
Apa itu resign? Resign yaitu keputusan seseorang untuk mengundurkan diri dari pekerjaan secara sukarela, biasanya dilakukan dengan alasan tertentu yang berkaitan dengan karier maupun kondisi pribadi.
Namun, sebelum mengambil keputusan ini, penting untuk memahami makna, alasan, serta cara resign yang tepat agar tidak berdampak negatif ke depanny, itulah yang akan kita bahas lebih lanjut di artikel ini.
Apa Itu Resign?
Resign adalah tindakan mengundurkan diri secara sukarela dari pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan atas keputusan pribadi.
Dalam konteks pekerjaan, resign menjadi bagian dari dinamika profesional yang wajar.
Ini berbeda dengan PHK yang merupakan pemutusan hubungan kerja oleh perusahaan.
Baca Juga: 10 Contoh Surat Izin Sakit yang Benar (Sekolah, Kerja, dan Kuliah)
Apa Tujuan dan Alasan Resign?
Setiap keputusan resign tentu tidak diambil secara tiba-tiba, melainkan didasari oleh berbagai pertimbangan yang matang.
Berikut beberapa alasan umum yang paling sering terjadi.
1. Ingin Karier Berkembang
Salah satu alasan paling umum seseorang memilih resign adalah karena merasa kariernya stagnan dan tidak berkembang di tempat kerja saat ini.
Misalnya, tidak adanya peluang promosi, minimnya tantangan baru, atau kurangnya kesempatan untuk belajar skill baru.
Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa menghambat pertumbuhan profesional, sehingga banyak orang memilih mencari peluang yang lebih menjanjikan di tempat lain.
2. Lingkungan Kerja Tidak Sehat
Lingkungan kerja yang toxic, seperti adanya konflik berkepanjangan, budaya kerja yang tidak suportif, atau tekanan kerja yang berlebihan, dapat memengaruhi kesehatan mental dan produktivitas.
Jika situasi ini terus berlanjut tanpa solusi, resign sering menjadi pilihan terbaik untuk menjaga kesejahteraan diri sekaligus mencari lingkungan kerja yang lebih positif.
3. Gaji atau Benefit Tidak Sesuai
Ketidaksesuaian antara beban kerja dengan gaji atau benefit yang diterima juga menjadi alasan kuat untuk resign.
Ketika karyawan merasa kontribusinya tidak dihargai secara layak, motivasi kerja bisa menurun.
Oleh karena itu, banyak yang memutuskan untuk mencari pekerjaan dengan kompensasi yang lebih seimbang dan sesuai dengan kemampuan serta pengalaman mereka.
4. Work-Life Balance
Keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan semakin menjadi prioritas, terutama di era kerja modern.
Jam kerja yang terlalu panjang, tuntutan pekerjaan yang tinggi, atau kurangnya waktu untuk diri sendiri dan keluarga dapat mendorong seseorang untuk resign.
Dengan begitu, mereka bisa mencari pekerjaan yang lebih fleksibel dan mendukung kualitas hidup yang lebih baik.
5. Pindah Jalur Karier
Tidak sedikit orang yang memutuskan resign karena ingin beralih ke bidang atau industri yang berbeda.
Hal ini biasanya terjadi ketika seseorang menemukan passion baru atau ingin mengejar peluang karier yang lebih sesuai dengan minat dan tujuan jangka panjangnya.
Resign dalam kondisi ini menjadi langkah awal untuk memulai perjalanan karier yang baru dan lebih relevan dengan diri sendiri.
Kapan Waktu yang Tepat untuk Resign?
Menentukan waktu resign tidak bisa dilakukan secara sembarangan karena keputusan ini akan berdampak pada karier dan kondisi finansialmu.
Berikut hal-hal yang perlu kamu perhatikan.
1. Tanda-tanda Kamu Perlu Resign
Ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa mungkin sudah saatnya kamu mempertimbangkan resign, seperti:
- Merasa tidak berkembang
- Kehilangan motivasi kerja
- Sering merasa stres berlebihan
- Tidak lagi memiliki ketertarikan terhadap pekerjaan
Jika kondisi ini berlangsung dalam jangka waktu lama dan tidak ada perubahan meskipun sudah mencoba berbagai solusi, resign bisa menjadi pilihan untuk mencari lingkungan yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan tujuan kariermu.
2. Waktu yang Tepat Secara Profesional
Secara profesional, waktu resign yang ideal adalah ketika kamu sudah menyelesaikan tanggung jawab utama, tidak sedang berada di tengah proyek besar, dan bisa meninggalkan pekerjaan dengan kondisi yang rapi.
Selain itu, akan lebih baik jika kamu sudah memiliki pekerjaan baru atau setidaknya rencana jelas setelah resign, sehingga transisi karier bisa berjalan lebih aman dan terarah.
