HomepageBlogApa Itu Verb: Jenis, Rumus, Contoh, dan Cara Menggunakannya
5 min read

Apa Itu Verb: Jenis, Rumus, Contoh, dan Cara Menggunakannya

Tayang 19 November 2025 Diperbarui: 19 November 2025
Ditulis oleh:
digitalskola

Digital Skola Content Team

Share


apa itu verb

Apa itu verb? Kata kerja dalam bahasa Inggris yang berfungsi sebagai inti dari sebuah kalimat, karena tanpa verb, sebuah kalimat tidak dapat terbentuk. Verb menggambarkan tindakan, keadaan, atau proses yang dilakukan oleh subjek.

Lalu, bagaimana cara menggunakannya dengan tepat? Yuk simak panduan selengkapnya di bawah ini. 

Apa Itu Verb? 

Verb adalah kata kerja dalam bahasa Inggris yang digunakan untuk menunjukkan aksi, keadaan, atau kejadian dalam sebuah kalimat. 

Verb bisa berupa tindakan seperti run atau eat, tetapi juga bisa menggambarkan kondisi seperti is, become, atau think

Tanpa verb, sebuah kalimat tidak dapat berdiri karena verb merupakan inti dari struktur bahasa Inggris.

Apa Fungsi Verb dalam Kalimat?

Verb berperan dalam membentuk struktur dan makna sebuah kalimat bahasa Inggris. Berikut fungsi-fungsi penting yang perlu dipahami:

1. Sebagai Inti Kalimat (Predicate)

Verb berfungsi sebagai pusat informasi dalam kalimat, karena tanpa verb, kalimat tidak dapat berdiri secara gramatis. 

Verb menentukan apa yang sedang terjadi dan bagaimana subjek berperan dalam situasi tersebut.

Contoh: She sings beautifully.

Baca Juga: 50 Kosa Kata Bahasa Inggris Sehari-hari yang Wajib Dikuasai

2. Mengungkapkan Tindakan (Action)

Verb digunakan untuk menggambarkan aktivitas nyata yang dilakukan oleh subjek. 

Fungsi ini tampak jelas dalam kalimat yang menunjukkan gerakan atau aktivitas fisik maupun nonfisik. 

Contoh: They run every morning.

3. Menunjukkan Keadaan (State)

State verb menjelaskan kondisi atau keberadaan subjek yang tidak melibatkan aksi fisik. 

Verb jenis ini sering digunakan untuk menggambarkan perasaan, kepemilikan, atau situasi yang bersifat statis. 

Penggunaannya penting untuk membuat kalimat yang menggambarkan kondisi atau fakta yang tidak berubah.

Contoh: He is tired.

4. Menunjukkan Proses (Condition)

Condition verb menggambarkan perubahan keadaan yang dialami subjek seiring waktu. 

Verb jenis ini sering muncul pada konteks yang menjelaskan perkembangan, transformasi, atau pergeseran kondisi. 

Penguasaan verb ini membantu kamu memahami kalimat yang bersifat progresif atau menggambarkan evolusi situasi.

Contoh: The weather becomes colder.

Apa Saja Jenis-Jenis Verb?

Apa Saja Jenis-Jenis Verb

Verb memiliki berbagai jenis dengan fungsi yang berbeda dalam kalimat. Memahami masing-masing jenisnya akan membantumu membentuk kalimat yang lebih tepat dan natural.

Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Action Verbs (Kata Kerja Aksi)

Action verbs digunakan untuk menunjukkan tindakan yang dilakukan oleh subjek, baik fisik maupun nonfisik. 

Verb ini membuat kalimat terasa aktif dan jelas karena menggambarkan sesuatu yang benar-benar dikerjakan.

Contoh: She runs every morning. / He writes a letter. / They eat together.

2. Stative Verbs (Kata Kerja Keadaan)

Stative verbs menggambarkan kondisi, perasaan, atau keadaan mental yang tidak melibatkan aksi fisik. 

Verb ini lebih bersifat statis dan tidak menunjukkan aktivitas yang sedang berlangsung.

Contoh: I know the answer. / She likes chocolate. / He feels happy.

3. Transitive Verbs

Transitive verbs adalah verb yang membutuhkan objek agar maknanya lengkap. Tanpa objek, kalimat akan terdengar menggantung atau tidak jelas.

Contoh: She reads a book. / They buy a car.

4. Intransitive Verbs

Intransitive verbs tidak memerlukan objek dan sudah memiliki makna lengkap meski berdiri sendiri. Verb ini digunakan ketika tindakan tidak diarahkan pada objek tertentu.

Contoh: He sleeps. / They arrive early.

