
Sumber: LanGeek
Reported speech yaitu cara untuk menyampaikan kembali ucapan seseorang tanpa mengutip kata-kata secara langsung.
Untuk memahami cara penggunaannya secara benar, mari kita bahas aturan, contoh, dan tips praktisnya di bawah ini.
Apa Itu Reported Speech?
Reported speech adalah cara menyampaikan kembali ucapan seseorang tanpa mengutip kata-katanya secara langsung, berbeda dengan direct speech yang menuliskan kata-kata persis seperti yang diucapkan.
Dalam reported speech, kalimat biasanya mengalami penyesuaian tenses, pronoun, dan kata keterangan waktu atau tempat agar sesuai konteks.
Teknik ini sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari, misalnya saat menceritakan percakapan teman, maupun dalam konteks akademik, seperti menulis laporan, artikel, atau mengutip pernyataan seseorang secara formal.
Baca Juga: Past Perfect Tense: Pengertian, Rumus, dan Contoh Kalimat
Bagaimana Aturan Menggunakan Reported Speech?
Mengubah kalimat langsung menjadi reported speech memang membutuhkan perhatian pada beberapa aturan penting agar kalimat tetap jelas dan benar secara tata bahasa. Berikut caranya:
1. Perubahan Tenses
Salah satu aturan paling penting dalam reported speech yaitu perubahan tenses.
Jika kalimat langsung berada dalam bentuk present tense, biasanya berubah menjadi past tense ketika disampaikan secara tidak langsung.
Begitu pula untuk past tense yang dapat berubah menjadi past perfect. Perubahan tenses ini membantu menyesuaikan waktu ucapan dengan konteks laporan.
Contoh:
- Direct speech: “I am studying English.”
- Reported speech: He said that he was studying English.
Begitu juga dengan kalimat past:
- Direct speech: “I finished my homework.”
- Reported speech: She said that she had finished her homework.
2. Perubahan Pronoun & Kata Ganti
Selain tenses, pronoun dan kata ganti juga perlu disesuaikan. Misalnya, I menjadi he/she, my menjadi his/her, agar sesuai dengan subjek yang melaporkan ucapan.
Selain itu, kata keterangan waktu dan tempat juga biasanya mengalami perubahan: now → then, today → that day, here → there.
Contoh:
- Direct speech: “I will meet you here today.”
- Reported speech: He said that he would meet me there that day.
Penyesuaian ini membuat kalimat tetap logis dan mudah dipahami oleh pendengar atau pembaca.
3. Penggunaan Kata Pengantar / Reporting Verb
Kata pengantar atau reporting verb adalah kata kerja yang digunakan untuk melaporkan ucapan. Beberapa kata yang umum dipakai antara lain: say, tell, ask, explain, advise, dan suggest.
Struktur kalimat juga perlu diperhatikan, misalnya tell + object + reported clause untuk menyampaikan informasi kepada seseorang.
Contoh:
- Direct speech: “Please finish the report.”
- Reported speech: She told me to finish the report.
Pemilihan kata pengantar yang tepat membantu makna kalimat tetap jelas dan sesuai konteks.
Contoh Kalimat Reported Speech

Sumber: Aksent
Setelah memahami aturan penggunaan reported speech, penting untuk melihat bagaimana kalimat langsung diubah menjadi tidak langsung dalam berbagai bentuk.
Berikut beberapa contoh yang sering dijumpai:
1. Kalimat Positif
Kalimat positif atau pernyataan sederhana dalam direct speech biasanya mengalami perubahan tenses dan pronoun saat diubah menjadi reported speech.
Contoh:
- Direct speech: “I am reading a book.”
- Reported speech: He said that he was reading a book.
Di sini, am berubah menjadi was, dan pronoun I berubah menjadi he untuk menyesuaikan dengan subjek yang melaporkan ucapan. Prinsip yang sama berlaku untuk berbagai tenses lainnya.
2. Kalimat Negatif
Kalimat negatif dalam reported speech mengikuti aturan serupa, namun perlu menyesuaikan penggunaan not, don’t, atau didn’t agar tetap logis.
Contoh:
- Direct speech: “I don’t like spinach.”
- Reported speech: She said that she didn’t like spinach.
Perubahan tenses (don’t → didn’t) dan pronoun (I → she) membuat kalimat tetap benar secara tata bahasa.
3. Kalimat Tanya
Kalimat tanya dibagi menjadi dua jenis: Yes/No question dan Wh-question.