3. Hal yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Resign
Sebelum benar-benar mengajukan resign, ada beberapa hal penting yang perlu dipersiapkan, seperti dana darurat, rencana karier berikutnya, serta peningkatan skill yang relevan dengan tujuanmu.
Selain itu, pastikan kamu memahami kontrak kerja, termasuk notice period yang harus dipenuhi, agar proses resign berjalan lancar tanpa menimbulkan masalah di kemudian hari.
Baca Juga: Pertimbangkan Ini Sebelum Menerima Offering Letter
Bagaimana Proses Resign yang Benar?

Agar proses resign berjalan lancar dan tetap profesional, ada beberapa langkah yang perlu kamu ikuti dengan baik. Berikut tahapan yang perlu diperhatikan.
1. Memberikan Notice Period
Memberikan notice period atau pemberitahuan sebelum resign sesuai dengan ketentuan dalam kontrak kerja, biasanya 1 bulan.
Hal ini penting agar perusahaan memiliki waktu untuk mencari pengganti dan memastikan pekerjaan tetap berjalan dengan baik.
Mengabaikan notice period bisa berdampak buruk pada reputasi profesionalmu.
2. Mengajukan Surat Resign
Setelah memberikan pemberitahuan secara lisan, kamu perlu mengajukan surat resign secara resmi sebagai bentuk dokumentasi.
Surat ini biasanya berisi pernyataan pengunduran diri, tanggal terakhir bekerja, serta ucapan terima kasih kepada perusahaan.
Penulisan surat yang sopan dan jelas akan mencerminkan profesionalisme kamu sebagai karyawan.
3. Komunikasi dengan Atasan
Komunikasi langsung dengan atasan menjadi langkah penting dalam proses resign.
Sampaikan alasan pengunduran diri dengan jujur namun tetap profesional, tanpa menyudutkan pihak mana pun.
Diskusi ini juga bisa menjadi kesempatan untuk menjaga hubungan baik dan mendapatkan feedback yang berguna untuk perkembangan karier ke depan.
4. Proses Handover Pekerjaan
Sebelum resmi meninggalkan pekerjaan, pastikan kamu melakukan handover atau serah terima pekerjaan dengan baik.
Dokumentasikan tugas, jelaskan alur kerja kepada pengganti atau tim, dan pastikan semua tanggung jawab sudah diselesaikan atau dialihkan dengan jelas.
Proses ini penting untuk menjaga kelancaran operasional perusahaan setelah kamu resign.
Apa Saja Etika Resign yang Harus Dijaga?
Resign bukan hanya soal keluar dari pekerjaan, tetapi juga tentang bagaimana kamu meninggalkan perusahaan dengan cara yang profesional.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan.
1. Tetap Profesional Sampai Hari Terakhir
Meskipun kamu sudah mengajukan resign, penting untuk tetap bekerja dengan maksimal hingga hari terakhir.
Hindari sikap cuek, menurunkan performa, atau bekerja seadanya karena hal tersebut bisa merusak citra profesionalmu.
Justru, ini adalah kesempatan untuk menunjukkan integritas dan tanggung jawab sebagai seorang profesional.
2. Tidak Merusak Hubungan Kerja
Dunia kerja itu sempit, sehingga menjaga hubungan baik dengan rekan kerja dan atasan sangatlah penting.
Hindari konflik, tidak perlu mengungkapkan hal-hal negatif secara berlebihan, dan tetap bersikap sopan selama masa transisi.
Hubungan yang baik bisa menjadi peluang networking atau bahkan referensi di masa depan.
3. Menyelesaikan Tanggung Jawab
Sebelum benar-benar meninggalkan perusahaan, pastikan semua pekerjaan telah diselesaikan atau dialihkan dengan baik.
Jangan meninggalkan tugas yang terbengkalai karena hal ini bisa menyulitkan tim.
Menyelesaikan tanggung jawab dengan tuntas menunjukkan bahwa kamu adalah pribadi yang dapat diandalkan.
4. Cara Berpamitan dengan Baik
Berpamitan bukan sekadar formalitas, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap perjalanan kariermu di perusahaan tersebut.
Sampaikan ucapan terima kasih kepada atasan dan rekan kerja, baik secara langsung maupun melalui pesan profesional.
Cara berpamitan yang baik akan meninggalkan kesan positif dan memperkuat hubungan jangka panjang.
Bagaimana Cara Menulis Surat Resign?
Surat ini tidak hanya menjadi formalitas, tetapi juga mencerminkan sikap dan etika kerjamu. Berikut panduan yang bisa kamu ikuti.
