HomepageBlogMarket Research: Pengertian, Contoh, dan Cara Penerapannya
5 min read

Market Research: Pengertian, Contoh, dan Cara Penerapannya

Tayang 8 April 2021 Diperbarui: 8 April 2021
Ditulis oleh:
digitalskola

Digital Skola Content Team

Share


Apa Itu Market Research?
Apa Itu Market Research? (Photo by fauxels on Pexels)

Apa Itu market research dalam digital marketing dan mengapa hal ini penting? Market research atau riset pasar adalah proses sistematis dalam mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasi data yang berkaitan dengan target pasar. Dalam konteks digital marketing, langkah ini menjadi fondasi utama sebelum menyusun strategi pemasaran yang efektif. Tanpa pemahaman yang mendalam mengenai kebutuhan, perilaku, dan preferensi audiens, seorang digital marketer akan kesulitan menentukan pendekatan yang tepat untuk menjangkau dan memengaruhi pasar sasaran.

Oleh karena itu, memahami apa itu market research menjadi sangat penting karena tahapan ini akan memberikan gambaran yang jelas tentang siapa target pasar yang tepat, apa kebutuhan mereka, serta bagaimana cara terbaik untuk menjangkau mereka. Penasaran ingin tahu lebih lengkap apa itu market research? Simak terus artikel ini!

BACA JUGA: Baru Lulus? Ini Tips Nego Gaji Fresh Graduate

Apa Itu Market Research?

Apa Itu Market Research?
Apa Itu Market Research? (Photo by Christina Morillo on Pexels)

Apa itu market research? Market research atau riset pasar adalah proses menghimpun informasi mengenai buyer persona bisnis, target khalayak, dan target konsumen untuk mendeterminasikan peluang suksesnya produk baik barang maupun jasa kita di pasaran. Dalam melakukan sebuah market research ada berbagai jenis informasi yang harus kita kumpulkan serta kita himpun untuk selanjutnya menjadi landasan perumusan suatu strategi bisnis.

Market research bukan sekadar pengumpulan data mentah, melainkan sebuah pendekatan sistematis yang bertujuan untuk menghasilkan wawasan yang berguna. Riset ini memberikan informasi yang sangat dibutuhkan untuk mengetahui apakah sebuah produk, baik itu barang atau jasa, memiliki peluang untuk sukses di pasar. Tanpa adanya riset pasar yang matang, bisnis akan kesulitan untuk membuat keputusan yang tepat mengenai produk yang akan dipasarkan, segmentasi pasar yang tepat, bahkan strategi pemasaran yang harus diterapkan.

BACA JUGA: Baru Lulus? Ini Tips Nego Gaji Fresh Graduate

Apa Manfaat Market Research?

Apa Manfaat Market Research?
Apa Itu Market Research? (Photo by Christina Morillo on Pexels)

Berikut beberapa tujuan utama dan manfaatnya yang bisa kamu rasakan secara langsung dalam praktik digital marketing:

Mengenali Audiens Secara Mendalam

Salah satu tujuan utama market research adalah membantumu memahami target audiensmu. Mulai dari demografi, minat, kebiasaan, hingga perilaku mereka di ranah digital. Informasi ini sangat penting untuk menyesuaikan pesan dan pendekatan komunikasi yang tepat sasaran.

Menyusun Strategi Pemasaran yang Terarah

Dengan data yang kamu peroleh dari riset, kamu bisa merancang strategi pemasaran yang lebih fokus. Ini mencakup penentuan platform digital yang sesuai, pemilihan jenis konten yang tepat, serta penyusunan campaign yang relevan dengan kebutuhan audiens.

Mengidentifikasi Peluang Pasar

Market research membantumu melihat tren yang sedang berkembang, serta kebutuhan pasar yang belum sepenuhnya terpenuhi. Dengan begitu, kamu bisa menciptakan produk atau layanan yang memiliki nilai jual tinggi dan daya saing yang lebih kuat.

Mengoptimalkan Budget Pemasaran

Dengan mengetahui secara pasti target yang harus kamu sasar dan posisi mereka berada, kamu bisa menghindari pemborosan dalam penggunaan anggaran. Setiap keputusan pemasaran akan lebih efisien karena berbasis data.

