HomepageBlogReview Digital Skola: Dari Belajar DevOps hingga Sukses Berkarier di Pertamina Hulu Energi
5 min read

Review Digital Skola: Dari Belajar DevOps hingga Sukses Berkarier di Pertamina Hulu Energi

Tayang 6 Oktober 2025 Diperbarui: 6 Oktober 2025
Ditulis oleh:
digitalskola

Digital Skola Content Team

Share


Wawan Setiawan kini berkarier sebagai System & Operational Support SR di Pertamina Hulu Energi melalui Mitra Integrasi Informatika, PT. Namun, perjalanan menuju posisi ini tidaklah instan. Meski lulusan IT, ia merasa ilmu tentang DevOps yang ia dapat di perkuliahan masih terlalu dasar. Inilah yang mendorongnya untuk mencari jalur belajar tambahan hingga akhirnya memilih Digital Skola.

Penasaran bagaimana skill dari Digital Skola bisa membantu Wawan membuktikan dirinya siap berkarier di dunia DevOps hingga akhirnya sukses meniti karier di Pertamina Hulu Energi? Simak kisah lengkapnya di artikel ini!

Review Bootcamp DevOps Engineer Digital Skola: Wawan Setiawan

BACA JUGA: 6 Siklus Hidup DevOps dan Praktik Baiknya

Tantangan Karier yang Dihadapi Wawan Sebelum Ikut Bootcamp             

Meskipun Wawan merupakan lulusan jurusan IT, ia menyadari bahwa dunia kerja menuntut kemampuan yang lebih dari sekadar teori di bangku kuliah. Selama perkuliahan, ia tidak mendapatkan materi penting terkait DevOps Engineering seperti CI/CD, pipeline, maupun konsep DevOps modern yang saat ini banyak dicari industri. Kondisi ini membuatnya merasa kesulitan mempersiapkan diri menghadapi proses rekrutmen yang semakin kompetitif.

Wawan bercerita, “Sebetulnya waktu saya kuliah di bidang IT, tidak ada materi khusus tentang DevOps. Yang ada itu basic Linux atau orchestration, tapi konsep seperti CI/CD atau pipeline tidak diajarkan. Makanya saya putuskan untuk belajar mandiri.”

BACA JUGA: Definisi, Tugas, hingga Prospek Karier DevOps Engineer

Pengalaman Belajar di Bootcamp DevOps Engineer Digital Skola

Awalnya, Wawan sempat mencari beberapa opsi Bootcamp DevOps Engineer. Setelah membandingkan berbagai pilihan, ia akhirnya memilih Digital Skola karena harga yang lebih terjangkau dan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan industri. Ternyata, keputusan tersebut menjadi langkah yang tepat. Menurut Wawan, materi yang dipelajari langsung relevan dengan dunia kerja. Ia membagikan pengalamannya: 

“Secara konsep, materi yang saya pelajari di Digital Skola sangat relevan dengan dunia kerja DevOps. Bahkan, materi tersebut membantu saya meyakinkan user bahwa saya siap berkarier di bidang ini.”

Selain itu, project nyata dan materi seputar CI/CD, basic programming, hingga networking benar-benar mendukung proses rekrutmennya. “Dalam proses rekrutmen untuk posisi DevOps, tantangan terbesarnya adalah harus familier dengan CI/CD dan memiliki basic programming. Untungnya, hasil pembelajaran dari Digital Skola sangat membantu saat menghadapi interview dengan user,” tambahnya.

BACA JUGA: DevOps Engineer Roadmap Belajar Untuk Pemula

Transformasi & Hasil Setelah Lulus Bootcamp Digital Skola

Setelah mengikuti bootcamp, Wawan merasa lebih percaya diri menghadapi proses rekrutmen. Pengetahuan yang ia dapat dari Digital Skola terbukti langsung terpakai di dunia kerja. “Secara konsep, materi yang saya pelajari di Digital Skola sangat relevan dengan dunia kerja DevOps. Bahkan, materi tersebut membantu saya meyakinkan user bahwa saya siap berkarier di bidang ini,” jelasnya.

Kini, Wawan berhasil meniti karier di Pertamina Hulu Energi, sebuah perusahaan besar di industri energi. Pengalaman belajarnya di Digital Skola menjadi fondasi penting untuk mencapai pencapaian ini.

BACA JUGA: 6 Cara Buat CV yang ATS Friendly & Contohnya

Pesan untuk Calon Peserta Bootcamp Digital Skola

Bagi siapa pun yang tertarik menjadi DevOps Engineer, Wawan menekankan bahwa tidak perlu takut meski belum memiliki basic IT yang kuat. Menurutnya, Digital Skola bisa menjadi bekal awal yang tepat untuk mempersiapkan diri menghadapi tren industri yang saat ini banyak mencari DevOps. “Mumpung sekarang tren perusahaan sedang banyak mencari DevOps, sebaiknya segera ambil peluang ini. Kalaupun belum punya basic, kamu bisa ikut kelas di Digital Skola sebagai bekal untuk bersaing di dunia kerja,” ujarnya.

Selain itu, Wawan juga menekankan pentingnya eksplorasi mandiri di luar kelas. “Selain belajar di Digital Skola, kita juga nggak boleh terpaku hanya pada materi di sana. Belajar mandiri dan eksplorasi tambahan juga penting untuk memperkuat pemahaman,” tambahnya.

Review Bootcamp DevOps Engineer Digital Skola: Wawan Setiawan

BACA JUGA: Cara Membalas Email Interview

Yuk, Mulai Kariermu Jadi DevOps Engineer Seperti Wawan!

Review Bootcamp DevOps Engineer Digital Skola

Dari cerita Wawan, kita belajar bahwa untuk bisa bersaing dan dilirik recruiter, penting untuk menunjukkan kesiapan berkarier di bidang yang dituju. Belajar di tempat yang relevan seperti Bootcamp DevOps Engineer Digital Skola bisa jadi langkah tepat untuk menambah skill sekaligus kepercayaan diri saat interview. Di kelas ini, kamu akan belajar hardskill dan softskill sesuai kebutuhan industri yang dibutuhkan untuk jadi DevOps Engineer profesional, dengan bimbingan tutor expert

Tak hanya kurikulumnya terstruktur sesuai kebutuhan industri, kamu juga akan dapat fasilitas lengkap penunjang karier, seperti:  

  • 16 Project for Portfolio 
  • Job Connector 
  • Comprehensive Formative Test 
  • Unlimited Career Consultation 
  • Professional Branding 
  • Live demo test case with various tool 
  • Expert Sharing Session