1. Pembuka
Pada bagian pembuka, tuliskan salam dan tujuan surat secara singkat dan jelas.
Kamu bisa langsung menyampaikan maksud untuk mengundurkan diri dari posisi yang saat ini dijabat.
Gunakan bahasa yang sopan dan formal agar tetap terlihat profesional.
2. Isi
Bagian isi berfungsi untuk menjelaskan informasi utama, seperti posisi pekerjaan, tanggal efektif resign, serta (opsional) alasan pengunduran diri.
Tidak perlu terlalu panjang, yang penting jelas dan tetap menjaga nada positif.
Kamu juga bisa menambahkan ucapan terima kasih atas kesempatan dan pengalaman yang telah diberikan selama bekerja.
3. Penutup
Di bagian penutup, sampaikan harapan baik untuk perusahaan serta kesediaan untuk membantu proses transisi atau handover pekerjaan.
Akhiri surat dengan kalimat penutup yang sopan dan tanda tangan sebagai bentuk formalitas.
Contoh Surat Resign Sederhana
Yth. [Nama Atasan]
[Posisi Atasan]
[Nama Perusahaan]
Dengan hormat,
Melalui surat ini, saya menyampaikan pengunduran diri saya dari posisi [jabatan] di [nama perusahaan], terhitung sejak [tanggal terakhir bekerja].
Saya mengucapkan terima kasih atas kesempatan, pengalaman, dan pembelajaran yang telah saya dapatkan selama bekerja di perusahaan ini.
Saya juga bersedia membantu proses transisi pekerjaan agar berjalan dengan lancar.
Demikian surat ini saya sampaikan, atas perhatian dan pengertiannya saya ucapkan terima kasih.
Hormat saya,
[Nama Lengkap]
Baca Juga: 7 Perbedaan CV dan Surat Lamaran Kerja Serta Cara Membuatnya dengan Benar
Apa Kesalahan Umum Saat Resign?

Meskipun resign adalah hal yang wajar dalam perjalanan karier, banyak orang masih melakukan kesalahan yang bisa berdampak buruk di masa depan.
Berikut beberapa kesalahan yang sering terjadi.
1. Resign Mendadak Tanpa Persiapan
Mengundurkan diri secara tiba-tiba tanpa persiapan yang matang bisa merugikan banyak pihak, termasuk dirimu sendiri.
Selain berisiko merusak reputasi profesional, kamu juga bisa menghadapi masalah finansial jika belum memiliki rencana setelah resign.
Idealnya, keputusan resign harus disertai persiapan yang jelas, baik dari segi karier maupun keuangan.
2. Mengundurkan Diri karena Emosi
Keputusan resign yang didasari emosi sesaat, seperti marah, kecewa, atau konflik dengan atasan, sering kali berujung penyesalan.
Emosi bisa membuatmu mengambil keputusan secara impulsif tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang.
Sebaiknya, ambil waktu untuk berpikir secara rasional sebelum benar-benar memutuskan resign.
3. Tidak Membaca Kontrak Kerja
Banyak karyawan yang mengabaikan isi kontrak kerja saat memutuskan resign, padahal di dalamnya terdapat aturan penting seperti notice period, penalti, atau ketentuan lainnya.
Jika tidak dipahami dengan baik, hal ini bisa menimbulkan masalah administratif atau bahkan kerugian. Pastikan kamu membaca dan mengikuti prosedur yang telah disepakati.
4. Tidak Punya Rencana Setelah Resign
Salah satu kesalahan terbesar adalah resign tanpa memiliki rencana yang jelas ke depannya.
Tanpa persiapan, kamu bisa mengalami kebingungan, tekanan finansial, hingga kesulitan mendapatkan pekerjaan baru.
Oleh karena itu, penting untuk memiliki tujuan karier, skill yang relevan, atau bahkan peluang kerja sebelum mengambil keputusan resign.
Apa Dampak Resign bagi Kariermu?
Dampaknya bisa bersifat positif maupun negatif, tergantung pada kesiapan dan alasan di balik keputusan tersebut. Berikut penjelasannya.
1. Peluang Baru
Dampak positifnya yaitu terbukanya peluang baru yang mungkin tidak bisa kamu dapatkan di pekerjaan sebelumnya.
Dengan keluar dari zona nyaman, kamu memiliki kesempatan untuk mencoba peran baru, industri berbeda, atau bahkan lingkungan kerja yang lebih sesuai dengan tujuan kariermu.
2. Pengembangan Diri
Resign juga bisa menjadi momentum untuk mengembangkan diri, baik dari segi skill maupun pengalaman.
Misalnya, kamu punya waktu untuk belajar hal baru, mengikuti pelatihan, atau memperdalam bidang yang ingin ditekuni.
