HomepageBlogApa Itu Tes Wartegg? Pengertian, Contoh, dan Cara Mengerjakannya
5 min read

Apa Itu Tes Wartegg? Pengertian, Contoh, dan Cara Mengerjakannya

Tayang 19 Maret 2026 Diperbarui: 19 Maret 2026
Ditulis oleh:
digitalskola

Digital Skola Content Team

Share


apa itu tes wartegg

Apa itu tes Wartegg? Tes ini merupakan salah satu jenis psikotes yang sering digunakan dalam proses rekrutmen kerja untuk menilai kepribadian, cara berpikir, dan kreativitas seseorang melalui gambar.

Meski terlihat sederhana, banyak kandidat masih bingung bagaimana cara mengerjakannya dengan tepat.

Nah, agar kamu lebih siap menghadapinya, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Apa Itu Tes Wartegg?

Tes Wartegg adalah salah satu jenis psikotes yang digunakan untuk mengukur kepribadian, kreativitas, serta cara berpikir seseorang melalui gambar sederhana.

Tes ini dikembangkan oleh psikolog asal Jerman, Ehrig Wartegg, dan biasanya terdiri dari 8 kotak yang masing-masing berisi stimulus gambar berbeda yang harus dilanjutkan oleh peserta.

Dalam konteks psikotes kerja, tes Wartegg sering digunakan oleh HRD untuk memahami karakter kandidat secara lebih mendalam, termasuk bagaimana mereka merespons situasi, mengambil keputusan, dan mengekspresikan diri.

Baca Juga: 25+ Contoh Soal Psikotes Kerja yang Sering Muncul Saat Rekrutmen

Apa Tujuan Tes Wartegg?

Tes Wartegg bukan sekadar tes menggambar, tetapi alat untuk memahami karakter dan cara berpikir seseorang secara lebih dalam.

Berikut tujuan utama dari tes Wartegg.

1. Mengukur Kepribadian

Tes Wartegg digunakan untuk menggambarkan kepribadian seseorang secara umum.

Mulai dari tingkat kepercayaan diri, kemandirian, hingga cara bersikap dalam berbagai situasi.

Dari cara menggambar dan pilihan objek, penilai bisa melihat karakter dasar yang dimiliki oleh peserta.

2. Menilai Kreativitas dan Imajinasi

Melalui stimulus gambar yang sederhana, peserta diminta untuk mengembangkan menjadi sesuatu yang lebih bermakna.

Dari sini, penilai dapat melihat sejauh mana kreativitas dan imajinasi seseorang dalam mengolah ide, termasuk kemampuan berpikir out of the box.

3. Melihat Pola Pikir dan Emosi

Tes ini juga membantu memahami bagaimana seseorang berpikir dan mengelola emosinya.

Misalnya, apakah cenderung logis, impulsif, atau berhati-hati.

Cara menyelesaikan gambar bisa mencerminkan cara seseorang menghadapi masalah dan tekanan.

4. Digunakan dalam Proses Rekrutmen Kerja

Dalam dunia kerja, tes Wartegg sering digunakan sebagai bagian dari psikotes untuk menilai kecocokan kandidat dengan posisi tertentu.

Hasilnya menjadi salah satu pertimbangan HRD dalam melihat potensi, karakter, dan kesiapan seseorang dalam lingkungan kerja.

Apa Fungsi Tes Wartegg dalam Dunia Kerja?

Tes Wartegg menjadi salah satu alat yang membantu HRD mendapatkan gambaran tersebut secara lebih mendalam.

Berikut fungsi utama tes Wartegg dalam dunia kerja.

1. Menilai Karakter Kandidat

Tes Wartegg membantu HRD memahami karakter dasar seseorang, seperti tingkat kepercayaan diri, kestabilan emosi, hingga cara berinteraksi dengan lingkungan.

Dari cara peserta mengembangkan gambar, penilai bisa melihat apakah kandidat cenderung terbuka, hati-hati, kreatif, atau bahkan mudah tertekan.

Hal ini penting karena karakter sangat memengaruhi cara seseorang bekerja dan beradaptasi di dalam tim.

