
Manfaat big data untuk perusahaan bisa dirasakan oleh perusahaan dari berbagai sektor industri mulai dari kesehatan, pemasaran, retail, perbankan, dll. Fungsi utama yang ditawarkan big data adalah perusahaan dapat mengelola informasi dari berbagai sumber dan hasilnya bisa langsung didapatkan perusahaan untuk mengetahui kondisi pasar, mengenal lebih jauh data konsumen, hingga bisa membantu perusahaan untuk memutuskan strategi atau keputusan bisnis yang efektif.
Berbicara mengenai big data dalam bisnis, bisa digambarkan seperti sekumpulan data yang sangat besar dengan bentuk yang terstruktur dan tidak terstruktur, namun bisa diolah dengan kecepatan dan ketepatan yang optimal sehingga data tersebut bisa disajikan secara terorganisir untuk keperluan berbagai analisis bisnis. Hal ini menjadi salah satu alasan banyak perusahaan mulai mengadopsi big data untuk memberikan kemudahan perusahaan dalam menganalisis dan merumuskan strategi secara masif dan otomatis.
Fakta menariknya, segala jenis aktivitas bisnis dapat ditingkatkan dengan menggunakan big data. Bahkan, big data bisa membantu perusahaan mengoptimalkan semua proses bisnis untuk membantu penghematan biaya, meningkatkan produktivitas, meningkatkan kepuasan pelanggan, dll (Sumber: Tech Target). Selama beberapa tahun terakhir, big data sudah terbukti mengubah cara perusahaan beroperasi, big data juga mampu membantu operasional bisnis skala kecil, menengah, hingga besar (Sumber: business.com). Penasaran apa saja manfaat big data untuk perusahaan? Simak ulasan lengkapnya berikut ini!

BACA JUGA: Apa Itu Data: Mengenal Jenis-Jenis Data di Era Digital
Apa Itu Big Data?

Big data adalah kumpulan data yang besar, kompleks, dan berasal dari berbagai sumber untuk membantu bisnis mengambil keputusan yang lebih baik. Faktanya, konsep big data tercipta karena banyaknya kebutuhan bisnis untuk menganalisis dan memahami tren, preferensi, dan pola pembeli dalam database besar. Pada dasarnya, big data merupakan hasil pengembangan dari teknologi sistem database. Namun, bedanya database memiliki tingkat kecepatan, volume, dan variasi jenis data yang jauh lebih tinggi.
Bukan tentang seberapa besar data yang dimiliki, big data adalah bagaimana cara mengumpulkan data secara tepat dan signifikan sehingga hasil pengolahannya bisa dijadikan referensi atau acuan untuk keputusan bisnis. Singkatnya, big data adalah konsep tentang kemampuan bisnis untuk mengumpulkan, menganalisis, dan mengerti berbagai data yang datang setiap hari dari traffic internet, data transaksi penjualan, aktivitas pengguna media sosial, dll.
BACA JUGA: Mau Jadi Data Scientist? Bootcamp adalah Jawabannya!
Apa Contoh Penggunaan Big Data di Perusahaan?