5. Regular Verbs

Regular verbs adalah verb yang membentuk past tense dan past participle dengan menambahkan akhiran -ed. Jenis verb ini memiliki pola yang konsisten dan mudah dipelajari.

Contoh: play → played → played.

6. Irregular Verbs

Irregular verbs tidak mengikuti pola tertentu dalam perubahan bentuk verba, sehingga harus dihafal satu per satu. Perubahan bentuknya sering kali tidak terduga.
Contoh: go → went → gone.

7. Auxiliary Verbs (Helping Verbs)

Auxiliary verbs digunakan untuk membantu verb utama dalam membentuk tenses, negative form, passive voice, atau kalimat tanya. Kehadirannya sangat penting dalam struktur bahasa Inggris.

Contoh: be, has, do, will, can.

8. Phrasal Verbs

Phrasal verbs adalah gabungan antara verb dengan preposition atau adverb yang menghasilkan makna baru. Maknanya sering kali idiomatis dan tidak bisa diterjemahkan kata per kata.

Contoh: wake up, look after, give up.

Baca Juga: 50 Contoh Soal Personal Pronoun dan Pembahasannya

Bagaimana Struktur Kalimat yang Menggunakan Verb?

Struktur dasar kalimat bahasa Inggris selalu melibatkan verb sebagai pusatnya. Rumus paling umum yang digunakan adalah Subject + Verb + Object.

Berikut cara menggunakannya dalam kalimat:

1. Struktur Dasar: Subject + Verb + Object

Struktur ini menunjukkan siapa yang melakukan tindakan (Subject), apa tindakannya (Verb), dan kepada siapa/apa tindakan itu ditujukan (Object). Pola ini membuat kalimat jelas, ringkas, dan mudah dipahami.

Contoh: She reads a book.

2. Contoh dalam Berbagai Tenses

a. Present Tense (menyatakan kebiasaan atau fakta)

Rumus: Subject + Verb (V1)

Contoh: She eats breakfast every morning.

b. Past Tense (menyatakan kejadian yang sudah terjadi)

Rumus: Subject + Verb (V2)

Contoh: She ate breakfast yesterday.

c. Future Tense (menyatakan kejadian yang akan datang)

Rumus: Subject + will + Verb (V1)

Contoh: She will eat breakfast tomorrow.

Daftar 100 Verb Paling Umum dalam Bahasa Inggris 

Verb-verb berikut merupakan kata kerja yang paling sering digunakan dalam percakapan maupun tulisan. Menguasainya akan membantumu membentuk kalimat dengan lebih cepat dan natural. 

Berikut daftar lengkapnya:

No.VerbNo.Verb
1be51begin
2have52understand
3do53watch
4say54follow
5go55stop
6can56create
7get57speak
8make58read
9know59spend
10think60learn
11take61change
12see62open
13come63walk
14want64win
15use65pay
16find66meet
17give67include
18tell68continue
19work69set
20call70move
21try71live
22ask72believe
23need73hold
24feel74bring
25become75happen
26leave76write
27put77lose
28mean78provide
29keep79stand
30let80understand
31begin81watch
32seem82follow
33help83stop
34show84create
35hear85speak
36play86read
37run87spend
38move88grow
39like89open
40live90walk
41believe91win
42bring92pay
43happen93meet
44write94include
45provide95continue
46sit96set
47stand97move
48lose98live
49pay99believe
50meet100hold

Apa Kesalahan Umum Saat Menggunakan Verb?

Apa Kesalahan Umum Saat Menggunakan Verb

Penggunaan verb sering menjadi sumber kesalahan bagi banyak pelajar bahasa Inggris, terutama karena variasi bentuk dan aturan yang berbeda. 

Berikut beberapa kesalahan umum yang perlu kamu hindari:

1. Mengira Stative Verb Bisa Dipakai dalam Bentuk Continuous

Banyak pelajar mengira semua verb bisa diberi akhiran -ing, padahal stative verbs, seperti know, like, love, believe, tidak digunakan dalam bentuk continuous karena menggambarkan keadaan, bukan aksi.

Contoh salah: I am knowing the answer.

Contoh benar: I know the answer.

2. Salah Memilih Bentuk Verb ke-2 atau ke-3

Kesalahan ini sering muncul pada irregular verbs karena bentuk past dan past participle-nya tidak mengikuti pola tertentu. Penggunaan bentuk yang salah dapat mengubah makna kalimat atau membuat kalimat tidak gramatikal.

Contoh salah: She has went to school.

Benar: She has gone to school.

3. Salah Menggunakan Auxiliary Verbs

Auxiliary seperti do, does, did, have, will, can sering salah digunakan terutama dalam kalimat negatif atau tanya. Banyak yang menduplikasi verb atau memilih auxiliary yang tidak sesuai dengan tense.

Contoh salah: She doesn’t goes to school.

