HomepageBlogApa Itu Probation? Manfaat, Dasar Hukum, hingga Tips Lolos
5 min read

Apa Itu Probation? Manfaat, Dasar Hukum, hingga Tips Lolos

Tayang 24 Januari 2022 Diperbarui: 24 Januari 2022
Ditulis oleh:
digitalskola

Digital Skola Content Team

Share


Apa Itu Probation
Apa Itu Probation? (Photo by Ant Rozetsky on Unsplash)

Setiap orang yang mempersiapkan diri untuk mendapatkan pekerjaan tentu pernah mendengar istilah probation period atau masa percobaan. Banyak yang penasaran, apa itu probation sebenarnya dan mengapa hal ini penting dalam perjalanan karier seseorang? Pada tahap ini, karyawan baru akan melewati masa penilaian yang menentukan apakah mereka bisa lanjut menjadi karyawan tetap atau tidak. Melalui masa ini pula, perusahaan dapat menilai kesesuaian antara karyawan dan budaya kerja yang ada.

Karyawan baru biasanya akan mendapat berbagai informasi dan pelatihan seputar etika kerja hingga tujuan perusahaan dalam jangka waktu tertentu. Proses ini membantu mereka beradaptasi sekaligus menunjukkan performa terbaik. Sebaliknya, pihak perusahaan juga memperoleh gambaran mengenai kinerja, kedisiplinan, dan semangat kerja karyawan. Tak heran jika masa probation menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberlanjutan kariermu di sebuah perusahaan. Karena itu, penting untuk mengetahui tips terbaik agar kamu bisa melewati masa probation dengan sukses dan mendapatkan status karyawan tetap. Simak lengkapnya di artikel ini!

BACA JUGA: Peluang Lowongan Kerja SMA sebagai Virtual Assistant

Bagaimana Dasar Hukum Probation?

Dasar Hukum Probation
Bagaimana Dasar Hukum Probation? (Photo by Thirdman on Pexels) 

Mengacu pada penjelasan Hukumonline, hal ini diatur dalam Pasal 58 ayat (1) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (UU Ketenagakerjaan). Dalam pasal tersebut dijelaskan bahwa masa percobaan tidak boleh diberlakukan bagi pekerja dengan status Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) atau karyawan kontrak. Artinya, seluruh ketentuan kerja bagi karyawan kontrak harus langsung berlaku sejak hari pertama bekerja tanpa adanya periode probation

Sebaliknya, untuk pekerja dengan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) atau karyawan tetap, masa probation dapat diterapkan selama diatur secara jelas dan tertulis dalam perjanjian kerja. Apabila perusahaan tidak mencantumkan klausul masa percobaan tersebut, maka masa probation dianggap tidak berlaku, dan karyawan otomatis memiliki status sebagai pegawai tetap sejak awal bekerja. 

Selain itu, apabila di akhir masa probation perusahaan memutuskan untuk tidak melanjutkan hubungan kerja, tidak ada kewajiban bagi perusahaan untuk membayarkan uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, ataupun uang penggantian hak. Ketentuan ini sejalan dengan prinsip bahwa probation merupakan masa evaluasi sebelum penetapan status kerja yang bersifat permanen.

BACA JUGA: Tips Membuat Portofolio Kerja yang Menarik

Apa Itu Probation?

Apa Itu Probation?
Apa Itu Probation? (Photo by Fox on Pexels)         

Probation atau yang sering disebut masa percobaan kerja adalah periode awal dalam hubungan kerja antara karyawan dan perusahaan yang berfungsi sebagai tahap penilaian. Pada masa ini, perusahaan menilai sejauh mana karyawan baru mampu menyesuaikan diri dengan budaya kerja, menjalankan tanggung jawab, serta menunjukkan kompetensi sesuai dengan posisi yang diemban. 

Masa probation berlaku baik bagi karyawan full-time maupun part-time, dan biasanya ditetapkan secara jelas di dalam perjanjian kerja. Tujuannya adalah agar kedua pihak karyawan dan perusahaan dapat saling menilai kecocokan sebelum melanjutkan hubungan kerja secara permanen.

