
Apa itu one month notice? One month notice yaitu pemberitahuan pengunduran diri yang diberikan karyawan kepada perusahaan minimal satu bulan sebelum tanggal resign.
Tujuannya agar perusahaan memiliki waktu untuk mencari pengganti dan memastikan proses transisi pekerjaan berjalan dengan lancar
Yuk, pahami lebih lanjut fungsi, aturan, dan cara mengajukannya dengan benar di bawah ini.
Apa Itu One Month Notice?
One month notice adalah pemberitahuan resmi dari karyawan kepada perusahaan yang menyatakan bahwa ia akan mengundurkan diri dalam waktu satu bulan ke depan.
Dalam konteks kerja, hal ini merupakan bagian dari etika profesional dan biasanya sudah diatur dalam kontrak kerja sebagai bentuk tanggung jawab sebelum meninggalkan posisi.
One month notice umumnya digunakan saat karyawan ingin resign secara baik-baik, pindah kerja, atau melanjutkan studi, sehingga perusahaan memiliki waktu untuk melakukan transisi dan penggantian posisi.
Baca Juga: Apa Itu Motivation Letter? Pengertian, Fungsi, dan Contohnya Lengkap
Apa Fungsi One Month Notice?
One month notice bukan hanya formalitas saat resign, tetapi memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran proses kerja.
Berikut ini fungsinya:
1. Memberi Waktu Transisi bagi Perusahaan
Dengan adanya one month notice, perusahaan memiliki waktu untuk mencari pengganti atau mengatur ulang pekerjaan yang kamu tinggalkan.
Hal ini membantu memastikan bahwa operasional tetap berjalan tanpa gangguan, terutama jika peranmu cukup krusial dalam tim.
2. Menjaga Profesionalitas dan Reputasi Kerja
Mengikuti prosedur one month notice menunjukkan bahwa kamu adalah karyawan yang bertanggung jawab dan profesional.
Sikap ini penting untuk menjaga hubungan baik dengan atasan maupun rekan kerja, bahkan bisa berdampak positif untuk referensi kerja di masa depan.
3. Menghindari Konflik atau Penalti
Jika kamu resign tanpa pemberitahuan sesuai ketentuan, ada kemungkinan terjadi konflik atau bahkan penalti sesuai kontrak kerja.
Dengan memberikan one month notice, kamu bisa menghindari risiko tersebut dan memastikan proses resign berjalan lebih aman dan nyaman bagi kedua belah pihak.
Bagaimana Aturan One Month Notice di Dunia Kerja?
Aturan one month notice di dunia kerja tidak selalu sama, karena bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor.
Berikut aturan yang perlu dipahami:
1. Berdasarkan Kontrak Kerja yang Telah Disepakati
Ketentuan one month notice biasanya tertulis jelas dalam kontrak kerja atau perjanjian kerja karyawan.
Di dalamnya tercantum berapa lama notice period yang harus diberikan sebelum resign, apakah 1 bulan, 2 minggu, atau bahkan lebih.
Karena itu, penting untuk membaca kembali kontrak sebelum mengajukan pengunduran diri.
2. Mengikuti Kebijakan Internal Perusahaan
Selain kontrak, beberapa perusahaan juga memiliki kebijakan internal terkait resign dan notice period.
Misalnya, prosedur pengajuan resign, format surat, hingga proses handover.
Kebijakan ini bisa berbeda di setiap perusahaan, sehingga perlu dipastikan agar tidak terjadi kesalahan prosedur.
3. Mengacu pada Regulasi Ketenagakerjaan di Indonesia
Secara umum, aturan resign juga diatur dalam regulasi ketenagakerjaan.
Salah satunya tertuang dalam PP No. 35 Tahun 2021 tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Alih Daya, Waktu Kerja, dan PHK.
Dalam aturan tersebut disebutkan bahwa karyawan yang mengundurkan diri harus:
- Mengajukan permohonan resign secara tertulis
- Tidak terikat ikatan dinas
- Tetap menjalankan kewajibannya hingga tanggal efektif resign
Baca Juga: 8+ Cara Mengajukan Resign Kerja yang Benar dan Profesional (Lengkap + Contoh)
Bagaimana Hak dan Kewajiban Selama One Month Notice?

Selama menjalani one month notice, karyawan tetap memiliki hak sekaligus kewajiban yang perlu dipenuhi. Berikut di antaranya:
1. Hak Karyawan Selama One Month Notice Tetap Terpenuhi
Meskipun sudah mengajukan resign, karyawan tetap berhak mendapatkan gaji hingga hari terakhir bekerja sesuai perjanjian.
