HomepageBlogPercepat Dapat Kerja Berkat Personal Branding dari Digital Skola
5 min read

Percepat Dapat Kerja Berkat Personal Branding dari Digital Skola

Tayang 11 Desember 2025 Diperbarui: 15 Desember 2025
Ditulis oleh:
digitalskola

Digital Skola Content Team

Share


Zedro Deniro Mason, atau yang akrab dipanggil Edo, adalah salah satu alumni Mini Bootcamp QA Engineer Digital Skola yang kini berkarier sebagai Software QA Engineer di PT Mediatama Indo Teknologi.

Meskipun ia merupakan lulusan IT, Edo menyadari bahwa gelar saja tidak cukup untuk membuat dirinya menonjol di tengah kompetisi pencarian kerja yang semakin ketat. Ia butuh sesuatu yang membuatnya stand out, baik dari sisi skill maupun personal branding. 

Review Mini Bootcamp QA Engineer Digital Skola: Zedro Deniro

BACA JUGA: QA Engineer: Pengertian, Skill, Hingga Peran di Industri

Tantangan Karier yang Dihadapi Edo Sebelum Ikut Mini Bootcamp             

Sebelum mengikuti mini bootcamp, Edo merasa bahwa menjadi lulusan IT tidak otomatis memberikan nilai tambah yang besar ketika ia melamar pekerjaan. Persaingan di industri tech semakin tinggi, dan ia butuh lebih dari sekadar pengetahuan dasar.

Edo pun melakukan riset mendalam mengenai berbagai tempat untuk upgrade skill. Ia ingin tempat belajar yang bukan hanya memperkuat skill teknis, tetapi juga membantu dirinya lebih dipercaya oleh recruiter. Di sinilah ia menemukan Digital Skola.

BACA JUGA: 8 Jenis-Jenis Pengujian dalam QA Engineer

Pengalaman Belajar di Mini Bootcamp QA Engineer Digital Skola

Selama mengikuti Mini Bootcamp QA Engineer, Edo merasa bahwa materi yang dipelajari benar-benar relevan dengan kebutuhan industri. Ia tidak hanya belajar konsep, tetapi langsung mempraktikkannya dalam bentuk latihan dan project. Materi seperti pembuatan test plan, test case, hingga augmentation test menjadi fondasi penting yang ia bawa ketika terjun ke lingkungan kerja nyata. 

Setiap latihan tersebut mengasah cara berpikirnya sebagai QA agar lebih teliti, terstruktur, dan mampu memahami alur sistem dengan lebih dalam. Edo bahkan menegaskan bahwa seluruh materi tersebut sangat membantu proses pencariannya akan pekerjaan, terutama karena semuanya bisa dijadikan portofolio yang dapat dilihat langsung oleh recruiter. Seperti yang ia ceritakan:

“Tetap bisa dijadikan portofolio yang membuktikan bahwa kita pernah belajar pembuatan test plan, test case, kemudian augmentation test. Itu cukup menjadi bekal untuk mencari pekerjaan.”

Baginya, portofolio ini bukan hanya kumpulan tugas, tetapi bukti nyata bahwa ia memiliki kemampuan teknis yang diakui, sesuatu yang sangat membantunya untuk lebih percaya diri saat melamar kerja.

BACA JUGA: 12 Roadmap Belajar QA Engineer dari Nol Untuk Pemula

Transformasi & Hasil Setelah Lulus Mini Bootcamp Digital Skola

Setelah menyelesaikan Mini Bootcamp, Edo merasakan perubahan besar pada kemampuan teknisnya. Setiap materi yang ia pelajari mulai dari test plan, test case, hingga augmentation test berubah menjadi skill praktis yang benar-benar ia kuasai. Bukan sekadar teori, tapi kompetensi yang bisa ia buktikan lewat portofolio yang ia bangun selama proses belajar.

Portofolio tersebut menjadi nilai tambah yang signifikan, terlebih ketika dipadukan dengan pengalaman internship yang ia jalani. Di masa internship itulah Edo menerapkan semua yang ia pelajari, memahami alur kerja QA yang sesungguhnya, sekaligus memperkuat personal branding dirinya sebagai talenta yang siap kerja. Kombinasi antara technical skills yang matang, portofolio yang solid, dan personal branding yang tepat membuat langkah Edo menuju karier impiannya jauh lebih cepat. 

Dengan semua bekal itu, ia akhirnya berhasil mendapatkan posisi sebagai Software QA Engineer, sebuah pencapaian yang menunjukkan bahwa persiapan yang tepat dapat membuka peluang terbaik di dunia kerja.

BACA JUGA: 7 Roadmap Belajar Data Analyst: Panduan Untuk Pemula

Pesan untuk Calon Peserta Mini Bootcamp Digital Skola

Edo membuktikan bahwa skill teknis yang solid ditambah personal branding yang kuat adalah kombinasi yang paling dicari di industri tech saat ini. Bukan hanya bisa mengerjakan tugas sebagai QA, tetapi bagaimana ia membangun citra profesional yang meyakinkan di mata recruiter itulah yang membuatnya lebih unggul dibanding kandidat lain.

Mini Bootcamp QA Engineer Digital Skola menjadi tempat yang tepat baginya untuk membangun keduanya sekaligus. Dengan materi yang relevan seperti test plan, test case, hingga augmentation test, ditambah latihan based on real case, Edo mendapatkan fondasi teknis yang betul-betul terpakai saat mulai bekerja.  Semua pengalaman itu menyatu menjadi percepatan nyata yaitu skill meningkat, portofolio terbentuk, personal branding semakin kuat dan hasilnya, ia berhasil masuk ke dunia kerja sebagai Software QA Engineer.

Review Mini Bootcamp QA Engineer Digital Skola: Zedro Deniro

BACA JUGA: Review Digital Skola: Lulus Mini Bootcamp QA, Annisa Langsung Dapat Kerja di Software House

Yuk, Mulai Kariermu Jadi QA Engineer Seperti Edo!

Review Mini Bootcamp QA Engineer Digital Skola: Zedro Deniro

Kalau kamu ingin menyusul langkah Edo dan jadi kandidat yang benar-benar diperhitungkan di dunia kerja, sekarang waktu yang tepat buat mulai. Mini Bootcamp QA Engineer Digital Skola dirancang untuk membantu kamu membangun skill teknis yang relevan, portofolio yang meyakinkan, dan personal branding yang kuat,tiga hal yang terbukti membuka jalan karier Edo sebagai Software QA Engineer. Di kelas ini kamu akan belajar langsung bersama mentor praktisi melalui materi yang dipakai di industri, seperti:

  • Introduction and Fundamental in Quality Assurance
  • Testing & Bugs Management
  • GIT
  • Programming Fundamental & Advanced
  • Load Test
  • API Testing
  • API Automation
  • Web UI Automation

Setiap materinya dirancang supaya kamu bukan hanya paham teori, tapi juga bisa praktik secara real melalui tugas, studi kasus, dan portfolio-ready project.