HomepageBlog15+ Pertanyaan Interview Sales dan Strategi Menjawabnya agar Meyakinkan HRD
5 min read

15+ Pertanyaan Interview Sales dan Strategi Menjawabnya agar Meyakinkan HRD

Tayang 22 Agustus 2025 Diperbarui: 22 Agustus 2025
Ditulis oleh:
digitalskola

Digital Skola Content Team

Share


pertanyaan interview sales

Pertanyaan interview sales biasanya dirancang untuk menguji kemampuan komunikasi, strategi meyakinkan pelanggan, serta cara kamu mencapai target. Posisi ini menuntut kombinasi skill interpersonal dan problem solving, sehingga persiapan matang jadi kunci utama. 

Untuk membantu kamu lebih siap menghadapi proses seleksi, simak di bawah pembahasan lengkapnya.

Jenis-Jenis Pertanyaan Interview Sales

Dalam interview sales, HRD biasanya memberikan pertanyaan yang tidak hanya menilai kepribadian, tetapi juga strategi, pengalaman, serta kesiapan kamu dalam menghadapi tantangan penjualan. Berikut beberapa jenis pertanyaan yang umum muncul saat interview sales:

1. Pertanyaan Tentang Diri Sendiri dan Motivasi

Pertanyaan ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang, kepribadian, serta alasan kamu tertarik bekerja di bidang sales. Jawaban yang baik sebaiknya menunjukkan motivasi kuat, sikap optimis, serta semangat menghadapi tantangan.

2. Pertanyaan Tentang Pengalaman Kerja Sales

HRD ingin mendengar pengalaman sebelumnya dalam menjual produk atau jasa, termasuk pencapaian atau kendala yang pernah dihadapi. Semakin konkret jawaban yang kamu berikan, semakin besar peluang HRD melihat potensimu.

Baca Juga: 10 Contoh CV Fresh Graduate untuk Magang & Kerja Pertama

3. Pertanyaan Tentang Teknik Penjualan dan Negosiasi

Di bagian ini, pewawancara ingin menilai pemahaman kamu terkait strategi closing, handling objection, serta kemampuan membangun hubungan dengan pelanggan.

4. Pertanyaan Situasional/Problem Solving

Pertanyaan ini digunakan untuk melihat bagaimana kamu bereaksi ketika menghadapi keberatan dari klien, kegagalan mencapai target, atau situasi sulit lainnya.

5. Pertanyaan Tentang Target, KPI, dan Pencapaian

HRD ingin mengetahui sejauh mana kamu terbiasa bekerja dengan target dan bagaimana strategi kamu untuk mencapainya. Menyertakan angka pencapaian akan memberikan nilai tambah.

6. Pertanyaan Tentang Gaji dan Insentif

Pertanyaan ini biasanya muncul untuk melihat ekspektasi kamu terkait kompensasi. Jawaban harus realistis, profesional, dan tetap fleksibel agar sesuai dengan kebijakan perusahaan.

15+ Pertanyaan Interview Sales dan Contoh Jawaban

15+ Pertanyaan Interview Sales dan Contoh Jawaban

Menghadapi interview sales membutuhkan persiapan lebih karena HRD ingin melihat kemampuan komunikasi, strategi menghadapi tantangan, serta mentalitas bekerja dengan target. Berikut kumpulan pertanyaan interview sales yang sering muncul:

1. Ceritakan tentang diri kamu dan kenapa tertarik di bidang sales.

Jawaban:

“Saya seorang yang senang berinteraksi dengan banyak orang dan memiliki ketertarikan untuk memahami kebutuhan pelanggan. Bidang sales menarik bagi saya karena menantang, dinamis, dan memberi kesempatan untuk terus belajar. Selain itu, saya merasa puas ketika berhasil membantu klien menemukan solusi yang sesuai melalui produk yang saya tawarkan.”

