HomepageBlogApa Itu Cyber Security? Konsep, Jenis, Hingga Contoh Prakteknya
5 min read

Apa Itu Cyber Security? Konsep, Jenis, Hingga Contoh Prakteknya

Tayang 21 September 2022 Diperbarui: 21 September 2022
Ditulis oleh:
digitalskola

Digital Skola Content Team

Share


Cyber Security Adalah
Cyber Security Adalah (Photo by Adi Goldstein on Unsplash)

Apa itu cyber security? Istilah ini belakangan sering terdengar, apalagi di tengah meningkatnya kasus serangan siber atau cyber crime yang menyerang berbagai sistem digital. Banyak perusahaan kini mulai sadar bahwa cyber security bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan penting untuk melindungi aset digital seperti aplikasi, layanan, hingga data sensitif perusahaan.

Berdasarkan laporan dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dalam satu tahun terakhir terdapat cyber attack dengan jumlah sekitar 1.6 miliar di Indonesia, kategori cyber crime terbanyak yang tercatat oleh BSSN adalah malware, trojan activity, dan information gathering atau pengumpulan informasi untuk mencari celah keamanan. Dengan maraknya cyber attack, kebutuhan akan talenta digital yang memiliki skill cyber security semakin banyak dibutuhkan. 

Menariknya, sosok cyber security tak hanya dibutuhkan di lembaga resmi pemerintahan, tapi juga banyak dibutuhkan oleh perusahaan swasta. Jika kamu tertarik untuk terjun ke bidang ini, maka kamu harus memahami terlebih dahulu skill, tanggung jawab, hingga prospek karier di bidang cyber security. Penasaran? Simak terus artikel ini untuk tahu jawabannya! 

BACA JUGA: 10 Cara Menjadi Cyber Security Untuk Pemula

Apa Saja Tantangan Dunia Digital yang Jadi Fokus Utama Cyber Security?

Apa Saja Tantangan Dunia Digital yang Jadi Fokus Utama Cyber Security?
Apa Saja Tantangan Dunia Digital yang Jadi Fokus Utama Cyber Security? (Photo by Mikhail Nilov on Pexels)          

Semakin canggih teknologi, semakin cerdas pula para pelaku kejahatan siber dalam mencari celah. Perusahaan, lembaga pemerintahan, hingga individu kini sama-sama menghadapi risiko yang tak bisa diabaikan. Berikut beberapa tantangan dunia digital yang harus diwaspadai:

  1. Cyber Crime

Cyber crime adalah tindak kejahatan siber yang menyasar sistem komputer. Ancaman ini meliputi manipulasi data, transaksi data secara ilegal, hingga pengrusakan pada sistem komputer. Biasanya, motif dari ancaman ini adalah menciptakan kerusakan pada sistem komputer untuk mencari keuntungan finansial.

  1. Cyber Attack

Berbeda dengan cyber crime yang bisa menyasar siapa saja, target cyber attack biasanya melibatkan perusahaan besar atau kepentingan politik. Pelaku akan mengumpulkan informasi, mencuri data, hingga mengambil alih sistem milik target. untuk menciptakan kerusuhan atau mencari keuntungan.

  1. Cyber Terrorism

Cyber terrorism adalah upaya mengancam, memprovokasi, atau mengintimidasi melalui sistem komputer. Biasanya, motif dari ancaman ini adalah menciptakan kepanikan, kerusakan, dan ketakutan dalam skala yang besar. 

  1. Data Breach

Kebocoran data menjadi salah satu tantangan paling sering terjadi di era digital. Serangan bisa datang dari luar maupun dalam organisasi, dan sering kali berawal dari kelalaian manusia, misalnya penggunaan kata sandi lemah atau kesalahan konfigurasi sistem. Dampaknya bukan hanya kehilangan data, tapi juga hilangnya kepercayaan pelanggan dan reputasi perusahaan.

BACA JUGA: 12 Contoh Cyber Security yang Wajib Diwaspadai

Apa Itu Cyber Security?