Berikut beberapa contoh penggunaan big data di perusahaan yang paling umum:
- Analisis Perilaku Pelanggan
Perusahaan dapat mengumpulkan data dari berbagai sumber seperti riwayat pembelian, aktivitas website, klik iklan, hingga interaksi media sosial. Data ini kemudian dianalisis untuk memahami preferensi pelanggan, kebiasaan belanja, dan kebutuhan mereka. Dengan insight tersebut, perusahaan bisa:
- Memberikan rekomendasi produk yang relevan
- Menentukan waktu terbaik untuk promosi
- Membuat segmentasi pelanggan lebih akurat
- Meningkatkan customer experience
- Prediksi Penjualan dan Permintaan Pasar
Big data memungkinkan perusahaan memprediksi permintaan pasar berdasarkan data historis, tren musiman, dan perilaku konsumen. Analisis ini membantu perusahaan menghindari overstock maupun kekurangan stok. Beberapa manfaatnya antara lain:
- Perencanaan produksi lebih akurat
- Manajemen inventori lebih efisien
- Mengurangi biaya penyimpanan
- Menghindari kehilangan penjualan
- Personalisasi Marketing
Big data juga digunakan untuk membuat kampanye pemasaran yang lebih personal. Perusahaan dapat menyesuaikan konten, penawaran, dan iklan berdasarkan karakteristik masing-masing pelanggan. Contohnya:
- Email marketing berdasarkan riwayat pembelian
- Rekomendasi produk di homepage
- Iklan yang disesuaikan dengan minat pengguna
- Promo khusus pelanggan loyal
- Deteksi Fraud dan Manajemen Risiko
Di sektor keuangan dan e-commerce, big data digunakan untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan secara real-time. Sistem akan menganalisis pola transaksi dan menandai aktivitas yang tidak biasa. Misalnya:
- Transaksi dalam jumlah besar secara tiba-tiba
- Login dari lokasi berbeda dalam waktu singkat
- Pola pembelian tidak wajar
- Aktivitas kartu kredit mencurigakan
- Optimasi Operasional Perusahaan
Big data juga membantu perusahaan meningkatkan efisiensi operasional. Data dari proses produksi, logistik, dan supply chain dianalisis untuk menemukan bottleneck dan peluang perbaikan. Manfaatnya meliputi:
- Mengurangi downtime produksi
- Optimasi rute pengiriman
- Efisiensi penggunaan sumber daya
- Menekan biaya operasional
- Pengambilan Keputusan Bisnis Secara Real-Time
Selain untuk analisis historis, big data juga memungkinkan perusahaan mengambil keputusan secara real-time. Data yang terus diperbarui dapat langsung dianalisis untuk menentukan langkah bisnis dengan cepat. Contohnya seperti:
- Menyesuaikan harga berdasarkan permintaan pasar
- Mengubah strategi iklan saat performa menurun
- Mengatur stok berdasarkan penjualan harian
- Menentukan promo berdasarkan tren saat ini
- Peningkatan Layanan Pelanggan
Big data membantu perusahaan memahami masalah pelanggan dan meningkatkan kualitas layanan. Data dari chatbot, call center, email, dan media sosial dapat dianalisis untuk menemukan pola keluhan yang sering muncul. Beberapa penerapannya:
- Menyediakan customer support yang lebih cepat
- Mengidentifikasi masalah produk lebih awal
- Membuat FAQ berdasarkan pertanyaan populer
- Meningkatkan kepuasan pelanggan
BACA JUGA: Portofolio Data Scientist: Rekomendasi untuk Job Seeker
Apa Saja Manfaat Big Data Untuk Perusahaan?

Big data bisa memberikan dampak positif di berbagai aspek dalam perusahaan. Apabila kamu sedang mengembangkan status bisnis atau perusahaan, maka setidaknya kamu harus tau apa saja manfaat big data untuk kemajuan bisnis atau perusahaan, diantaranya:
- Meningkatkan Efisiensi Bisnis
Analisis big data terbukti bisa mengurangi biaya kegagalan bisnis hingga 35% (Sumber: Business Wire). Artinya, perusahaan bisa menghemat biaya olah data dan database secara signifikan. Apalagi, jika kamu memanfaatkan big data menggunakan platform seperti Amazon Web Services, Hadoop, dan Tableau bisa memberi keuntungan biaya yang signifikan dalam hal penyimpanan data. Tak hanya itu, teknologi tersebut juga bisa mengidentifikasi cara berbisnis yang lebih efisien.
- Memahami Tren Pasar
Informasi mengenai tren pasar bisa membantu bisnis untuk mengembangkan produk atau jasa yang sedang populer dan disukai oleh konsumen. Keberadaan big data bisa membantu pebisnis untuk menganalisis jenis produk atau jasa apa yang bisa memancing ketertarikan konsumen.