2. Mengidentifikasi Potensi dan Kecocokan Kerja

Setiap posisi kerja membutuhkan karakter dan pendekatan yang berbeda.

Melalui tes Wartegg, HRD dapat menilai apakah potensi yang dimiliki kandidat sesuai dengan kebutuhan role yang dilamar.

Misalnya, posisi kreatif membutuhkan imajinasi yang kuat, sementara posisi analitis membutuhkan pola pikir yang terstruktur.

Tes ini membantu memetakan kecocokan tersebut secara lebih objektif.

3. Melihat Cara Seseorang Menyelesaikan Masalah

Cara seseorang melanjutkan gambar dari stimulus sederhana dapat mencerminkan bagaimana mereka menghadapi masalah dalam kehidupan nyata.

Apakah mereka cenderung langsung mengambil tindakan, berpikir terlebih dahulu, atau bahkan ragu-ragu.

Dari sini, HRD bisa melihat kemampuan problem solving serta pola pengambilan keputusan kandidat.

4. Menjadi Bahan Pertimbangan HRD

Hasil tes Wartegg tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi salah satu bagian dari keseluruhan proses seleksi.

HRD akan menggabungkan hasil tes ini dengan interview, CV, dan tes lainnya untuk mendapatkan gambaran kandidat secara utuh.

Dengan begitu, keputusan yang diambil menjadi lebih akurat dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Baca Juga: 15 Rekomendasi Kegiatan Ramadhan untuk Upgrade Diri Secara Spiritual dan Skill

Bagaimana Struktur Tes Wartegg?

Bagaimana Struktur Tes Wartegg

Tes Wartegg memiliki format yang sederhana, namun setiap elemennya dirancang untuk menggali aspek psikologis secara mendalam.

Berikut penjelasannya.

1. 8 Kotak dengan Stimulus Berbeda

Tes Wartegg terdiri dari 8 kotak yang masing-masing berisi gambar sederhana sebagai stimulus, seperti titik, garis, atau bentuk kecil lainnya.

Tugas peserta adalah mengembangkan stimulus tersebut menjadi gambar yang utuh sesuai dengan imajinasi masing-masing.

2. Setiap Kotak Memiliki Makna Psikologis

Masing-masing kotak tidak dibuat secara acak, melainkan memiliki arti tertentu yang berkaitan dengan aspek kepribadian, seperti emosi, logika, relasi sosial, hingga cara menghadapi tekanan.

Dari hasil gambar, penilai dapat melihat bagaimana respons psikologis peserta terhadap setiap stimulus.

3. Instruksi Umum Pengerjaan

Peserta biasanya diminta untuk melengkapi semua kotak gambar, memberi nomor urutan pengerjaan, serta menuliskan judul atau makna dari gambar yang dibuat.

Beberapa tes juga meminta peserta menandai gambar yang paling disukai dan paling tidak disukai.

4. Durasi Pengerjaan

Tes Wartegg umumnya memiliki waktu terbatas, sekitar 15–30 menit, tergantung kebijakan penyelenggara tes.

Oleh karena itu, penting untuk mengatur waktu dengan baik agar semua kotak dapat diselesaikan tanpa terburu-buru.

Apa Arti dan Makna Setiap Kotak Tes Wartegg?

Dari cara kamu mengembangkan gambar, penilai dapat memahami bagaimana pola pikir, emosi, hingga cara berinteraksi dengan lingkungan.

Berikut arti dari masing-masing kotak.

1. Kotak 1: Diri / Ego

Kotak pertama biasanya berkaitan dengan bagaimana kamu melihat dan mengekspresikan diri sendiri.

Dari gambar yang dibuat, penilai dapat melihat tingkat kepercayaan diri, identitas diri, serta bagaimana kamu menempatkan diri dalam berbagai situasi.

Gambar yang jelas dan terarah biasanya menunjukkan self-awareness yang baik.

2. Kotak 2: Emosi / Perasaan

Kotak ini menggambarkan kondisi emosional dan bagaimana kamu mengekspresikan perasaan.

