HomepageBlog8 Cara Membuat CV Yang Baik & Menarik
5 min read

8 Cara Membuat CV Yang Baik & Menarik

Tayang 6 Oktober 2021 Diperbarui: 5 Februari 2026
Ditulis oleh:
digitalskola

Digital Skola Content Team

Share


cara membuat CV yang baik & menarik
 Cara Membuat CV yang Baik & Menarik (Photo by cottonbro from Pexels) 

Ketika memutuskan untuk melamar ke sebuah perusahaan, memahami cara membuat CV yang baik & menarik menjadi hal penting karena CV merupakan salah satu poin administrasi utama yang dibutuhkan oleh recruiter. Melalui CV, recruiter berusaha menggali berbagai informasi mengenai background, skill, dan potensimu. Namun, hal inilah yang sering menjadi permasalahan. Sebagian pelamar masih menyusun CV secara kurang profesional, apa adanya, dan sekadar mencantumkan pencapaian tanpa penjelasan yang relevan.

Faktanya, ketepatan dan kejelasan informasi yang dimuat dalam CV dapat meningkatkan penilaian perusahaan terhadapmu. Umumnya, recuriter akan menyaring rata-rata 250 CV untuk setiap iklan lowongan kerja yang beredar (Retail Appointment). Untuk itulah kamu harus membuat sebuah CV yang mampu membuatmu menonjol di antara pelamar lainnya.

Ketika ingin membuat atau memperbaiki CV, tentu ada banyak pertanyaan yang muncul untuk memastikan bahwa hasilnya optimal ketika dikirimkan ke perusahaan. Apakah kamu juga menyimpan banyak pertanyaan soal struktur maupun isi CV yang tepat? Tidak perlu kesusahan lagi, cari tahu jawabannya melalui daftarnya di bawah ini.

BACA JUGA: Tips Interview Secara Remote agar Berjalan Lancar

Apakah CV Masih Relevan sebagai Alat Melamar Kerja di Era Digital?

Apakah CV Masih Relevan sebagai Alat Melamar Kerja di Era Digital?
Apakah CV Masih Relevan sebagai Alat Melamar Kerja di Era Digital? (Photo by Christin Hume on Unsplash)     

Kehadiran platform digital dan media profesional membuat kandidat memiliki banyak cara untuk memperkenalkan diri kepada perusahaan. Namun, di tengah berbagai perubahan tersebut, CV masih penting, berikut beberapa alasannya:

  1. CV sebagai Gambaran Profesional Diri 

Di era digital yang serba cepat, CV tetap berperan penting sebagai ringkasan profesional yang memberikan gambaran awal mengenai dirimu. Melalui CV, recruiter dapat menilai latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, serta keterampilan yang dimiliki dalam waktu singkat. Oleh karena itu, CV masih menjadi dokumen utama yang membantu perusahaan melakukan proses penyaringan awal sebelum melangkah ke tahap seleksi berikutnya.

  1. Adaptasi CV terhadap Perkembangan Teknologi

Meskipun format dan cara penyampaiannya mengalami perubahan, fungsi utama CV tidak tergantikan. Saat ini, CV tidak hanya dikirimkan dalam bentuk cetak, tetapi juga dalam format digital yang disesuaikan dengan sistem rekrutmen seperti Applicant Tracking System (ATS). Hal ini menuntutmu untuk menyusun CV yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga relevan secara isi dan mudah terbaca oleh sistem digital.

  1. CV sebagai Pendukung Personal Branding

Di tengah maraknya platform profesional seperti LinkedIn dan portofolio digital, CV tetap memiliki peran sebagai dokumen formal yang memperkuat personal branding kandidat. CV yang disusun dengan baik mampu menunjukkan nilai tambah, pencapaian, serta kompetensi yang dimiliki secara terstruktur dan profesional, sehingga meningkatkan peluang kandidat untuk dilirik oleh recruiter.

