
Rangkuman
- Big Data Analytics membantu mengolah data dalam jumlah besar untuk menemukan pola, tren, dan insight yang relevan.
- Ada empat jenis analytics yang umum digunakan: descriptive, diagnostic, predictive, dan prescriptive analytics.
- Big Data Analytics Training dapat membantu memahami proses analisis data, penggunaan tools, hingga penerapannya melalui studi kasus.
- Materi yang dipelajari dapat mencakup data processing, data analysis, data visualization, analytics, serta penggunaan berbagai tools.
- Proses belajar dapat dimulai dari konsep dasar data, statistik, SQL, programming, hingga praktik menggunakan dataset.
- Ingin memperluas kemampuan mengolah data? Perkuat fundamental Data Science lewat Bootcamp Data Science with Certification + Real Internship dari Digital Skola. Pelajari SQL, Python, NumPy, Pandas, Git, dan GitHub, serta dapatkan 6 project portofolio dan 6 minggu virtual internship.
Di tengah semakin banyaknya data yang dihasilkan perusahaan, kemampuan mengolah dan memahami data menjadi bagian penting dalam mendukung pekerjaan. Data yang besar tidak akan banyak membantu jika perusahaan tidak tahu bagaimana cara mengolahnya menjadi informasi yang relevan.
Di sinilah Big Data Analytics berperan. Melalui proses analisis, data dapat digunakan untuk menemukan pola, memahami kondisi bisnis, hingga menghasilkan insight yang dapat mendukung pengambilan keputusan.
Namun, memahami konsep Big Data Analytics tidak cukup hanya dengan mengetahui istilah atau jenis analitiknya. Dibutuhkan pemahaman mengenai proses, metode, dan tools yang digunakan agar kemampuan tersebut dapat diterapkan dalam pekerjaan.
Karena itu, manfaat Big Data Analytics Training tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan tentang data, tetapi juga bagaimana mengembangkan kemampuan yang relevan untuk menghadapi kebutuhan di dunia kerja. Lantas, apa saja manfaatnya dan materi apa yang biasanya dipelajari? Simak pembahasannya berikut ini.

BACA JUGA: Apa Itu Analytical Exposition Text? Ciri, Tujuan, dan Cara Menulisnya
Apa Itu Big Data Analytics?

Big Data Analytics adalah proses mengolah dan menganalisis data dalam jumlah besar untuk menemukan pola, tren, hubungan, atau insight yang dapat digunakan untuk membantu menjawab suatu permasalahan.
Berbeda dengan analisis data biasa yang dapat dilakukan pada kumpulan data dengan ukuran lebih terbatas, Big Data Analytics berhadapan dengan data yang memiliki volume, kecepatan, dan variasi yang tinggi. Data tersebut dapat berasal dari berbagai sumber, seperti transaksi, aktivitas pelanggan, media sosial, perangkat IoT, hingga sistem internal perusahaan.
Dalam praktiknya, proses Big Data Analytics tidak hanya berhenti pada mengumpulkan data. Data perlu diproses dan dianalisis agar informasi yang dihasilkan dapat dipahami dan digunakan sesuai kebutuhan.
Misalnya, perusahaan e-commerce memiliki data transaksi dan aktivitas pelanggan dalam jumlah besar. Melalui analisis, perusahaan dapat melihat produk yang paling banyak diminati, memahami pola pembelian, atau menemukan perubahan perilaku pelanggan.
Hasil analisis tersebut kemudian dapat menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan strategi bisnis yang lebih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan perusahaan.
BACA JUGA: 8 Tips Switch Career Menjadi Data Analyst Agar Lebih Siap Kerja
Mengapa Big Data Analytics Penting bagi Dunia Kerja?

Data yang dimiliki perusahaan tidak hanya digunakan untuk mencatat aktivitas bisnis. Jika diolah dengan tepat, data dapat membantu perusahaan memahami kondisi yang sedang terjadi, menemukan peluang, hingga menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah berikutnya.
Karena itu, kemampuan Big Data Analytics semakin relevan bagi pekerjaan yang melibatkan data dan pengambilan keputusan. Beberapa manfaatnya dalam konteks pekerjaan antara lain:
1. Membantu Menemukan Insight dari Data
Data dalam jumlah besar dapat menyimpan berbagai pola yang tidak selalu terlihat secara langsung. Proses analisis membantu mengubah kumpulan data tersebut menjadi insight yang lebih mudah dipahami dan digunakan.