BACA JUGA: 20+ Pertanyaan Interview Kerja dan Cara Menjawabnya

Apa Saja Manfaat Probation Kerja?

  Apa Saja Manfaat Probation Kerja?
  Apa Saja Manfaat Probation Kerja? (Photo by Yan Krukau on Pexels)            

Probation kerja adalah masa evaluasi yang tidak hanya menguntungkan perusahaan, tetapi juga memberikan kesempatan bagi karyawan untuk beradaptasi dan menunjukkan kemampuan terbaiknya. Dalam praktiknya, masa ini membantu kedua pihak karyawan dan perusahaan memastikan bahwa hubungan kerja yang dijalani benar-benar sesuai, baik dari sisi kompetensi maupun budaya kerja. Berikut beberapa manfaat utama dari pelaksanaan masa probation:

  1. Evaluasi Kecocokan Karyawan

Masa probation memungkinkan perusahaan menilai sejauh mana karyawan baru mampu memenuhi standar kerja yang ditetapkan. Dari sisi karyawan, periode ini menjadi kesempatan untuk memahami ekspektasi perusahaan, menyesuaikan gaya kerja, dan memperlihatkan kompetensi yang dimiliki. Dengan begitu, keputusan untuk melanjutkan atau mengakhiri hubungan kerja dapat dilakukan secara lebih objektif dan berbasis evaluasi nyata.

  1. Adaptasi Terhadap Budaya dan Lingkungan Kerja

Selain kinerja, probation juga memberi ruang bagi karyawan untuk mengenal nilai, budaya, dan dinamika organisasi. Bagi karyawan, masa ini menjadi sarana untuk menyesuaikan diri dengan pola komunikasi, gaya manajemen, serta atmosfer kerja di perusahaan. 

Di sisi lain, perusahaan dapat mengamati bagaimana karyawan berinteraksi dengan tim, menerima arahan, dan menghadapi tantangan. Proses adaptasi dua arah ini memastikan bahwa hubungan kerja ke depan dapat berjalan lebih harmonis dan produktif.

  1. Mengurangi Risiko Salah Rekrutmen

Probation berfungsi sebagai mekanisme penyaring untuk memastikan proses rekrutmen berjalan efektif. Dari sudut pandang karyawan, masa ini memberi kesempatan untuk menilai apakah pekerjaan dan lingkungan yang dipilih benar-benar sesuai dengan harapan pribadi maupun profesional. Sedangkan bagi perusahaan, probation membantu meminimalkan risiko salah rekrutmen yang dapat berakibat pada kerugian waktu, biaya, dan produktivitas. 

  1. Kesempatan untuk Saling Menilai dan Beradaptasi

Probation bukan sekadar masa pengujian bagi karyawan, tetapi juga waktu bagi perusahaan untuk memperkuat sistem pembinaan dan penilaian. Dari sisi karyawan, masa ini menjadi peluang untuk memahami gaya kepemimpinan, struktur organisasi, dan pola kerja tim. 

Sementara bagi perusahaan, periode ini membantu melihat potensi pengembangan individu dan menentukan strategi pelatihan yang sesuai. Hubungan timbal balik ini menciptakan dasar yang lebih kuat untuk kerja sama jangka panjang.

BACA JUGA: Tips Menyusun Email Lamaran Kerja: Auto Dilirik HR!

Apa Saja Hak Perusahaan dan Karyawan Selama Probation?

Apa Saja Hak Perusahaan dan Karyawan Selama Probation?
Apa Saja Hak Perusahaan dan Karyawan Selama Probation? (Photo by Helena Lopes on Pexels)     

Selama masa probation, baik karyawan maupun perusahaan memiliki hak yang saling berkaitan. Masa ini tidak hanya menjadi ajang penilaian, tetapi juga memastikan kedua pihak memahami batasan serta tanggung jawab masing-masing. Untuk hak perusahaan selama masa probation diantaranya:

  • Menilai kinerja, kompetensi, serta sikap profesional karyawan baru 
  • Memberikan pelatihan, pembimbingan, serta feedback terhadap hasil kerja karyawan
  • Melakukan evaluasi berkala terhadap perkembangan karyawan
  • Mengakhiri hubungan kerja bila hasil evaluasi tidak sesuai