  1. CV dan Proses Seleksi yang Lebih Efisien

Bagi perusahaan, CV masih menjadi alat efektif untuk menyaring kandidat secara efisien di tengah banyaknya pelamar. Informasi yang disajikan secara ringkas dan jelas memudahkan recruiter dalam membandingkan kualifikasi antar kandidat sesuai dengan kebutuhan posisi yang dibuka.

BACA JUGA: 20+ Pertanyaan Interview Kerja yang Sering Muncul dan Cara Menjawabnya

Apa Saja Pertanyaan Penting untuk Membuat CV yang Baik dan Profesional?

Apa Saja Pertanyaan Penting untuk Membuat CV yang Baik dan Profesional?
Apa Saja Pertanyaan Penting untuk Membuat CV yang Baik dan Profesional? (Photo by Resume Genius on Unsplash)     

Untuk bisa membuat CV yang baik, kamu bisa menggunakan 10 pertanyaan dan jawaban ini sebagai pedoman: 

  1. Siapakah Kamu? Mengapa Kamu Cocok Untuk Pekerjaan Tersebut?

Secara umum, perekrut mampu menghabiskan 6 sampai 7 detik untuk melihat sebuah CV (Source: The Undercover Recruiter). Waktu yang relatif singkat tersebut sudah meliputi pencarian informasi mengenai diri kamu serta tingkat kecocokan dengan lamaran terkait. Oleh karena itu, kamu perlu menuliskan pernyataan secara otentik pada masing-masing bagian pada format CV. Sesuaikan setiap isi dan pernyataan dengan posisi yang sedang kamu lamar saat itu juga.

  1. Apa Saja Pengalaman Praktis yang Telah Kamu Lewati?

Dalam menjawab pertanyaan ini, jangan lupa untuk menuliskan deskripsi dalam bentuk yang jelas dan rinci. Isinya meliputi:

  • Nama jabatan dan perusahaan
  • Waktu mulai dan berakhir
  • Tanggung jawab selama bekerja
  • Achievement

Namun, perlu diingat bahwa ini bukanlah ajang untuk memamerkan bakatmu. Justru, informasi yang jelas dapat memudahkan perekrut dalam melakukan screening terhadap CV-mu. Apabila kamu merasa memiliki pengalaman yang terbatas, tidak perlu khawatir. Persiapkan sesi interview secara optimal dan tegas untuk menjawab setiap pertanyaan yang diajukan.

  1. Bagaimana Kamu Berkembang Selama Berada di Dunia Karier?

Setelah menuliskan setiap pengalaman bekerja secara profesional, masukkan beberapa poin yang menyoroti pekerjaanmu di tempat-tempat tersebut. Hal ini dapat menunjukkan seberapa jauh kamu telah berkembang di dunia profesional. Selain itu, kamu dapat menunjukkan dan menambah kapasitas untuk belajar lebih jauh sekaligus punya semangat untuk mengembangkan diri di perusahaan tersebut.

  1. Kamu Bisa Bahasa Apa Saja?

Secara umum, bagian keterangan soal bahasa yang biasa kamu pakai bergantung pada lowongan kerja itu sendiri. Terkadang, penguasaan bahasa lain yang dituliskan dalam CV dapat membedakan kamu dengan kandidat lainnya. Manfaatkan pengalaman internasional bila kamu memang memilikinya, entah bekerja sebagai tenaga magang atau penuh waktu. Segala bentuk upaya membuat CV yang otentik akan dihargai oleh perekrut ketika melakukan review terhadap lamaran yang telah kamu kirimkan.

  1. Seberapa Panjang CV yang Harus Dihasilkan?

Aturan praktis yang dapat kamu ikuti adalah menuliskan CV sebanyak satu halaman dan paling banyak dua halaman. Jika memang tidak bisa memasukkan semuanya, tuliskan yang relevan dengan lowongan pekerjaan tersebut. Bisa juga dengan menuliskan pengalaman-pengalaman yang tergolong baru berdasarkan riwayat pekerjaanmu. Jangan menggunakan margin yang terlalu lebar atau memakai white space lebih sedikit.