2. Mendukung Pengambilan Keputusan
Hasil analisis dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan ketika perusahaan perlu menentukan strategi atau mengambil keputusan. Dengan memahami data yang tersedia, keputusan dapat dibuat dengan mempertimbangkan informasi yang lebih relevan.
3. Memahami Perilaku Pelanggan
Data transaksi, interaksi, dan aktivitas pelanggan dapat dianalisis untuk mengetahui pola serta preferensi mereka. Informasi tersebut dapat membantu perusahaan memahami kebutuhan pelanggan dan mengevaluasi strategi yang sedang dijalankan.
4. Meningkatkan Efisiensi Proses Bisnis
Analisis data juga dapat membantu mengidentifikasi proses yang kurang efisien, melihat pola masalah, dan menemukan area yang masih dapat dioptimalkan. Dengan begitu, data tidak hanya digunakan untuk melihat apa yang sudah terjadi, tetapi juga membantu perusahaan mengevaluasi proses bisnisnya.
BACA JUGA: 10 Tools Social Media Analytics untuk Optimalkan Strategi Kampanyemu
Apa Saja Jenis Big Data Analytics?

Big Data Analytics dapat digunakan untuk menjawab berbagai jenis pertanyaan, mulai dari memahami apa yang sudah terjadi hingga menentukan tindakan yang dapat dilakukan berikutnya. Berdasarkan tujuan analisisnya, terdapat empat jenis analytics yang umum digunakan.
1. Descriptive Analytics
Descriptive analytics digunakan untuk mengetahui apa yang sudah terjadi berdasarkan data yang tersedia.
Analisis ini biasanya dilakukan dengan merangkum data dalam bentuk laporan, grafik, atau dashboard. Misalnya, perusahaan melihat jumlah penjualan setiap bulan untuk mengetahui periode dengan penjualan tertinggi dan terendah.
2. Diagnostic Analytics
Jika descriptive analytics membantu mengetahui apa yang terjadi, diagnostic analytics digunakan untuk mencari tahu mengapa hal tersebut terjadi.
Pada tahap ini, data dianalisis lebih lanjut untuk menemukan hubungan atau faktor yang mungkin menyebabkan suatu kondisi. Contohnya, ketika penjualan menurun, perusahaan dapat menganalisis data berdasarkan produk, wilayah, periode, atau segmen pelanggan untuk mencari faktor yang berkaitan dengan penurunan tersebut.
3. Predictive Analytics
Predictive analytics berfokus pada apa yang mungkin terjadi di masa mendatang berdasarkan pola dan informasi dari data sebelumnya.
Jenis analitik ini dapat menggunakan metode statistik dan machine learning untuk membuat prediksi. Contohnya, perusahaan dapat menganalisis data historis untuk memperkirakan permintaan produk pada periode berikutnya.
4. Prescriptive Analytics
Prescriptive analytics melangkah lebih jauh dengan membantu menjawab pertanyaan “apa yang sebaiknya dilakukan?” berdasarkan hasil analisis dan prediksi.
Misalnya, setelah mengetahui adanya kemungkinan peningkatan permintaan suatu produk, perusahaan dapat menggunakan hasil analisis untuk mempertimbangkan jumlah stok yang perlu disiapkan atau strategi yang dapat diterapkan.
Keempat jenis analitik tersebut dapat saling melengkapi. Perusahaan dapat memahami apa yang terjadi melalui descriptive analytics, mencari penyebabnya melalui diagnostic analytics, memperkirakan kemungkinan yang terjadi melalui predictive analytics, lalu menggunakan prescriptive analytics untuk mempertimbangkan tindakan selanjutnya.
BACA JUGA: Big Data Analytics: Definisi dan Manfaat
Apa Saja Manfaat Big Data Analytics Training?

Memahami konsep Big Data Analytics dari artikel atau materi teori bisa menjadi langkah awal. Namun, menerapkannya pada data dan permasalahan nyata membutuhkan pemahaman yang lebih praktis. Di sinilah Big Data Analytics Training dapat membantu peserta mempelajari proses analitik secara lebih terstruktur, mulai dari memahami data hingga menginterpretasikan hasilnya.