Apa Itu Cyber Security?
            Apa Itu Cyber Security? (Photo by Michael Burrows on Pexels)            

Setelah memahami berbagai tantangan dunia digital yang semakin kompleks, pertanyaan berikutnya yang muncul adalah, bagaimana cara kita melindungi diri dari semua ancaman tersebut? Di sinilah peran cyber security menjadi begitu krusial. Tanpa sistem pertahanan yang kuat, setiap data, aplikasi, dan jaringan bisa menjadi target empuk bagi para pelaku kejahatan siber.

Cyber security adalah serangkaian aktivitas yang dirancang untuk melindungi sistem komputer, jaringan, dan data dari serangan digital. Tugas utamanya adalah menjaga agar informasi tetap aman, mencegah akses tidak sah, dan memastikan sistem tetap berfungsi dengan baik meskipun ada upaya penyerangan. Dalam praktiknya, cyber security membantu organisasi melindungi berbagai aset penting yang dimilikinya mulai dari aplikasi, layanan, hingga infrastruktur digital tempat data disimpan dan dikirimkan.

Dengan kata lain, cyber security bukan hanya soal teknologi, tapi juga tentang strategi, kebijakan, dan kesadaran manusia dalam menjaga keamanan informasi. Cyber security yang baik tidak hanya berfungsi untuk mencegah tindak kejahatan digital seperti pencurian data atau peretasan sistem, tetapi juga untuk meminimalisir kerugian apabila serangan benar-benar terjadi.

BACA JUGA: Langkah Awal Belajar Cyber Security yang Efektif

Bagaimana Konsep Cyber Security?

Bagaimana Konsep Cyber Security?v
Bagaimana Konsep Cyber Security? (Photo by Dai KE on Unsplash)

Cyber security adalah kumpulan aktivitas yang meliputi kebijakan dan konsep keamanan yang berfungsi untuk melindungi aset organisasi dan aset pengguna terhadap risiko keamanan yang relevan di lingkungan cyber (Sumber: International Telecommunication Unit). Ada tiga konsep utama dari cyber security yaitu:

  1. Confidentiality (Kerahasiaan)

Konsep yang pertama adalah kerahasiaan, yaitu cyber security harus bisa menjaga kerahasiaan suatu data sehingga tidak bisa diakses oleh sembarang orang. Hal ini penting dilakukan agar di kemudian hari tidak terjadi kebocoran data. 

Biasanya, cyber security akan membatasi akses dengan hanya mengizinkan orang-orang atau divisi tertentu yang bisa membukanya, bahkan mereka pun harus melalui beberapa tahap untuk bisa membuka database, seperti harus memasukan beberapa password hingga memasukan kode tertentu yang dikirim ke email atau perangkat tertentu.

  1. Integrity (Integritas)

Selanjutnya integritas yang artinya cyber security harus menyampaikan informasi yang tepat, benar, dan akurat kepada publik. Selain itu, cyber security juga harus menjaga kepercayaan dengan tidak membocorkan berbagai data dan informasi kepada pihak yang tidak berkepentingan. 

  1. Availability (Ketersediaan)

Terakhir, konsep ketersediaan yaitu cyber security harus menghindari kekecewaan pengguna dengan sistem yang perusahaan miliki, mereka dituntut untuk bisa membangun kepercayaan pelanggan kepada perusahaan. Contohnya, saat cyber security mengelola suatu aplikasi dan terjadi masalah, mereka harus segera menanganinya agar pengguna tidak berpindah ke perusahaan kompetitor. 

BACA JUGA: 3 Tantangan Cyber Security Indonesia

Apa Saja Jenis-Jenis Cyber Security?

Apa Saja Jenis-Jenis Cyber Security?
Apa Saja Jenis-Jenis Cyber Security? (Photo by Bench Accounting on Unsplash)

Untuk menjadi seorang cyber security setidaknya kamu harus memahami tiga jenis keamanan siber yaitu:

  1. Cloud Security

Salah satu cara menghindari pencurian data adalah dengan menggunakan cloud security, aktivitas ini meliputi teknologi, layanan, hingga kebijakan yang berhubungan dengan cloud security. Biasanya cyber security menggunakan firewall, two factor authentication, hingga enkripsi data untuk mengoptimalkan cloud security. 