Sementara itu, karyawan juga memiliki hak yang harus dihormati selama menjalani masa probation, diantaranya:

  • Menerima upah sesuai perjanjian kerja
  • Mendapatkan lingkungan kerja yang aman dan adil
  • Mendapatkan arahan, pelatihan, dan kesempatan untuk beradaptasi
  • Menerima penilaian yang objektif dan transparan
  • Mengetahui hasil evaluasi dan keputusan akhir masa probation

BACA JUGA: 7 Rekomendasi AI untuk Merangkum Video di YouTube dengan Cepat

Apa Saja Kewajiban Perusahaan dan Karyawan Selama Probation?

Selain memiliki hak masing-masing, perusahaan dan karyawan juga memikul kewajiban yang perlu dijalankan selama masa probation. Kewajiban ini penting untuk menjaga profesionalisme serta memastikan proses penilaian berlangsung adil dan transparan. Berikut kewajiban perusahaan selama masa probation diantaranya:

  • Memberikan arahan dan pembinaan kepada karyawan baru
  • Melakukan evaluasi secara objektif dan transparan
  • Menyediakan lingkungan kerja yang aman dan kondusif
  • Memberikan feedback yang membangun
  • Menjalankan ketentuan perjanjian kerja sesuai hukum

Di sisi lain, karyawan juga memiliki tanggung jawab untuk menunjukkan profesionalisme dan komitmen selama masa probation, berikut diantaranya:

  • Menjalankan tugas sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan
  • Menunjukkan kedisiplinan dan etika kerja yang baik
  • Beradaptasi dengan budaya dan sistem kerja perusahaan
  • Menerima arahan serta masukan dengan terbuka
  • Menjaga integritas dan kerahasiaan informasi perusahaan

BACA JUGA: Tips Menyusun Email Lamaran Kerja: Auto Dilirik HR!

Apa Saja Hal yang Jadi Penilaian di Masa Probation?

Apa Saja Hal yang Jadi Penilaian di Masa Probation?
Apa Saja Hal yang Jadi Penilaian di Masa Probation? (Photo by Yan Krukau on Pexels) 

Ada beberapa hal yang menjadi dasar penilaian selama masa probation berlangsung, antara lain:

  1. Kinerja dan Produktivitas Kerja

Aspek ini mencakup kemampuan karyawan dalam menyelesaikan tugas sesuai target, kualitas hasil kerja, serta efisiensi dalam menggunakan waktu dan sumber daya. Bagi perusahaan, performa yang stabil dan konsisten menjadi indikator penting kesiapan karyawan untuk diangkat sebagai pegawai tetap.

  1. Kedisiplinan dan Tanggung Jawab

Disiplin waktu, kehadiran, serta kepatuhan terhadap aturan kerja menjadi salah satu faktor yang paling diperhatikan selama probation. Bagi karyawan, menunjukkan tanggung jawab yang tinggi terhadap pekerjaan menandakan profesionalisme dan komitmen terhadap perusahaan.

  1. Kemampuan Beradaptasi

Penilaian ini melihat seberapa cepat karyawan beradaptasi dengan sistem, prosedur, dan budaya organisasi. Karyawan yang mampu menyesuaikan diri dengan cepat biasanya lebih mudah berkolaborasi dan memberikan kontribusi nyata bagi tim.

  1. Sikap, Etika, dan Perilaku Profesional

Selain hasil kerja, perusahaan juga menilai sikap karyawan dalam berinteraksi dengan rekan kerja maupun atasan. Etika, sopan santun, kemampuan bekerja sama, dan kesediaan menerima masukan menjadi bagian penting dalam menilai kecocokan karyawan dengan budaya perusahaan.

  1. Inisiatif dan Kemauan Untuk Belajar 

Masa probation juga menjadi waktu untuk melihat sejauh mana karyawan menunjukkan inisiatif dan semangat belajar. Karyawan yang proaktif mencari solusi, mengembangkan diri, serta menunjukkan ketertarikan untuk memahami bisnis perusahaan biasanya lebih dipertimbangkan untuk menjadi karyawan tetap.

