
Sumber: YouTube
Recount text digunakan untuk menceritakan kembali pengalaman atau peristiwa yang terjadi di masa lalu secara runtut.
Teks ini sering digunakan dalam konteks pembelajaran karena membantu melatih kemampuan menulis, memahami struktur kalimat, serta penggunaan simple past tense.
Berikut penjelasan lengkap tentang pengertian, struktur, dan contoh recount text.
Apa Itu Recount Text?
Recount text adalah jenis teks dalam bahasa Inggris yang digunakan untuk menceritakan kembali pengalaman, kejadian, atau peristiwa di masa lalu secara kronologis.
Tujuan utamanya memberi informasi atau berbagi pengalaman dengan menekankan urutan kejadian yang benar.
Oleh karena itu, recount text umumnya menggunakan simple past tense dan keterangan waktu seperti yesterday, last week, atau two years ago.
Baca Juga: Analytical Exposition Text: Ciri, Tujuan, & Cara Menulisnya
Apa Fungsi Recount Text?
Recount text membantu menyampaikan pengalaman dan peristiwa masa lalu secara jelas dan runtut. Berikut fungsi recount text yang perlu kamu pahami:
1. Menceritakan Pengalaman Pribadi
Recount text berfungsi untuk menceritakan pengalaman pribadi yang dialami secara langsung oleh penulis, seperti pengalaman liburan, kegiatan sekolah, atau momen tertentu yang berkesan.
Melalui recount text, penulis dapat menyampaikan apa yang terjadi, kapan peristiwa tersebut berlangsung, serta bagaimana perasaannya terhadap pengalaman tersebut.
2. Menceritakan Peristiwa Masa Lalu
Selain pengalaman pribadi, recount text juga digunakan untuk menceritakan peristiwa masa lalu yang bersifat umum atau faktual.
Peristiwa tersebut disusun secara kronologis agar pembaca dapat memahami urutan kejadian dengan jelas dan logis, tanpa harus menambahkan konflik atau alur cerita yang kompleks.
3. Digunakan dalam Konteks Akademik & Sehari-hari
Dalam konteks akademik, recount text sering dijumpai pada tugas menulis, ujian, maupun latihan bahasa Inggris di sekolah.
Sementara itu, dalam kehidupan sehari-hari, recount text juga digunakan saat seseorang menceritakan pengalaman kepada orang lain, baik secara lisan maupun tertulis, seperti melalui email, jurnal, atau media sosial.
Bagaimana Struktur General (Generic Structure) Recount Text?
Recount text memiliki struktur umum yang membantu penulis menyampaikan cerita masa lalu secara runtut dan mudah dipahami. Berikut tiga bagian utamanya
1. Orientation
Orientation berfungsi sebagai bagian pembuka yang memperkenalkan latar belakang cerita.
Pada bagian ini, penulis menjelaskan siapa yang terlibat dalam cerita (tokoh), kapan peristiwa terjadi (waktu), dan di mana kejadian berlangsung (tempat).
Orientation membantu pembaca memahami konteks sebelum masuk ke rangkaian peristiwa utama.
Contoh orientation singkat:
Last holiday, I went to Yogyakarta with my family.
2. Events
Events merupakan bagian inti dari recount text yang berisi urutan kejadian yang dialami penulis.
Peristiwa disampaikan secara kronologis, mulai dari kejadian awal hingga akhir, sehingga alur cerita terasa jelas dan runtut.
Pada bagian ini, penekanan utama ada pada apa yang terjadi (what happened), bukan pada konflik atau imajinasi seperti dalam narrative text.
3. Re-orientation
Re-orientation adalah bagian penutup yang bersifat opsional.
Bagian ini berfungsi untuk menyimpulkan pengalaman yang telah diceritakan atau memberikan komentar penulis terhadap peristiwa tersebut.
Penulis juga dapat menambahkan pendapat, kesan, atau perasaan pribadi sebagai refleksi atas pengalaman yang dialami, sehingga cerita terasa lebih personal dan utuh.
Baca Juga: Narrative Text: Struktur, Complication, & Resolution
Apa Saja Ciri-Ciri Recount Text?

Sumber: Slideshare
Recount text memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari jenis teks bahasa Inggris lainnya. Berikut ciri-ciri recount text yang paling umum dan perlu dipahami:
1. Menggunakan Simple Past Tense
Ciri utama recount text yaitu penggunaan simple past tense karena teks ini menceritakan peristiwa yang telah terjadi di masa lalu.
Kata kerja yang digunakan umumnya berbentuk verb 2, seperti went, saw, did, dan experienced.
Penggunaan tense ini membantu pembaca memahami bahwa kejadian yang diceritakan sudah selesai dan bukan peristiwa yang sedang berlangsung.
2. Menggunakan Kata Keterangan Waktu (Yesterday, Last Week, dll.)
Recount text biasanya dilengkapi dengan kata keterangan waktu untuk memperjelas kapan peristiwa terjadi. Contohnya seperti yesterday, last week, last year, atau two days ago.