  1. Network Security

Jika pengguna semakin banyak dan lalu lintas data semakin tinggi, maka perusahaan akan meningkatkan keamanan jaringan atau network security dengan tujuan untuk melindungi aset perusahaan dan juga jaringan lalu lintas data agar terhindar dari pencurian data. Biasanya, cyber security menggunakan antivirus, firewall, two factor authentication, hingga enkripsi data untuk mengoptimalkan network security. 

  1. Application Security

Jika perusahaan memiliki aplikasi untuk bisnis, maka cyber security harus bisa menjaga data berupa kode-kode penting dalam aplikasi tersebut agar tidak dicuri atau dibajak. Biasanya cyber security akan menggunakan password yang terdiri dari huruf dan angka dan sidik jari atau pengenal wajah agar aplikasi terhindari dari ancaman cyber crime. 

BACA JUGA: Cara Belajar Cyber Security untuk Pemula

Apa Contoh Praktik Cyber Security?

Setelah memahami pentingnya cyber security, mungkin kamu bertanya-tanya: seperti apa sih penerapan cyber security dalam kehidupan sehari-hari maupun di perusahaan? Berikut beberapa contoh penerapan cyber security yang paling umum dan relevan:

  1. Penggunaan Firewall dan Antivirus

Firewall dan antivirus adalah lapisan pertahanan dasar dalam sistem keamanan digital. Firewall berfungsi menyaring lalu lintas data yang masuk dan keluar dari jaringan, memastikan hanya aktivitas yang aman yang bisa lewat. Sementara antivirus mendeteksi, menghapus, dan mencegah program berbahaya seperti malware agar tidak merusak sistem komputer. Contohnya: Perusahaan perbankan menggunakan network firewall untuk memblokir akses mencurigakan dari luar sistem internal mereka.

  1. Enkripsi Data

Enkripsi adalah proses mengubah data menjadi kode rahasia agar tidak bisa dibaca pihak yang tidak berwenang. Teknologi ini penting untuk menjaga keamanan informasi sensitif, terutama saat data dikirimkan melalui internet. Contohnya: Aplikasi WhatsApp menggunakan end-to-end encryption agar hanya pengirim dan penerima yang bisa membaca isi pesan.

  1. Pengelolaan Akses dan Autentikasi Ganda

Salah satu praktik paling efektif dalam cyber security adalah menerapkan multi-factor authentication (MFA), sistem verifikasi ganda sebelum seseorang bisa mengakses akun atau sistem. Hal ini membantu mencegah penyalahgunaan akun bahkan jika kata sandi utama berhasil dicuri. Contohnya: Ketika kamu login ke akun email dan diminta kode OTP yang dikirim ke ponsel, itu bagian dari autentikasi ganda.

  1. Backup dan Recovery Data

Cyber security bukan hanya tentang mencegah serangan, tapi juga menyiapkan diri kalau serangan terjadi. Melakukan backup data secara rutin memastikan informasi penting tetap aman meskipun sistem utama rusak atau terkena serangan ransomware. Contohnya: Perusahaan sering menyimpan salinan data di cloud storage terpisah yang terenkripsi, agar bisa segera memulihkan sistem jika terjadi serangan.

  1. Security Awareness Testing

Teknologi secanggih apapun tidak akan efektif tanpa kesadaran manusia. Pelatihan keamanan siber membantu karyawan memahami ancaman seperti phishing, tautan berbahaya, atau praktik password yang buruk. Contohnya: Banyak perusahaan besar mengadakan simulasi email phishing untuk menguji apakah karyawan bisa mengenali pesan mencurigakan.

  1. Pembaruan Sistem dan Patch Security

Sistem operasi dan aplikasi yang tidak diperbarui sering kali punya celah keamanan. Dengan melakukan update rutin, perusahaan maupun individu bisa menutup lubang tersebut sebelum dimanfaatkan oleh hacker. Contohnya: Ketika Windows atau iOS meminta pembaruan keamanan, itu bertujuan untuk menambal celah yang baru ditemukan oleh pengembang.