  1. Kemampuan Komunikasi dan Kerja Sama Tim

Komunikasi yang efektif menjadi kunci dalam mendukung kelancaran pekerjaan. Perusahaan akan menilai kemampuan karyawan dalam menyampaikan pendapat, menerima arahan, serta bekerja sama secara harmonis dengan rekan kerja lainnya.

BACA JUGA: 10 Contoh Portofolio Content Writer & Tips Membuatnya

Apa Saja Tips Lolos Probation?

Apa Saja Tips Lolos Probation?
 Apa Saja Tips Lolos Probation? (Photo by Fox on Pexels) 

Untuk bisa lolos probation, ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan. Berikut diantaranya:

  1. Pahami Standar yang Ditetapkan di Perusahaan

Setiap orang tentu didorong untuk mengikuti etika kerja sesuai standar dan ketetapan perusahaan. Melanggar standar tersebut bisa memberikan kesan buruk di hadapan manajemen perusahaan. Sebagai seorang profesional, kamu harus punya kualitas luar biasa untuk mengikuti standar perusahaan. Langkah berikutnya untuk mewujudkan standar tersebut adalah mencapai tujuan menurut perilaku yang baik dan menunjukkan citra diri positif. Hasil kerja yang berkualitas sesuai standar perusahaan biasanya menjadi tugas perusahaan untuk memastikan bahwa karyawan melakukan tahapan yang sama. 

  1. Proaktif

Selama masa probation, manajer akan melihat hal-hal yang telah kamu ungkapkan selama proses wawancara. Misalnya, ketika kamu membahas tentang kiat-kiat yang biasa dilakukan untuk menjadi anggota tim yang hebat. Maka, pastikan kamu ikut berpartisipasi aktif dalam kerja tim dan membantu rekan-rekan yang lain secara maksimal. Atau mungkin kamu menuliskan keterampilan public speaking sebagai salah satu yang sangat dikuasai. 

Dalam hal ini, kamu harus proaktif mencari kesempatan berbicara di depan umum dalam lingkup perusahaan. Ada banyak pembelajaran yang siap diterima selama probation berlangsung. Jika merasa mampu untuk meningkatkan kuantitas kerja, komunikasikan kepada manajer karena mereka sudah pasti menghargai kesediaanmu untuk melakukan lebih banyak pekerjaan. 

  1. Tracking Progres Pribadi

Pastikan kamu telah membaca job description dengan baik dan kebijakannya secara menyeluruh. Hal ini akan membantu mengklarifikasi harapan-harapan selama masa probation. Upaya progress tracking juga membantumu tetap fokus pada tujuan yang perlu dipenuhi. Selain itu, proses perkembangan dan peningkatan kemampuan juga terukur lewat pemantauan secara teratur. 

Cari feedback dari rekan kerja dan atur pembahasan khusus mengenai perkembanganmu bersama manager. Gunakan jurnal untuk mencatat perkembangan, tantangan, serta pencapaian yang berhasil kamu raih. Dalam hal ini, kamu harus proaktif mencari kesempatan berbicara di depan umum dalam lingkup perusahaan. Ada banyak pembelajaran yang siap diterima selama probation berlangsung. Jika merasa mampu untuk meningkatkan kuantitas kerja, komunikasikan kepada manajer karena mereka sudah pasti menghargai kesediaanmu untuk melakukan lebih banyak pekerjaan. 

  1. Bangun Network 

Keberadaanmu semakin terlihat ketika networking berhasil dibangun dengan kuat, baik dalam lingkup internal maupun eksternal tim. Kamu juga jadi jauh lebih mudah untuk melaksanakan kolaborasi, berbagi wawasan, membagikan pengetahuan, berhubungan baik, hingga belajar banyak hal mengenai bagian-bagian dalam perusahaan. Perusahaan mungkin menggunakan skema mentoring untuk meningkatkan upaya bonding

Namun, tidak ada salahnya untuk berinisiatif juga dalam hal membangun relasi baru dengan individu maupun kelompok lainnya. Usaha tersebut bisa sesederhana mengundang rekan-rekan untuk makan siang, minum kopi, hingga mengobrol bersama selama beberapa waktu. Tingkatkan keterampilan interpersonal hingga membuahkan jejaring profesional yang membantumu berkembang dan meningkatkan potensi luar biasa di masa mendatang.

