HomepageBlog13 Perusahaan Yang Paling Banyak Mencari Profesi Data Science
5 min read

13 Perusahaan Yang Paling Banyak Mencari Profesi Data Science

Tayang 6 Januari 2022 Diperbarui: 6 Januari 2022
Ditulis oleh:
digitalskola

Digital Skola Content Team

Share


perusahaan yang paling banyak mencari profesi data science
Perusahaan yang Paling Banyak Mencari Profesi Data Science (Photo by Sunrise King on Unsplash

Perusahaan yang paling banyak mencari profesi data science sering kali berasal dari sektor teknologi, keuangan, hingga e-commerce yang bergantung pada analisis data untuk mengambil keputusan strategis. Apalagi kini perkembangan transformasi digital semakin maju yang akhirnya membuat permintaan akan talenta data semakin meningkat, terutama di perusahaan-perusahaan besar seperti Google, Meta, Amazon, hingga startup teknologi yang sedang berkembang. Tak heran, banyak profesional IT dan data menjadikan perusahaan-perusahaan ini sebagai tujuan karier utama. 

Rupanya, ada beberapa perusahaan yang tergolong sebagai ‘rumah terbaik’ alias perusahaan yang paling banyak mencari profesi data science dan dianggap sebagai perusahaan impian. Perusahaan-perusahaan ini disebut sebagai perusahaan impian karena memiliki kriteria berikut ini:

  • Menerapkan ilmu data science untuk berbagai kebutuhan bisnis perusahaan dan ekosistem perusahaan
  • Memiliki berbagai project data yang up-to-date 
  • Memiliki berbagai teknologi data atau big data yang mendukung
  • Memberikan pelatihan terkait data pada karyawan data talent-nya
  • Membuka banyak lowongan untuk data talent 
  • Visi dan misi perusahaan yang jelas
  • Lingkungan kerja yang kondusif
  • Prosedur kerja yang terstruktur
  • Sumber daya manusianya berkualitas
  • Kompensasi yang sebanding dengan value yang diberikan karyawan
  • Jenjang karier yang jelas

Lantas, perusahaan apa saja yang paling banyak mencari profesi data science? Simak artikel ini sampai akhir!

BACA JUGA: Panduan Membuat Portofolio Data Science Untuk Pemula

Industri Apa Saja yang Paling Membutuhkan Data Scientist?

Industri Apa Saja yang Paling Membutuhkan Data Scientist?
Industri yang Paling Membutuhkan Data Scientist (Photo by Campaign Creators on Unsplash

Saat ini, hampir semua industri mulai bergantung pada data untuk mengambil keputusan yang lebih cepat dan akurat. Hal ini berdampak langsung pada meningkatnya kebutuhan perusahaan akan profesi data scientist. Permintaan terhadap data scientist kini juga merambah ke berbagai sektor, seperti:

Teknologi dan Digital

Industri teknologi masih menjadi sektor paling dominan dalam membuka peluang kerja bagi data scientist. Perusahaan seperti Google, Meta, Microsoft, hingga Amazon terus mengembangkan produk berbasis machine learning, AI, dan data analytics. Di Indonesia, perusahaan digital seperti Gojek, Tokopedia, dan Traveloka juga rutin merekrut data scientist untuk berbagai proyek berbasis data, mulai dari personalisasi konten hingga pengembangan fitur rekomendasi.

Keuangan dan Perbankan

Sektor keuangan merupakan salah satu pengguna data terbesar. Bank dan perusahaan fintech memanfaatkan data science untuk mengembangkan sistem scoring kredit, mendeteksi transaksi mencurigakan, serta meningkatkan keamanan digital. Bank BCA, BRI, dan Mandiri, misalnya, memiliki tim data khusus yang berfokus pada pengembangan model prediktif berbasis perilaku nasabah.

E-Commerce dan Ritel

Platform e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, dan Bukalapak sangat bergantung pada data untuk memahami pola belanja pengguna, mengatur strategi diskon, hingga mengelola inventaris secara efisien. Data scientist di sektor ini juga berperan dalam menganalisis tren penjualan dan menentukan strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran.

Kesehatan dan Farmasi

Di sektor kesehatan, peran data scientist semakin penting dalam mendukung pengambilan keputusan klinis, menganalisis data pasien, hingga mempercepat riset obat. Rumah sakit besar dan startup healthtech seperti Halodoc dan Alodokter mulai banyak merekrut data analyst maupun data scientist untuk meningkatkan efisiensi layanan dan pengembangan fitur berbasis AI.

