
Cara mengajukan resign kerja perlu dilakukan dengan langkah yang tepat agar tetap profesional dan tidak merugikan kariermu di masa depan.
Proses ini bukan sekadar keluar dari pekerjaan, tetapi juga tentang menjaga reputasi dan hubungan kerja dengan baik.
Untuk itu, penting memahami tahapan dan etika resign yang benar yang akan dibahas selanjutnya.
Kapan Waktu yang Tepat Mengajukan Resign?
Menentukan waktu resign tidak boleh asal karena keputusan ini bisa berdampak besar pada karier dan kondisi finansialmu.
Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan.
1. Tanda-tanda Siap Resign
Salah satu indikator utama bahwa kamu siap resign adalah ketika kamu sudah tidak lagi berkembang di pekerjaan saat ini, baik dari segi skill maupun jenjang karier.
Selain itu, kamu mungkin merasa kehilangan motivasi, sering stres, atau tidak lagi memiliki tujuan yang jelas di tempat kerja.
Jika kondisi ini berlangsung cukup lama dan tidak ada perubahan meskipun sudah mencoba berbagai cara, itu bisa menjadi sinyal kuat bahwa kamu perlu mencari peluang baru yang lebih sesuai.
Baca Juga: Apa Itu Resign? Pengertian, Alasan, dan Cara Mengundurkan Diri yang Profesional
2. Waktu Ideal Secara Profesional
Waktu resign yang baik secara profesional yaitu ketika kamu tidak sedang berada di tengah tanggung jawab besar, seperti proyek penting atau deadline krusial.
Idealnya, kamu mengajukan resign setelah menyelesaikan pekerjaan utama agar tidak membebani tim.
Selain itu, akan lebih aman jika kamu sudah memiliki pekerjaan baru atau setidaknya rencana karier yang jelas, sehingga proses transisi bisa berjalan lebih lancar tanpa tekanan berlebih.
3. Hal yang Perlu Dipastikan Sebelum Resign
Sebelum mengajukan resign, ada beberapa hal penting yang perlu kamu pastikan, seperti:
- Kondisi keuangan yang stabil
- Adanya dana darurat
- Kesiapan skill untuk menghadapi peluang kerja berikutnya
Selain itu, pastikan kamu sudah memahami isi kontrak kerja, termasuk notice period dan kewajiban lainnya, agar proses resign berjalan sesuai aturan dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
Bagaimana Cara Mengajukan Resign Kerja yang Benar?
Mengajukan resign kerja tidak hanya soal menyampaikan niat untuk keluar, tetapi juga tentang mengikuti proses yang tepat agar tetap profesional.
Berikut penjelasannya.
1. Gambaran Umum Proses Resign
Secara umum, proses resign dimulai dari menyampaikan niat secara langsung kepada atasan, kemudian dilanjutkan dengan pengajuan surat resign resmi.
Setelah itu, kamu perlu menjalani masa notice period sesuai ketentuan perusahaan sambil menyelesaikan tanggung jawab dan melakukan handover pekerjaan.
Tahapan ini penting agar transisi berjalan rapi dan tidak mengganggu operasional tim.
2. Pentingnya Mengikuti Prosedur Perusahaan
Setiap perusahaan biasanya memiliki aturan dan prosedur resign yang berbeda, mulai dari durasi notice period hingga alur administrasi yang harus dilalui.
Mengikuti prosedur ini sangat penting untuk menghindari konsekuensi seperti penalti atau catatan buruk dalam riwayat kerja.
Selain itu, kepatuhan terhadap aturan juga menunjukkan profesionalisme dan menjaga hubungan baik dengan perusahaan.
Apakah Resign Harus Memberikan Notice Period?

Dalam proses resign, notice period menjadi salah satu hal penting yang tidak boleh diabaikan karena berkaitan dengan profesionalisme dan aturan perusahaan.
Berikut penjelasannya.
3. Pengertian Notice Period
Notice period adalah jangka waktu pemberitahuan yang diberikan karyawan kepada perusahaan sebelum resmi berhenti bekerja.
Tujuannya agar perusahaan memiliki waktu untuk mencari pengganti dan memastikan pekerjaan tetap berjalan dengan baik selama masa transisi.
4. Durasi Umum (1 Bulan, dll)
Durasi notice period umumnya berkisar antara 2 minggu hingga 1 bulan, tergantung kebijakan perusahaan dan isi kontrak kerja.
