HomepageBlog8 Golden Rules Interface Design yang Wajib Kamu Tau!
5 min read

8 Golden Rules Interface Design yang Wajib Kamu Tau!

Tayang 19 November 2021 Diperbarui: 19 November 2021
Ditulis oleh:
digitalskola

Digital Skola Content Team

Share


UI Design
UI Design dengan 8 Golden Rules (Photo by Fabian Wiktor from Pexels)

UI design dengan 8 golden rules merupakan salah satu pendekatan yang sangat penting bagi seorang designer untuk memecahkan masalah dalam desain produk web atau aplikasi. Designer harus mampu menemukan solusi terhadap UI design melalui riset mendalam dan testing yang direncanakan secara cermat. Dengan memahami teori dan praktik dari prinsip utama dalam user interface design, kamu bisa menyelesaikan permasalahan desain secara lebih efektif.

Prinsip-prinsip dasar ini membantu kamu untuk merancang interface yang tidak hanya estetis, tetapi juga mudah digunakan dan intuitif. Dengan menerapkan aturan-aturan ini, kamu dapat menciptakan pengalaman pengguna yang lebih lancar, meminimalkan kebingungan, dan memastikan bahwa desain yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Pendekatan yang sistematis ini juga membuat kamu lebih siap dalam menghadapi tantangan desain yang lebih kompleks.

Lantas, apa saja 8 golden rules interface design? Simak artikel ini sampai akhir untuk penjelasan lengkapnya!

BACA JUGA: User Centered Design, Kunci Sukses Produk UX Design

Apa Itu UI Design dengan 8 Golden Rules? 

UI Design dengan 8 Golden Rules
UI Design dengan 8 Golden Rules (Photo by Fabian Wiktor from Pexels)

Eight Golden Rules of Interface Design adalah prinsip yang dikemukakan oleh Ben Shneiderman dalam bukunya, Designing the User Interface: Strategies for Effective Human-Computer Interaction. Prinsip-prinsip ini dirancang dengan sifat yang fleksibel, sehingga bisa diterapkan pada sebagian besar sistem interaktif. Selama lebih dari tiga dekade, prinsip-prinsip ini telah berkembang dan disempurnakan melalui berbagai pengalaman.

Selama waktu tersebut, prinsip-prinsip ini juga terus divalidasi dan disesuaikan dengan kebutuhan domain desain tertentu. Hasilnya, penerapan Golden Rules ini telah membantu banyak perusahaan besar menghasilkan interface yang populer, seperti Google, Apple, dan Microsoft. 

Sebagai seorang UI Designer, tentunya kamu ingin terus meningkatkan kualitas hasil kerja kamu. Selain memperkaya pengalaman dan wawasan dalam karier, kamu bisa mengintegrasikan Golden Rules untuk mempercepat proses pengembangan produk. Perlu kamu tahu, prinsip-prinsip ini berlaku untuk hampir semua jenis sistem interaksi, mulai dari traditional GUI environments seperti web dan aplikasi mobile maupun desktop, hingga interface non-GUI seperti sistem interaksi berbasis suara.

BACA JUGA: Panduan Belajar UI/UX dari Nol

Apa Saja UI Design dengan 8 Golden Rules? 

Apa Saja UI Design dengan 8 Golden Rules? 
UI Design dengan 8 Golden Rules (Photo by Fabian Wiktor from Pexels)

Lalu, apa saja UI design dengan 8 golden rules? Berikut penjelasannya:

Strive for Consistency

Sangat penting untuk mengutamakan konsistensi pada seluruh halaman desain, baik dalam aspek layout, button size, color code, hingga tone yang digunakan. Konsistensi memungkinkan kamu untuk mengembangkan identitas dan tidak akan membuat user keluar dari web atau aplikasi ketika melakukan navigasi pada laman tersebut. Urutan tindakan yang bersifat konsisten harus dipakai pada situasi yang tidak jauh berbeda dan sistematis. 

Pemilihan terminologi kata yang dimasukkan ke dalam prompt hingga menu harus punya ciri khas identik ketika dikombinasikan satu sama lain. Prinsip ini memberikan pengecualian interface pada delete command atau ketiadaan terhadap pengulangan password. Selain itu, konsistensi yang kamu utamakan mampu memberikan peluang bagi user dalam memahami digital landscape dari suatu produk. Alhasil, mereka memperoleh kemudahan dalam menyelesaikan tugas dan tujuannya saat itu juga.

Enable Frequent Users to Use Shortcuts

Pada prinsip ini, user onboarding process meliputi beberapa tutorial dan panduan bagi pengguna yang menunjukkan cara melakukan navigasi pada web atau aplikasi. User akan mencari cara lebih cepat untuk melakukan tindakan ketika menumbuhkan keakraban secara bertahap dengan sistem di dalamnya. 

Hal ini dapat tercapai melalui pengurangan jenis interaksi dan meningkatkan kecepatan pemakaian web maupun aplikasi. Oleh karena itu, kamu dapat mengembangkan produk yang mampu memberikan keleluasaan kepada user untuk mengakses semua halaman hanya dengan sedikit ‘klik’. Selain membuat hierarki yang baik pada menu, jangan lupa untuk memperjelas komponen-komponen yang tersedia.

Offer Informative Feedback

Setiap tindakan yang diambil oleh user di dalam web atau aplikasi harus mendapatkan system feedback. Dengan frekuensi tindakan yang sering terjadi, kamu dapat membuat system response yang sederhana. Sedangkan, navigasi yang signifikan dan jarang terjadi dapat diatur menggunakan respons yang lebih kompleks. 