Hasil gambar dapat menunjukkan apakah kamu cenderung stabil secara emosi, sensitif, atau mudah terpengaruh oleh lingkungan.

Pilihan bentuk dan alur gambar sering menjadi indikator pengelolaan emosi seseorang.

3. Kotak 3: Ambisi / Tujuan

Kotak ketiga berhubungan dengan dorongan untuk mencapai sesuatu, termasuk ambisi dan orientasi tujuan.

Dari gambar yang dibuat, penilai dapat melihat apakah kamu memiliki motivasi tinggi, fokus pada pencapaian, atau cenderung santai dalam mengejar target.

4. Kotak 4: Konflik / Tantangan

Kotak ini mencerminkan bagaimana kamu menghadapi tekanan, konflik, atau situasi sulit.

Gambar yang dihasilkan bisa menunjukkan apakah kamu mampu mengelola stres dengan baik atau justru mudah tertekan.

Ini juga berkaitan dengan ketahanan mental (resilience).

5. Kotak 5: Energi / Motivasi

Kotak kelima menggambarkan tingkat energi dan semangat dalam diri.

Dari hasil gambar, penilai dapat melihat apakah kamu termasuk pribadi yang aktif, antusias, dan berinisiatif, atau cenderung pasif dan kurang terdorong dalam bertindak.

6. Kotak 6: Logika / Pemikiran

Kotak ini berkaitan dengan cara berpikir dan kemampuan analisis.

Gambar yang terstruktur dan logis biasanya menunjukkan pola pikir yang sistematis dan rasional.

Sebaliknya, gambar yang kurang terarah bisa menunjukkan kurangnya perencanaan atau fokus.

7. Kotak 7: Relasi Sosial

Kotak ketujuh mencerminkan bagaimana kamu berinteraksi dengan orang lain.

Penilai dapat melihat apakah kamu mudah bekerja sama, terbuka dalam berkomunikasi, atau cenderung tertutup.

Ini penting untuk menilai kemampuan teamwork.

8. Kotak 8: Lingkungan / Kontrol Diri

Kotak terakhir berkaitan dengan bagaimana kamu menyesuaikan diri dengan lingkungan dan mengontrol perilaku.

Dari gambar yang dibuat, penilai dapat melihat kemampuan adaptasi, kedewasaan, serta bagaimana kamu merespons situasi di sekitar.

Contoh Tes Wartegg

Agar lebih mudah dipahami, penting untuk mengetahui seperti apa contoh tes Wartegg dan bagaimana hasil gambar dinilai.

Berikut penjelasannya.

1. Gambaran Isi Kotak

Dalam tes Wartegg, kamu akan diberikan 8 kotak yang masing-masing berisi stimulus sederhana, seperti titik kecil, garis lengkung, garis lurus, atau bentuk abstrak lainnya.

Tugas kamu yaitu mengembangkan setiap stimulus tersebut menjadi gambar yang bermakna.

Tidak ada jawaban benar atau salah, tetapi cara kamu mengolah gambar akan menjadi bahan penilaian.

2. Contoh Hasil Gambar Sederhana

Sebagai contoh, sebuah titik kecil di dalam kotak bisa dikembangkan menjadi gambar mata, matahari, atau bola.

Garis lengkung bisa diubah menjadi gelombang, senyuman, atau bagian dari objek tertentu. Yang penting, gambar dibuat dengan jelas, rapi, dan memiliki makna yang logis.

Menambahkan konteks atau cerita sederhana pada gambar juga bisa membantu memperkuat interpretasi.

3. Perbedaan Jawaban Baik vs Kurang Tepat

Jawaban yang baik biasanya terlihat dari gambar yang jelas, terstruktur, dan memiliki makna positif atau netral.

Selain itu, konsistensi gaya gambar dan kerapian juga menjadi nilai tambah.

Sebaliknya, jawaban yang kurang tepat biasanya berupa gambar yang asal-asalan, tidak selesai, terlalu abstrak tanpa makna jelas, atau mengandung unsur negatif seperti kekerasan.

Hal ini bisa memberikan kesan kurang siap atau kurang stabil secara emosional di mata penilai.