Logistik dan Supply Chain

Sektor logistik menggunakan data untuk optimasi rute pengiriman, prediksi permintaan, dan pengelolaan armada. Dengan volume transaksi dan pergerakan barang yang besar, sektor ini membutuhkan sistem yang berbasis data agar operasional tetap efisien dan responsif. Contohnya seperti J&T Express, SiCepat, dan startup logistik seperti Shipper.

Pemerintahan dan Sektor Publik

Beberapa instansi pemerintah dan BUMN kini juga mulai membuka peran untuk data scientist. Fokus utamanya adalah untuk mengolah big data dari masyarakat, merancang kebijakan berbasis data, serta mengoptimalkan layanan publik. Meski belum seintens sektor swasta, peluang di sektor ini semakin terbuka, terutama dalam inisiatif transformasi digital nasional.

BACA JUGA: 25 Istilah Data Science yang Sering Ditanyakan Pemula

13 Perusahaan yang Paling Banyak Mencari Profesi Data Science

13 Perusahaan yang Paling Banyak Mencari Profesi Data Science
        Perusahaan yang Paling Banyak Mencari Profesi Data Science (Photo by Christina Morillo on Pexels

Setelah memahami industri-industri yang paling banyak membutuhkan tenaga data science, pertanyaan berikutnya adalah: perusahaan mana saja yang secara aktif membuka lowongan untuk posisi ini? Berikut diantaranya:

Microsoft

perusahaan yang paling banyak mencari profesi data science
Source Photo: Tech Monitor

Dari tahun ke tahun, Microsoft menjadi salah satu perusahaan di dunia yang secara berkala membuka lowongan untuk berbagai posisi terkait data science seperti data science, data analysis dan artificial intelligence. Hal ini yang menjadikan Microsoft menjadi daftar pertama dalam perusahaan yang paling banyak mencari profesi data science

Besarnya kesempatan bekerja di perusahaan ini tidak lain karena Microsoft memiliki berbagai divisi terkait data science yang fokus pada project maupun produk. Salah satu contoh project yang mereka miliki dinamai AI for Earth yang berpusat pada optimasi Cloud dan tools AI untuk peningkatan lingkungan kerja perusahaan.

Amazon

perusahaan yang paling banyak mencari profesi data science
Source Photo: Medium

Amazon dikenal sebagai salah satu platform belanja online global yang tentunya memiliki jumlah data sangat besar. Amazon Web Service (AWS) menjadi pemegang saham terbesar dalam industri layanan Cloud. Salah satu layanan top mereka adalah produk anti-fraud yang ditawarkan untuk konsumen retail online yang menggunakan machine learning untuk mendeteksi adanya fraud dalam transaksi mereka. 

Amazon membutuhkan banyak tenaga terkait data science untuk menyediakan machine learning dan solusi terkait permasalahan data science berhubungan dengan layanan cloud AWS mereka.

Airbnb

Airbnb merupakan perusahaan yang merevolusi industri travel. Airbnb menggunakan data science untuk meningkatkan layanan dan pencarian pengguna. Data scientist berperan dalam berbagai lini di Airbnb tidak hanya di bagian teknologi, namun juga keuangan, kepercayaan dan pengalaman pengguna. 

Dengan banyaknya bagian di Airbnb yang membutuhkan data science, perusahaan multinasional ini menjadi salah satu dari perusahaan yang paling banyak mencari profesi data science di dunia.

NVidia

NVidia disebut sebagai ‘the next level of data science company’. Pasalnya, tidak hanya membutuhkan jasa data scientist, NVidia secara spesifik merupakan perusahaan konsultan yang fokus di bidang data science. Dengan demikian, perusahaan ini menempatkan diri sebagai ‘solusi’ bagi banyak perusahaan dunia yang membutuhkan data science dalam proses kerja mereka. NVidia menjadi tempat terbaik untukmu bukan hanya sebagai data scientist, namun juga berkontribusi untuk meningkatkan kerja data scientist di seluruh dunia.

