
Sumber: Flip
Apa itu reimbursement? Istilah yang sering digunakan di dunia kerja untuk menyebut penggantian biaya yang telah dikeluarkan karyawan untuk keperluan pekerjaan.
Meski cukup umum, masih banyak yang belum memahami bagaimana sistem ini bekerja dan apa saja yang bisa diklaim.
Padahal, memahami reimbursement penting agar kamu bisa mengelola pengeluaran kerja dengan lebih baik. Yuk, kita bahas lebih lanjut.
Apa Itu Reimbursement?
Reimbursement adalah penggantian biaya yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan atas pengeluaran yang telah dilakukan untuk keperluan pekerjaan.
Artinya, karyawan biasanya membayar terlebih dahulu suatu kebutuhan kerja, kemudian mengajukan klaim agar biaya tersebut diganti oleh perusahaan sesuai kebijakan yang berlaku.
Sistem ini umumnya digunakan untuk berbagai kebutuhan operasional seperti transportasi, makan, atau perjalanan dinas.
Baca Juga: 10 Contoh CV Mahasiswa yang Masih Kuliah dan Menarik Perhatian Perusahaan
Bagaimana Cara Kerja Reimbursement?
Sistem reimbursement memiliki alur yang cukup sederhana, tetapi tetap perlu dipahami agar proses klaim berjalan lancar.
Berikut langkah-langkahnya.
1. Karyawan Mengeluarkan Biaya Dulu
Pada sistem reimbursement, karyawan biasanya perlu mengeluarkan biaya terlebih dahulu untuk kebutuhan pekerjaan, seperti transportasi, makan saat dinas, atau pembelian alat kerja.
Pengeluaran ini dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan kebijakan perusahaan yang berlaku.
2. Simpan Bukti Pembayaran
Setelah melakukan pembayaran, karyawan wajib menyimpan bukti transaksi seperti struk, invoice, atau nota.
Bukti ini sangat penting karena menjadi dasar verifikasi bagi perusahaan untuk memastikan bahwa pengeluaran tersebut valid dan sesuai dengan ketentuan.
3. Ajukan Klaim
Langkah selanjutnya yaitu mengajukan klaim reimbursement kepada perusahaan.
Biasanya, karyawan perlu mengisi formulir atau mengajukan melalui sistem internal dengan melampirkan bukti pembayaran.
Pastikan pengajuan dilakukan sesuai prosedur dan dalam batas waktu yang ditentukan.
4. Perusahaan Mengganti
Setelah klaim diajukan dan diverifikasi, perusahaan akan mengganti biaya yang telah dikeluarkan karyawan.
Proses ini bisa memakan waktu tertentu tergantung kebijakan perusahaan, dan biasanya dana akan ditransfer langsung ke rekening karyawan.
Apa Saja Jenis-Jenis Reimbursement?
Setiap perusahaan biasanya memiliki kebijakan berbeda terkait jenis biaya yang bisa diklaim.
Berikut beberapa yang paling umum.
1. Transportasi
Reimbursement transportasi mencakup biaya perjalanan yang dikeluarkan untuk keperluan kerja, seperti bensin, parkir, tol, atau tiket transportasi umum.
Jenis ini biasanya digunakan saat karyawan harus menghadiri meeting, kunjungan klien, atau aktivitas kerja di luar kantor.
2. Makan
Beberapa perusahaan memberikan reimbursement untuk biaya makan, terutama jika karyawan bekerja lembur atau sedang menjalankan tugas di luar kantor.
Penggantian ini biasanya memiliki batas nominal tertentu sesuai kebijakan perusahaan.
3. Kesehatan
Reimbursement kesehatan mencakup biaya pengobatan, pembelian obat, atau layanan medis lainnya.
Biasanya, jenis ini memiliki ketentuan khusus seperti plafon tahunan dan hanya berlaku untuk fasilitas kesehatan tertentu.
4. Perjalanan Dinas
Biaya perjalanan dinas meliputi tiket transportasi, akomodasi, hingga kebutuhan lain selama perjalanan kerja.
Reimbursement ini umumnya diajukan setelah perjalanan selesai dengan melampirkan seluruh bukti pengeluaran.
5. Operasional Kerja
Reimbursement operasional mencakup berbagai kebutuhan kerja seperti pembelian alat tulis, paket internet, atau software yang digunakan untuk mendukung pekerjaan.
Jenis ini biasanya berlaku untuk pekerjaan yang membutuhkan dukungan fasilitas tambahan, termasuk kerja remote.
Baca Juga: Jurusan Manajemen Itu Belajar Tentang Apa? Ini Mata Kuliah, Skill, dan Prospek Kerjanya
Contoh Reimbursement dalam Dunia Kerja

Agar lebih mudah dipahami, reimbursement bisa dilihat dari berbagai contoh yang sering terjadi dalam aktivitas kerja sehari-hari.