Mengevaluasi dan Mengoptimasi Campaign

Manfaat lain dari market research adalah membantu kamu mengevaluasi kinerja campaign digital yang sudah berjalan. Data hasil riset memungkinkan kamu mengetahui apa yang berhasil dan apa yang perlu diperbaiki.

Mengurangi Risiko dalam Pengambilan Keputusan

Keputusan bisnis yang diambil tanpa riset sering kali bersifat spekulatif. Dengan market research, kamu bisa mengurangi ketidakpastian dan membuat keputusan yang lebih strategis dan minim risiko.

BACA JUGA: 8 Tips Menulis Caption yang Bikin Audiens Berhenti Scroll

Apa Saja Jenis-jenis Market Research?

 Apa Itu Market Research? (Photo by Monstera Production on Pexels)

Ada beberapa jenis riset yang bisa kamu pilih dan sesuaikan dengan tujuan bisnis serta informasi yang ingin kamu dapatkan. Berikut diantaranya:

Riset Primer

Riset primer adalah jenis market research yang dilakukan secara langsung untuk mendapatkan data baru dari sumber pertama. Ini bisa dilakukan melalui:

  • Survei online
  • Wawancara
  • Focus group discussion
  • Observasi langsung

Data yang kamu peroleh bersifat eksklusif dan sangat relevan dengan kebutuhan risetmu, karena kamu sendiri yang merancang proses dan pertanyaannya.

Riset Sekunder

Berbeda dengan riset primer, riset sekunder mengandalkan data yang sudah tersedia sebelumnya. Kamu bisa menggunakan laporan industri, artikel, studi akademis, atau data dari lembaga pemerintah. Meski tidak se-personal data primer, riset sekunder sangat berguna untuk mempercepat pemahaman awal terhadap pasar.

Riset Kualitatif

Jika kamu ingin memahami alasan konsumen berpikir atau bertindak dengan cara tertentu, riset kualitatif adalah jawabannya. Riset ini menggali motivasi, persepsi, dan opini audiens secara mendalam. Contohnya seperti wawancara mendalam atau diskusi kelompok kecil. 

Riset Kuantitatif

Riset kuantitatif berfokus pada pengumpulan data dalam bentuk angka dan statistik. Tujuannya adalah untuk mengukur sesuatu secara objektif, misalnya jumlah orang menyukai sebuah produk, atau persentase audiens yang tertarik pada fitur tertentu. 

Riset Eksploratori

Riset ini biasanya dilakukan di tahap awal untuk menjelajahi masalah yang belum dipahami secara mendalam. Tujuannya bukan untuk menemukan jawaban pasti, tetapi untuk mengidentifikasi potensi masalah atau peluang yang perlu dianalisis lebih lanjut.

Riset Deskriptif

Jenis riset ini dilakukan untuk menggambarkan karakteristik audiens atau pasar tertentu. Misalnya, kamu ingin tahu usia rata-rata pengguna produkmu, atau wilayah geografis dengan potensi penjualan tertinggi. Hasil dari riset deskriptif membantu kamu mengenali profil pasar secara lebih konkret.

BACA JUGA: 7 Tips Membuat Video Pendek Media Sosial yang Menarik dan Efektif

Metode yang Digunakan dalam Market Research

Metode yang Digunakan dalam Market Research
Apa Itu Market Research? (Photo by Barbara Olsen on Pexels)

Berikut beberapa metode yang paling umum digunakan dalam market research, baik untuk pendekatan kualitatif maupun kuantitatif:

Survei

Survei merupakan metode riset kuantitatif yang paling sering digunakan karena dapat menjangkau banyak responden dalam waktu singkat. Kamu bisa menyebarkan survei secara online, melalui email, media sosial, atau platform survei seperti Google Forms. Pertanyaan dalam survei biasanya bersifat terstruktur dan ditujukan untuk mengukur preferensi, kepuasan, atau opini pelanggan.

Wawancara

Wawancara mendalam adalah metode kualitatif yang dilakukan secara langsung, baik tatap muka maupun melalui panggilan video. Metode ini memungkinkan kamu untuk mengeksplorasi opini, motivasi, atau pengalaman audiens secara lebih terbuka. 

