
Sertifikasi data science merupakan salah satu hal yang perlu kamu pertimbangkan karena bisa menjadi bukti formal bahwa kamu memiliki kompetensi di bidang ini. Selain itu, sertifikasi juga membantu perusahaan dalam mencari talenta digital yang benar-benar teruji. Nah, jika kamu sedang mencari rekomendasi sertifikasi data science terbaik, ada beberapa pilihan yang sudah diakui secara global dan sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.
Bukan hanya untuk profesional yang sudah bekerja, sertifikasi juga sangat relevan bagi fresh graduate yang ingin meniti karier sebagai data science. Dengan menambahkannya ke dalam CV, kamu akan terlihat lebih siap bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif. Jika kamu masih bingung harus mulai dari mana, simak daftar sertifikasi data science berikut yang bisa jadi pilihan sesuai dengan tujuan dan kebutuhanmu!
BACA JUGA: Fantastis! Ini Gaji Data Scientist Fresh Graduate
Apa Manfaat Punya Sertifikasi Data Science?
Memiliki sertifikasi data science bukan hanya sekedar menambah baris di CV, tapi juga memberikan berbagai keuntungan nyata yang bisa mendukung perkembangan kariermu. Baik untuk kamu yang baru memulai perjalanan di bidang data, maupun bagi profesional yang sudah berpengalaman, sertifikasi bisa menjadi nilai tambah yang signifikan. Berikut beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan:
- Transferable Skills
Dengan memiliki sertifikasi data science, kamu tidak hanya membuktikan kemampuan untuk diri sendiri, tetapi juga membuka peluang untuk mentransfer skill tersebut ke rekan kerja atau bahkan bawahan di kantor. Hal ini membuat pengetahuan yang kamu miliki dapat memberikan dampak lebih luas bagi tim maupun perusahaan. Dengan kata lain, kompetensi yang kamu pelajari tidak berhenti di kamu saja, tetapi juga bermanfaat bagi orang lain.
- Rasa Percaya Diri yang Lebih Tinggi
Banyak orang yang merasakan peningkatan kepercayaan diri setelah berhasil memperoleh sertifikasi. Alasannya sederhana karena sertifikasi adalah bukti nyata bahwa kamu telah melalui proses belajar, ujian, dan dinyatakan layak oleh lembaga yang kredibel. Kepercayaan diri ini pada akhirnya bisa membuatmu lebih berani dalam mengambil keputusan, menyelesaikan tantangan, hingga mengembangkan potensi diri secara maksimal.
- Meningkatkan Peluang untuk Dipromosikan
Menurut data dari Acorn, sekitar 77% perusahaan cenderung mempromosikan karyawan yang secara rutin meningkatkan keterampilannya. Hal ini menunjukkan bahwa sertifikasi dapat menjadi salah satu “jalan pintas” untuk memperbesar peluang naik jabatan. Dengan menunjukkan inisiatif dalam meng-upgrade diri melalui sertifikasi, kamu memberikan sinyal kuat kepada manajemen bahwa kamu siap memikul tanggung jawab yang lebih besar.
- Meningkatkan Potensi Penghasilan
Sertifikasi juga bisa berpengaruh pada aspek finansial. Kandidat dengan sertifikasi umumnya memiliki daya tawar yang lebih tinggi dalam negosiasi gaji dibandingkan mereka yang tidak memilikinya. Bagi perusahaan, keahlian yang sudah terverifikasi tentu menjadi investasi berharga, sehingga wajar jika mereka bersedia memberikan kompensasi lebih besar kepada talenta yang bersertifikat.
- Meningkatkan Kredibilitas Profesional
Mengingat persaingan di dunia kerja yang semakin hari semakin ketat, maka sertifikasi bisa menjadi nilai tambah di mata recruiter karena sertifikasi ini juga menunjukkan bahwa kamu memiliki kredensial profesional yang belum dimiliki orang lain yang tidak memiliki sertifikasi, bahkan dengan memiliki sertifikasi kamu juga akan dinilai memiliki inisiatif yang tinggi untuk terus upgrade diri (Sumber: acorn).