Beberapa posisi tertentu bahkan bisa memiliki notice period yang lebih panjang.
Oleh karena itu, penting untuk selalu mengecek perjanjian kerja sebelum mengajukan resign.
5. Konsekuensi Jika Tidak Mengikuti
Jika kamu tidak menjalankan notice period sesuai ketentuan, ada beberapa konsekuensi yang bisa terjadi, seperti pemotongan gaji, penalti, atau catatan kurang baik dalam riwayat kerja.
Selain itu, hal ini juga dapat merusak hubungan profesional dengan perusahaan yang bisa berdampak pada kariermu di masa depan.
Baca Juga: Pertimbangkan Ini Sebelum Menerima Offering Letter
Bagaimana Mengajukan Resign Secara Profesional ke Atasan?
Cara kamu berkomunikasi akan sangat memengaruhi kesan yang ditinggalkan. Berikut panduan yang bisa kamu ikuti.
6. Cara Menyampaikan Resign Secara Langsung
Sebaiknya sampaikan niat resign secara langsung kepada atasan, baik melalui pertemuan tatap muka maupun video call jika bekerja secara remote.
Mulailah dengan menyampaikan maksud secara jelas dan singkat, lalu jelaskan keputusanmu dengan tenang tanpa bertele-tele.
Hindari menyampaikan melalui chat atau email sebagai langkah pertama, karena komunikasi langsung menunjukkan rasa hormat dan profesionalisme.
7. Tips Komunikasi yang Sopan
Gunakan bahasa yang sopan, jelas, dan tetap positif saat menyampaikan keputusan resign.
Fokus pada alasan yang bersifat profesional, seperti pengembangan karier atau peluang baru, tanpa perlu menyudutkan pihak mana pun.
Tunjukkan juga rasa terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan selama kamu bekerja di perusahaan tersebut.
8. Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Disampaikan
Kamu boleh menyampaikan alasan resign secara jujur selama disampaikan dengan cara yang profesional dan tidak emosional.
Namun, hindari mengungkapkan keluhan secara berlebihan, mengkritik perusahaan secara langsung, atau membawa konflik pribadi ke dalam percakapan.
Menjaga komunikasi tetap netral dan positif akan membantu kamu meninggalkan kesan baik di mata atasan.
Bagaimana Cara Menyiapkan dan Mengirim Surat Resign?
Surat resign merupakan bagian penting dalam proses pengunduran diri karena menjadi bukti resmi sekaligus bentuk komunikasi profesional dengan perusahaan.
Berikut hal yang perlu diperhatikan.
1. Fungsi Surat Resign
Surat resign berfungsi sebagai dokumen resmi yang menyatakan pengunduran diri kamu dari perusahaan.
Selain itu, surat ini juga menjadi arsip administratif bagi HR dan menunjukkan bahwa kamu mengikuti prosedur yang berlaku.
Dengan adanya surat resign, proses resign menjadi lebih jelas, terstruktur, dan profesional.
2. Struktur Surat Resign
Struktur surat resign umumnya terdiri dari pembuka, isi, dan penutup.
Pada bagian pembuka, kamu menyampaikan maksud pengunduran diri secara singkat.
Bagian isi berisi informasi penting seperti posisi, tanggal efektif resign, serta ucapan terima kasih.
Sedangkan penutup berisi harapan baik untuk perusahaan dan kesediaan membantu proses transisi.
3. Tips Penulisan yang Profesional
Gunakan bahasa yang formal, jelas, dan tidak bertele-tele dalam menulis surat resign.
Hindari menyampaikan hal-hal negatif atau keluhan, dan tetap fokus pada nada yang positif.
Pastikan juga informasi yang ditulis akurat, seperti tanggal dan jabatan, serta periksa kembali sebelum mengirim agar tidak ada kesalahan.
Bagaimana Proses Handover Pekerjaan?
Handover pekerjaan merupakan tahap penting dalam proses resign agar pekerjaan tetap berjalan lancar setelah kamu keluar.
Berikut hal yang perlu diperhatikan.
1. Pentingnya Serah Terima Kerja
Serah terima kerja memastikan bahwa tugas dan tanggung jawab yang kamu pegang tidak terhenti begitu saja setelah resign.