Baca Juga: 11 Aplikasi Jobseeker Terbaik Untuk Cari Kerja

Bagaimana Cara Mengerjakan Tes Wartegg dengan Benar?

Bagaimana Cara Mengerjakan Tes Wartegg dengan Benar

Meskipun terlihat sederhana, cara kamu mengerjakan setiap kotak akan sangat memengaruhi penilaian. Berikut langkah yang bisa kamu terapkan.

1. Pahami Instruksi dengan Baik

Sebelum mulai menggambar, pastikan kamu benar-benar memahami instruksi yang diberikan.

Biasanya, kamu diminta melengkapi semua kotak, memberi nomor urutan pengerjaan, serta menuliskan judul gambar.

Jangan terburu-buru memulai tanpa memahami aturan, karena kesalahan di awal bisa memengaruhi keseluruhan hasil.

2. Kerjakan dari yang Paling Mudah

Kamu tidak harus mengerjakan kotak secara berurutan. Pilih kotak yang menurutmu paling mudah terlebih dahulu agar lebih percaya diri.

Strategi ini membantu kamu menghemat waktu dan menjaga kualitas gambar tetap konsisten dari awal hingga akhir.

3. Gambar dengan Rapi dan Jelas

Kerapian menjadi salah satu aspek penting dalam tes Wartegg.

Usahakan gambar terlihat jelas, tidak terlalu tipis atau berantakan, dan mudah dipahami.

Gambar yang rapi menunjukkan bahwa kamu teliti, terstruktur, dan serius dalam mengerjakan tugas.

4. Hindari Gambar Negatif

Sebisa mungkin hindari membuat gambar yang mengandung unsur negatif, seperti kekerasan, kesedihan berlebihan, atau simbol yang tidak pantas.

Pilih objek yang netral atau positif agar memberikan kesan kepribadian yang stabil dan profesional.

5. Perhatikan Urutan Pengerjaan

Setelah selesai, biasanya kamu diminta menuliskan urutan kotak yang dikerjakan.

Urutan ini juga menjadi bagian dari penilaian karena mencerminkan pola berpikir dan strategi kerja kamu.

Oleh karena itu, kerjakan dengan sadar dan terstruktur, bukan asal memilih.

Bagaimana Tips Lolos Tes Wartegg?

Agar bisa mendapatkan hasil yang baik, kamu tidak hanya perlu menggambar, tetapi juga memahami bagaimana cara menampilkan diri secara positif melalui gambar.

Berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan.

1. Tunjukkan Kreativitas yang Wajar

Kreativitas memang penting dalam tes Wartegg, tetapi tidak perlu berlebihan.

Buatlah gambar yang unik namun tetap masuk akal dan mudah dipahami.

Kreativitas yang seimbang menunjukkan bahwa kamu mampu berpikir inovatif tanpa kehilangan arah atau logika.

2. Konsisten dalam Gaya Gambar

Usahakan gaya gambar yang kamu buat tetap konsisten di setiap kotak.

Misalnya, jika kamu menggambar dengan gaya sederhana dan rapi di awal, pertahankan hingga akhir.

Konsistensi ini mencerminkan kestabilan cara berpikir dan kepribadian yang terstruktur.

3. Jangan Terlalu Ekstrem

Hindari gambar yang terlalu aneh, berlebihan, atau sulit dipahami.

Gambar yang terlalu ekstrem bisa memberikan kesan tidak stabil atau kurang profesional.

Sebaiknya pilih objek yang umum, positif, dan relevan agar lebih aman dalam penilaian.

4. Latihan Sebelum Tes

Melakukan latihan sebelum tes akan sangat membantu meningkatkan kepercayaan diri.

Kamu bisa mencoba berbagai contoh tes Wartegg dan melatih cara mengembangkan gambar dari stimulus sederhana.

Semakin sering berlatih, semakin siap kamu menghadapi tes yang sebenarnya.

Apa Saja Kesalahan yang Harus Dihindari?

Menghindari kesalahan ini akan membantu kamu tampil lebih siap dan profesional di mata HRD. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan.