Oracle

Satu lagi perusahaan yang masuk dalam daftar perusahaan banyak mencari data science adalah Oracle. Oracle bergerak di bidang cloud platform yang memungkinkan pengguna mereka melakukan utilisasi terhadap data mereka menggunakan model machine learning, visualisasi dan predictive analytics

Platform ini telah menggabungkan machine learning dengan natural language processing yang diklaim dapat meningkatkan produktivitas. Dengan basis teknologi seperti ini, sebagai data scientist kamu akan berkesempatan untuk meningkatkan kualitas kerja dari para konsumen yang ditangani.

Telkom Indonesia

perusahaan yang paling banyak mencari profesi data science
Source Photo: Liputan6

Perusahaan BUMN Indonesia yang jadi perusahaan yang paling banyak mencari profesi data science adalah Telkom Indonesia. Telkom Indonesia adalah badan usaha milik negara yang bergerak di bidang jasa layanan teknologi informasi dan komunikasi. Telkom Indonesia memiliki banyak anak perusahaan, diantaranya:

  • PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) 
  • PT Multimedia Nusantara (TelkomMetra)
  • PT Sigma Cipta Caraka (TelkomSigma)
  • PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin)
  • PT Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia (TelkomInfra)
  • PT PINS Indonesia (PINS)
  • PT Telekomunikasi Indonesia International Tbk (TII)

Menariknya, Telkom Indonesia dan anak perusahaan dari Telkom Indonesia hampir semuanya memanfaatkan data science untuk bisnisnya. Contohnya, di Telkomsel data scientist berperan untuk membantu perusahaan crunching miliaran database dari sekitar 151,1jt user dan puluhan data setter untuk meningkatkan value perusahaan. Tak heran, perusahaan Telkom Indonesia dan anak perusahaan Telkom Indonesia jadi perusahaan incaran para data scientist. 

Bank Mandiri

perusahaan yang paling banyak mencari profesi data science
Source Photo: ANTARA News

Selanjutnya perusahaan BUMN yang paling banyak mencari profesi data science adalah Bank Mandiri yaitu badan usaha milik negara yang menyediakan berbagai jasa keuangan. Bank Mandiri jadi incaran para data scientist karena track record perusahaannya sangat baik, bahkan laba bersih Bank Mandiri juga setiap tahunnya melonjak naik, salah satu alasan di balik kesuksesan Bank Mandiri adalah karena Bank Mandiri menerapkan Data-Driven Culture di setiap divisinya. 

Bahkan, Bank Mandiri juga sejak tahun 2020 sudah bekerjasama dengan Cloudera untuk membangun platform big data. Tak heran, kini ada banyak lowongan untuk data scientist dari Bank Mandiri. 

PT Kereta Api Indonesia (Persero)

perusahaan yang paling banyak mencari profesi data science
Source Photo: Klik Pendidikan

PT Kereta Api Indonesia (Persero) merupakan badan usaha milik negara Indonesia yang menyediakan jasa angkutan perkeretaapian dan bisnis usaha penunjang lainnya. Faktanya, PT Kereta Api Indonesia juga termasuk perusahaan BUMN yang jadi incaran data scientist. Sejak tahun 2021, PT Kereta Api Indonesia sudah mengembangkan teknologi artificial intelligence untuk menunjang berbagai operasional bisnisnya, salah satunya untuk menunjang perawatan kereta. 

Bahkan, PT Kereta Api Indonesia juga terus melakukan inovasi dan penyesuain diri untuk melakukan perbaikan mengikuti perkembangan teknologi. Tak heran, perusahaan ini banyak mencari data scientist. 

PT Pertamina (Persero)

BUMN di bidang MIGAS (Minyak dan Gas) ini juga jadi perusahaan BUMN incaran data talent, tak terkecuali data scientist. Selain karena PT Pertamina merupakan perusahaan MIGAS terbesar di Indonesia, PT Pertamina juga banyak mencari profesi data science karena memanfaatkan big data untuk memantau dan mengatur seluruh operasional bisnisnya. Berikut beberapa contoh penerapan big data di PT Pertamina:

  • Pertamina Integrated Command Center (PICC) = Pusat big data Pertamina untuk memantau perusahaan dari satu pusat big data 
  • Digital & Innovation Center (DICC) = Kendali operasional dan big data untuk memantau lapangan minyak
  • Menekan Loss Production Opportunity (LPO) = Menyimpan berbagai insight di data warehouse untuk menekan LPO 

Kalau kamu cek di PT Pertamina, ada banyak lowongan untuk data talent seperti data scientist hingga data engineer. 