  1. Apa Saja Jenis Font yang Sebaiknya Dipakai?

CV yang baik harus mudah dibaca dan punya penampilan yang profesional. Untuk mewujudkannya, kamu perlu memperhatikan pemilihan font yang simpel. Gunakan satu jenis font untuk menghindari kebingungan perekrut saat membaca CV yang diterima. Beberapa contoh pilihan font yang dapat kamu gunakan adalah:

  • Calibri / Calibri Light
  • Times NEW Roman
  • Arial 
  • Verdana
  • Cambria
  • Garamond
  • Book Antiqua
  • Trebuchet MS
  • Arial Narrow
  1. Apakah Kamu Perlu Memasukkan Foto Seluruh Badan?

Kamu tidak perlu memasukkan foto seluruh badan ke dalam CV, kecuali kamu melamar untuk pekerjaan di bidang modelling atau acting. Foto diri yang terlalu besar hanya akan memakan sebagian ruang yang bisa diganti dengan format-format penting lainnya. Tentu lebih berpotensi untuk meningkatkan sisi profesional sekaligus memengaruhi perekrut dalam memberikan penilaian terhadap lamaran yang kamu kirimkan. 

  1. Apakah Kamu Harus Memasukkan Tanggal Lahir?

Kecuali lowongan pekerjaan yang dituju memberikan persyaratan terkait usia, mencantumkan tanggal lahirmu akan menjadi tidak relevan ketika dilibatkan dalam proses rekrutmen. Dengan demikian, kamu tidak perlu memasukkannya ke dalam CV. Perekrut biasanya akan fokus pada pencapaian, pengalaman, maupun kemampuan yang kamu tawarkan kepada perusahaan. Selain itu, tanggal lahir adalah data pribadi yang sebaiknya tidak dibagikan dalam ranah digital maupun memberitahukannya kepada sembarang pihak di luar sana.

  1. Apakah Kamu Membutuhkan Cover Letter?

Cover letter atau surat lamaran adalah dokumen yang dikirimkan bersama CV ketika kamu mengirimkan lamaran pekerjaan. Tujuannya untuk mengenalkan diri secara pribadi kepada perusahaan serta membantu “menjual” lamaran yang kamu kirimkan. Surat lamaran dapat menjadi media penting untuk menjelaskan tentang diri kamu sebagai kandidat terbaik di perusahaan. Ketika menulis cover letter, buat isinya tetap singkat, padat, dan jelas. Garisbawahi kecocokan diri sendiri dengan lowongan tersebut dan tunjukkan value yang dapat diberikan sesuai peran kamu di perusahaan.

  1. Bagaimana Jika Kamu Belum Punya Pengalaman Kerja?

Mungkin inilah satu kondisi yang kamu khawatirkan ketika sedang fokus mencari pekerjaan. Ya, saat kamu sadar kalau belum mempunyai pengalaman profesional di dunia kerja. Namun, hal ini ternyata bisa diatasi dengan cara cerdas dan berpengaruh terhadap proses pelamaran. Gunakan kreativitas selama membuat CV kamu dengan menonjolkan pengalaman relevan dengan peran kerja yang kamu lamar.

BACA JUGA: Rekomendasi Situs untuk Latihan Interview

Bagaimana Cara Membuat CV yang Baik & Menarik?

Bagaimana Cara Membuat CV yang Baik & Menarik?
Bagaimana Cara Membuat CV yang Baik & Menarik? (Photo by Gabrielle Henderson on Unsplash)

Mungkin kamu selama ini juga memiliki pertanyaan yang sama mengenai cara membuat CV yang baik & menarik. Berikut penjelasannya: 

  1. Informasi Pribadi

Struktur CV yang pertama adalah informasi pribadi. Di sini kamu harus memasukkan informasi pribadi secara jelas dan terkini, alias jika CV kamu terakhir dibuat 5 tahun lalu, maka kini saat kamu akan menggunakannya lagi harus kamu update sesuai dengan data terkini. Berikut isi dari informasi pribadi di CV: 

  • Nama lengkap
  • Kota domisili saat ini
  • Nomor telepon dan nomor WhatsApp
  • Alamat email 

Perlu diingat nomor telepon dan alamat email yang kamu cantumkan harus yang mudah dijangkau dan aktif. 

