahaan tersebut tergabung dalam asosiasi industri atau kamar dagang. Ini bisa memberikan indikasi tambahan mengenai legitimasi perusahaan. 

BACA JUGA: 15 Ide Pekerjaan Part Time Untuk Mahasiswa

Kesimpulan

Kesimpulan
Kesimpulan (Photo by Campaign Creators on Unsplash) 

Saat melamar kerja jangan sampai kamu terburu-buru hingga mengabaikan keaslian perusahaan yang dituju. Di era digital yang serba cepat ini, penipuan lowongan kerja semakin canggih dan menyasar para pencari kerja yang sedang terdesak atau kurang informasi. Mulai dari pencurian identitas, penipuan finansial, hingga eksploitasi tenaga kerja, risiko melamar ke perusahaan palsu sangatlah serius dan merugikan.

Untungnya, kamu bisa menghindari jebakan ini dengan mengenali ciri-ciri perusahaan penipu dan melakukan pengecekan informasi secara menyeluruh. Gunakan berbagai sumber resmi seperti situs AHU, OJK, OSS, dan forum konsumen untuk memastikan legalitas dan reputasi perusahaan. Ingat, ketelitian sebelum melamar bisa menyelamatkan kamu dari kerugian besar di kemudian hari. Jadi, selalu cek dulu sebelum klik “kirim lamaran”!

BACA JUGA: 6 Cara Bikin CV yang ATS Friendly & Contohnya

Persiapkan Karier Bersama Digital Skola

Bagi kamu yang sedang mencari pekerjaan, penting untuk tidak hanya memastikan perusahaan yang kamu lamar aman, tetapi juga mempersiapkan diri dengan baik untuk proses rekrutmen. Bersama Digital Skola, kamu bisa mendapatkan bimbingan eksklusif melalui 1-on-1 Career Preparation dengan HR Expert Digital Skola yang berpengalaman. 

Mereka akan membantumu menghadapi proses rekrutmen dengan percaya diri dan mencegah terjebak dalam penipuan pekerjaan. Yuk, siapkan kariermu sekarang dan wujudkan impianmu bersama Digital Skola! 

FAQ 

1. Apa yang harus dilakukan jika terlanjur kirim data ke perusahaan penipu?

Segera blokir komunikasi, laporkan ke pihak berwenang (seperti Kominfo atau OJK), dan pantau aktivitas rekening atau data digital kamu untuk mencegah penyalahgunaan.

2. Apakah aman memberikan fotokopi KTP saat melamar kerja?

Tidak selalu. Berikan hanya jika perusahaan jelas dan prosesnya resmi.

3.  Apakah perusahaan resmi akan meminta uang saat rekrutmen?

Perusahaan resmi tidak pernah meminta biaya apapun dalam proses perekrutan.