PT PLN (Persero)

perusahaan yang paling banyak mencari profesi data science
Source Photo: PLN

Perusahaan Listrik Negara atau biasa disingkat PLN adalah badan usaha milik negara yang bergerak di bidang energi kelistrikan. BUMN ini juga jadi perusahaan yang banyak mencari profesi data science karena PT PLN memanfaatkan big data untuk operasional bisnisnya. Contohnya, PT PLN memanfaatkan big data dan artificial intelligence untuk mengembangkan human capital mulai dari menyiapkan talent terbaik, menentukan jalur karier, hingga menghasilkan keputusan yang lebih strategis. 

SIRCLO

perusahaan yang paling banyak mencari profesi data science
Source Photo: SIRCLO

SIRCLO merupakan perusahaan teknologi asal Indonesia yang menjadi solusi e-commerce untuk membantu brands berjualan online. Mengutip dari Google Cloud, SIRCLO memanfaatkan cloud untuk memanfaatkan fitur load balancing dan auto scaling dari Google Kubernetes Engineer untuk membantu perusahaan. Alias, ekosistem bisnis SIRCLO terintegrasi dengan teknologi dan big data. 

Tak heran, perusahaan banyak mencari data talent. Mengutip beberapa info lowongan kerja, SIRCLO saat ini menerapkan sistem kerja hybrid yaitu work from home dan work from office. 

Tokopedia

perusahaan yang paling banyak mencari profesi data science
Source Photo: Tokopedia

Sebagai salah satu pionir e-commerce terbesar di Indonesia, Tokopedia memiliki ekosistem digital yang sangat kompleks, dengan jutaan produk dan penjual aktif. Untuk mengelola dinamika ini, Tokopedia secara intensif memanfaatkan teknologi data science dalam berbagai lini operasionalnya.

Peran data scientist di Tokopedia tidak terbatas pada analisis performa toko atau penjualan. Mereka juga berkontribusi besar dalam mengembangkan sistem rekomendasi produk yang dipersonalisasi untuk masing-masing pengguna, serta optimasi pencarian agar lebih relevan terhadap preferensi pembeli. Dengan besarnya skala transaksi harian dan volume data yang terus bertambah, kebutuhan Tokopedia akan talenta data science juga tinggi.

OVO

perusahaan yang paling banyak mencari profesi data science
Source Photo: suara.com

OVO merupakan salah satu perusahaan fintech terdepan di Indonesia yang berfokus pada sistem pembayaran digital, layanan finansial, dan program loyalitas konsumen. Dengan jutaan pengguna aktif dan transaksi yang berlangsung setiap detik, OVO secara masif mengandalkan data science untuk mendukung operasional dan strategi bisnisnya.

Dalam skala organisasi, peran tim data OVO sangat strategis karena mampu menjembatani kebutuhan bisnis, teknologi, dan keamanan sistem. Oleh karena itu, perusahaan ini menjadi salah satu perusahaan populer bagi para data scientist yang ingin berkarier di bidang fintech.

BACA JUGA: Rekomendasi Job Portal untuk Cari Lowongan Data Science

Skill yang Dicari Perusahaan dalam Profesi Data Science

Skill yang Dicari Perusahaan dalam Profesi Data Science
        Skill yang Dicari Perusahaan (Photo by Photo By: Kaboompics.com on Pexels

Memiliki gelar di bidang terkait tentu menjadi nilai tambah, namun dalam dunia kerja nyata, perusahaan lebih banyak menilai calon data scientist dari kemampuan praktis dan pemahaman aplikatif terhadap data. Berikut beberapa skill yang dicari oleh perusahaan:

Teknologi

Data science sangat bergantung pada kemampuan teknis. Perusahaan mencari kandidat yang bisa menggunakan bahasa pemrograman seperti Python, SQL, atau R untuk mengolah, membersihkan, dan menganalisis data. Keterampilan dalam menggunakan library seperti Pandas, NumPy, dan Scikit-learn juga sangat penting untuk membangun model machine learning atau mengembangkan automasi berbasis data. Selain itu, kemampuan mengelola data dalam skala besar dan familiar dengan tools seperti Jupyter Notebook, Git, atau cloud platform menjadi nilai tambah.