Tanpa handover yang jelas, tim bisa mengalami kebingungan dan pekerjaan menjadi terhambat.
Selain itu, handover yang baik juga mencerminkan tanggung jawab dan integritas kamu sebagai profesional.
2. Cara Melakukan Handover dengan Baik
Untuk melakukan handover yang efektif, mulailah dengan mendokumentasikan seluruh pekerjaan, termasuk alur kerja, deadline, dan kontak penting.
Jelaskan tugas-tugas tersebut kepada pengganti atau tim secara detail, baik melalui meeting maupun dokumen tertulis.
Pastikan juga kamu tetap available selama masa notice period untuk membantu jika ada pertanyaan atau kendala.
3. Checklist yang Perlu Disiapkan
Agar handover berjalan lancar, siapkan beberapa hal penting seperti daftar tugas yang sedang berjalan, status pekerjaan, file atau dokumen terkait, serta akses ke tools atau sistem yang digunakan.
Selain itu, sertakan juga catatan penting atau tips yang bisa membantu pengganti dalam menjalankan tugas dengan lebih mudah.
Bagaimana Etika Saat Mengajukan Resign?

Mengajukan resign bukan hanya soal prosedur, tetapi juga tentang bagaimana kamu menjaga sikap selama proses tersebut.
Berikut hal yang perlu diperhatikan.
1. Tetap Profesional
Meskipun kamu sudah memutuskan untuk resign, penting untuk tetap bekerja dengan maksimal hingga hari terakhir.
Hindari menurunkan performa atau bersikap acuh terhadap pekerjaan.
Sikap profesional ini menunjukkan bahwa kamu tetap bertanggung jawab dan menghargai peran yang telah diberikan.
2. Menjaga Hubungan Kerja
Menjaga hubungan baik dengan atasan dan rekan kerja sangat penting, karena dunia kerja itu saling terhubung.
Hindari konflik, tetap bersikap sopan, dan jaga komunikasi yang baik selama masa transisi.
Hubungan yang terjaga bisa menjadi peluang networking atau referensi di masa depan.
3. Tidak Meninggalkan Kesan Buruk
Usahakan untuk tidak meninggalkan kesan negatif saat resign, seperti mengeluh secara berlebihan atau menyalahkan pihak tertentu.
Sebaliknya, fokuslah pada hal-hal positif dan tunjukkan rasa terima kasih atas pengalaman yang telah didapatkan.
Dengan begitu, kamu akan dikenang sebagai profesional yang baik.
Baca Juga: Jurusan Ilmu Perpustakaan Itu Belajar Tentang Apa? Ini Peluang Kerjanya
Apa Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Resign?
Meskipun terlihat sederhana, proses resign sering kali diwarnai kesalahan yang bisa berdampak pada reputasi dan karier ke depan.
Berikut beberapa kesalahan yang umum terjadi.
1. Resign Mendadak
Mengajukan resign secara tiba-tiba tanpa pemberitahuan sebelumnya bisa mengganggu operasional tim dan meninggalkan kesan tidak profesional.
Selain itu, kamu juga berisiko melanggar ketentuan notice period yang tercantum dalam kontrak kerja.
Sebaiknya, rencanakan resign dengan matang dan beri waktu yang cukup bagi perusahaan untuk beradaptasi.
2. Tidak Mengikuti Prosedur
Setiap perusahaan memiliki aturan dan alur resign yang harus dipatuhi, seperti pengajuan surat resmi atau persetujuan atasan.
Mengabaikan prosedur ini bisa menyebabkan kendala administratif atau bahkan konsekuensi tertentu.
Mengikuti aturan menunjukkan bahwa kamu menghargai sistem dan tetap bersikap profesional.
3. Komunikasi Buruk dengan Atasan
Cara menyampaikan resign sangat memengaruhi kesan yang ditinggalkan.
Komunikasi yang tidak jelas, terlalu mendadak, atau bahkan emosional bisa merusak hubungan kerja.
Oleh karena itu, penting untuk menyampaikan keputusan resign dengan bahasa yang sopan, jelas, dan tetap profesional.
4. Tidak Punya Rencana Setelah Resign
Resign tanpa rencana yang jelas bisa membuatmu menghadapi ketidakpastian, baik secara finansial maupun karier.
Tanpa persiapan, kamu bisa kesulitan mendapatkan pekerjaan baru atau kehilangan arah.