2. Bagaimana kamu menghadapi calon pelanggan yang menolak?

Jawaban:

“Saya percaya penolakan adalah bagian dari proses sales. Biasanya saya tidak langsung berhenti, tetapi mencoba mendengarkan alasan penolakan mereka. Jika masih ada peluang, saya akan menawarkan solusi atau pendekatan lain. Jika memang belum waktunya, saya menjaga hubungan baik agar mereka tetap mengingat saya di kemudian hari.”

3. Apa pencapaian terbesar kamu di bidang penjualan?

Jawaban:

“Pencapaian terbesar saya yaitu berhasil melampaui target bulanan sebesar 150% dengan strategi upselling dan menjaga hubungan baik dengan pelanggan lama. Saya tidak hanya fokus pada closing cepat, tetapi juga membangun kepercayaan sehingga klien kembali melakukan repeat order.”

4. Bagaimana cara kamu mencapai target bulanan?

Jawaban:

“Saya selalu memecah target bulanan menjadi target mingguan dan harian agar lebih terukur. Selain itu, saya membuat pipeline prospek yang jelas, fokus pada follow-up, dan memprioritaskan klien potensial dengan strategi pendekatan yang berbeda sesuai kebutuhan mereka.”

5. Apa strategi kamu dalam menjaga hubungan dengan klien?

Jawaban:

“Saya percaya bahwa after-sales service sama pentingnya dengan closing. Saya rutin menghubungi klien untuk memastikan mereka puas, memberikan update produk terbaru, serta memberi solusi cepat jika ada kendala. Dengan cara ini, hubungan bisnis bisa bertahan jangka panjang.”

6. Bagaimana kamu menangani keberatan dari calon pelanggan?

Jawaban:

“Saya biasanya mendengarkan dulu keberatan mereka, kemudian mencoba memahami perspektifnya. Setelah itu, saya menjawab dengan data, testimoni pelanggan, atau memberikan penawaran alternatif. Pendekatan ini membuat calon pelanggan merasa didengar sekaligus mendapatkan solusi.”

7. Apa motivasi terbesar kamu bekerja di bidang sales?

Jawaban:

“Motivasi saya adalah tantangan untuk terus berkembang dan kepuasan ketika berhasil membantu klien menemukan solusi. Selain itu, pencapaian target dan penghargaan dari perusahaan menjadi pemacu semangat saya untuk bekerja lebih baik setiap hari.”

8. Bagaimana kamu mengelola stres ketika target belum tercapai?

Jawaban:

“Saya mencoba tetap tenang dengan mengevaluasi strategi yang sudah dilakukan. Jika ada yang kurang efektif, saya segera memperbaikinya. Saya juga mengatur prioritas, menjaga komunikasi dengan tim, serta menjaga mindset positif agar tetap fokus.”

9. Apa yang kamu ketahui tentang perusahaan kami?

Jawaban:

“Saya sudah mempelajari profil perusahaan, produk unggulan, serta pasar yang ditargetkan. Saya melihat perusahaan ini memiliki reputasi baik dalam menghadirkan solusi yang relevan bagi pelanggan. Hal inilah yang membuat saya semakin tertarik bergabung dan berkontribusi.”

10. Bagaimana kamu membangun kepercayaan dengan calon pelanggan baru?

Jawaban:

“Saya berusaha mendengarkan lebih dulu kebutuhan calon pelanggan, kemudian memberikan solusi yang benar-benar sesuai, bukan sekadar menjual. Dengan transparansi, empati, dan follow-up yang konsisten, calon pelanggan biasanya merasa lebih percaya.”

Baca Juga: 10 Contoh Deskripsi Diri di CV yang Menarik HRD

11. Ceritakan pengalaman kamu saat gagal mencapai target.

Jawaban:

“Pernah saya gagal mencapai target karena kurang maksimal dalam melakukan follow-up. Dari pengalaman itu, saya belajar pentingnya konsistensi komunikasi dengan prospek. Setelah memperbaiki strategi follow-up, performa saya meningkat dan target berikutnya tercapai.”