Berikut beberapa manfaat yang bisa didapatkan:
1. Memahami Proses Analisis Data secara Lebih Terstruktur
Dalam Big Data Analytics, ada berbagai tahapan yang perlu dipahami, mulai dari menentukan tujuan analisis, menyiapkan data, memilih metode yang sesuai, hingga menginterpretasikan hasil.
Melalui training, peserta dapat mempelajari alur tersebut secara lebih sistematis sehingga tidak hanya mengetahui istilah atau teori, tetapi juga memahami bagaimana setiap tahapan saling berkaitan dalam proses analisis.
2. Mengasah Kemampuan Menemukan Insight dari Data
Data dalam jumlah besar tidak otomatis menghasilkan informasi yang berguna. Tantangannya adalah menemukan pola, tren, atau hubungan yang relevan dengan permasalahan yang sedang dihadapi.
Melalui latihan analisis dan studi kasus, peserta dapat belajar membaca data, mengidentifikasi informasi penting, kemudian mengubahnya menjadi insight yang lebih mudah dipahami. Kemampuan ini dapat membantu ketika harus menjawab pertanyaan seperti “apa yang terjadi?”, “mengapa terjadi?”, dan “apa yang mungkin terjadi selanjutnya?”
3. Mengenal Berbagai Pendekatan Analytics
Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, Big Data Analytics memiliki beberapa pendekatan, yaitu descriptive, diagnostic, predictive, dan prescriptive analytics.
Training dapat membantu peserta memahami perbedaan fungsi masing-masing pendekatan sekaligus mengetahui kapan suatu metode dapat digunakan. Dengan begitu, peserta tidak sekadar menghafal empat jenis analytics, tetapi memahami tujuan di balik penggunaannya.
4. Meningkatkan Kemampuan Menggunakan Tools Analytics
Proses analisis data membutuhkan berbagai tools untuk membantu mengolah, mengeksplorasi, dan menyajikan data. Karena itu, memahami fungsi tools saja belum cukup; peserta juga perlu mengetahui bagaimana menggunakannya untuk menyelesaikan kebutuhan analisis tertentu.
Big Data Analytics Training yang berbasis praktik dapat memberikan kesempatan untuk berlatih menggunakan tools melalui dataset atau studi kasus, sehingga proses belajar tidak berhenti pada teori.
5. Terbiasa Menganalisis Data dengan Konteks Bisnis
Salah satu tantangan dalam analisis data adalah memastikan hasilnya tetap relevan dengan permasalahan yang ingin diselesaikan. Angka dan grafik yang menarik belum tentu memberikan informasi yang berguna jika tidak dikaitkan dengan konteks bisnis.
Melalui studi kasus, peserta dapat belajar melihat data dari sudut pandang permasalahan yang lebih nyata. Misalnya, analisis dilakukan untuk memahami penurunan penjualan, memprediksi permintaan produk, atau melihat perilaku pelanggan.
6. Melatih Pengambilan Keputusan Berbasis Data
Hasil analisis pada akhirnya perlu diterjemahkan menjadi informasi yang dapat digunakan. Karena itu, training dapat membantu peserta memahami bagaimana hasil analisis digunakan sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan.
Kemampuan ini membuat proses belajar Big Data Analytics tidak hanya berfokus pada cara mengolah data, tetapi juga pada bagaimana hasil analisis dapat memberikan nilai bagi pekerjaan dan bisnis.
7. Memperkuat Skill yang Relevan dengan Dunia Kerja
Kemampuan mengolah data, membaca insight, menggunakan tools, dan menyampaikan hasil analisis merupakan kombinasi skill yang dapat mendukung pekerjaan yang berkaitan dengan data.
Dengan mengikuti training yang memiliki materi terstruktur dan praktik yang relevan, peserta dapat memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan tersebut secara lebih terarah dan memahami bagaimana Big Data Analytics diterapkan dalam konteks pekerjaan.
BACA JUGA: 10 Aplikasi Big Data Analytics Terbaik Untuk Bisnis
Apa Saja yang Dipelajari dalam Big Data Analytics Training?

