
Annisa Risyafa Febriyanti awalnya tidak menyangka perjalanan kariernya di bidang QA (Quality Assurance) akan dimulai dari rasa penasaran. Saat menjadi asisten dosen untuk mata kuliah QA, ia mulai tertarik mendalami bidang ini karena melihat banyak peluang kerja, khususnya untuk QA Automation. Namun, ia sadar hanya berbekal pengalaman di kampus tidak cukup untuk menembus industri. Di titik itu, Annisa memutuskan untuk mencari kelas yang bisa memberi pemahaman lebih dalam sekaligus sertifikat resmi.
Pilihannya jatuh pada Digital Skola karena menghadirkan tutor dari perusahaan ternama. Keputusan ini ternyata menjadi langkah besar yang membuka jalan kariernya. Penasaran bagaimana pengalaman belajar di Digital Skola membantu Annisa langsung mendapat pekerjaan setelah lulus dari kelas? Simak kisah lengkapnya di artikel ini!

BACA JUGA: QA Engineer: Pengertian, Skill, Hingga Peran di Industri
Tantangan Karir yang Dihadapi Annisa Sebelum Ikut Mini Bootcamp
Meski sudah mengenal QA dari bangku kuliah, Annisa merasa wawasannya masih terbatas. Dunia kerja menuntut lebih dari sekadar pengetahuan dasar. Apalagi, industri kini membutuhkan QA dengan kemampuan automation, sementara ia belum memiliki pengalaman di area tersebut.
“Bermula dari menjadi asisten dosen untuk mata kuliah QA, lama-kelamaan aku jadi penasaran dengan dunia QA itu sendiri. Apalagi sekarang ada banyak platform automation, bukan cuma Selenium dan Cucumber saja, sehingga rasa penasaranku semakin besar,” cerita Annisa.
BACA JUGA: Definisi, Tugas, hingga Prospek Karier DevOps Engineer
Pengalaman Belajar di Mini Bootcamp QA Engineer Digital Skola
Annisa menemukan informasi tentang kelas QA Engineer Digital Skola melalui Instagram. Melihat kebutuhan industri yang besar serta adanya tutor expert dari perusahaan ternama, ia semakin yakin untuk bergabung.
“Awalnya aku lihat iklan QA Engineer Digital Skola di Instagram. Lalu, karena aku lihat lowongan kerja banyak posisi untuk QA Automation, aku merasa perlu mengambil kelas ini untuk dapat sertifikat. Ditambah lagi, di iklannya disebutkan ada tutor dari perusahaan ternama, jadi aku semakin tertarik,” jelasnya.
Selama ikut kelas Digital Skola, Annisa belajar banyak hal praktis mulai dari pembuatan test case, load testing, hingga cara berkomunikasi efektif dengan developer ketika menemukan bug. Baginya, pengalaman paling berkesan adalah saat mengerjakan project nyata. Project inilah yang kemudian ia masukkan ke CV dan GitHub sebagai portfolio.
BACA JUGA: 12 Roadmap Belajar QA Engineer dari Nol Untuk Pemula
Transformasi & Hasil Setelah Lulus Mini Bootcamp Digital Skola
Hasil nyata langsung terasa setelah Annisa lulus. Tepat setelah mendapatkan sertifikat dari Digital Skola, ia mendapat tawaran kerja di sebuah software house sebagai QA Tester. Meski fokus pekerjaannya lebih ke manual testing, semua ilmu dari kelas tetap terpakai.
“Meskipun saat ini aku bekerja sebagai QA manual testing, bukan automation, ilmu dari Digital Skola tetap sangat membantu. Saat kelas, aku belajar membuat test case, melakukan load testing, hingga cara berkomunikasi dengan tim developer. Bahkan, ilmu tersebut juga terpakai ketika aku mendapat assignment sebagai assistant project manager,” ungkap Annisa.
Bukan hanya itu, project yang dikerjakannya selama kelas menjadi nilai tambah penting saat melamar kerja. Recruiter bisa melihat sejauh mana skill yang ia miliki.
“Kalau memang benar-benar mau ikut bootcamp dan sudah bergabung, kerjakan projectnya sampai selesai secara maksimal. Project tersebut sangat membantu untuk boosting CV, karena menjadi cara bagi user melihat sejauh mana skill kita,” tambahnya.
BACA JUGA: 8 Jenis-Jenis Pengujian dalam QA Engineer
Pesan untuk Calon Peserta Mini Bootcamp Digital Skola
Annisa berbagi strategi sederhana yang membantunya diterima kerja lebih cepat:
- Perbaiki CV dengan menambahkan project nyata dari kelas Digital Skola
- Cantumkan hasil kerja di GitHub sebagai portfolio
- Jujur saat interview tentang materi yang sudah dipelajari, baik dari kuliah maupun kelas tambahan.
“Aku sangat terbantu dengan project dari kelas Digital Skola yang aku cantumkan di CV dan GitHub. Saat interview, aku jujur menceritakan apa yang kupelajari di kuliah, lalu diperkuat dengan materi yang kupelajari di Digital Skola. Dari situ, beberapa perusahaan tertarik,”

BACA JUGA: 10 Perbedaan QA Engineer vs Software Tester
Yuk, Mulai Kariermu Jadi QA Engineer Seperti Annisa!

Perjalanan Annisa membuktikan bahwa rasa penasaran bisa menjadi pintu masuk karier baru asal diiringi dengan upgrade skill yang relevan. Dari belajar bersama tutor expert hingga mengerjakan project nyata, semua itu ia dapatkan di Digital Skola. Ingin mengikuti jejak Annisa dan membangun karier digital yang sukses? Yuk, daftar kelas QA Engineer Digital Skola. Di kelas ini kamu akan mempelajari:
- Introduction and Fundamental in Quality Assurance
- Testing & Bugs Management
- GIT
- Programming Fundamental & Advanced
- Load Test
- API Testing
- API Automation
- Load Test
- Web UI Automation