  1. Kembangkan Profesionalisme

Belajar meningkatkan profesionalisme termasuk penting, apalagi jika kamu masih tergolong karyawan baru. Masa probation adalah waktu yang potensial menjadi seorang profesional yang lebih baik dalam berbagai aspek kinerja individu maupun dalam tim. Amati dengan baik orang-orang di sekitar yang mampu menunjukkan kematangan secara profesional. 

Lihat juga caranya dalam menggunakan keterampilan berpikir kritis dan memecahkan suatu masalah dalam skala mana pun. Secara spesifik, kamu perlu mengembangkan keterampilan interpersonal, komunikasi, serta manajemen. Profesionalisme ini juga bermanfaat besar ketika kamu harus berurusan dengan klien, tim internal, hingga tim manajemen.

  1. Minta Feedback

Dapatkan feedback dari mentor maupun manajer yang bertanggung jawab atas kinerjamu selama masa probation. Jika kamu menemukan feedback negatif, pastikan kamu sigap memperbaiki kondisi tersebut. Hal ini dapat membantu kamu semakin berkembang lewat akurasi progress yang telah tercapai dari waktu ke waktu. Kamu juga dapat memantau hubungan antara standar perusahaan dengan hasil kerjamu sepanjang hari. 

BACA JUGA: Sikap Saat Wawancara yang Harus Kamu Terapkan

Kesimpulan

Kesimpulan
Kesimpulan (Photo by Tirachard Kumtanom on Pexels) 

Masa probation merupakan tahap penting dalam perjalanan karier seseorang sekaligus momen penentu bagi perusahaan untuk menilai kesesuaian karyawan dengan kebutuhan organisasi. Selama periode ini, kedua belah pihak memiliki kesempatan untuk saling mengenal lebih dalam karyawan menunjukkan kompetensi, etika, serta kemampuan beradaptasi, sementara perusahaan menilai potensi, kinerja, dan komitmen jangka panjang. Dengan memahami hak, kewajiban, serta dasar hukumnya, masa probation dapat dijalani secara profesional dan adil sesuai ketentuan yang berlaku.

Agar dapat lolos probation dan mendapatkan status karyawan tetap, karyawan perlu menunjukkan sikap proaktif, disiplin, dan terbuka terhadap masukan. Menjalin hubungan baik dengan rekan kerja, menjaga performa, serta terus belajar menjadi kunci utama untuk meraih hasil terbaik di masa penilaian ini. Pada akhirnya, masa probation bukan hanya ujian, tetapi juga peluang berharga untuk membangun fondasi karier yang solid dan menjadi awal dari perjalanan profesional yang sukses.

Yuk, Persiapkan Karier Bersama Ahlinya!

Masa probation bisa menjadi tantangan, tetapi juga peluang besar untuk membuktikan kemampuan terbaikmu. Karena itu, penting untuk mempersiapkan diri sejak awal agar kamu mampu menunjukkan performa maksimal di tempat kerja.

Melalui kelas di Digital Skola, kamu bisa mengikuti kelas persiapan karier yang dilengkapi dengan fasilitas 1-on-1 mentoring, bimbingan dari tutor expert, serta dukungan AI Lecturer “Deka” yang siap mendampingi kamu 24/7. Dengan pembelajaran yang terarah dan dukungan profesional, kamu bisa lebih siap menghadapi masa probation dan melangkah lebih percaya diri menuju karier impian.

FAQ 

1. Berapa lama masa probation biasanya berlangsung?

Umumnya masa probation berlangsung selama tiga hingga enam bulan, tergantung kebijakan perusahaan dan kesepakatan dalam perjanjian kerja.

3. Bisakah karyawan probation mengundurkan diri?

Bisa. Karyawan dalam masa probation diperbolehkan mengundurkan diri dengan tetap mengikuti ketentuan pemberitahuan atau notice period yang diatur perusahaan.

3.  Apakah karyawan probation berhak mendapat gaji penuh?

Ya. Selama masa probation, karyawan tetap berhak menerima gaji dan hak kerja lainnya sesuai perjanjian yang telah disepakati.