Setiap program training dapat memiliki kurikulum yang berbeda, tetapi umumnya materi yang diberikan mencakup dasar-dasar analitik hingga penerapannya pada kasus yang lebih praktis. Beberapa materi yang dapat dipelajari antara lain:
1. Dasar-Dasar Big Data Analytics
Peserta akan diperkenalkan pada konsep Big Data, karakteristik data dalam jumlah besar, serta bagaimana data tersebut dapat diolah untuk menghasilkan informasi yang relevan.
2. Data Processing dan Data Analysis
Materi ini membahas bagaimana data dipersiapkan, diolah, dan dianalisis untuk menemukan pola atau informasi tertentu. Peserta juga dapat mempelajari cara menangani data yang belum terstruktur atau memiliki kualitas yang berbeda-beda.
3. Descriptive, Diagnostic, Predictive, dan Prescriptive Analytics
Keempat pendekatan ini membantu peserta memahami berbagai tujuan analisis. Mulai dari melihat apa yang sudah terjadi, mencari penyebabnya, memperkirakan kemungkinan yang akan datang, hingga mempertimbangkan tindakan berdasarkan hasil analisis.
4. Data Visualization dan Dashboard
Data yang sudah dianalisis perlu disampaikan dengan cara yang mudah dipahami. Karena itu, data visualization dan pembuatan dashboard dapat menjadi bagian dari materi untuk membantu menyajikan pola dan insight secara lebih jelas.
5. Tools dan Teknologi Big Data
Peserta juga dapat diperkenalkan dengan berbagai tools dan teknologi yang digunakan untuk mengolah maupun menganalisis data dalam skala besar. Pemilihan tools biasanya disesuaikan dengan tujuan analisis dan kebutuhan program training.
6. Studi Kasus dan Praktik
Bagian praktik membantu peserta menghubungkan konsep yang sudah dipelajari dengan permasalahan yang lebih nyata. Melalui dataset atau studi kasus, peserta dapat berlatih menganalisis data, menemukan insight, dan menyampaikan hasil analisis.
Dengan mempelajari materi tersebut secara berurutan, peserta dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh tentang bagaimana data diproses hingga menghasilkan informasi yang dapat digunakan dalam pekerjaan.
BACA JUGA: 5 Manfaat Training Data Analytics Untuk Bisnis
Bagaimana Cara Memulai Belajar Big Data Analytics?

Memahami Big Data Analytics memang membutuhkan beberapa kemampuan yang saling berkaitan. Karena itu, proses belajarnya sebaiknya dilakukan secara bertahap agar kamu tidak langsung berhadapan dengan materi yang terlalu kompleks.
Kalau kamu masih pemula, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mulai belajar Big Data Analytics:
1. Pahami Konsep Dasar Data dan Analytics
Mulailah dengan memahami bagaimana data dikumpulkan, diolah, dianalisis, dan digunakan untuk menghasilkan informasi. Kamu juga perlu mengenali konsep dasar seperti dataset, variabel, pola, insight, dan tujuan analisis.
Fondasi ini akan membantu kamu memahami proses analisis sebelum masuk ke teknik dan tools yang lebih spesifik.
2. Pelajari Statistik Dasar
Statistik menjadi salah satu dasar penting dalam analisis data. Mulai dari memahami mean, median, persentase, distribusi data, hingga hubungan antarvariabel.
Pemahaman statistik akan membantu kamu membaca data dengan lebih tepat dan memahami hasil analisis yang diperoleh.
3. Kuasai SQL dan Dasar Programming
SQL dapat digunakan untuk mengambil dan mengelola data dari database, sedangkan dasar programming membantu proses pengolahan dan analisis data secara lebih fleksibel.
Kamu bisa mulai dari konsep dasar SQL dan Python sebelum mempelajari teknik analisis yang lebih lanjut.
4. Kenali Tools Analytics dan Data Visualization
Selain memahami konsep, penting juga untuk mengenal tools yang digunakan dalam proses analisis. Misalnya, tools untuk mengolah data, melakukan perhitungan, hingga membuat visualisasi.
Pelajari juga cara menyajikan hasil analisis melalui grafik atau dashboard agar insight yang ditemukan lebih mudah dipahami.
5. Latihan dengan Dataset dan Studi Kasus
Setelah memahami dasarnya, mulai praktik menggunakan dataset yang tersedia. Coba analisis data sederhana dan cari pola atau informasi yang dapat menjawab suatu pertanyaan.