Berikut beberapa di antaranya.
1. Biaya Bensin untuk Meeting
Ketika karyawan harus menghadiri meeting di luar kantor, biaya bensin yang dikeluarkan bisa diajukan sebagai reimbursement.
Selama pengeluaran tersebut berkaitan dengan pekerjaan dan disertai bukti yang valid, perusahaan biasanya akan menggantinya.
2. Tiket Perjalanan Dinas
Jika karyawan melakukan perjalanan dinas ke luar kota atau luar negeri, biaya tiket transportasi seperti pesawat, kereta, atau bus dapat diklaim.
Biasanya, perusahaan juga mengatur batasan atau kelas transportasi yang dapat digunakan.
3. Obat atau Rumah Sakit
Biaya kesehatan seperti pembelian obat atau pemeriksaan di rumah sakit juga bisa termasuk reimbursement, tergantung kebijakan perusahaan.
Karyawan perlu melampirkan resep atau bukti pembayaran sebagai syarat klaim.
4. Internet untuk Kerja
Untuk pekerjaan yang dilakukan secara remote, biaya internet sering kali dapat direimburse oleh perusahaan.
Hal ini bertujuan untuk mendukung kelancaran pekerjaan, terutama jika koneksi internet menjadi kebutuhan utama dalam bekerja.
Apa Perbedaan Reimbursement vs Tunjangan?
Reimbursement dan tunjangan memiliki perbedaan mendasar dari segi sistem, waktu pemberian, hingga fleksibilitas penggunaannya.
Berikut penjelasannya.
| Aspek | Reimbursement | Tunjangan |
| Sistem Pembayaran | Penggantian setelah karyawan mengeluarkan biaya | Diberikan langsung tanpa klaim |
| Waktu Pemberian | Setelah klaim disetujui | Rutin / diberikan di awal |
| Fleksibilitas | Lebih fleksibel sesuai kebutuhan | Lebih terbatas sesuai kebijakan perusahaan |
1. Sistem Pembayaran
Reimbursement menggunakan sistem penggantian biaya, di mana karyawan harus mengeluarkan uang terlebih dahulu untuk kebutuhan kerja, kemudian mengajukan klaim agar diganti oleh perusahaan.
Sementara itu, tunjangan biasanya diberikan langsung oleh perusahaan tanpa perlu pengajuan klaim, baik dalam bentuk uang maupun fasilitas tertentu seperti tunjangan makan atau transport.
2. Waktu Pemberian
Pada reimbursement, biaya akan diberikan setelah karyawan melakukan pengeluaran dan proses klaim disetujui, sehingga ada jeda waktu sebelum dana diterima.
Berbeda dengan tunjangan yang umumnya diberikan secara rutin, misalnya setiap bulan bersamaan dengan gaji, atau diberikan di awal sesuai kebijakan perusahaan.
3. Fleksibilitas
Reimbursement cenderung lebih fleksibel karena disesuaikan dengan kebutuhan aktual karyawan selama bekerja. Selama sesuai kebijakan, berbagai jenis pengeluaran bisa diklaim.
Sebaliknya, tunjangan biasanya sudah ditentukan jumlah dan jenisnya oleh perusahaan, sehingga penggunaannya lebih terbatas dan tidak selalu mengikuti kebutuhan aktual.
Apa Manfaat Reimbursement?
Reimbursement memberikan berbagai manfaat, baik bagi karyawan maupun perusahaan, karena membantu menjaga kelancaran operasional tanpa membebani satu pihak.
Berikut beberapa manfaatnya.
1. Meringankan Beban Karyawan
Dengan adanya reimbursement, karyawan tidak perlu menanggung biaya kerja secara permanen.
Meskipun harus mengeluarkan uang di awal, biaya tersebut akan diganti oleh perusahaan sehingga tidak menjadi beban finansial jangka panjang.
Hal ini membuat karyawan bisa bekerja dengan lebih tenang tanpa khawatir soal pengeluaran.
2. Mendukung Operasional Kerja
Reimbursement memastikan kebutuhan kerja dapat terpenuhi dengan cepat tanpa harus menunggu anggaran turun terlebih dahulu.
Karyawan bisa langsung melakukan pengeluaran yang diperlukan untuk menunjang pekerjaan, sehingga aktivitas operasional tetap berjalan lancar dan efisien.
3. Transparansi Biaya
Sistem reimbursement mendorong transparansi karena setiap pengeluaran harus disertai bukti dan melalui proses verifikasi.
Hal ini membantu perusahaan dalam memantau penggunaan biaya, sekaligus memastikan bahwa setiap klaim sesuai dengan kebutuhan dan kebijakan yang berlaku.
Apa Saja Syarat dan Ketentuan Reimbursement?
Agar proses reimbursement berjalan lancar dan klaim dapat disetujui, biasanya perusahaan menetapkan beberapa syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi oleh karyawan.