Keterangan waktu ini berfungsi memperkuat konteks cerita dan membantu pembaca mengikuti alur kejadian secara kronologis.
3. Fokus pada Kejadian Nyata
Recount text berfokus pada kejadian nyata atau pengalaman yang benar-benar terjadi, bukan cerita fiksi atau imajinasi.
Oleh karena itu, isi teks lebih bersifat informatif dan faktual, meskipun tetap dapat disertai dengan perasaan atau kesan pribadi penulis.
4. Menggunakan First Person atau Third Person
Dalam recount text, penulis dapat menggunakan sudut pandang orang pertama seperti I atau we jika menceritakan pengalaman pribadi.
Namun, recount text juga bisa menggunakan sudut pandang orang ketiga seperti he, she, atau they untuk menceritakan pengalaman orang lain atau peristiwa tertentu.
Bagaimana Penggunaan Kaidah Bahasa dalam Recount Text?
Recount text memiliki kaidah bahasa tertentu yang digunakan agar cerita masa lalu tersampaikan dengan jelas dan runtut. Berikut yang perlu kamu perhatikan:
1. Penggunaan Verb 2 (Went, Saw, Did)
Recount text menggunakan kata kerja bentuk kedua atau verb 2 karena menceritakan kejadian di masa lalu.
Kata kerja ini menunjukkan bahwa suatu tindakan sudah selesai dilakukan, seperti went (pergi), saw (melihat), dan did (melakukan).
Penggunaan verb 2 yang tepat sangat penting agar kalimat sesuai dengan aturan simple past tense.
2. Action Verbs
Action verbs digunakan untuk menunjukkan aktivitas atau tindakan yang dilakukan dalam peristiwa tersebut. Contohnya seperti visited, played, joined, atau studied.
Kata kerja ini membantu membuat recount text lebih hidup dan jelas karena pembaca dapat membayangkan aktivitas yang sedang diceritakan.
3. Time Connectives (Then, After That, Finally)
Time connectives atau kata penghubung waktu berfungsi untuk menghubungkan satu peristiwa dengan peristiwa lainnya.
Kata-kata seperti then, after that, next, dan finally membantu menyusun urutan kejadian secara kronologis sehingga cerita terasa mengalir dan mudah diikuti.
4. Adverbs of Time & Place
Recount text juga menggunakan keterangan waktu dan tempat untuk memperjelas detail peristiwa.
Adverbs of time seperti yesterday, last night, atau two days ago menunjukkan kapan kejadian terjadi, sedangkan adverbs of place seperti at school, in the park, atau at home menunjukkan lokasi kejadian berlangsung.
Contoh Recount Text dan Strukturnya
Untuk memahami recount text dengan lebih baik, kamu perlu melihat contoh teks beserta penjelasan strukturnya. Berikut beberapa contohnya:
1. Contoh Recount Text Singkat
Berikut contoh recount text singkat beserta struktur umumnya:
Teks:
Yesterday, I went to the park with my friends. We played football and had lunch together. It was a fun day and I really enjoyed it.
Breakdown struktur:
- Orientation: Yesterday, I went to the park with my friends.
(Menjelaskan waktu, tempat, dan siapa yang terlibat)
- Events: We played football and had lunch together.
(Menceritakan urutan kejadian yang dialami)
- Re-orientation: It was a fun day and I really enjoyed it.
(Penutup berupa kesan atau perasaan penulis)
2. Contoh Recount Text tentang Pengalaman Pribadi
Recount text sering digunakan untuk menceritakan pengalaman pribadi, seperti liburan, mengikuti workshop, atau kegiatan di sekolah.
Teks:
Last month, I joined an online writing workshop. The workshop lasted for three days and taught me how to write better essays. I learned many new things and felt more confident about my writing skills.
Pada contoh tersebut, penulis menceritakan pengalaman nyata yang dialami sendiri, disusun secara kronologis, dan ditutup dengan perasaan atau refleksi pribadi.
3. Contoh Recount Text dalam Bahasa Indonesia & Inggris (Bilingual)
Contoh bilingual sangat membantu pembelajar bahasa Inggris karena dapat membandingkan struktur dan penggunaan kata kerja.
Bahasa Indonesia:
Kemarin, saya pergi ke perpustakaan bersama teman saya. Kami membaca buku dan mengerjakan tugas. Saya merasa senang karena bisa belajar dengan tenang.
Bahasa Inggris:
Yesterday, I went to the library with my friend. We read books and did our assignments. I felt happy because I could study peacefully.
Pada contoh bahasa Inggris di atas, terlihat jelas penggunaan past tense seperti went, read, did, dan felt yang menjadi ciri utama recount text.
Baca Juga: Simple Future Tense untuk Pemula: Penjelasan Mudah & Contoh
Apa Kesalahan Umum Saat Menulis Recount Text?

