
Sumber: Sparks English
Passive voice sering digunakan dalam bahasa Inggris, tetapi masih banyak orang yang belum benar-benar memahami kapan dan bagaimana struktur ini seharusnya dipakai.
Dalam passive voice, fokus kalimat tidak lagi pada siapa yang melakukan aksi, melainkan pada objek atau hasil dari suatu tindakan.
Lalu, apa sebenarnya passive voice, bagaimana rumusnya, dan kapan penggunaannya paling tepat? Simak penjelasannya berikut ini.
Apa Itu Passive Voice?
Passive voice adalah bentuk kalimat dalam bahasa Inggris yang menempatkan objek sebagai fokus utama, bukan pelaku tindakan, sehingga informasi yang ingin ditekankan adalah hasil atau proses dari suatu peristiwa.
Dalam struktur ini, pelaku dapat dihilangkan jika tidak diketahui atau dianggap kurang penting, atau tetap dicantumkan di akhir kalimat menggunakan kata by.
Passive voice sering digunakan dalam konteks formal seperti tulisan akademik, laporan, dan komunikasi profesional karena terdengar lebih objektif dan netral dibandingkan active voice.
Baca Juga: Perbedaan Is dan Are dalam Bahasa Inggris & Latihan Soal
Apa Perbedaan Passive Voice dan Active Voice?
Perbedaan antara passive voice dan active voice terletak pada fokus dan tujuan penyampaian pesan dalam kalimat. Untuk memahaminya dengan lebih jelas, simak penjelasan berikut.
| No | Aspek Perbedaan | Active Voice | Passive Voice |
| 1 | Fokus Kalimat | Fokus pada subjek atau pelaku yang melakukan tindakan sehingga pesan terasa lebih langsung. | Fokus pada objek atau hasil tindakan, sementara pelaku dapat dihilangkan atau diletakkan di akhir kalimat. |
| 2 | Struktur Grammar | Menggunakan pola Subject + Verb + Object. | Menggunakan pola Subject + to be + past participle (V3). |
| 3 | Kapan Digunakan | Lebih tepat untuk percakapan sehari-hari, storytelling, dan tulisan yang membutuhkan kejelasan serta alur yang aktif. | Lebih sering digunakan dalam konteks formal, akademik, atau profesional ketika fokus pada proses atau hasil lebih penting daripada pelaku. |
1. Fokus Kalimat
Active voice, fokus kalimat berada pada subjek atau pelaku yang melakukan tindakan, sehingga kalimat terasa lebih langsung dan jelas.
Passive voice menempatkan objek atau hasil tindakan sebagai fokus utama, sementara pelaku bisa dihilangkan atau diletakkan di akhir kalimat jika tidak dianggap penting.
2. Struktur Grammar
Struktur active voice umumnya mengikuti pola Subject + Verb + Object.
Sementara itu, passive voice menggunakan pola Subject + to be + past participle (V3), di mana subjeknya merupakan objek dari kalimat aktif.
3. Kapan Masing-Masing Lebih Tepat Digunakan
Active voice lebih tepat digunakan dalam komunikasi sehari-hari, storytelling, dan tulisan yang membutuhkan kejelasan serta alur yang dinamis.
Di sisi lain, passive voice lebih sering dipakai dalam konteks formal, akademik, atau profesional ketika fokus ingin diarahkan pada proses, hasil, atau informasi tertentu, bukan pada siapa pelakunya.
Apa Rumus Passive Voice dalam Bahasa Inggris?
Untuk membentuk passive voice, diperlukan pola khusus yang menyesuaikan dengan tense yang digunakan. Agar lebih mudah dipahami, simak penjelasan berikut:
1. Pola Umum Passive Voice
Rumus dasar passive voice adalah:
Subject + to be + past participle (V3)
Dalam pola ini, to be berubah sesuai tense, sementara kata kerja utama selalu menggunakan bentuk past participle (V3).
2. Present Simple Passive
Digunakan untuk menyatakan fakta atau kebiasaan.
Rumus: Subject + am/is/are + V3
Contoh: The lesson is explained clearly.
3. Past Simple Passive
Digunakan untuk kejadian yang terjadi di masa lalu.
Rumus: Subject + was/were + V3
Contoh: The email was sent yesterday.
4. Present Continuous Passive
Digunakan untuk menyatakan tindakan yang sedang berlangsung.
Rumus: Subject + am/is/are + being + V3
Contoh: The report is being prepared.
5. Present Perfect Passive
Digunakan untuk menyatakan tindakan yang sudah selesai dan hasilnya masih relevan.
Rumus: Subject + has/have + been + V3
Contoh: The task has been completed.
6. Future Passive
Digunakan untuk menyatakan tindakan yang akan terjadi di masa depan.
Rumus: Subject + will be + V3
Contoh: The announcement will be made soon.
Kapan Passive Voice Digunakan?