Matematika dan Statistik

Pemahaman yang kuat terhadap matematika dan statistika menjadi dasar dalam pengambilan keputusan berbasis data. Perusahaan biasanya menilai kandidat dari kemampuannya dalam melakukan:

  • Analisis statistik
  • Mengukur korelasi antar variabel
  • Melakukan uji hipotesis
  • Memahami model regresi atau klasifikasi

Skill ini sangat penting untuk memastikan bahwa setiap insight atau prediksi yang dihasilkan memiliki dasar perhitungan yang valid, tidak hanya asumsi atau tren visual semata.

Pemahaman Terhadap Bisnis dan Industri

Selain aspek teknis dan analitis, perusahaan juga mencari data scientist yang memiliki sense of business. Artinya, mereka mampu memahami kebutuhan pengguna, tujuan bisnis, serta mampu menghubungkan data dengan keputusan yang relevan. Contohnya, di perusahaan e-commerce, seorang data scientist harus memahami perilaku konsumen dan funnel penjualan. Sementara di sektor keuangan, pemahaman terhadap risiko kredit atau deteksi penipuan menjadi hal yang krusial. Tanpa memahami konteks, analisis data bisa saja akurat secara teknis, tetapi tidak berguna secara strategis.

Skill ini sangat penting untuk memastikan bahwa setiap insight atau prediksi yang dihasilkan memiliki dasar perhitungan yang valid, tidak hanya asumsi atau tren visual semata.

BACA JUGA: Overfitting vs Underfitting: Penyebab dan Perbedaannya

Kesimpulan

Kesimpulan
Kesimpulan (Photo by Nataliya Vaitkevich on Pexels

Permintaan akan profesi data science terus meningkat, terutama dari perusahaan-perusahaan yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap pengolahan data dan pengambilan keputusan berbasis data. Dari perusahaan teknologi global seperti Microsoft, Amazon, hingga startup dan perusahaan BUMN seperti Tokopedia, OVO, hingga PT Kereta Api Indonesia semuanya berlomba-lomba mencari talenta data untuk memperkuat strategi dan operasional bisnis mereka.

Bukan tanpa alasan, perusahaan-perusahaan ini telah membuktikan bahwa investasi di bidang data memberikan dampak langsung pada efisiensi, inovasi, dan daya saing bisnis. Mereka bukan hanya menawarkan posisi, tetapi juga membangun ekosistem dan budaya kerja yang mendukung pertumbuhan data scientist. Mulai dari teknologi terkini, proyek-proyek real time, hingga kesempatan pengembangan karier yang jelas. 

Bagi kamu pencari kerja di bidang data, mengenal karakteristik dan fokus bisnis dari perusahaan-perusahaan ini bisa menjadi strategi penting dalam merencanakan arah karier. Alih-alih hanya mencari pekerjaan, kamu bisa mulai menentukan perusahaan mana yang sejalan dengan minat dan kemampuanmu, baik dari sisi teknologi, sektor industri, hingga budaya kerja.

BACA JUGA: 6 Cara Bikin CV yang ATS Friendly & Contohnya

Yuk, Mulai Karier Jadi Data Scientist Bersama Digital Skola!

Jika kamu ingin lebih siap bersaing dan menargetkan perusahaan impian sebagai data scientist, penting untuk tidak hanya belajar sendiri, tapi juga memiliki arah yang jelas dalam pengembangan skill. Salah satu cara terbaik untuk mempercepat proses belajarmu adalah dengan mengikuti Bootcamp Data Science Digital Skola. Di bootcamp ini, kamu akan dibimbing langsung oleh praktisi ahli, bekerja dengan real dataset, dan membangun portofolio yang bisa kamu tunjukkan saat melamar kerja.

Jangan lewatkan kesempatan untuk belajar secara terstruktur dan langsung terhubung dengan dunia industri. Daftar sekarang dan mulai langkah pertamamu menuju karier di perusahaan-perusahaan top pencari talenta data science!

FAQ 

1. Profesi data scientist bisa kerja di mana saja?

Data scientist bisa kerja di berbagai sektor: teknologi, perbankan, e-commerce, kesehatan, logistik, hingga pemerintahan.

2. Gaji data scientist di Indonesia mulai dari berapa?

Gaji entry-level mulai dari Rp6–10 juta per bulan, sedangkan senior bisa di atas Rp25 juta, tergantung perusahaan dan pengalaman.

3.  Belajar data science harus dari jurusan IT ya?

Tidak. Banyak data scientist berasal dari jurusan non-IT, asal punya skill.