Focus Group Discussion

Focus group discussion melibatkan sekelompok kecil orang dari target audiens untuk berdiskusi tentang topik tertentu yang sudah ditentukan sebelumnya. Sebagai fasilitator, kamu akan mengamati bagaimana peserta memberikan masukan, bereaksi terhadap ide, atau membagikan pandangan mereka.

Observasi

Metode observasi dilakukan dengan cara mengamati langsung perilaku konsumen, baik secara fisik maupun digital. Observasi berguna untuk memahami bagaimana orang berinteraksi dengan produk, layanan, atau platform tanpa intervensi langsung.

Social Listening

Di era digital, social listening menjadi metode penting untuk memantau pembicaraan orang tentang merek, produk, atau topik tertentu di media sosial. Dengan bantuan tools seperti Brand24, Hootsuite, atau bahkan Twitter/X search, kamu bisa mengidentifikasi opini publik, tren, dan potensi isu yang berkembang di kalangan audiensmu.

A/B Testing

Metode ini sering digunakan untuk membandingkan dua versi konten, halaman web, atau elemen campaign digital untuk melihat yang menghasilkan performa lebih baik. A/B testing membantu kamu membuat keputusan berbasis data secara langsung, terutama dalam konteks optimasi konversi dan efektivitas campaign.

Analisis Data Sekunder

Selain metode primer, kamu juga bisa menggunakan data sekunder yang sudah tersedia seperti laporan industri, riset akademis, atau data dari lembaga pemerintah. Metode ini hemat waktu dan biaya, serta bisa memberikan gambaran umum sebagai landasan awal riset lebih lanjut.

BACA JUGA: 7 Cara Meningkatkan ROI di Media Sosial dan Rumusnya

Hal Penting yang Dicari dalam Market Research

Apa Itu Market Research?
Apa Itu Market Research? (Photo by Christina Morillo on Pexels)

Berikut beberapa informasi yang wajib kamu temukan dalam proses market research:

Di mana Target Konsumenmu Berbelanja Saat Ini?

Salah satu informasi penting yang harus kamu dapatkan dalam proses market research adalah kondisi target kondisimu saat ini. Dimana mereka memperoleh produk dan jasa yang mereka butuhkan? Bagaimana mereka membelanjakan uang mereka? Pertanyaan-pertanyaan ini penting untuk kamu jawab melalui market research. Dengan menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini, kamu bisa melangkah kepada pertanyaan berikutnya yakni mengenai kompetitor.

Siapa Kompetitor yang Menjadi Pilihan Bagi Target Khalayakmu?

Dalam bisnis apapun, kamu akan tetap memiliki kompetitor. Dalam sebuah proses market research sangat penting untuk menemukan siapa saja kompetitormu dalam merebut hati pelanggan. Kerucutkan kompetitormu dan temukan saingan terkuat yang dapat menjadi alternatif dan pilihan bagi target konsumenmu.

Dengan menemukan informasi ini, akan semakin mudah bagi kamu untuk melihat preferensi strategi yang dilakukan oleh para kompetitor dan menganalisisnya untuk kamu sintesiskan menjadi strategi terbaik untuk bisnismu sendiri.

Apa Tren yang Sedang Berlangsung pada Khalayakmu?

Setiap unit sosial yang menjadi target khalayak tidak akan lepas dari tren. Untuk itu, sangat penting bagi seorang digital marketer untuk mengetahui tren yang sedang terjadi pada target khalayakmu. Dengan mengetahui tren yang sedang berlangsung, kamu dapat merumuskan strategi dan berbagai pilihan yang secara teknis dianggap lebih menarik perhatian khalayak.

Apa Saja Tantangan yang Kamu Hadapi?

Dalam sebuah proses market research, sangat penting untuk menemukan berbagai tantangan yang mungkin mengadangmu. Kamu harus dapat melihat dari berbagai sisi dan sudut pandang untuk dapat menemukan celah-celah yang mungkin dapat melemahkan daya saing bisnismu di pasar. Dengan menemukan celah dan tantangan yang potensial terjadi, kamu akan dapat menyiapkan berbagai alternatif strategi yang dapat diaplikasikan dalam berbagai kondisi.