Berikut beberapa yang umum berlaku.
1. Bukti Transaksi
Setiap pengajuan reimbursement wajib disertai bukti transaksi yang sah, seperti struk, invoice, atau nota pembayaran.
Bukti ini digunakan untuk memverifikasi bahwa pengeluaran benar-benar terjadi dan sesuai dengan kebutuhan kerja.
Tanpa bukti yang jelas, klaim biasanya tidak akan diproses.
2. Batas Waktu Klaim
Perusahaan umumnya menetapkan batas waktu pengajuan klaim reimbursement, misalnya dalam beberapa hari atau minggu setelah pengeluaran dilakukan.
Jika melewati batas waktu tersebut, klaim bisa ditolak. Oleh karena itu, penting untuk segera mengajukan reimbursement setelah melakukan pembayaran.
3. Kebijakan Perusahaan
Setiap perusahaan memiliki kebijakan yang berbeda terkait jenis biaya yang bisa direimburse, batas nominal, hingga prosedur pengajuan.
Karyawan perlu memahami dan mengikuti aturan ini agar klaim tidak ditolak.
Biasanya, kebijakan ini tercantum dalam peraturan perusahaan atau SOP internal.
Baca Juga: Jurusan Ekonomi Pembangunan Itu Belajar Tentang Apa? Ini Gambaran Lengkapnya!
Bagaimana Tips Agar Klaim Reimbursement Disetujui?

Agar proses reimbursement berjalan lancar dan klaim tidak ditolak, kamu perlu memperhatikan beberapa hal penting.
Berikut tipsnya.
1. Simpan Struk
Pastikan kamu selalu menyimpan bukti pembayaran seperti struk, invoice, atau nota dengan baik.
Bukti ini menjadi syarat utama dalam pengajuan klaim, sehingga harus jelas, lengkap, dan tidak rusak.
Jika memungkinkan, simpan juga dalam bentuk digital sebagai cadangan.
2. Ikuti Prosedur
Setiap perusahaan memiliki alur dan sistem klaim reimbursement yang berbeda.
Pastikan kamu mengikuti semua prosedur yang berlaku, mulai dari pengisian formulir, penggunaan sistem internal, hingga kelengkapan dokumen.
Kesalahan administratif kecil bisa membuat klaim tertunda atau bahkan ditolak.
3. Ajukan Tepat Waktu
Jangan menunda pengajuan klaim. Segera ajukan reimbursement setelah melakukan pengeluaran agar tidak melewati batas waktu yang ditentukan.
Mengajukan tepat waktu juga membantu proses verifikasi lebih cepat dan mengurangi risiko dokumen hilang atau terlupa.
Kesimpulan
Reimbursement adalah sistem penggantian biaya yang dikeluarkan karyawan untuk keperluan kerja sesuai dengan kebijakan perusahaan.
Memahami konsep ini penting agar kamu tidak menanggung beban biaya kerja secara pribadi dan bisa mengajukan klaim dengan benar.
Dengan memahami hak dan prosedurnya, kamu bisa bekerja lebih tenang dan profesional dalam mengelola pengeluaran kerja.

Yuk Pahami Dunia Kerja Lebih Siap Bersama Digital Skola
Memahami sistem seperti reimbursement bukan hanya soal administrasi, tapi juga bagian penting dari kesiapan kamu masuk ke dunia kerja profesional.
Semakin kamu paham cara kerja perusahaan, semakin percaya diri kamu dalam menjalani karier.
Di Digital Skola, kamu bisa:
- Mempelajari skill digital yang dibutuhkan di dunia kerja saat ini
- Belajar langsung melalui praktik dan studi kasus nyata
- Memahami sistem kerja profesional, termasuk alur kerja di perusahaan
- Membangun portofolio yang siap digunakan untuk melamar kerja
Daftar sekarang dan mulai perjalanan kariermu bersama Digital Skola!
FAQ
1. Apakah semua biaya kerja bisa direimburse oleh perusahaan?
Tidak semua. Hanya biaya yang sesuai dengan kebijakan perusahaan dan berkaitan langsung dengan pekerjaan yang bisa diajukan untuk reimbursement.
2. Berapa lama proses pencairan reimbursement?
Waktu pencairan berbeda-beda tergantung perusahaan, biasanya berkisar dari beberapa hari hingga beberapa minggu setelah klaim disetujui.
3. Apa yang terjadi jika bukti transaksi hilang?
Umumnya klaim akan sulit diproses atau ditolak karena bukti transaksi adalah syarat utama. Beberapa perusahaan mungkin menerima bukti alternatif, tetapi tidak selalu.
4. Apakah reimbursement dikenakan pajak?
Tergantung jenisnya. Beberapa reimbursement tidak dikenakan pajak karena dianggap penggantian biaya, tetapi ada juga yang bisa masuk dalam komponen penghasilan sesuai kebijakan perusahaan dan aturan perpajakan.