Kamu juga bisa menggunakan studi kasus seperti analisis penjualan, perilaku pelanggan, atau performa produk agar terbiasa menghubungkan data dengan permasalahan bisnis.
6. Ikuti Training atau Program Belajar yang Terstruktur
Jika ingin belajar dengan alur yang lebih jelas, mengikuti training atau program belajar terstruktur bisa menjadi pilihan. Dengan begitu, kamu dapat mempelajari materi secara bertahap sekaligus mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkannya melalui latihan atau proyek.
Yang terpenting, jangan hanya berfokus pada memahami teori. Semakin sering berlatih mengolah data dan menjelaskan hasil analisis, semakin terbiasa kamu menerapkan konsep Big Data Analytics dalam berbagai konteks.
BACA JUGA: 25 Tools Big Data Analytics Terbaik
Kesimpulan
Manfaat Big Data Analytics Training tidak hanya berkaitan dengan pemahaman tentang data dalam jumlah besar, tetapi juga kemampuan mengolah, menganalisis, dan menginterpretasikan data untuk menemukan insight yang relevan.
Materi yang dipelajari dapat mencakup dasar Big Data Analytics, proses pengolahan data, berbagai jenis analytics, data visualization, hingga praktik melalui studi kasus. Selain itu, pemahaman SQL, statistik, programming, dan penggunaan tools juga dapat membantu membangun kemampuan analisis secara bertahap.
BACA JUGA: Review Corporate Training Data Analytics Digital Skola: PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Dari Big Data Analytics, Lanjut Perdalam Skill Data Science!

Memahami Big Data Analytics bisa menjadi salah satu langkah untuk mengenal bagaimana data diolah hingga menghasilkan insight. Kalau kamu ingin memperluas kemampuan tersebut, kamu bisa melanjutkan dengan mempelajari fundamental Data Science secara lebih terstruktur.
Melalui Bootcamp Data Science with Certification + Real Internship dari Digital Skola, kamu akan dibimbing dari fundamental hingga mempraktikkan berbagai tools dan skill yang digunakan dalam proses Data Science.
Kurikulum dirancang untuk membantu kamu membangun fondasi Data Science melalui beberapa materi berikut:
- Data Science Fundamentals: Memahami fundamental Data Science, methodology, serta cara mengidentifikasi dan menyelesaikan permasalahan berbasis data.
- Data & Database: Mempelajari konsep data dan database, Basic SQL menggunakan PostgreSQL, hingga Advanced SQL untuk kebutuhan analisis data.
- Programming for Data Science: Membangun fondasi programming mulai dari basic programming, functions, hingga programming mastery.
- Data Manipulation: Mengenal dan mempraktikkan NumPy serta Pandas DataFrame untuk mengolah dan mempersiapkan data.
- Version Control & Collaboration: Mempelajari Version Control System, Git, serta penggunaan GitHub untuk mendukung workflow Data Science.
- Enrichment Sessions: Mendapatkan sesi pengayaan untuk memahami skill yang dibutuhkan Data Scientist sekaligus memperkuat praktik menggunakan tools industri.
Selain materi dan praktik, kamu juga akan mendapatkan 6 project portofolio serta pengalaman melalui 6 minggu virtual internship untuk mengenal workflow dan lingkungan kerja di industri.
Kalau kamu ingin memperkuat kemampuan mengolah data sekaligus melanjutkan belajar ke tahap analisis, machine learning, dan project Data Science, program ini bisa menjadi salah satu pilihan belajar yang relevan. Upgrade skill kamu bersama Digital Skola!
FAQ
1. Apa perbedaan Big Data Analytics dan Data Science?
Big Data Analytics lebih berfokus pada proses mengolah dan menganalisis data dalam jumlah besar untuk menemukan informasi dan insight. Sementara itu, Data Science memiliki cakupan yang lebih luas, termasuk pengolahan data, statistik, machine learning, hingga pengembangan model berbasis data.
2. Apa manfaat Big Data Analytics Training?
Big Data Analytics Training membantu memahami proses analisis data, mengenal tools, dan melatih kemampuan mengolah data untuk menemukan insight.
3. Apakah Big Data Analytics harus bisa coding?
Tidak selalu. Namun, kemampuan SQL dan dasar programming dapat membantu dalam proses pengolahan dan analisis data.