Sumber: Aksent
Passive voice digunakan ketika fokus kalimat tidak perlu menonjolkan siapa pelaku tindakan, melainkan informasi atau hasil yang ingin disampaikan. Berikut contohnya:
1. Pelaku Tidak Diketahui
Passive voice digunakan ketika pelaku tindakan tidak diketahui atau informasinya tidak tersedia.
Contoh: The wallet was found near the station.
2. Pelaku Tidak Penting
Jika siapa yang melakukan tindakan tidak dianggap penting, passive voice membantu menjaga fokus pada informasi utama.
Contoh: The rules are updated regularly.
3. Fokus pada Hasil atau Proses
Passive voice sering dipakai untuk menekankan hasil akhir atau proses suatu tindakan, bukan pelakunya.
Contoh: The project was completed on time.
4. Konteks Formal (Laporan, Akademik, Bisnis)
Dalam tulisan formal seperti laporan, jurnal akademik, atau komunikasi bisnis, passive voice digunakan untuk menjaga nada yang objektif dan profesional.
Contoh: The data was analyzed carefully.
Baca Juga: 100 Contoh Abstract Noun untuk Writing dan Speaking Inggris
Contoh Passive Voice dalam Berbagai Konteks
Passive voice dapat digunakan dalam berbagai situasi komunikasi, tergantung pada tujuan dan konteks penyampaiannya. Berikut contohnya:
1. Passive Voice dalam Konteks Akademik
Dalam tulisan akademik, passive voice sering digunakan untuk menjaga nada yang objektif dan formal.
Fokus utama biasanya diarahkan pada proses penelitian, metode, atau hasil, bukan pada penulis atau pelaku tindakan, sehingga informasi terdengar lebih netral dan ilmiah.
Contoh: The experiment was conducted to measure student performance.
2. Passive Voice dalam Bisnis dan Email Profesional
Pada komunikasi bisnis dan email profesional, passive voice membantu menyampaikan informasi dengan nada yang sopan dan tidak terlalu menonjolkan individu tertentu.
Struktur ini sering digunakan saat membahas prosedur, kebijakan, atau keputusan perusahaan.
Contoh: The meeting schedule has been changed.
3. Passive Voice dalam Berita
Passive voice umum ditemukan dalam teks berita karena fokus utamanya adalah pada peristiwa atau kejadian, bukan siapa yang melakukannya.
Hal ini membantu menjaga objektivitas dan menghindari asumsi terhadap pelaku.
Contoh: The suspect was arrested last night.
4. Passive Voice dalam Percakapan Sehari-hari
Meskipun lebih jarang, passive voice juga dapat digunakan dalam percakapan sehari-hari, terutama ketika pelaku tidak diketahui atau tidak ingin disebutkan secara langsung.
Penggunaannya membuat kalimat terdengar lebih netral atau tidak menyalahkan pihak tertentu.
Contoh: My phone was left at home.
Apa Kesalahan Umum Saat Menggunakan Passive Voice?
Meskipun passive voice sering digunakan dalam bahasa Inggris, masih banyak kesalahan yang terjadi karena kurangnya pemahaman terhadap struktur dan konteks penggunaannya.
Berikut beberapa kesalahan umum yang perlu dihindari:
1. Salah Memilih Bentuk to be
Kesalahan ini terjadi ketika bentuk to be tidak sesuai dengan tense atau subjek kalimat. Padahal, pemilihan to be sangat menentukan ketepatan struktur passive voice.
Contoh salah: The report is sent yesterday.
Perbaikan: The report was sent yesterday.
2. Past Participle Tidak Tepat
Passive voice selalu menggunakan bentuk past participle (V3), namun sering kali tertukar dengan bentuk verb lain.
Kesalahan ini membuat kalimat terdengar tidak natural dan secara grammar tidak tepat.
Contoh salah: The task was finish on time.
Perbaikan: The task was finished on time.
3. Menggunakan Passive Voice Terlalu Sering
Penggunaan passive voice yang berlebihan dapat membuat tulisan terasa kaku, panjang, dan kurang jelas. Dalam banyak situasi, active voice justru lebih efektif untuk menyampaikan pesan secara langsung.
Contoh: Terlalu banyak kalimat pasif dalam satu paragraf membuat alur tulisan sulit diikuti.
4. Passive Voice di Konteks yang Seharusnya Active
Tidak semua situasi membutuhkan passive voice. Untuk komunikasi sehari-hari, instruksi, atau storytelling, active voice biasanya lebih tepat karena terdengar lebih hidup dan jelas.
Menggunakan passive voice di konteks ini dapat mengurangi kejelasan pesan.
Tips Menggunakan Passive Voice dengan Tepat

Sumber: My Teacher Nabil
Agar passive voice efektif dan tidak membuat kalimat terasa kaku atau membingungkan, penggunaannya perlu disesuaikan dengan konteks dan tujuan komunikasi.
Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan:
1. Jangan Selalu Menghilangkan Pelaku Jika Penting
Jika pelaku tindakan memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi, sebaiknya tetap dicantumkan meskipun menggunakan passive voice.
Hal ini membantu pembaca memahami konteks secara utuh tanpa kehilangan informasi utama.
2. Kombinasikan dengan Active Voice agar Tulisan Tidak Kaku
Gunakan passive voice secara selektif dan kombinasikan dengan active voice dalam satu tulisan.
Perpaduan keduanya membuat alur teks lebih dinamis, mudah dibaca, dan tidak monoton.
3. Perhatikan Tujuan Komunikasi
Sebelum menggunakan passive voice, tentukan terlebih dahulu tujuan pesan yang ingin disampaikan.
Jika ingin menekankan hasil, proses, atau menjaga nada formal, passive voice adalah pilihan yang tepat. Namun, jika kejelasan dan ketegasan lebih diutamakan, active voice akan lebih efektif.
Baca Juga: Perbedaan Apart dan A Part dalam Bahasa Inggris & Contohnya
Latihan Passive Voice
Untuk membantu memahami penggunaan passive voice dengan lebih baik, cobalah mengerjakan latihan sederhana berikut ini dan perhatikan perubahan struktur kalimatnya.
A. Ubah kalimat active voice berikut menjadi passive voice:
1. The company launches a new product every year.
2. The team completed the project on time.
3. She is writing the final report.
B. Pilih kalimat passive voice yang benar:
4. a. The email was send yesterday.
b. The email was sent yesterday.
5. a. The room is being cleaned now.
b. The room is been cleaned now.
Berikut jawabannya:
A. Ubah active voice menjadi passive voice:
1. A new product is launched every year (by the company).
2. The project was completed on time (by the team).
3. The final report is being written.
B. Pilih kalimat passive voice yang benar:
4. b. The email was sent yesterday.
5. a. The room is being cleaned now.
Kesimpulan
Passive voice memiliki fungsi penting dalam bahasa Inggris, terutama untuk menekankan hasil, proses, atau informasi tertentu tanpa harus selalu menonjolkan pelaku tindakan.
Penggunaannya bukanlah hal yang salah, selama disesuaikan dengan konteks komunikasi, baik dalam tulisan formal, laporan, maupun email profesional.
Bagi seorang virtual assistant, pemahaman passive voice sangat membantu dalam menyusun email, laporan, dan dokumentasi kerja yang terdengar profesional dan objektif.

Kuasai Grammar Bahasa Inggris untuk Peran Virtual Assistant Profesional
Melalui kelas Virtual Assistant di Digital Skola, kamu akan mempelajari bahasa Inggris yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan kerja nyata.
Materi disusun berbasis praktik, studi kasus, dan simulasi tugas harian agar kamu terbiasa menyusun pesan yang jelas, profesional, dan kontekstual.
Dengan pendampingan mentor berpengalaman, kamu bisa meningkatkan kualitas komunikasi sekaligus kepercayaan diri dalam lingkungan kerja global.
Daftar sekarang dan siapkan diri menjadi virtual assistant yang kompeten.
FAQ
1. Apa itu passive voice dalam bahasa Inggris?
Passive voice adalah struktur kalimat yang menempatkan objek atau hasil tindakan sebagai fokus utama, sementara pelaku bisa dihilangkan atau diletakkan di akhir kalimat.
2. Kapan passive voice sebaiknya digunakan?
Passive voice digunakan ketika pelaku tidak diketahui, tidak penting, atau ketika ingin menekankan hasil dan proses, terutama dalam konteks formal seperti laporan, akademik, dan bisnis.
3. Apakah passive voice selalu lebih baik daripada active voice?
Tidak. Passive voice dan active voice memiliki fungsi masing-masing. Active voice lebih jelas dan langsung, sementara passive voice lebih tepat untuk situasi tertentu yang membutuhkan nada netral atau formal.
4. Mengapa passive voice penting untuk pekerjaan virtual assistant?
Dalam pekerjaan virtual assistant, passive voice sering digunakan dalam email profesional, laporan, dan dokumentasi kerja untuk menjaga komunikasi tetap sopan, objektif, dan profesional.
5. Apa kesalahan paling umum saat menggunakan passive voice?
Kesalahan yang sering terjadi meliputi salah memilih bentuk to be, penggunaan past participle yang tidak tepat, serta penggunaan passive voice yang berlebihan di konteks yang seharusnya active.
6. Bagaimana cara melatih penggunaan passive voice dengan benar?
Latihan dapat dilakukan dengan mengubah kalimat active menjadi passive, memahami rumus berdasarkan tense, serta mempraktikkannya langsung dalam email atau laporan kerja sehari-hari.
7. Apakah passive voice sering digunakan dalam komunikasi sehari-hari?
Passive voice lebih jarang digunakan dalam percakapan santai, namun tetap bisa dipakai ketika pelaku tidak diketahui atau tidak ingin disebutkan secara langsung.