- Memperluas Akses Jaringan Profesional
Banyak lembaga sertifikasi menyediakan komunitas, forum diskusi, atau akses ke jaringan alumni. Hal ini bisa menjadi pintu untuk memperluas koneksi dengan sesama praktisi data science, bahkan membuka peluang kerja sama atau tawaran karier baru di masa depan.
BACA JUGA: Peran Data Science di Industri Finance: Study Case Kredivo
Kapan Waktu yang Tepat untuk Mengambil Sertifikasi Data Science?
Kapan sebaiknya mulai mengambil sertifikasi data science? Apakah harus menunggu sampai memiliki pengalaman kerja, atau justru lebih baik dilakukan sejak masih kuliah? Jawabannya sebenarnya bergantung pada tujuan dan kondisi masing-masing individu:
- Saat Masih Kuliah atau Fresh Graduate
Bagi mahasiswa tingkat akhir atau fresh graduate, sertifikasi data science bisa menjadi bekal awal yang berharga sebelum masuk ke dunia kerja. Dengan sertifikasi, kamu bisa menunjukkan bahwa meskipun pengalaman kerja masih terbatas, kamu sudah memiliki kompetensi yang diakui secara formal di bidang data science. Ini bisa menjadi pembeda ketika bersaing dengan kandidat lain yang memiliki latar belakang pendidikan serupa.
- Setelah Memiliki Pengalaman Kerja
Bagi yang sudah bekerja di bidang data science, mengambil sertifikasi bisa menjadi cara untuk memperkuat posisi profesional. Misalnya, seorang data scientist yang ingin naik level bisa menggunakan sertifikasi sebagai bukti bahwa ia siap mengambil tanggung jawab lebih besar. Selain itu, sertifikasi juga bisa membantu meningkatkan kredibilitas di mata atasan maupun klien.
- Saat Ingin Switch Career ke Bidang Data
Banyak profesional dari bidang lain yang tertarik untuk beralih ke bidang data science. Dalam kasus ini, sertifikasi dapat menjadi “jembatan” yang mempercepat proses transisi. Dengan adanya sertifikasi, kamu tidak perlu memulai dari nol karena kredensial tersebut dapat menunjukkan bahwa kamu sudah mempelajari dasar-dasar yang dibutuhkan untuk berkarier di bidang data science.
- Ketika Ingin Mengikuti Perkembangan Diri
Teknologi data science terus berkembang pesat, dari machine learning, artificial intelligence, hingga big data analytics. Bagi yang sudah lama berkecimpung di bidang ini, sertifikasi bisa menjadi sarana untuk tetap relevan dan update dengan tren terbaru. Dengan begitu, kemampuanmu tidak hanya bertahan, tetapi juga terus berkembang mengikuti kebutuhan industri.
- Sebelum Mengajukan Beasiswa atau Program Profesional
Beberapa program beasiswa internasional program pelatihan profesional biasanya mensyaratkan kamu memiliki sertifikasi tertentu. Jadi, mengambil sertifikasi sebelum mendaftar bisa meningkatkan peluangmu untuk diterima sekaligus memperkuat profil akademik maupun profesional.
BACA JUGA: Fantastis! Ini Gaji Data Science Fresh Graduate
5 Rekomendasi Sertifikasi Data Science Terbaik
Ada beberapa rekomendasi sertifikasi data science yang bisa kamu pertimbangkan, diantaranya:
- Sertifikasi BNSP Data Science
BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) merupakan lembaga independen yang dibentuk oleh pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja di berbagai bidang, termasuk profesi data science. Melalui LSP Digital, BNSP menyediakan sertifikasi kompetensi data science yang diakui secara nasional. Sertifikasi ini berbasis SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) dan disesuaikan dengan kebutuhan tenaga kerja di Indonesia. Untuk memperoleh sertifikasi ini, ada beberapa tahapan yang perlu kamu jalani:
- Pendaftaran = Melakukan registrasi, memenuhi persyaratan yang ditetapkan, dan membayar biaya pendaftaran
- Assessment = Mengikuti uji kompetensi berupa tes tulis serta praktik langsung berbasis project
- Wawancara = Dilanjutkan dengan sesi tanya jawab lisan bersama asesor terkait bidang data science
- Pengumuman = Sertifikat diterbitkan maksimal H+30 hari kerja setelah ujian, dengan masa berlaku 3 tahun (dapat diperbarui dengan sertifikasi ulang)
Dalam sertifikasi BNSP, kamu diuji berdasarkan kompetensi utama di bidang data science, diantaranya:
- Pengolahan data (data wrangling, data cleaning)
- Analisis data menggunakan Python atau R