Saat ini kegiatan marketing sangat bergantung pada data untuk menganalisis dan memahami perilaku konsumen sekaligus memberikan informasi yang jelas mengenai tren kepada pebisnis. Alhasil, bisnis akan bisa mengambil keputusan lebih cepat dan tepat jika memahami tren pasar.
- Mengidentifikasi Kekurangan Kompetitor
Manfaat big data untuk perusahaan lainnya adalah bisa membantu perusahaan untuk mengidentifikasi kekurangan kompetitor. Big data bisa memberikan manfaat kepada perusahaan untuk mengembangkan produk dengan kualitas yang lebih baik dibandingkan kompetitor dan tentunya sesuai dengan keinginan pasar.
- Meningkatkan Interaksi dengan Konsumen
Peran big data selanjutnya adalah mengumpulkan data konsumen mulai dari nomor telepon, email, dan sebagainya. Tujuannya, agar perusahaan bisa melakukan berbagai pendekatan langsung kepada konsumen seperti memberikan hadiah sebagai apresiasi kepada konsumen saat mereka ulang tahun. Selain itu, data konsumen yang dikelola menggunakan big data juga digunakan oleh perusahaan untuk mengetahui profil konsumen secara real-time agar bisa menyesuaikan tawaran berdasarkan preferensi dan ketertarikan konsumen.
- Menganalisis Risiko
Menggunakan big data, perusahaan bisa melakukan analisis prediktif untuk meminimalisir risiko yang mungkin terjadi. Hal ini bisa dilakukan karena big data berukuran besar dan bersifat real-time, sehingga hasil prediksi akan lebih spesifik dan kemungkinan kesalahannya akan lebih rendah. Tools yang dimiliki sistem big data juga mampu menempatkan seluruh data sesuai tujuan agar bisa membantu pemilik bisnis atau perusahaan untuk menganalisis keberadaan ancaman dari internal perusahaan.
- Data Sharing
Ketika bisnis mulai berkembang, biasanya perusahaan akan memperhatikan produk hingga situasi yang akan datang. Data sharing yang dikelola big data akan membantu perusahaan untuk melakukan proses inovasi secara cepat, yaitu dengan menghubungkan bisnis pada kumpulan data yang dibutuhkan untuk menghasilkan inovasi yang baru.
- Memaksimalkan Customer Service
Big data juga bisa membantu meningkatkan kepuasan pelanggan dengan memberikan panduan dan membantu merancang produk atau layanan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Dari data yang dikumpulkan customer service, bisnis bisa menganalisis dan mengetahui fitur-fitur yang paling disukai oleh konsumen dan fitur yang perlu dihilangkan. Menggunakan big data kamu juga bisa mengelola data survey, history, atau teknologi tracking.
- Mendorong Inovasi
Perusahaan besar seperti Netflix menggunakan big data untuk mewujudkan keinginan konsumen. Menggunakan big data, mereka melihat kebiasaan konsumen saat memakai Netflix kemudian dikembangkan menjadi inovasi baru untuk produk dan layanan mereka. Kehadiran big data bisa membantu kamu berinovasi dengan mempelajari hubungan antara manusia, entitas, dan berbagai proses lainnya hingga akhirnya kamu bisa menentukan inovasi baru.
- Menentukan Strategi Marketing
Dengan data yang dimiliki, kamu bisa dengan mudah membangun strategi marketing yang efektif dan bisa menjangkau setiap konsumen sesuai dengan target pasar. Menggunakan hasil analisis big data, perusahaan bisa mengerti cara konsumen membeli suatu produk dan apa yang menjadi alasan mereka membeli produk, data tersebut akhirnya akan dimanfaatkan perusahaan untuk menerapkan strategi marketing yang sesuai.
- Pengoptimalan Media Sosial
Terakhir yang tak kalah menarik, manfaat big data untuk perusahaan adalah pengoptimalan media sosial. Melalui media sosial, perusahaan mampu mengidentifikasi kebiasaan konsumen saat menggunakan media sosial hingga mengidentifikasi produk apa yang sering mereka gunakan, hasil identifikasi ini bisa membantu perusahaan untuk mengetahui tingkat kebutuhan konsumen berdasarkan media sosial yang mereka gunakan.