Selain itu, karyawan juga berhak memperoleh dokumen seperti surat pengalaman kerja atau surat referensi yang bisa digunakan untuk kebutuhan karier selanjutnya.
2. Kewajiban Karyawan untuk Menyelesaikan Tanggung Jawab Pekerjaan
Di sisi lain, karyawan tetap wajib menjalankan tugas seperti biasa hingga masa kerja berakhir.
Ini termasuk menyelesaikan pekerjaan yang masih berjalan, menjaga performa kerja, dan tidak meninggalkan tanggung jawab secara tiba-tiba.
3. Kewajiban Melakukan Handover agar Transisi Berjalan Lancar
Karyawan juga perlu melakukan proses handover atau serah terima pekerjaan kepada rekan kerja atau pengganti.
Tujuannya agar tidak terjadi kebingungan atau hambatan setelah kamu meninggalkan posisi tersebut, sehingga operasional tim tetap berjalan dengan baik.
Bagaimana Cara Mengajukan One Month Notice?
Mengajukan one month notice perlu dilakukan dengan cara yang tepat agar tetap profesional dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Berikut cara mengajukannya?
1. Komunikasi ke Atasan
Pertama, sampaikan niat resign secara langsung kepada atasan.
Lakukan secara profesional dan sopan, serta pilih waktu yang tepat agar percakapan bisa berjalan dengan baik.
Komunikasi awal ini penting untuk menunjukkan etika kerja dan membuka ruang diskusi terkait proses selanjutnya.
2. Sampaikan Alasan Secara Jelas
Saat berbicara dengan atasan, jelaskan alasan resign secara singkat dan profesional tanpa perlu terlalu detail atau emosional.
Fokus pada alasan yang konstruktif, seperti pengembangan karier atau peluang baru, agar tetap menjaga hubungan baik dengan perusahaan.
3. Menulis Surat Resign
Setelah komunikasi awal, langkah berikutnya adalah mengajukan surat resign secara resmi.
Pastikan surat ditulis dengan format yang rapi, mencantumkan tanggal pengajuan, posisi, serta tanggal efektif resign.
Surat ini menjadi dokumen formal yang akan diproses oleh HR.
4. Tentukan Tanggal Efektif
Perhatikan dengan jelas kapan tanggal terakhir kamu bekerja, biasanya dihitung dari satu bulan setelah pengajuan resign.
Pastikan tanggal tersebut sesuai dengan ketentuan kontrak kerja agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
5. Siapkan Proses Transisi
Setelah semua disepakati, kamu bisa mulai mempersiapkan proses transisi seperti menyusun handover, mendokumentasikan pekerjaan, dan membantu tim jika diperlukan.
Langkah ini penting untuk memastikan pekerjaan tetap berjalan lancar setelah kamu meninggalkan posisi tersebut.
Contoh One Month Notice (Surat Resign)
Berikut contoh surat one month notice yang bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan:
1. Contoh Formal
English:
Dear [Manager’s Name],
I am writing to formally inform you of my resignation from my position as [Your Position] at [Company Name], effective one month from today, with my last working day being [Last Working Day].
This decision has not been easy, and I am truly grateful for the opportunities, experiences, and support that I have received during my time at the company. Working here has allowed me to grow both professionally and personally, and I sincerely appreciate the guidance from you and the entire team.
During this notice period, I am committed to completing my current responsibilities and ensuring a smooth transition. I am also willing to assist in training a replacement or handing over my duties as needed.
Thank you once again for the opportunity to be part of [Company Name]. I hope to maintain a positive relationship moving forward.
Sincerely,
[Your Name]
2. Contoh Simple
English:
Dear [Manager’s Name],
I would like to inform you that I am resigning from my position as [Your Position] at [Company Name], effective one month from today.
Thank you for the opportunity and experience during my time here. I will do my best to complete my tasks and support the transition process.
Sincerely,
[Your Name]
Baca Juga: Apa Itu Resign? Pengertian, Alasan, dan Cara Mengundurkan Diri yang Profesional
Bagaimana Tips Resign dengan One Month Notice?

Resign dengan one month notice bukan hanya soal mengikuti aturan, tetapi juga tentang menjaga sikap profesional hingga hari terakhir.
Berikut tipsnya:
1. Tetap Profesional Hingga Hari Terakhir
Meskipun sudah mengajukan resign, penting untuk tetap menjaga performa kerja seperti biasa.
Selesaikan tugas dengan penuh tanggung jawab, hindari penurunan kualitas kerja, dan tetap disiplin dalam menjalankan kewajiban.