- Untuk Yes/No question, gunakan if atau whether dalam reported speech.
Contoh:
- Direct speech: “Did you finish your homework?”
- Reported speech: He asked if I had finished my homework.
- Untuk Wh-question, kata tanya tetap dipertahankan, tetapi tenses dan pronoun disesuaikan.
Contoh:
- Direct speech: “Where are you going?”
- Reported speech: She asked where I was going.
4. Kalimat Perintah & Permintaan
Kalimat perintah atau permintaan (imperative) dalam reported speech biasanya menggunakan ask/tell + to-infinitive.
Contoh:
- Direct speech: “Please open the window.”
- Reported speech: He asked me to open the window.
Di sini, kata please dihilangkan, dan struktur diubah menjadi ask + object + to-infinitive untuk menjaga makna tetap sama.
Baca Juga: Apa itu Pronoun: Jenis-Jenis & Contoh Penggunaannya
Bagaimana Tips & Trik Menggunakan Reported Speech?
Reported speech memang terlihat sederhana, tapi sering menimbulkan kesalahan jika aturan tenses, pronoun, atau kata pengantar tidak diperhatikan.
Berikut beberapa tips dan trik yang bisa kamu gunakan:
1. Jangan Lupa Perubahan Waktu, Pronoun, dan Kata Keterangan
Hal pertama yang harus diperhatikan yaitu penyesuaian tenses, pronoun, dan kata keterangan waktu/tempat.
Misalnya, kalimat present tense biasanya berubah menjadi past tense, I menjadi he/she, dan kata keterangan now → then, today → that day.
Dengan memperhatikan perubahan ini, kalimat yang dilaporkan tetap logis dan sesuai konteks.
Contoh:
- Direct speech: “I will call you now.”
- Reported speech: He said that he would call me then.
2. Gunakan Reporting Verb yang Sesuai Konteks
Pemilihan reporting verb yang tepat sangat penting untuk menjaga makna kalimat.
Kata kerja seperti say, tell, ask, explain, advise, atau suggest memiliki fungsi berbeda tergantung konteks.
Struktur kalimat juga harus disesuaikan, misalnya tell + object + reported clause untuk memberi instruksi, atau ask + object + to-infinitive untuk permintaan.
Contoh:
- Direct speech: “Close the door.”
- Reported speech: She told me to close the door.
3. Perhatikan Formal vs Informal Tone
Reported speech bisa digunakan dalam percakapan santai maupun tulisan formal. Penting untuk menyesuaikan tone agar terdengar alami.
Dalam tulisan formal, kata pengantar seperti state, explain, atau inform lebih cocok, sedangkan dalam percakapan sehari-hari bisa menggunakan say, tell, atau ask.
Memilih tone yang tepat membuat laporan ucapan lebih jelas dan profesional.
Contoh:
- Formal: The manager explained that the meeting would start at 10 a.m.
- Informal: He said the meeting would start at 10.
Apa Kesalahan Umum dalam Reported Speech?

Sumber: E-planet Educational Service
Meski terlihat sederhana, banyak orang sering melakukan kesalahan saat menggunakan reported speech. Berikut beberapa di antaranya:
1. Tidak Mengubah Tenses Saat Diperlukan
Salah satu kesalahan paling umum adalah tidak menyesuaikan tenses ketika kalimat langsung diubah menjadi reported speech.
Misalnya, kalimat present tense tetap dibiarkan tanpa perubahan menjadi past tense, yang membuat maknanya kurang tepat.
Contoh salah:
- Direct speech: “I am going to the market.”
- Reported speech (salah): He said that he is going to the market.
Contoh benar:
- Reported speech: He said that he was going to the market.
2. Salah Penggunaan Pronoun
Kesalahan lain adalah pronoun tidak disesuaikan dengan subjek yang melaporkan ucapan. Ini membuat kalimat terdengar membingungkan atau tidak logis.
Contoh salah:
- Direct speech: “I love this book.”
- Reported speech (salah): He said that I loved this book.
Contoh benar:
- Reported speech: He said that he loved that book.
3. Tidak Menyesuaikan Kata Pengantar atau Reporting Verb
Penggunaan reporting verb yang salah atau tidak sesuai konteks juga sering terjadi.
Misalnya, menggunakan say ketika seharusnya tell atau ask, atau tidak menambahkan objek saat diperlukan, sehingga struktur kalimat menjadi keliru.
Contoh salah:
- Direct speech: “Close the window.”