Sumber: YouTube: Anisa Rahmawati
Saat menulis recount text, masih banyak pembelajar yang melakukan kesalahan sehingga cerita terasa kurang jelas atau tidak sesuai kaidah.
Berikut beberapa kesalahan umum dalam menulis recount text yang perlu dihindari:
1. Salah Menggunakan Tense
Kesalahan yang paling sering terjadi adalah penggunaan tense yang tidak konsisten atau tidak sesuai.
Recount text seharusnya menggunakan simple past tense, namun masih banyak yang mencampurnya dengan present tense.
Hal ini dapat membingungkan pembaca dan membuat cerita terasa tidak runtut secara waktu.
2. Urutan Kejadian Tidak Jelas
Recount text harus disusun secara kronologis. Jika urutan kejadian tidak jelas atau meloncat-loncat, pembaca akan kesulitan memahami alur cerita.
Oleh karena itu, penting untuk menyusun timeline kejadian terlebih dahulu dan menggunakan kata penghubung waktu agar cerita lebih terstruktur.
3. Terlalu Banyak Opini
Recount text berfokus pada menceritakan kembali kejadian yang terjadi, bukan pada opini atau penilaian pribadi yang berlebihan.
Menambahkan terlalu banyak opini dapat mengaburkan inti cerita. Pendapat atau perasaan sebaiknya cukup disampaikan secara singkat, biasanya di bagian re-orientation.
4. Tidak Konsisten Sudut Pandang
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah penggunaan sudut pandang yang tidak konsisten, misalnya berpindah dari I ke they tanpa alasan yang jelas.
Recount text sebaiknya menggunakan sudut pandang orang pertama atau orang ketiga secara konsisten agar cerita mudah diikuti dan tidak membingungkan pembaca.
Bagaimana Cara Menulis Recount Text yang Baik dan Benar?
Menulis recount text yang baik tidak hanya soal menceritakan pengalaman, tetapi juga menyusun cerita agar runtut dan sesuai kaidah bahasa. Berikut caranya:
1. Menentukan Topik Pengalaman
Tentukan pengalaman atau peristiwa yang ingin diceritakan. Pilih topik yang benar-benar kamu alami agar cerita terasa lebih alami dan mudah dikembangkan.
Pengalaman sederhana seperti kegiatan sekolah, liburan singkat, atau mengikuti suatu acara sudah cukup untuk dijadikan recount text.
2. Menyusun Timeline Kejadian
Setelah menentukan topik, susun urutan kejadian secara kronologis dari awal hingga akhir.
Timeline ini membantu kamu menulis bagian events dengan lebih terstruktur dan menghindari cerita yang meloncat-loncat.
Kamu juga bisa menandai kejadian penting yang ingin ditonjolkan agar alur cerita lebih jelas.
3. Menentukan Tense & Vocabulary
Pastikan kamu menggunakan simple past tense secara konsisten karena recount text menceritakan peristiwa masa lalu.
Selain itu, pilih vocabulary yang sesuai dengan konteks cerita dan gunakan action verbs serta kata keterangan waktu untuk memperjelas kejadian.
Pemilihan kata yang tepat akan membuat recount text lebih mudah dipahami dan enak dibaca.
Kesimpulan
Recount text membantu kamu memahami cara menyampaikan pengalaman dan peristiwa masa lalu secara runtut dan jelas.
Bagi calon virtual assistant, kemampuan menulis recount text sangat relevan karena sering digunakan saat membuat laporan aktivitas, menjelaskan progres kerja, atau menyampaikan update kepada klien secara profesional dan mudah dipahami.

Yuk Kuasai Writing Skill Bahasa Inggris untuk Karier Virtual Assistant
Melalui kelas Virtual Assistant di Digital Skola, kamu akan mempelajari keterampilan menulis bahasa Inggris yang aplikatif untuk kebutuhan kerja nyata, termasuk menyusun recount text secara jelas, runtut, dan profesional.
Materi disusun berbasis praktik, mulai dari menulis laporan aktivitas, memberikan update progres pekerjaan, hingga mendokumentasikan pengalaman kerja dengan struktur yang mudah dipahami klien.
Daftar sekarang dan bangun kemampuan writing skill yang relevan agar kamu lebih siap berkarier sebagai virtual assistant di dunia kerja digital global.
FAQ
1. Apakah recount text harus selalu menggunakan past tense?
Ya, recount text umumnya menggunakan simple past tense karena fokusnya adalah kejadian yang sudah terjadi. Penggunaan tense yang konsisten membantu pembaca memahami alur waktu dengan lebih jelas.
2. Apa perbedaan recount text dan narrative text?
Recount text bertujuan untuk menceritakan kembali peristiwa nyata tanpa konflik, sedangkan narrative text lebih bersifat fiksi atau cerita dengan konflik dan resolusi.