  1. Ringkasan Profil

Struktur selanjutnya adalah ringkasan profil yang bisa menyoroti keahlian dan pengalaman kamu terkait posisi yang dilamar. Ringkasan profil ini sebaiknya dibuat semenarik mungkin agar menarik perhatian recruiter dan membuat mereka ingin mengetahui kamu lebih lanjut. 

Jika kamu melamar dengan posisi yang berbeda-beda, maka sebaiknya kamu membuat CV yang berbeda dengan ringkasan profil yang disesuaikan dengan keahlian yang dibutuhkan oleh masing-masing posisi. 

  1. Riwayat Pendidikan

Tidak perlu menuliskan riwayat pendidikan kamu dari PAUD, TK, hingga sarjana. Cukup menuliskan riwayat pendidikan terakhir kamu, misalnya sarjana dan sertakan info:

  • Nama institusi
  • Gelar yang diperoleh
  • Tahun lulus
  • IPK
  • Pencapaian akademik lain yang relevan
  1. Pengalaman Kerja

Di bagian ini kamu harus menjelaskan pengalaman kerja kamu dengan rinci mulai dari pengalaman magang hingga pengalaman kerja lainnya yang relevan dengan pekerjaan yang kamu lamar. Di bagian pengalaman kerja kamu harus mencantumkan:

  • Nama perusahaan
  • Posisi saat bekerja
  • Tanggal mulai dan tanggal berakhir 
  • Tanggung jawab
  • Pencapaian selama bekerja
  1. Keahlian dan Kualifikasi 

Struktur selanjutnya adalah kamu harus mencantumkan keahlian dan kualifikasi yang kamu miliki baik yang bersifat teknik maupun yang bersifat interpersonal. Contoh keahlian teknis:

  • Programming
  • Data analysis
  • ETL

Contoh keahlian interpersonal:

  • Collaboration
  • Teamwork
  • Leadership 
  1. Sertifikasi dan Pelatihan

Selanjutnya, jika kamu memiliki sertifikasi atau pernah mengikuti pelatihan yang relevan dengan pekerjaan yang kamu lamar, maka kamu bisa mencantumkannya di bagian ini. Sertifikat atau pelatihan akan menjadi nilai tambah yang menunjukkan keahlianmu sudah diakui oleh lembaga tertentu. Misalnya, BNSP Data Science. 

  1. Aktivitas dan Penghargaan Tambahan

Jika kamu memiliki aktivitas dan penghargaan lainnya yang relevan dengan pekerjaan yang kamu lamar, kamu bisa mencantumkannya di bagian ini. Misalnya, kamu pernah juara lomba membuat design dan posisi yang akan kamu lamar adalah graphic designer. 

  1. Bahasa yang Dikuasai

Selain keahlian teknis dan interpersonal, kemampuan bahasa juga layak dicantumkan. Tuliskan bahasa yang kamu kuasai beserta tingkat kemahirannya, misalnya pasif, aktif, atau profesional. Informasi ini sering menjadi nilai tambah, terutama untuk perusahaan multinasional. 

BACA JUGA: Cara Membalas Email Interview Bahasa Inggris

Bagaimana Cara Membuat CV yang Baik Untuk Mahasiswa ‘Kupu-Kupu’?

Bagaimana Cara Membuat CV yang Baik Untuk Mahasiswa ‘Kupu-Kupu’?
Bagaimana Cara Membuat CV yang Baik Untuk Mahasiswa ‘Kupu-Kupu’? (Photo by Resume Genius on Unsplash)

Apakah kamu masuk dalam kategori mahasiswa ‘kupu-kupu’ alias ‘kuliah-pulang-kuliah-pulang’? Jika selama kuliah kamu tidak aktif mengikuti organisasi atau bahkan tidak pernah ikut magang, maka kamu bisa menggunakan struktur yang sama dengan sebelumnya, namun ada perbedaan di beberapa bagian, berikut penjelasannya: 