- Reported speech (salah): He said close the window.
Contoh benar:
- Reported speech: He told me to close the window.
Latihan & Praktik
Supaya lebih mahir menggunakan reported speech, cara terbaik yaitu langsung mempraktikkannya. Coba ubah kalimat langsung berikut menjadi reported speech, lalu cek jawaban dan penjelasannya di bawah.
Soal Latihan
1. Kalimat Positif
- Direct speech: “I am learning English.”
2. Kalimat Negatif
- Direct speech: “I don’t like coffee.”
3. Yes/No Question
- Direct speech: “Did you finish your homework?”
4. Wh-Question
- Direct speech: “Where are you going?”
5. Kalimat Perintah / Permintaan
- Direct speech: “Please help me with this task.”
Jawaban & Penjelasan
1. Kalimat Positif
Reported speech: He said that he was learning English.
Penjelasan: Tenses berubah dari am → was, pronoun I → he.
2. Kalimat Negatif
Reported speech: She said that she didn’t like coffee.
Penjelasan: Tenses tetap past tense, pronoun I → she, dan don’t → didn’t.
3. Yes/No Question
Reported speech: He asked if I had finished my homework.
Penjelasan: Yes/No question menggunakan if, tenses berubah dari did you finish → had finished.
4. Wh-Question
Reported speech: She asked where I was going.
Penjelasan: Kata tanya tetap (where), tenses berubah are → was, pronoun you → I.
5. Kalimat Perintah / Permintaan
Reported speech: He asked me to help him with this task.
Penjelasan: Imperative diubah menjadi ask + object + to-infinitive, pronoun disesuaikan, please biasanya dihilangkan.
Baca Juga: Recount Text: Pengertian, Struktur, Ciri-Ciri, dan Contohnya
Kesimpulan
Reported speech penting untuk menyampaikan ucapan orang lain dengan tepat, baik dalam percakapan maupun tulisan.
Dengan memahami perubahan tenses, pronoun, kata keterangan, dan penggunaan reporting verb, serta rutin berlatih, kemampuanmu akan semakin mahir.
Selain itu, kamu juga bisa mengasah skill ini sekaligus mempersiapkan diri untuk bekerja sebagai virtual assistant, karena ini sangat penting.

Tingkatkan Skill Bahasa Inggris dan Peluang Kerja sebagai Virtual Assistant di Digital Skola
Asah kemampuan bahasa Inggrismu, khususnya dalam reported speech, lewat kelas-kelas praktis di Digital Skola yang dirancang sesuai kebutuhan dunia kerja modern.
Kamu akan belajar dan mengasah skill penting seperti:
- Komunikasi profesional yang tepat
- Menyusun laporan dan pesan dengan bahasa Inggris yang benar
- Memahami instruksi dan menyampaikan informasi secara akurat
Materi disusun berdasarkan situasi kerja nyata, sehingga membantumu lebih siap menghadapi tantangan pekerjaan sebagai Virtual Assistant, mulai dari menjawab email, membuat laporan, hingga mendukung tim secara efektif.
Yuk, daftar sekarang dan kembangkan kemampuanmu agar siap berkarier sebagai virtual assistant yang kompeten dan profesional!
FAQ
1. Apa perbedaan utama antara direct speech dan reported speech?
Direct speech menuliskan kata-kata persis seperti yang diucapkan seseorang, sedangkan reported speech menyampaikan ucapan itu secara tidak langsung dengan penyesuaian tenses, pronoun, dan kata keterangan waktu/tempat.
2. Kapan harus mengubah tenses dalam reported speech?
Tenses diubah ketika kalimat langsung berasal dari waktu lampau atau saat melaporkan ucapan yang sudah terjadi. Contohnya, present tense biasanya berubah menjadi past tense, dan past tense bisa menjadi past perfect.
3. Kata pengantar atau reporting verb apa saja yang umum digunakan?
Beberapa reporting verb yang umum dipakai antara lain say, tell, ask, explain, advise, dan suggest. Pemilihan verb harus sesuai konteks agar kalimat tetap jelas dan maknanya tidak berubah.
4. Bagaimana reported speech membantu pekerjaan sebagai virtual assistant?
Virtual assistant sering perlu menyampaikan informasi atau instruksi dari klien ke tim lain. Kemampuan reported speech membantu membuat komunikasi lebih jelas, profesional, dan tepat secara tata bahasa, terutama dalam email, laporan, atau chat bisnis.