  1. Penggunaan VPN

VPN (Virtual Private Network) mengenkripsi koneksi internet kamu, sehingga aktivitas online lebih terlindungi dari penyadapan. Teknologi ini sangat berguna untuk pekerja jarak jauh yang sering mengakses data perusahaan melalui jaringan publik. Contohnya: Karyawan yang bekerja dari kafe menggunakan VPN untuk mengakses sistem kantor agar koneksinya tetap aman.

BACA JUGA: Career Path Cyber Security, Wajib Tahu!

Apa Tanggung Jawab Profesi Cyber Security?

Apa Tanggung Jawab Profesi Cyber Security?
Apa Tanggung Jawab Profesi Cyber Security? (Photo by FLY:D on Unsplash)

Dari berbagai contoh praktik sebelumnya, jelas bahwa sistem keamanan digital tidak bisa berjalan otomatis tanpa campur tangan manusia. Di balik firewall, enkripsi, hingga sistem deteksi ancaman, ada para profesional yang bekerja menjaga agar setiap lapisan keamanan tetap solid. Mereka inilah yang disebut profesional cyber security. Umumnya, seorang cyber security di suatu perusahaan memiliki tanggung jawab dan tugas sebagai berikut:

  1. Melindungi perangkat lunak dan sistem database untuk dilakukan pengujian dan analisis kebocoran sistem
  2. Membangun dan memelihara sistem keamanan perusahaan 
  3. Mengimplementasikan dan mengawasi keamanan beserta jaringan komputer perusahaan
  4. Memperbaiki kebocoran sistem ketika terjadi serangan
  5. Mengecek hal-hal yang dicurigai menjadi kelemahan sistem database untuk diperbaiki keamanannya
  6. Menguji keamanan sistem perusahaan

BACA JUGA: Apa Itu DeepSeek AI? Fitur, Cara Kerja, dan Cara Menggunakannya dengan Tepat

Apa Skill Untuk Jadi Cyber Security?

Apa Skill Untuk Jadi Cyber Security?
Apa Skill Untuk Jadi Cyber Security? (Photo by Shahadat Rahman on Unsplash)

Skill Cyber Security (Photo by Shahadat Rahman on Unsplash) 

Untuk menjadi seorang cyber security, kamu harus menguasai berbagai skill yang diperlukan, diantaranya: 

  1. Menguasai Bahasa Pemrograman

Kemampuan menulis dan memahami kode menjadi fondasi utama di dunia keamanan siber. Bahasa seperti C, C++, PHP, Java, Python, dan JavaScript banyak digunakan untuk menganalisis sistem, memahami cara kerja perangkat lunak, hingga menemukan celah keamanan dalam aplikasi. Selain itu, pemahaman pemrograman juga memudahkan kamu saat melakukan reverse engineering atau mengidentifikasi kode berbahaya.

  1. Kemampuan Analisis dan Mitigasi Risiko

Seorang ahli keamanan siber harus mampu mengidentifikasi potensi ancaman sebelum benar-benar terjadi. Skill ini mencakup kemampuan menilai tingkat risiko, memahami dampak serangan, serta menentukan prioritas penanganan yang paling tepat. Mitigasi risiko bukan hanya tentang teknologi, tapi juga strategi mengelola sumber daya agar serangan bisa dicegah sejak awal.

  1. Analisis Malware

Malware adalah salah satu ancaman paling sering ditemui dalam dunia digital. Kemampuan analisis malware membantu kamu memahami bagaimana suatu virus, trojan, atau ransomware bekerja, dari proses infeksi sampai cara penyebarannya. Dengan skill ini, kamu bisa membuat langkah pencegahan yang lebih efektif dan membantu memperbaiki sistem yang sudah terinfeksi.

  1. Menguasai Cloud, Network, dan Application Security

Keamanan siber mencakup berbagai lapisan, mulai dari jaringan (network), aplikasi (application), hingga penyimpanan berbasis cloud. Setiap lapisan punya tantangan berbeda misalnya, mencegah DDoS attack di jaringan, melindungi API pada aplikasi web, atau mengamankan data yang disimpan di cloud server. Profesional cyber security harus memahami cara kerja tiap lapisan agar bisa menciptakan sistem pertahanan yang menyeluruh.