Kamu harus aktif memberikan informasi mengenai setiap proses yang dilewati pengguna pada produk tersebut. Upayakan bahwa setiap proses punya feedback system yang jelas, bermakna, relevan, dan mampu menyesuaikan konteks. Salah satu contoh yang keliru dalam penerapan prinsip ini adalah error message sebagai penunjuk error code ketimbang menyajikan bahasa yang mudah dipahami.

Design Dialogs to Yield Closure

Sangat penting untuk merancang sequences yang punya awalan, pertengahan, hingga penutup. Hal ini dapat membantu munculnya kepuasan user karena berhasil menyelesaikan proses navigasi pada web atau aplikasi. Dalam user interface yang kamu buat, cobalah untuk memasukkan sense of closure ketika suatu tindakan user sudah selesai. 

Misalnya, kamu dapat merancang pop-up untuk memberitahukan user bahwa proses file upload sudah selesai. Detail kecil ini dapat memengaruhi user ketika berinteraksi dengan web atau aplikasi. Jangan biarkan mereka menerka tanpa menerima jawaban pasti dari design yang kamu tampilkan. 

Offer Simple Error Handling

UI design tidak boleh menimbulkan perasaan panik atau khawatir dari user. Design yang terlalu sering memunculkan error mampu berdampak signifikan pada kegunaan web dan aplikasi tersebut. Pada dasarnya, Golden Rules dirancang untuk mempertimbangkan aspek user interface yang sering diabaikan. 

Kamu perlu mempertimbangkan banyak variabel untuk dipraktikkan pada pembangunan produk. Ketika kondisi error terjadi, bangun suatu sistem yang dapat mengarahkan dan membantu user dalam menangani permasalahan pada produk. Manfaatkan error notifications bersamaan dengan descriptive hints untuk diikuti oleh para user yang bersifat simpel, konstruktif, dan spesifik.

Permit Easy Reversal of Actions

Sebisa mungkin pastikan seluruh tindakan navigasi bersifat reversibel atau mudah dikembalikan. Fitur ini mampu mengurangi kekhawatiran user karena mereka tahu bahwa kesalahan bisa diperbaiki. Unit reversibel yang biasanya kamu temui adalah single action, data-entry task, hingga tindakan secara berkelompok. Desain yang memungkinkan user untuk mempraktikkan dampak reversibel mampu memberikan kebebasan bagi mereka tanpa harus membuat kesalahan secara permanen. 

Keep Users In Control

User yang berpengalaman ingin merasa bahwa mereka sendiri bertanggungjawab atas respons interface terhadap tindakan yang telah terjadi. Mereka tidak ingin terjadi perubahan terhadap familiar behavior atau data entry yang cenderung membosankan. 

Selain itu, mereka juga menghindari kesulitan ketika memperoleh berbagai kebutuhan informasi atau ketidakmampuan mencapai hasil sesuai keinginan. Berikan beberapa kebebasan bagi user untuk membantu meyakinkan mereka akan manfaat dari web dan aplikasi yang telah kamu bangun.

Reduce Short-term Memory Load

Mengenali sesuatu tergolong lebih mudah daripada mengingat karena pengenalan melibatkan isyarat yang membantu mencapai memori lebih luas. Kondisi ini mengharuskan kamu untuk membuat tampilan laman yang tetap sederhana, terkonsolidasi, serta mampu mengurangi frekuensi window-motion

Fokuskan kerja kerasmu pada input code, mnemonics, serta sequences of actions. Jangan membebani produk dengan informasi yang punya kemiripan dominan antara suatu menu dengan menu lainnya atau kamu akan kehilangan perhatian user. Pastikan bahwa user tidak perlu terganggu dengan informasi yang kurang penting untuk dibahas.

BACA JUGA: Do’s and Don’ts dalam Dunia UI/UX Design

Kesimpulan

Dunia UI design memang tidak pernah lepas dari user, produk web dan aplikasi, beserta interaksi yang timbul diantara keduanya. Dalam membangun user interface yang optimal dan memberikan kemajuan bagi suatu produk, kamu dapat menerapkan prinsip Eight Golden Rules of Interface Design. Penerapan prinsip sistematis ini akan membantu kamu dalam perancangan, pembangunan, sampai testing secara langsung di hadapan para user

Pada akhirnya, menerapkan 8 golden rules bukan hanya tentang membuat desain yang menarik, tetapi juga tentang menciptakan solusi yang benar-benar memudahkan pengguna dalam berinteraksi dengan produk digital.

BACA ARTIKEL: 10+ Aplikasi Jobseeker Terbaik Untuk Cari Kerja

Yuk, Belajar UI Design bersama Tutor Expert di Digital Skola!

UI Design dengan 8 Golden Rules
UI Design dengan 8 Golden Rules (Photo by Pixabay from Pexels)

Ingin belajar lebih lanjut mengenai UI design melalui pembelajaran teori dan praktik yang efektif? Belajar sekarang melalui Digital Learning dari Digital Skola, ada banyak pilihan topik terkait UI/UX Design yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan belajar kamu, diantaranya:

  • UI/UX Design Fundamentals and Product Management
  • Design Thinking: Empathize
  • Design Thinking: Define, Ideation, and Creative Thinking
  • User Flow and Wireframe
  • UI Fundamentals
  • Bundling: Fullstack UI/UX Design + Portfolio
  • User Experience, Designing for Multiple Platforms & Usability Test

Klik link di bawah ini buat info lengkap kelas serta pendaftarannya, ya!