BACA JUGA: 4 Strategi Sosial Media yang Tepat untuk Bisnismu

Hubungan Market Research dengan Strategi Pemasaran 4P

Hubungan Market Research dengan Strategi Pemasaran 4P
  Apa Itu Market Research? (Photo by Photo By: Kaboompics.com on Pexels)

Strategi pemasaran 4P sangat bergantung pada hasil market research. Berikut penjelasan lengkapnya:

Product

Market research membantu memahami hal yang benar-benar dibutuhkan atau diinginkan konsumen. Dari sini, kamu bisa menentukan fitur produk, bentuk kemasan, bahkan penamaan brand. Jika kamu meluncurkan produk tanpa riset, risiko mismatch dengan ekspektasi pasar akan jauh lebih besar.

Price

Riset pasar juga memberikan insight tentang daya beli audiens dan harga kompetitor. Dengan data ini, kamu bisa menetapkan harga yang kompetitif namun tetap mencerminkan nilai dari produkmu. Ini penting agar harga tidak terlalu murah (merusak persepsi nilai), atau terlalu mahal (menurunkan minat beli).

Place

Kamu juga bisa menentukan saluran distribusi yang paling sesuai, seperti target konsumen lebih aktif di marketplace, toko fisik, atau melalui aplikasi. Riset akan menjawab pertanyaan seperti di mana konsumen berbelanja dan platform apa yang mereka gunakan sehari-hari.

Promotion

Strategi komunikasi, tone of voice, dan media yang digunakan dalam campaign promosi sangat dipengaruhi oleh hasil market research. Apakah audiensmu lebih merespons iklan video atau artikel edukatif? Platform mana yang paling mereka gunakan? Tanpa data ini, promosi cenderung spekulatif.

BACA JUGA: 10 Cara Meningkatkan Engagement di Media Sosial dengan Efektif

Siapa yang Melakukan Market Research?

Siapa yang Melakukan Market Research?
Apa Itu Market Research? (Photo by Photo By: Kaboompics.com on Pexels)

Market research bisa dilakukan oleh berbagai pihak, mulai dari profesional internal perusahaan hingga agensi riset independen:

Tim Internal Marketing

Banyak perusahaan memiliki tim internal yang bertanggung jawab melakukan riset dasar, seperti survei pelanggan, analisis data penjualan, atau social listening. Tim ini biasanya sudah memahami konteks bisnis sehingga riset bisa lebih fokus dan cepat diimplementasikan.

Divisi Riset dan Pengembangan

Beberapa perusahaan besar memiliki departemen khusus untuk riset dan pengembangan (R&D) atau consumer insights. Mereka bekerja lebih mendalam, seringkali menggunakan tools dan metode statistik lanjutan.

Konsultan atau Agensi Riset Pasar

Untuk proyek yang lebih kompleks, perusahaan sering bekerja sama dengan agensi riset eksternal. Mereka memiliki keahlian dan sumber daya untuk melakukan riset berskala besar dan netral.

Freelancer atau Analisis Independen

Dalam skala yang lebih kecil, seperti UMKM atau startup, riset bisa didelegasikan ke analis freelance yang memiliki pengalaman di bidang marketing dan data.

BACA JUGA: 4 Strategi Sosial Media yang Tepat untuk Bisnismu

Contoh Penerapan Market Research di Dunia Nyata

Contoh Penerapan Market Research di Dunia Nyata
        Apa Itu Market Research? (Photo by Tara Winstead on Pexels)

Sebagai gambaran, berikut beberapa contoh konkret penerapan market research:

Mengembangkan Fitur Baru Aplikasi

Contohnya, startup kebugaran digital ingin meluncurkan aplikasi latihan di rumah. Sebelum membangun fitur, tim melakukan survei untuk mengetahui hal yang sebenarnya dibutuhkan audiens seperti video latihan, integrasi dengan smartwatch, pelacak kalori, atau komunitas. Hasil risetnya menunjukkan bahwa pengguna lebih menyukai program latihan singkat (15–20 menit) dengan pelatih lokal. Berdasarkan data ini, tim bisa mengarahkan pengembangan fitur ke hal-hal yang memang paling relevan.