Hal ini tentu akan meningkatkan nilai jualmu di dunia kerja.
3. Risiko Finansial
Di sisi lain, resign juga memiliki risiko, terutama jika kamu belum memiliki sumber penghasilan pengganti.
Tanpa persiapan finansial yang matang, kamu bisa mengalami tekanan ekonomi selama masa transisi.
Oleh karena itu, penting untuk menyiapkan dana darurat sebelum memutuskan resign.
4. Gap Karier
Resign tanpa rencana yang jelas juga bisa menyebabkan gap dalam perjalanan karier.
Jika jeda ini terlalu lama tanpa aktivitas yang relevan, hal tersebut bisa menjadi pertimbangan bagi recruiter.
Namun, gap karier tetap bisa disiasati dengan kegiatan produktif seperti belajar skill baru atau freelance.
Bagaimana Tips Sebelum dan Setelah Resign?
Agar keputusan resign tidak berdampak negatif dan justru membawa kemajuan, kamu perlu mempersiapkan langkah yang tepat.
Berikut tips yang bisa kamu lakukan.
1. Menyiapkan Dana Darurat
Sebelum resign, pastikan kamu memiliki dana darurat yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup selama beberapa bulan ke depan.
Hal ini penting untuk mengantisipasi kondisi jika kamu belum langsung mendapatkan pekerjaan baru, sehingga kamu tetap tenang secara finansial selama masa transisi.
2. Upgrade Skill Sebelum Resign
Meningkatkan skill sebelum resign adalah langkah cerdas agar kamu lebih siap menghadapi peluang karier berikutnya.
Dengan memiliki kemampuan yang relevan dan up-to-date, peluang untuk mendapatkan pekerjaan baru atau bahkan beralih karier akan jauh lebih besar.
3. Membangun Networking
Relasi yang baik di dunia kerja bisa membuka banyak peluang baru setelah kamu resign.
Mulailah menjaga hubungan dengan rekan kerja, atasan, atau profesional di bidang yang kamu minati.
Networking yang kuat dapat membantu kamu mendapatkan informasi lowongan kerja, rekomendasi, atau bahkan peluang kolaborasi.
4. Evaluasi Tujuan Karier
Setelah resign, luangkan waktu untuk mengevaluasi kembali tujuan kariermu.
Tentukan arah yang ingin kamu capai, bidang yang ingin ditekuni, serta langkah konkret untuk mencapainya.
Dengan tujuan yang jelas, kamu bisa lebih fokus dalam mengambil keputusan dan memanfaatkan peluang yang ada.
Kesimpulan
Resign adalah keputusan mengundurkan diri dari pekerjaan secara sukarela yang perlu dilakukan dengan cara profesional agar tidak berdampak buruk pada karier.
Jika dipersiapkan dengan baik, resign bisa menjadi langkah penting untuk berkembang, terutama dengan membekali diri melalui pengembangan skill seperti di Digital Skola.

Siapkan Kariermu Sebelum Resign Bersama Digital Skola
Jangan resign tanpa persiapan skill yang matang, karena langkah berikutnya dalam kariermu ditentukan dari apa yang kamu siapkan hari ini.
Yuk, mulai upgrade skill dari sekarang agar lebih siap menghadapi peluang baru.
Di Digital Skola, kamu bisa:
- Belajar skill digital yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini
- Mengembangkan kemampuan praktis untuk menunjang karier baru
- Mempersiapkan diri pindah jalur karier dengan lebih percaya diri
- Mendapat pengalaman belajar yang aplikatif dan siap kerja
Daftar sekarang dan siapkan karier berikutnya bersama Digital Skola.
FAQ
1. Apakah resign harus menunggu dapat pekerjaan baru?
Tidak wajib, tetapi sangat disarankan agar kondisi finansial tetap aman dan kamu tidak terburu-buru dalam mencari pekerjaan berikutnya.
2. Berapa lama idealnya notice period saat resign?
Umumnya 1 bulan, namun bisa berbeda tergantung kebijakan perusahaan dan isi kontrak kerja yang kamu miliki.
3. Apakah boleh resign saat masih dalam masa probation?
Boleh, tetapi tetap perlu mengikuti aturan perusahaan, termasuk pemberitahuan kepada atasan sesuai ketentuan yang berlaku.
4. Apakah alasan resign harus jujur ke atasan?
Sebaiknya jujur, namun tetap disampaikan dengan cara yang profesional dan tidak menyinggung pihak mana pun.
5. Apa yang harus dilakukan setelah resign jika belum dapat kerja?
Kamu bisa memanfaatkan waktu untuk meningkatkan skill, membangun portofolio, memperluas networking, atau mencoba freelance agar tetap produktif.