  1. Penetration Testing

Penetration testing atau ethical hacking adalah proses menguji sistem dengan berpikir seperti seorang hacker. Tujuannya bukan untuk merusak, melainkan menemukan celah keamanan sebelum disalahgunakan pihak lain. Kemampuan ini menuntut logika tajam, kreativitas, dan pemahaman mendalam tentang sistem target.

  1. Cyber Forensic

Cyber forensic berfokus pada investigasi setelah serangan terjadi. Skill ini membantu menemukan bukti digital, melacak sumber serangan, dan memahami pola aktivitas pelaku. Ahli forensik digital sering bekerja sama dengan aparat hukum untuk memproses bukti yang bisa digunakan dalam penyelidikan atau pengadilan.

  1. Cyber Law

Keamanan siber bukan hanya urusan teknis, tapi juga hukum. Memahami cyber law membantu profesional keamanan bekerja sesuai dengan regulasi yang berlaku baik dalam hal perlindungan data pribadi, privasi, maupun penanganan kejahatan siber. Pemahaman ini juga penting saat berhadapan dengan isu hukum lintas negara di dunia digital.

BACA JUGA: 7 Rekomendasi AI untuk Merangkum Video di YouTube dengan Cepat

Kesimpulan

Kesimpulan
Kesimpulan (Photo by Petter Lagson on Unsplash) 

Di era digital yang serba terkoneksi, cyber security bukan lagi sekadar pelengkap, tapi menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlangsungan bisnis dan keamanan data. Meningkatnya ancaman seperti cyber crime, data breach, dan serangan malware menunjukkan bahwa sistem pertahanan digital harus terus dikembangkan. Cyber security hadir sebagai solusi yang tidak hanya melindungi sistem dan jaringan, tetapi juga membangun kepercayaan antara perusahaan dan pengguna dalam lingkungan digital yang semakin kompleks.

Lebih dari sekadar teknologi, cyber security adalah perpaduan antara skill, strategi, dan kesadaran manusia. Profesi di bidang ini menuntut kemampuan analisis yang tajam, pemahaman teknis mendalam, serta kepatuhan terhadap regulasi hukum yang berlaku. Dengan menguasai berbagai skill seperti pemrograman, analisis risiko, forensik digital, hingga pemahaman AI dan cloud security, kamu tidak hanya siap menghadapi ancaman siber tapi juga membuka peluang karier menjanjikan di masa depan. Dunia digital akan terus berkembang, dan begitu pula peran penting para profesional cyber security di dalamnya.

Yuk, Siapkan Karier Sebagai Cyber Security!

Jika kamu tertarik untuk memulai karier di bidang cyber security, langkah pertama yang bisa kamu ambil adalah membangun fondasi teknis dan analitis yang kuat. Salah satu cara terbaik untuk memulainya adalah dengan mengikuti Mini Bootcamp QA Engineer Digital Skola. Dalam 14 sesi intensif, kamu akan belajar langsung dari tutor expert untuk menguasai skill fundamental seperti programming, testing management, web & API automation, load testing, hingga mobile app testing.

Kemampuan QA (Quality Assurance) ini menjadi basic skill yang sangat relevan dengan dunia cyber security, karena melatih kamu untuk berpikir analitis, memahami sistem aplikasi secara mendalam, dan menemukan celah sebelum sistem benar-benar diuji oleh dunia nyata. Belajar QA bukan cuma tentang mengetes aplikasi, tapi juga tentang membangun mindset kritis dan teliti, dua hal yang esensial bagi siapa pun yang ingin meniti karier di bidang cyber security dan penetration testing.

FAQ 

1. Apa fungsi utama cyber security?

Fungsi utama cyber security adalah menjaga kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan data agar sistem tetap aman dari akses tidak sah atau gangguan.

3. Apa saja skill yang dibutuhkan untuk menjadi ahli cyber security?

Skill penting di bidang cyber security antara lain pemrograman, analisis risiko, network dan cloud security, penetration testing, serta pemahaman cyber law.

3.  Apa prospek karier di bidang cyber security?

Prospeknya sangat menjanjikan. Dengan meningkatnya ancaman digital, banyak perusahaan di berbagai sektor membutuhkan profesional cyber security untuk melindungi data dan sistem mereka.