12. Bagaimana cara kamu melakukan pendekatan kepada klien potensial?

Jawaban:

“Saya memulai dengan riset terlebih dahulu tentang kebutuhan mereka, lalu menyesuaikan pendekatan komunikasi agar lebih relevan. Biasanya saya tidak langsung menjual, tapi membangun hubungan terlebih dahulu sehingga klien merasa nyaman sebelum masuk ke penawaran.”

13. Bagaimana cara kamu menghadapi persaingan dengan kompetitor?

Jawaban:

“Saya fokus menunjukkan keunggulan produk dan nilai tambah yang tidak dimiliki kompetitor. Selain itu, saya membangun hubungan personal dengan klien agar mereka merasa lebih dihargai dan tidak hanya melihat harga atau fitur saja.”

14. Apakah kamu lebih suka bekerja sendiri atau dalam tim sales?

Jawaban:

“Saya fleksibel, bisa bekerja mandiri untuk mencapai target pribadi, tapi juga senang bekerja dalam tim karena bisa berbagi strategi, belajar dari pengalaman rekan lain, dan mendukung pencapaian target perusahaan bersama.”

15. Bagaimana ekspektasi kamu terhadap gaji dan insentif di bidang sales?

Jawaban:

“Bagi saya gaji pokok penting sebagai dasar, tetapi saya lebih termotivasi dengan insentif berbasis kinerja. Hal ini membuat saya terdorong untuk bekerja lebih keras dan mencapai target lebih tinggi, karena usaha langsung berbanding lurus dengan hasil.”

16. Bagaimana cara kamu menjual produk yang baru diluncurkan?

Jawaban:

“Saat produk baru diluncurkan, saya fokus memahami keunggulan dan unique selling point produk tersebut. Lalu saya melakukan edukasi ke calon pelanggan dengan menonjolkan manfaat yang relevan dengan kebutuhan mereka. Saya juga memanfaatkan testimoni awal dan strategi promosi untuk menarik minat.”

17. Bagaimana kamu memastikan kepuasan pelanggan setelah penjualan?

Jawaban:

“Saya selalu melakukan follow-up setelah penjualan, menanyakan apakah produk sudah sesuai harapan, serta memberikan dukungan jika ada kendala. Dengan komunikasi yang terbuka, pelanggan merasa dihargai dan cenderung melakukan pembelian ulang atau merekomendasikan produk ke orang lain.”

Kesalahan Umum Saat Menjawab Pertanyaan Interview Sales

Kesalahan Umum Saat Menjawab Pertanyaan Interview Sales

Banyak kandidat sales gagal di tahap interview bukan karena tidak punya kemampuan menjual, tetapi karena cara menjawab pertanyaan tidak meyakinkan. Untuk menghindari kesalahan yang bisa membuat peluang hilang, berikut beberapa hal yang sering terjadi saat interview sales:

1. Terlalu Fokus pada Teori, Bukan Praktik Nyata

HRD ingin mendengar pengalaman nyata, bukan sekadar teori penjualan. Jika hanya menyebutkan strategi tanpa contoh penerapan, jawaban akan terdengar kurang meyakinkan.

2. Tidak Memberikan Contoh Pencapaian Konkret

Mengatakan “saya bisa mencapai target” saja tidak cukup. Kandidat perlu menyebutkan data atau contoh spesifik, misalnya persentase kenaikan penjualan atau jumlah klien yang berhasil didapatkan.

3. Menjawab dengan Terlalu Percaya Diri hingga Terkesan Arogan

Percaya diri penting, tapi jika berlebihan bisa dianggap sombong. HRD lebih menyukai jawaban yang realistis, rendah hati, dan tetap profesional.

4. Tidak Memahami Produk atau Layanan Perusahaan

Banyak kandidat gagal karena kurang riset tentang produk yang akan dijual. Padahal, menunjukkan pemahaman terhadap produk perusahaan adalah bukti keseriusan dan kesiapan bekerja.