- Pemodelan data & machine learning
- Interpretasi & visualisasi data
- Penyajian & pelaporan hasil analisis
- Studi kasus data science
Untuk bisa lulus, kamu harus menguasai tiga aspek penting yaitu pengetahuan, sikap kerja (attitude), dan keahlian teknis. Beberapa pengetahuan dasar yang wajib dipahami antara lain:
- SQL
- Pemrograman (Python atau R)
- Statistika
- Visualisasi data
- Machine learning
- Dataframe
Untuk bisa mengikuti sertifikasi BNSP data science, kamu disarankan sudah memiliki pengalaman dalam analisis data serta portofolio proyek yang dapat diuji. Hal ini karena tingkat kesulitan ujian tergolong menengah hingga lanjutan, berbasis pengalaman dan studi kasus nyata. Sertifikasi ini memiliki sejumlah keunggulan, antara lain:
- Diakui secara nasional oleh BNSP
- Relevan untuk kebutuhan tenaga kerja di Indonesia
- Menguji keterampilan praktis (hands-on)
- Fleksibel, bisa diterapkan dengan berbagai tools (Python, R, SQL, Tableau, Power BI, Excel)
Namun, ada juga kelemahannya, yakni hanya berlaku secara nasional belum memiliki kredibilitas global dan kamu wajib memiliki pengalaman serta portofolio sebelum bisa mengikuti ujian.
- Sertifikasi Microsoft Azure Data Fundamentals: DP-900 Certification
Rekomendasi sertifikasi data scientist terbaik selanjutnya adalah Microsoft Azure Data Fundamentals: DP-900 Certification yaitu sertifikasi entry-level dari Microsoft yang berfokus pada dasar-dasar data di lingkungan Azure, termasuk konsep Data Fundamentals dan Cloud Computing. Sertifikasi ini cocok untuk pemula yang ingin memahami konsep dasar data modern sekaligus teknologi cloud milik Microsoft. Kamu akan diuji pada lima kompetensi utama, yaitu:
- Dasar-dasar konsep data (Relational & Non-Relational Data)
- Data Workloads di Microsoft Azure
- Database Concepts di Cloud
- Big Data dan Analitik di Azure
- Dasar-dasar AI dan Machine Learning di Microsoft Azure
Sertifikasi ini spesifik untuk ekosistem Azure, mencakup layanan seperti Azure SQL Database, Azure CosmosDB, Azure Synapse Analytics, Azure Data Lake, hingga Power BI. Bentuk dan format ujiannya sebagai berikut:
- Bentuk soal pilihan ganda (multiple choice)
- Ujian dilakukan secara online
- Durasi sekitar 60 menit
- Berbasis teori dan pemahaman konsep, bukan praktik langsung
Menariknya, untuk dapat sertifikasi ini tidak ada prasyarat teknis yang rumit, hanya perlu kemampuan bahasa Inggris karena seluruh soal menggunakan bahasa tersebut. Tingkat kesulitannya pun tergolong pemula hingga menengah, karena lebih banyak menguji pemahaman teori dan konsep dasar ekosistem Microsoft Azure dibandingkan keterampilan analisis data praktis. Berikut beberapa keunggulan dari sertifikasi ini:
- Diakui secara internasional sebagai bagian dari sertifikasi resmi Microsoft
- Cocok untuk pemula yang ingin memahami konsep data dan cloud computing
- Dapat dijadikan langkah awal sebelum mengambil sertifikasi Azure tingkat lanjut (misalnya DP-203: Data Engineering on Microsoft Azure)
- Sertifikat berlaku selamanya (tanpa masa kadaluarsa)
Namun, kelemahan dari sertifikasi ini adalah hanya untuk Microsoft Azure, sehingga kurang relevan jika bekerja di platform cloud lain. Oleh karena itu, sertifikasi ini cocok untuk kamu yang:
- Baru memulai karier di bidang data dan ingin belajar konsep dasar data di cloud
- Berencana melanjutkan ke sertifikasi Azure tingkat lanjut
- Ingin sertifikasi internasional dengan kredibilitas global
- SAS Certified Data Science
Sertifikasi SAS Certified Data Science adalah salah satu sertifikasi internasional yang berfokus pada penggunaan SAS (Statistical Analysis System), sebuah software analisis data yang banyak digunakan di perusahaan global. Untuk bisa mendapatkan sertifikasi ini, kamu harus memiliki pengetahuan kuat dalam:
- Pemrograman SAS
- SQL
- Statistika
- Ilmu matematika yang umum digunakan di bidang data science
Ujian sertifikasi SAS ini menguji kemampuan kamu dalam:
- Mengolah data
- Melakukan analisis statistik
- Membangun model machine learning dengan SAS
Sertifikat ini cocok untuk kamu yang ingin berkarier di perusahaan besar yang masih banyak menggunakan SAS sebagai standar analisis data mereka.