  1. Pengalaman Kerja Diganti Menjadi Project Kuliah

Di bagian pengalaman kerja, untuk kamu mahasiswa ‘kupu-kupu’ bisa menggantinya dengan memasukan penjelasan terkait project atau tugas kuliah yang pernah kamu buat. Dengan detail seperti ini:

  • Achievement 
  • Hal yang kamu kerjakan
  • Hasil dan durasi dari project 
  1. Masukkan Keahlian Saat Kuliah

Selanjutnya, jika kamu tidak memiliki keahlian yang didapat dari pengalaman magang atau kerja, kamu bisa menuliskan skill yang kamu miliki selama kuliah. Contohnya: 

  • Microsoft Excel/Google Sheets
  • Leadership
  • SPSS
  1. Masukkan Pencapaian Saat Kuliah

Tidak memiliki pencapaian dari magang? Jangan khawatir! Kamu bisa memasukkan pencapaian akademik atau non akademik yang didapat selama kuliah. Contohnya:

  • Jadi asisten dosen untuk penelitian
  • Juara olimpiade
  • Juara kompetisi bisnis
  1. Kegiatan di Luar Kampus

Untuk nilai tambah, kamu bisa memasukkan kegiatan di luar kampus yang pernah diikuti misalnya:

  • Lomba
  • Olimpiade
  • Organisasi luar kampus

BACA JUGA: Cara Bikin CV ATS Friendly. Job Seeker Wajib Tahu!

Apa Saja Tools Untuk Membuat CV yang Baik & Menarik?

Apa Saja Tools Untuk Membuat CV yang Baik & Menarik?
Apa Saja Tools Untuk Membuat CV yang Baik & Menarik? (Photo by Romain Dancre on Unsplash)

Jika kamu kesulitan untuk membuat CV dengan struktur yang baik, kamu bisa coba beberapa tools yang bisa kamu gunakan untuk membuat CV dengan lebih efisien karena strukturnya sudah disediakan. Berikut beberapa rekomendasi tools membuat CV: 

Jika kamu kesulitan untuk membuat CV dengan struktur yang baik, kamu bisa coba beberapa tools yang bisa kamu gunakan untuk membuat CV dengan lebih efisien karena strukturnya sudah disediakan. Berikut beberapa rekomendasi tools membuat CV: 

  1. Kinobi
Kinobi

Website Kinobi satu ini bisa bantu kamu untuk menyusun CV ATS secara otomatis menggunakan struktur yang sudah disediakan, jadi kamu hanya tinggal memasukkan data-data kamu saja. Selain itu, di Kinobi juga kamu bisa membuat cover letter, bahkan kamu bisa dapat berbagai tips interview dari perusahaan besar. Cek di sini: link

  1. Novoresume
Novoresume

Selanjutnya kamu juga bisa memanfaatkan tools AI untuk membuat CV ATS yaitu Novoresume. Di sini kamu bisa memanfaatkan berbagai template CV mulai dari CV ATS hingga CV Kreatif. Selain itu, tools AI di Novoresume akan memberi saran keyword terbaik untuk digunakan berdasarkan skill dan pengalaman yang kamu miliki. Cek di sini: link

  1. Enhancv
Enhancv

Tools AI selanjutnya adalah Enhancv yaitu tools pembuat CV secara otomatis yang menyediakan banyak template CV profesional yang bisa kamu gunakan sesuai kebutuhan. Menariknya, Enhancv juga bisa menyempurnakan CV kamu berdasarkan latar belakang dan goals karier kamu. Cek di sini: link

  1. Resume Worded
Resume Worded

Setelah CV dibuat dan sudah dipastikan tidak ada typo, selanjutnya kamu bisa cek score CV di Resume Worded dan revisi poin-poin yang kurang menurut rekomendasi ini. Setelah itu, CV kamu sudah siap untuk digunakan apply kerja. Cek di sini: link

BACA JUGA: Apa Itu Public Speaking: Manfaat, Jenis, dan Tips Menguasainya

Bagaimana Cara Mengirim CV yang Baik? 