Sikap ini menunjukkan integritas dan akan meninggalkan kesan positif bagi atasan maupun rekan kerja.
2. Hindari Konflik dan Jaga Komunikasi
Selama masa notice, usahakan untuk menjaga komunikasi yang baik dengan semua pihak.
Hindari konflik, gosip, atau sikap negatif yang bisa merusak suasana kerja.
Jika ada hal yang perlu disampaikan, lakukan dengan cara yang profesional dan konstruktif agar hubungan tetap harmonis hingga akhir.
3. Jaga Relasi Kerja
Relasi yang kamu bangun selama bekerja bisa menjadi aset penting di masa depan.
Tetaplah bersikap ramah, terbuka, dan menghargai rekan kerja maupun atasan.
Dengan menjaga hubungan baik, kamu tidak hanya meninggalkan kesan positif, tetapi juga membuka peluang untuk networking, referensi kerja, atau kolaborasi di kemudian hari.
Apa Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari Saat One Month Notice?
Saat menjalani one month notice, ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan dan bisa berdampak pada reputasi profesional.
Berikut di antaranya:
1. Resign Mendadak Tanpa Mengikuti Prosedur
Mengundurkan diri secara tiba-tiba tanpa memberikan notice sesuai ketentuan bisa merugikan perusahaan dan dianggap tidak profesional.
Selain berpotensi melanggar kontrak kerja, hal ini juga bisa berdampak pada reputasimu di dunia kerja, termasuk kemungkinan sulit mendapatkan referensi di masa depan.
2. Tidak Menyelesaikan Pekerjaan dengan Baik
Meninggalkan pekerjaan dalam kondisi belum selesai atau tidak jelas statusnya dapat membebani tim yang ditinggalkan.
Selama masa notice, kamu tetap bertanggung jawab untuk menyelesaikan tugas, merapikan pekerjaan, dan memastikan semuanya terdokumentasi dengan baik agar transisi berjalan lancar.
3. Komunikasi yang Buruk dengan Atasan dan Tim
Kurangnya komunikasi, seperti tidak memberi update atau tidak menjelaskan proses handover, bisa menimbulkan kebingungan dan kesalahpahaman.
Pastikan kamu tetap terbuka, responsif, dan jelas dalam berkomunikasi agar semua pihak memahami proses resign yang sedang berjalan.
Kesimpulan
One month notice sangat penting untuk menjaga profesionalitas saat resign sekaligus memastikan transisi kerja berjalan lancar tanpa merugikan kedua belah pihak.
Dengan komunikasi yang baik dan sikap yang tepat, kamu tidak hanya meninggalkan kesan positif, tetapi juga membangun fondasi kuat untuk career development ke depan.

Siapkan Kariermu dengan Skill Digital yang Dibutuhkan Industri di Digital Skola
Mengajukan one month notice menjadi bagian dari perjalanan karier yang lebih besar. Saat satu langkah berakhir, ini jadi momen tepat untuk upgrade diri dan mempersiapkan peluang berikutnya.
Di Digital Skola, kamu bisa mengembangkan skill digital yang relevan dengan kebutuhan industri, seperti:
- Digital marketing untuk meningkatkan daya saing karier
- Data analysis untuk pengambilan keputusan berbasis data
- UI/UX untuk memahami pengalaman pengguna
- Business & career skills untuk perkembangan profesional
Daftar sekarang dan mulai langkah barumu dengan skill yang lebih siap!
FAQ
1. Apakah one month notice selalu 30 hari kalender?
Tidak selalu. Beberapa perusahaan menghitung berdasarkan hari kerja (working days), bukan hari kalender. Pastikan cek kontrak atau kebijakan perusahaan.
2. Apakah bisa mempercepat masa one month notice?
Bisa, tetapi harus atas persetujuan perusahaan. Biasanya perlu diskusi dengan atasan atau HR untuk menentukan solusi terbaik.
3. Apa yang terjadi jika saya tidak menjalankan one month notice?
Kamu bisa dianggap melanggar kontrak kerja dan berpotensi terkena penalti, seperti pemotongan gaji atau tidak mendapatkan surat referensi.
4. Apakah saya tetap bisa cuti selama masa notice?
Tergantung kebijakan perusahaan. Beberapa perusahaan mengizinkan, tetapi ada juga yang membatasi agar fokus pada proses transisi.
5. Apakah perusahaan bisa menolak pengajuan resign?
Secara umum, resign tidak bisa ditolak jika sudah sesuai prosedur. Namun, perusahaan bisa meminta kamu tetap bekerja hingga masa notice selesai.