- DASCA (Data Science Council of America) – Senior Data Science
DASCA (Data Science Council of America) adalah lembaga internasional yang mengeluarkan sertifikasi bergengsi untuk data science. Salah satu levelnya adalah Senior Data Science yang ditujukan untuk profesional dengan pengalaman kerja lebih dari lima tahun. Materi yang diuji dalam sertifikasi ini mencakup:
- Ilmu data
- Ilmu data untuk pemangku kepentingan bisnis
- Dasar-dasar ilmu data untuk data science
- Ilmu data untuk data science
- Ilmu data lanjut untuk data science
- Bisnis big data
- Dukungan lintas organisasi
Sertifikasi ini lebih cocok untuk profesional berpengalaman yang ingin meningkatkan kredibilitas di level senior, terutama bagi kamu yang berinteraksi dengan berbagai pemangku kepentingan bisnis dan bertanggung jawab atas pengambilan keputusan berbasis data.
- DASCA (Data Science Council of America) – Principal Data Science
Level tertinggi dari DASCA adalah Principal Data Science (PDS™). Sertifikasi ini ditujukan untuk profesional tingkat principal atau yang sudah memiliki pengalaman panjang dalam memimpin tim data science di organisasi besar. Materi yang diujikan meliputi:
- Data science
- Data science untuk pemangku kepentingan bisnis
- Big data
- Ilmu data untuk data science
- Ilmu data lanjut untuk data science
Sertifikasi ini bukan untuk pemula, melainkan untuk kamu yang sudah berada di level strategis dan berperan dalam merancang strategi data, memimpin transformasi digital, serta menjembatani kebutuhan bisnis dengan solusi berbasis data.
BACA JUGA: 25 Istilah Data Science yang Sering Ditanyakan Pemula
Mana Sertifikasi Data Science yang Cocok Untukmu?
Setiap sertifikasi punya fokus, tingkat kesulitan, hingga pengakuan yang berbeda-beda. Agar tidak bingung, kamu bisa mulai dengan mengenali kebutuhan dan kondisi kamu sendiri:
- Jika Kamu Masih Pemula dan Ingin Mendalami Cloud dan Data
Baru lulus kuliah atau lagi transisi karier ke bidang data? Mulailah dengan sertifikasi dasar seperti Microsoft Azure DP-900. Sertifikasi ini membantu kamu memahami konsep fundamental seputar data dan cloud, tanpa harus punya pengalaman panjang terlebih dahulu.
- Jika Kamu Sudah Punya Pengalaman Mengerjakan Project
Untuk kamu yang sudah pernah terjun ke dunia data dan punya portofolio project, BNSP Data Science bisa jadi pilihan. Sertifikasi ini sifatnya kompetensi praktis, jadi kamu akan diuji langsung dengan studi kasus nyata. Plus, sertifikasi BNSP juga diakui secara nasional, cocok banget kalau tujuan kariermu masih di Indonesia.
- Jika Targetmu Company Global
Jika kamu ingin kerja di perusahaan multinasional atau bahkan di luar negeri, pertimbangkan sertifikasi internasional seperti SAS Certified Data Science atau DASCA Senior Data Science. Sertifikasi ini lebih diakui secara global dan bisa jadi pembeda besar di mata recruiter internasional.