1. Menggambar Asal-asalan

Menggambar tanpa konsep atau sekadar “asal jadi” bisa memberikan kesan bahwa kamu kurang serius dan tidak memiliki arah dalam berpikir.

HRD bisa menilai bahwa kamu kurang teliti atau tidak mampu mengembangkan ide dengan baik.

Oleh karena itu, pastikan setiap gambar memiliki makna yang jelas, meskipun sederhana.

2. Terlalu Lama di Satu Kotak

Menghabiskan terlalu banyak waktu pada satu kotak bisa membuat kamu kehabisan waktu untuk menyelesaikan kotak lainnya.

Hal ini menunjukkan kurangnya manajemen waktu dan prioritas.

Sebaiknya, kerjakan secara seimbang dan jangan terlalu perfeksionis pada satu bagian saja.

3. Gambar Negatif/Agresif

Menggambar hal-hal yang mengandung unsur negatif seperti kekerasan, kesedihan berlebihan, atau simbol yang kurang pantas dapat memberikan kesan emosional yang tidak stabil.

HRD biasanya menghindari kandidat dengan indikasi tersebut, sehingga lebih aman memilih gambar yang netral atau positif.

4. Tidak Mengikuti Instruksi

Mengabaikan instruksi seperti tidak memberi urutan, tidak menuliskan judul gambar, atau tidak menyelesaikan semua kotak bisa menjadi kesalahan fatal.

Hal ini menunjukkan bahwa kamu kurang teliti dan tidak mampu mengikuti aturan, yang merupakan aspek penting dalam dunia kerja.

Kesimpulan

Tes Wartegg adalah salah satu psikotes penting yang digunakan untuk menilai kepribadian, pola pikir, dan potensi kandidat melalui gambar sederhana.

Nah, agar semakin siap menghadapi psikotes dan dunia kerja secara keseluruhan, kamu juga bisa mulai mengembangkan skill dan kepercayaan diri melalui program self development di Digital Skola.

Siap Hadapi Psikotes, Saatnya Upgrade Diri Lebih Maksimal di Digital Skola

Kalau kamu ingin tidak hanya lolos psikotes, tapi juga siap bersaing di dunia kerja, sekarang saatnya mulai upgrade diri dengan langkah yang tepat.

Di Digital Skola, kamu bisa:

  • Mengembangkan skill digital yang relevan dengan kebutuhan industri
  • Melatih pola pikir problem solving dan critical thinking
  • Mengerjakan proyek nyata untuk membangun portofolio
  • Meningkatkan kepercayaan diri dalam menghadapi interview dan tes kerja

Daftar sekarang dan mulai perjalanan self development kamu bersama Digital Skola.

FAQ

1. Apakah tes Wartegg harus bisa menggambar dengan bagus?

Tidak harus. Tes Wartegg bukan menilai kemampuan menggambar secara artistik, tetapi lebih fokus pada makna, kerapian, dan cara kamu mengembangkan ide dari stimulus yang diberikan.

2. Apakah urutan mengerjakan kotak memengaruhi penilaian?

Ya, urutan pengerjaan bisa menjadi bagian dari penilaian karena mencerminkan pola pikir, strategi, dan cara kamu menentukan prioritas dalam menyelesaikan tugas.

3. Apakah semua gambar harus saling berhubungan?

Tidak perlu saling berhubungan. Setiap kotak berdiri sendiri dan memiliki makna berbeda, jadi kamu bisa membuat gambar yang berbeda selama tetap logis dan jelas.

4. Bagaimana jika saya kehabisan ide saat mengerjakan tes Wartegg?

Jika kehabisan ide, coba fokus pada bentuk sederhana yang mudah dikembangkan menjadi objek umum, seperti benda sehari-hari. Yang penting tetap tenang dan tidak panik agar hasil tetap rapi.

5. Apakah hasil tes Wartegg bisa menentukan diterima atau tidaknya seseorang?

Tidak sepenuhnya. Tes Wartegg biasanya hanya menjadi salah satu bagian dari proses seleksi, yang akan dipertimbangkan bersama hasil interview, CV, dan tes lainnya.