Benar: She doesn’t go to school.

4. Menggabungkan Transitive Verb Tanpa Objek

Transitive verbs membutuhkan objek agar maknanya lengkap. Tanpa objek, kalimat jadi terasa janggal dan tidak jelas.

Contoh salah: She reads. (tidak lengkap dalam konteks tertentu)

Benar: She reads a book.

5. Menggunakan Verb dengan Subjek yang Tidak Sesuai (Agreement Error)

Kesalahan ini terjadi ketika bentuk verb tidak cocok dengan subjek, terutama pada simple present tense. Kesalahan kecil seperti lupa menambahkan -s sering membuat kalimat tidak sesuai grammar.

Contoh salah: He walk to school.

Benar: He walks to school.

Baca Juga: 5 Perbedaan Incase dan In Case dalam Bahasa Inggris

Bagaimana Cara Menghafal Verb dengan Mudah?

Menghafal verb akan jauh lebih mudah jika kamu menggunakan metode yang tepat dan konsisten. Berikut beberapa cara efektif yang bisa kamu terapkan:

1. Kelompokkan Sesuai Kategori

Mengelompokkan verb berdasarkan jenisnya, seperti action verb, stative verb, regular, irregular, atau berdasarkan tema, membuat otak lebih mudah mengenali pola.

Dengan cara ini, kamu tidak hanya menghafal kata, tetapi juga memahami fungsinya dalam kalimat.

2. Gunakan dalam Kalimat

Hanya menghafal daftar verb tidak cukup; kamu perlu memakainya dalam konteks.

Membuat kalimat sederhana dengan verb yang baru dipelajari membantu memperkuat ingatan dan membuatmu lebih cepat mengingat saat berbicara atau menulis.

3. Gunakan Flashcard atau Aplikasi Belajar

Flashcard, baik digital maupun fisik, menjadi cara efektif untuk mengulang kosakata secara cepat.

Kamu juga bisa memakai aplikasi seperti Quizlet, Duolingo, atau Anki yang menggunakan sistem spaced repetition agar verb tersimpan lebih lama dalam memori.

Kesimpulan

Memahami verb dan cara penggunaannya akan membantumu membentuk kalimat bahasa Inggris dengan lebih tepat dan percaya diri. 

Jika kamu ingin mengembangkan kemampuan komunikasi dan skill penting untuk karier, termasuk sebagai virtual assistant, kamu bisa ikut kelas pengembangan diri di Digital Skola untuk belajar lebih terarah dan profesional.

Siap Naik Level Bahasa & Karier? Yuk Mulai Perjalanan Virtual Assistant-mu di Digital Skola!

Di kelas-kelas Digital Skola, kamu akan belajar skill yang dibutuhkan untuk jadi Virtual Assistant profesional, mulai dari komunikasi efektif hingga cara membuat materi presentasi dan dokumen kerja yang rapi dan efisien menggunakan AI.

Yang kamu dapatkan di kelas ini:

  • Panduan praktis membangun dasar skill seorang Virtual Assistant, dari komunikasi hingga administrasi digital.
  • Cara menggunakan AI dan tools produktivitas untuk mempercepat pekerjaan sehari-hari.
  • Latihan langsung membuat email, laporan, presentasi, dan task management seperti VA profesional.
  • Insight dunia kerja freelance & remote yang relevan untuk pemula maupun profesional.
  • Materi aplikatif yang mudah dipahami dan langsung bisa dipraktikkan.
  • Sertifikat resmi untuk meningkatkan portofolio dan peluang kerja.
  • Akses belajar fleksibel kapan pun dan di mana pun.

Siap membangun karier sebagai Virtual Assistant yang kompeten dan percaya diri? Daftar kelas Digital Skola sekarang dan mulai perjalanan profesionalmu!

FAQ

1. Apa bedanya verb dan adjective?

Verb adalah kata kerja yang menunjukkan aksi atau keadaan, sedangkan adjective adalah kata sifat yang mendeskripsikan karakteristik atau kondisi sebuah noun (kata benda). Contoh: run (verb) vs beautiful (adjective).

2. Apakah semua kalimat harus punya verb?

Ya, hampir semua kalimat bahasa Inggris membutuhkan verb karena verb adalah inti kalimat (predicate) yang menjelaskan apa yang dilakukan atau dialami subjek. Tanpa verb, kalimat tidak dapat berdiri secara gramatikal.

3. Apa itu main verb vs auxiliary verb?

Main verb yaitu verb utama yang membawa makna utama dalam kalimat, misalnya eat, go, write. Auxiliary verb adalah verb pendukung seperti be, have, do, will, atau can yang membantu membentuk tenses, pertanyaan, negasi, atau passive voice. They work together to create a complete meaning.