Bagaimana Cara Mengirim CV yang Baik? 
Bagaimana Cara Mengirim CV yang Baik?  (Photo by Yan Krukau on Pexels)          

Hal lain yang perlu kamu perhatikan saat melamar kerja adalah etika dalam mengirim CV atau lamaran kerja. Berikut beberapa hal yang bisa kamu perhatikan:

  1. Pakai Email yang Profesional

Jika saat ini email kamu masih menggunakan istilah yang tidak sesuai nama, maka kamu harus membuat email baru yang formal. Berikut contoh yang tidak sesuai: 

  1. Subjek dan Body Email

Selanjutnya, jangan hanya attach CV dan portfolio, kamu juga harus isi subjek dan body email sesuai dengan yang diminta oleh perusahaan. Jika tidak ada keterangan khusus, maka kamu bisa menggunakan format ini: 

Lamaran Kerja – Nama Lengkap – Posisi yang Dilamar

  1. Penamaan File CV dan Portfolio

Terakhir yang tak kalah penting, kamu juga harus menggunakan format penamaan CV dan portfolio yang benar, berikut contohnya:

Nama Lengkap – Jenis File – Posisi yang Dilamar 

BACA JUGA: 15 Formula Copywriting Bikin Tulisan Makin Menarik

Kesimpulan

Membuat CV yang baik dan menarik merupakan langkah penting dalam proses melamar kerja, terutama di tengah persaingan yang semakin ketat di era digital. CV tidak hanya berfungsi sebagai dokumen administratif, tetapi juga menjadi representasi profesional yang membantu recruiter mengenal latar belakang, keterampilan, serta potensi kandidat dalam waktu singkat. Oleh karena itu, menyusun CV dengan struktur yang tepat, informasi yang jelas, dan konten yang relevan dengan posisi yang dilamar dapat meningkatkan peluang untuk lolos ke tahap seleksi berikutnya.

Selain memperhatikan isi dan tampilan CV, cara mengirimkan CV juga tidak kalah penting. Penggunaan email yang profesional, penulisan subjek dan body email yang jelas, serta penamaan file yang tepat menunjukkan sikap profesionalisme kandidat sejak awal. Dengan memahami cara membuat, menyempurnakan, hingga mengirim CV secara benar, kamu dapat memaksimalkan peluang untuk menarik perhatian recruiter dan membuka jalan menuju kesempatan karier yang diinginkan.

BACA JUGA: 10 Contoh Deskripsi Diri di CV yang Menarik Perhatian HRD

Yuk, Siapkan CV Bersama HR Expert Digital Skola!

Yuk, Siapkan CV Bersama HR Expert Digital Skola!

Itulah tips dan trik cara membuat CV yang baik. Pastikan kamu menyusun CV terbaik yang dapat mengantarkan ke dunia karier yang profesional dan sesuai dengan bidang pilihanmu. Perlu kamu ingat kalau CV menjadi prasyarat yang selalu dibutuhkan dan menjadi pintu masuk dalam sebuah kesempatan kerja. 

Ingin meningkatkan performa CV dan mempersiapkan diri menjadi tenaga profesional di bidang kerja yang kamu impikan? Belajar di Digital Skola dan dapatkan fasilitas persiapan karier secara komprehensif, mulai dari review dan pembuatan CV bersama HR expert, simulasi interview, hingga pendampingan karier yang disesuaikan dengan kebutuhan industri. Dengan dukungan tutor berpengalaman dan kurikulum berbasis praktik, kamu bisa lebih siap bersaing dan melangkah ke jenjang karier yang lebih profesional.

FAQ 

1. Berapa halaman ideal CV yang baik?

CV yang baik idealnya terdiri dari 1 halaman, atau maksimal 2 halaman jika memiliki pengalaman kerja yang relevan.

2. Apakah CV masih relevan di era digital?

Ya, CV masih relevan karena menjadi dokumen utama dalam proses seleksi awal, termasuk pada sistem rekrutmen digital dan ATS.

3. Apakah fresh graduate atau mahasiswa tetap perlu CV?

Ya, fresh graduate dan mahasiswa tetap perlu CV untuk menampilkan projek, keahlian, pencapaian akademik, dan pengalaman relevan lainnya.