Pastikan kamu sudah memiliki rencana, seperti mencari pekerjaan baru, meningkatkan skill, atau menyiapkan sumber penghasilan sebelum benar-benar resign.
Bagaimana Tips Agar Resign Tetap Aman dan Lancar?
Agar proses resign berjalan tanpa hambatan dan tidak berdampak negatif pada karier, kamu perlu melakukan persiapan yang matang.
Berikut tips yang bisa kamu terapkan.
1. Persiapan Finansial
Sebelum resign, pastikan kondisi keuanganmu cukup stabil untuk menghadapi masa transisi.
Idealnya, kamu memiliki dana darurat yang bisa mencukupi kebutuhan hidup selama beberapa bulan ke depan.
Hal ini penting agar kamu tidak terburu-buru mengambil keputusan pekerjaan hanya karena tekanan finansial.
2. Sudah Memiliki Rencana Karier
Memiliki rencana yang jelas setelah resign akan membuat langkahmu lebih terarah.
Baik itu melanjutkan ke pekerjaan baru, pindah industri, atau bahkan memulai usaha, pastikan kamu sudah memikirkan tujuan berikutnya agar tidak kehilangan arah setelah keluar dari pekerjaan saat ini.
3. Upgrade Skill Sebelum Resign
Meningkatkan skill sebelum resign adalah langkah penting untuk memperbesar peluang karier ke depan.
Dengan skill yang relevan dan up-to-date, kamu akan lebih siap bersaing di dunia kerja atau bahkan beralih ke bidang baru yang lebih sesuai dengan minatmu.
4. Membangun Networking
Networking bisa menjadi kunci dalam membuka peluang baru setelah resign.
Jalin hubungan baik dengan rekan kerja, atasan, maupun profesional di industri yang kamu minati.
Relasi yang kuat dapat membantu kamu mendapatkan informasi lowongan, rekomendasi, atau peluang kolaborasi di masa depan.
Kesimpulan
Cara mengajukan resign kerja perlu dilakukan dengan mengikuti langkah yang tepat, mulai dari komunikasi dengan atasan hingga memenuhi prosedur perusahaan.
Dengan menjaga profesionalisme selama proses resign, kamu bisa mempertahankan reputasi dan hubungan kerja yang baik.
Lebih dari itu, resign juga bisa menjadi langkah strategis dalam mengembangkan karier, terutama jika dibarengi dengan peningkatan skill melalui program belajar di Digital Skola.

Siapkan Langkah Resignmu dengan Skill yang Tepat Bersama Digital Skola
Resign bukan sekadar keluar dari pekerjaan, tapi tentang kesiapan menghadapi langkah karier berikutnya.
Jangan resign tanpa persiapan yang matang. Yuk, mulai upgrade skill dari sekarang agar peluangmu semakin terbuka.
Di Digital Skola, kamu bisa:
- Belajar skill digital yang dibutuhkan di dunia kerja saat ini
- Mengembangkan kemampuan praktis untuk menunjang karier baru
- Mempersiapkan diri pindah kerja atau jalur karier dengan lebih percaya diri
- Mendapat pengalaman belajar yang aplikatif dan siap kerja
Daftar sekarang dan siapkan karier terbaikmu bersama Digital Skola
FAQ
1. Apakah resign bisa ditolak oleh perusahaan?
Pada umumnya, resign tidak bisa ditolak karena merupakan hak karyawan, tetapi perusahaan bisa meminta kamu tetap bekerja selama notice period sesuai kontrak.
2. Apakah harus memberikan alasan saat mengajukan resign?
Tidak wajib, tetapi biasanya tetap disarankan untuk memberikan alasan secara profesional agar komunikasi dengan atasan berjalan lebih baik.
3. Apakah boleh mengajukan resign lewat email?
Boleh, terutama jika perusahaan memperbolehkan, namun tetap disarankan untuk menyampaikan secara langsung terlebih dahulu sebelum mengirim surat resmi.
4. Bagaimana jika atasan tidak merespons pengajuan resign?
Kamu tetap bisa mengikuti prosedur resmi, seperti mengirim surat resign ke HR atau pihak terkait sebagai bukti pengajuan.
5. Apakah setelah resign masih bisa kembali ke perusahaan yang sama?
Bisa, selama kamu meninggalkan perusahaan dengan cara yang baik dan tetap menjaga hubungan profesional.