- Jika Kamu Sudah di Level Senior atau Principal
Untuk yang sudah lama berkecimpung di dunia data science dan mungkin memimpin tim, sertifikasi seperti DASCA Senior Data Science atau Principal Data Science lebih cocok. Sertifikasi ini bukan hanya menguji kemampuan teknis, tapi juga kapasitasmu dalam menghubungkan data dengan kebutuhan bisnis dan strategi perusahaan.
- Pertimbangkan Waktu dan Biaya
Selain level dan tujuan karier, jangan lupa pikirkan soal waktu belajar dan budget. Sertifikasi internasional memang bergengsi, tapi biayanya juga lebih tinggi. Kalau kamu ingin mulai dengan yang lebih terjangkau, sertifikasi lokal seperti BNSP bisa jadi langkah awal sebelum melangkah ke level internasional.
BACA JUGA: 7 Ruang Lingkup Data Science
Kesimpulan
Berbekal sertifikasi data science, kamu bisa mendapatkan bukti formal bahwa kemampuanmu di bidang ini memang sudah teruji. Sertifikasi bukan hanya menambah nilai di CV, tapi juga memberi keuntungan nyata seperti peluang karir lebih luas, peningkatan kepercayaan diri, hingga kesempatan dipromosikan atau mendapatkan penghasilan lebih tinggi. Dengan semakin ketatnya persaingan talenta digital, sertifikasi juga dapat memperkuat kredibilitas profesional sekaligus membuka akses ke jaringan global yang relevan dengan dunia data.
Namun, memilih sertifikasi tidak bisa asal-asalan. Kamu perlu menyesuaikannya dengan level pengalaman, tujuan karir, serta ketersediaan waktu dan biaya. Untuk pemula, sertifikasi dasar seperti Microsoft Azure DP-900 bisa menjadi langkah awal yang tepat. Jika sudah punya pengalaman, BNSP bisa menjadi pilihan praktis, sementara untuk target global ada SAS maupun DASCA yang lebih bergengsi. Intinya, sertifikasi yang tepat adalah yang benar-benar relevan dengan kebutuhanmu saat ini sekaligus mendukung perjalanan karirmu ke depan.
BACA JUGA: 12 Fasilitas Online Bootcamp Data Science Untuk Karier
Rekomendasi Pelatihan Bersertifikasi Data Science
Untuk mendapatkan sertifikat tentunya tidak mudah, apalagi jika kamu mengandalkan cara belajar secara otodidak. Kamu bisa menyiapkan ujian sertifikasi dengan belajar dulu bersama mentor expert di Digital Skola. Kelas Bootcamp Data Science yang Digital Skola sediakan cocok untuk fresh graduate hingga karyawan yang tertarik untuk switch career. Kenapa kelas ini jadi pilihan tepat untuk upgrade skill data science-mu?
- Sertifikasi Internasional Microsoft Azure Fundamentals (DP-900)
- Sertifikasi Profesi Data Scientist dari BNSP
- Akses AI Lecturer “Deka” 24/7 untuk mendukung proses belajar
- Pembuatan portofolio + magang dengan real experience di perusahaan mitra
- Career Coaching bareng HR Expert
- Pengembangan profesional branding
Setelah menyelesaikan kelas, kamu akan mengikuti proses sertifikasi sesuai pilihan:
- Sertifikasi Microsoft Azure Data Fundamentals yang kini jadi salah satu syarat utama di banyak lowongan Data Scientist global, terutama yang berfokus pada cloud & AI
- Sertifikasi profesi Data Scientist dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) yang akan memberikan pengakuan resmi skala nasional
Kedua sertifikasi ini akan meningkatkan value profile kamu, membuka peluang karier lebih luas, dan memberikan daya saing yang lebih tinggi di industri. Yuk, daftar sekarang!
FAQ
1. Apakah sertifikasi data science wajib untuk jadi data scientist?
Tidak wajib, tapi sangat membantu jadi bukti formal kompetensi yang membuatmu lebih unggul di mata recruiter.
2. Apakah sertifikasi BNSP diakui di luar negeri?
Belum. Sertifikasi BNSP hanya berlaku secara nasional di Indonesia.
3. Apakah sertifikasi data science berlaku selamanya?
Tidak semua. Misalnya, sertifikasi Microsoft Azure berlaku seumur hidup, tapi BNSP hanya berlaku 3 tahun dan harus diperbarui.