BACA JUGA: Percepat Dapat Kerja Berkat Personal Branding dari Digital Skola
Bagaimana Cara Kerja Big Data dalam Perusahaan?

Setelah mengetahui manfaat dan contoh penggunaannya, penting juga untuk memahami cara kerja big data dalam perusahaan, berikut penjelasannya:
- Pengumpulan Data (Data Collection)
Tahap pertama adalah mengumpulkan data dari berbagai sumber yang dimiliki perusahaan. Data ini bisa berasal dari sistem internal maupun eksternal. Beberapa sumber data yang umum digunakan antara lain:
- Website dan aplikasi perusahaan
- Transaksi penjualan
- CRM dan database pelanggan
- Media sosial
- Sensor atau perangkat IoT
- Penyimpanan Data (Data Storage)
Setelah dikumpulkan, data akan disimpan dalam sistem penyimpanan khusus yang mampu menampung data dalam jumlah besar. Penyimpanan ini biasanya menggunakan data warehouse atau data lake. Dengan sistem penyimpanan tersebut, perusahaan dapat:
- Menyimpan data terstruktur dan tidak terstruktur
- Mengakses data dengan cepat
- Menggabungkan data dari berbagai sumber
- Menjaga keamanan data
- Pengolahan Data (Data Processing)
Data yang telah disimpan kemudian diproses untuk dibersihkan dan disusun agar siap dianalisis. Pada tahap ini, data yang tidak relevan akan dihapus dan data yang tidak lengkap akan diperbaiki. Beberapa proses yang dilakukan antara lain:
- Data cleaning
- Data transformation
- Data integration
- Data filtering
- Analisis Data (Data Analytics)
Setelah data siap, perusahaan akan menggunakan teknik analisis untuk menemukan pola, tren, dan insight penting. Analisis ini dapat dilakukan menggunakan machine learning, statistik, atau tools analytics. Contoh hasil analisis big data:
- Pola pembelian pelanggan
- Produk paling diminati
- Waktu terbaik untuk promosi
- Prediksi permintaan pasar
- Risiko bisnis yang mungkin terjadi
- Visualisasi dan Pengambilan Keputusan
Tahap terakhir adalah menyajikan hasil analisis dalam bentuk dashboard, grafik, atau laporan yang mudah dipahami. Visualisasi membantu tim manajemen membaca data dengan cepat dan menentukan strategi bisnis. Dengan visualisasi data, perusahaan dapat:
- Memantau performa bisnis
- Mengidentifikasi peluang baru
- Mengoptimalkan strategi marketing
- Meningkatkan efisiensi operasional
BACA JUGA: 5 Rekomendasi Tools Untuk Pengujian API yang Efektif
Apa Jenis Data yang Digunakan dalam Perusahaan?