Tips Menjawab Pertanyaan Interview Sales

Agar jawaban lebih meyakinkan saat interview sales, kandidat perlu strategi yang terstruktur dan relevan dengan kebutuhan perusahaan. Berikut beberapa tips penting yang bisa diterapkan:

1. Gunakan Metode STAR (Situation, Task, Action, Result)

Saat menjawab pertanyaan, gunakan kerangka STAR untuk membuat jawaban lebih jelas dan runtut. Ceritakan situasi, tugas yang kamu hadapi, tindakan yang dilakukan, serta hasil konkret yang diperoleh.

2. Tunjukkan Pencapaian dengan Data atau Angka Konkret

HRD lebih percaya pada jawaban yang disertai data. Misalnya, sebutkan persentase peningkatan penjualan, jumlah klien baru yang berhasil didapatkan, atau target bulanan yang berhasil tercapai.

Baca Juga: 4 Cara Mengirim CV Lewat WA dengan Benar dan Profesional

3. Tunjukkan Antusiasme dan Semangat Menjual

Profesi sales menuntut energi dan motivasi tinggi. Pastikan kamu menunjukkan sikap antusias, percaya diri, dan semangat dalam menjawab pertanyaan agar HRD yakin dengan potensimu.

4. Sesuaikan Jawaban dengan Budaya Perusahaan

Setiap perusahaan punya gaya kerja dan target yang berbeda. Sesuaikan jawaban dengan nilai dan budaya perusahaan agar terlihat cocok dan siap beradaptasi.

Kesimpulan

Persiapan yang matang dalam menghadapi interview sales sangat penting agar jawaban lebih terarah, profesional, dan meyakinkan HRD. 

Untuk mendukung kesiapan tersebut, kamu bisa mengikuti pelatihan di Digital Skola yang akan membantu meningkatkan skill komunikasi, negosiasi, dan penjualan sehingga peluang lolos interview dan berkembang di dunia sales semakin besar.

Raih Target Lebih Mudah dengan Tingkatkan Skill dari Digital Skola

Interview sales bukan hanya soal menjawab pertanyaan, tapi juga membuktikan bahwa kamu punya skill komunikasi, strategi, dan mindset yang tepat. 

Di Digital Skola, kamu bisa mengasah kemampuan tersebut agar lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja nyata.

Kelebihan pelatihan di Digital Skola:

  • Materi praktis berbasis studi kasus nyata dunia sales
  • Mentor berpengalaman di bidang penjualan dan komunikasi
  • Latihan interview dan role play untuk membangun rasa percaya diri
  • Akses komunitas dan jaringan profesional untuk peluang lebih luas

Hubungi kami sekarang untuk konsultasi gratis dan temukan pelatihan terbaik yang bisa bantu kamu meningkatkan skill komunikasi & penjualan.

FAQ

1. Bagaimana cara menjawab pertanyaan tentang pencapaian target?

Jawablah dengan contoh konkret, sebutkan target yang pernah kamu capai, strategi yang digunakan, serta hasil akhirnya. Jika belum punya pengalaman, bisa ceritakan pengalaman organisasi atau proyek akademik dengan target tertentu.

2. Apa tips agar lebih percaya diri saat interview sales?

Lakukan latihan berbicara di depan cermin atau bersama teman, kuasai profil perusahaan dan produk yang dijual, serta siapkan contoh jawaban berdasarkan pengalaman. Semakin sering latihan, semakin percaya diri.

3. Apakah fresh graduate bisa melamar posisi sales?

Tentu bisa. Banyak perusahaan membuka peluang sales untuk fresh graduate karena yang paling penting adalah komunikasi, semangat belajar, dan ketekunan. Pengalaman bisa dibangun seiring waktu.

4. Bagaimana cara menjawab pertanyaan tentang gaji dan komisi?

Fokuslah pada kontribusi dan value yang bisa kamu bawa. Hindari menyebut angka di awal, tapi tunjukkan fleksibilitas. Kamu bisa mengatakan terbuka untuk mengikuti standar perusahaan, sambil menekankan bahwa motivasi utamamu adalah berkembang di bidang sales.