Menyusun Strategi Digital Campaign

Setelah riset dilakukan, tim menemukan bahwa mayoritas pengguna potensial adalah pekerja kantoran usia 25–35 tahun yang ingin tetap fit tanpa harus pergi ke gym. Dari insight ini, tim membuat konten campaign yang relatable. Misalnya, video latihan “sebelum ngantor” atau promosi “30 hari latihan dari rumah”. 

Menganalisis Kompetitor

Sebelum merilis aplikasi, perusahaan tentu ingin tahu siapa kompetitor utamanya. Melalui riset pasar, tim bisa mengidentifikasi beberapa aplikasi serupa, melihat fitur unggulan mereka, skema harga, dan ulasan pengguna. Dari sana tim bisa menyusun strategi diferensiasi, misalnya menawarkan program latihan lokal dengan bahasa Indonesia.

Mengikuti Tren Gaya Hidup Sehat di MedSos

Melalui social listening, yim menemukan bahwa tren “workout challenge 7 hari” sedang ramai di TikTok. Tim lalu merancang versi tantangan tersebut di dalam aplikasi dan mempromosikannya lewat hashtag. Karena perusahaan peka terhadap tren, campaign yang dijalankan terasa lebih relevan dan berpotensi viral.

BACA JUGA: 15 Tools Social Media Specialist untuk Tingkatkan Efektivitas Kerja

Kesimpulan

Kesimpulan
Apa Itu Market Research? (Photo by Photo By: Kaboompics.com on Pexels)

Market research adalah elemen krusial dalam digital marketing karena menjadi fondasi dari seluruh strategi pemasaran yang efektif. Dengan memahami target audiensmu, kebutuhan mereka, tempat mereka aktif, serta perilaku dan preferensi mereka, kamu bisa membuat keputusan bisnis yang lebih akurat dan minim risiko. Riset ini juga membantu kamu dalam merancang produk, penetapan harga, menentukan channel distribusi, hingga menyusun pesan promosi yang relevan dan tepat sasaran.

Tak hanya itu, melalui berbagai metode seperti survei, wawancara, observasi, hingga social listening, kamu bisa menggali insight yang bernilai tinggi untuk memenangkan pasar. Baik dilakukan secara internal maupun dengan bantuan profesional, market research memungkinkan kamu mengenali tren, membaca gerak kompetitor, dan menciptakan strategi yang agile serta berbasis data. 

Belajar Market Research Bersama Tutor Expert!

Apa Itu Market Research?
Apa Itu Market Research? (Photo by Christina Morillo on Pexels)

Apapun metode riset yang kamu lakukan, yang paling utama adalah kemampuan untuk mengolah dan menerjemahkannya menjadi strategi yang tepat sasaran. Data yang dikumpulkan hanya akan berdampak jika kamu bisa menggunakannya untuk menyusun langkah pemasaran yang efektif dan relevan.

Kalau kamu tertarik mendalami market research dan ingin tahu cara menerapkannya langsung dalam campaign digital, kamu bisa ikut pilihan kelas terkait Digital Marketing di Digital Skola. Kamu akan belajar langsung dari praktisi dan mengembangkan skill yang dibutuhkan untuk menjadi digital marketer andal, berbasis data dan strategi.

FAQ

1. Apa bedanya market research digital dan konvensional?

Market research digital menggunakan data online seperti media sosial, sedangkan konvensional dilakukan secara offline.

2. Kapan market research sebaiknya dilakukan?

Sebelum meluncurkan produk, saat evaluasi campaign, atau saat masuk ke pasar baru.

3. Apakah UMKM perlu melakukan market research?

Perlu, agar bisa mengenali audiens dan bersaing lebih strategis meski dengan anggaran terbatas.

4. Tools apa yang umum dipakai untuk market research digital?

Google Forms, Google Trends, Meta Insights, dan Hootsuite.

5. Apakah hasil market research bisa langsung diterapkan?

Bisa, jika datanya sudah dianalisis dan sesuai dengan tujuan strategis pemasaran.