Berikut beberapa jenis data yang umum digunakan dalam big data perusahaan:
- Data Pelanggan
Data pelanggan merupakan salah satu sumber informasi paling penting dalam big data. Data ini membantu perusahaan memahami perilaku, kebutuhan, dan preferensi konsumen. Contoh data pelanggan meliputi:
- Nama dan demografi pelanggan
- Riwayat pembelian
- Preferensi produk
- Aktivitas di website atau aplikasi
- Interaksi dengan customer service
- Data Transaksi
Data transaksi berasal dari aktivitas pembelian yang dilakukan pelanggan. Data ini sangat berguna untuk menganalisis performa penjualan dan tren produk. Beberapa contoh data transaksi antara lain:
- Produk yang dibeli
- Waktu pembelian
- Metode pembayaran
- Nilai transaksi
- Frekuensi pembelian
- Data Operasional
Data operasional berkaitan dengan proses internal perusahaan. Data ini membantu perusahaan meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Contoh data operasional:
- Data produksi
- Data inventori
- Data logistik dan pengiriman
- Kinerja karyawan
- Waktu proses operasional
- Data Media Sosial
Big data juga memanfaatkan data dari media sosial untuk memahami opini dan tren pasar. Data ini biasanya berupa komentar, like, share, dan mention terhadap brand. Manfaat data media sosial antara lain:
- Mengetahui sentimen pelanggan
- Mengidentifikasi tren pasar
- Memantau reputasi brand
- Mengukur performa kampanye marketing
- Data Perilaku Digital
Data perilaku digital berasal dari aktivitas pengguna di platform digital seperti website atau aplikasi. Data ini penting untuk memahami perjalanan pelanggan (customer journey). Contoh data perilaku digital:
- Halaman yang dikunjungi
- Waktu yang dihabiskan di website
- Klik tombol atau produk
- Pencarian di website
- Produk yang ditambahkan ke keranjang
- Data Eksternal
Selain data internal, perusahaan juga menggunakan data eksternal untuk melengkapi analisis big data. Data ini berasal dari luar perusahaan dan membantu memahami kondisi pasar secara lebih luas. Contoh data eksternal:
- Data tren pasar
- Data kompetitor
- Data ekonomi
- Data lokasi geografis
- Data cuaca
BACA JUGA: Manfaat Big Data di Balik Kesuksesan Indomaret
Kesimpulan
Big data menjadi teknologi yang semakin penting bagi perusahaan dalam mengelola informasi dan mengambil keputusan bisnis secara lebih akurat. Dengan menggabungkan berbagai jenis data seperti data pelanggan, transaksi, operasional, hingga data eksternal, perusahaan dapat memahami kondisi pasar, perilaku konsumen, dan peluang bisnis secara lebih komprehensif. Proses ini membantu perusahaan menyusun strategi yang lebih tepat sekaligus meningkatkan efisiensi di berbagai aspek operasional.
Selain itu, penerapan big data juga memungkinkan perusahaan merespons perubahan pasar dengan lebih cepat dan berbasis data. Mulai dari meningkatkan layanan pelanggan, mengoptimalkan strategi marketing, hingga memprediksi risiko bisnis, semua dapat dilakukan dengan analisis data yang terintegrasi. Oleh karena itu, pemanfaatan big data tidak hanya membantu perusahaan bertahan dalam persaingan, tetapi juga mendorong inovasi dan pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Yuk, Belajar Big Data Bareng Tutor Expert Digital Skola!

Setelah mengetahui manfaat big data untuk bisnis, apakah kamu semakin tertarik menggunakan big data untuk membantu mengoptimalkan bisnis? Jika iya, kamu bisa mempelajari lebih banyak ilmu mengenai big data di Bootcamp Science Digital Skola. Di Bootcamp ini, kamu akan belajar ilmu data end-to-end agar lebih siap menjadi data talent profesional bersertifikat nasional dan diakui di dunia profesional, melalui proses pembelajaran dan sertifikasi yang terarah. Kamu akan dipersiapkan untuk mengikuti sertifikasi sesuai pilihan:
- Sertifikasi profesi Data Scientist dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) yang akan memberikan pengakuan resmi skala nasional
- Sertifikasi Microsoft Azure Data Fundamentals yang kini jadi salah satu syarat utama di banyak lowongan Data Scientist global, terutama yang berfokus pada cloud & AI
FAQ
1. Apakah big data hanya untuk perusahaan besar?
Tidak. Big data dapat digunakan oleh perusahaan kecil, menengah, maupun besar karena teknologi analitik saat ini sudah lebih terjangkau dan fleksibel.
2. Data apa saja yang digunakan dalam big data perusahaan?
Data pelanggan, data transaksi, data operasional, data media sosial, data perilaku digital, dan data eksternal seperti tren pasar.
3. Apakah UMKM bisa menggunakan big data?
Ya, UMKM juga bisa menggunakan big data dengan memanfaatkan data penjualan, data pelanggan, dan analytics sederhana untuk memahami pasar dan meningkatkan performa bisnis.