
Growth Mindset Vs Fixed Mindset adalah dua jenis pola pikir yang berbeda atau bisa dikatakan berseberangan. Istilah growth mindset vs fixed mindset pertama kali dicetuskan oleh peneliti di Universitas Stanford yaitu Carol Dweck dalam bukunya yang berjudul Mindset: The New Psychology of Success. Dalam penelitiannya, ia mencoba untuk menjelaskan bahwa manusia memiliki keyakinan berbeda dan percaya pada karakter masing-masing yang akhirnya menghasilkan pola pikir berbeda juga. Sebelumnya, perlu kita selaraskan dulu pemahaman mengenai pola pikir, yakni persepsi atau self theory yang diyakini seseorang tentang diri sendiri.
Salah satu hal yang paling sering dianggap klise dan diabaikan orang adalah fakta bahwa cara pandang atau pola pikir akan mempengaruhi cara kita menjalani hidup. Pola pikir growth mindset vs fixed mindset dapat mempengaruhi berbagai aspek psikologis yang akhirnya bisa mengubah hidup seseorang. Faktanya, kesuksesan pun tidak hanya dipengaruhi oleh bakat dan kemampuan, tetapi juga oleh pola pikir.
Lalu, bagaimana persisnya pola pikir growth mindset Vs fixed mindset dapat mempengaruhi cara seseorang menjalani hidup? Simak terus!
BACA JUGA: 6 Tips Jitu Time Management yang Lebih Efektif
Apa Itu Growth Mindset?
Growth mindset adalah pola pikir yang memandang kecerdasan dan bakat sebagai kualitas yang dapat dikembangkan dari waktu ke waktu. Orang dengan pola pikir growth mindset percaya bahwa kecerdasan dan bakat mereka bisa ditingkatkan melalui usaha dan tindakan. Selain itu, mereka juga percaya bahwa kemunduran atau ketidaktahuan akan sesuatu adalah bagian penting dari proses pembelajaran dan merupakan cara terbaik untuk bangkit kembali dengan lebih meningkatkan motivasi dan usaha.
Seseorang dengan pola pikir growth mindset biasanya tidak mudah menyerah karena mereka melihat sebuah kegagalan sebagai hal yang sementara dan dapat diubah. Oleh karena itu, growth mindset akan sangat membantu kamu untuk terus berkembang, meningkatkan motivasi, dan meningkatkan kinerja.
BACA JUGA: 3 Kunci Utama untuk Jadi Digital Talent
Apa Ciri-Ciri Growth Mindset?
Berikut adalah beberapa ciri utama dari seseorang yang memiliki growth mindset:
Melihat Kegagalan Sebagai Peluang untuk Belajar
Seseorang dengan growth mindset tidak menganggap kegagalan sebagai akhir dari segalanya. Sebaliknya, kamu akan melihat kegagalan sebagai bagian dari proses pembelajaran. Alih-alih menyerah, kamu akan bertanya: “Apa yang bisa aku pelajari dari kesalahan ini?”
Percaya Bahwa Usaha Meningkatkan Kemampuan
Orang yang memiliki growth mindset percaya bahwa bakat bukanlah satu-satunya penentu kesuksesan. Jika kamu termasuk orang yang percaya bahwa latihan dan ketekunan bisa membuatmu lebih baik, maka itu adalah salah satu ciri utama growth mindset. Kamu tidak mudah puas dan selalu ingin mencoba lagi dengan strategi yang lebih baik.
Terbuka Terhadap Masukan dan Kritik
Daripada merasa tersinggung atau defensif saat menerima kritik, jika kamu memiliki growth mindset maka kamu justru menerimanya sebagai kesempatan untuk berkembang. Kamu menyadari bahwa masukan dari orang lain bisa membantumu melihat hal-hal yang mungkin terlewat.
Menikmati Proses Belajar
Growth mindset membuat kamu lebih fokus pada proses, bukan semata-mata hasil. Kamu merasa puas ketika melihat dirimu berkembang, bahkan jika belum mencapai target yang diinginkan. Selain itu, proses belajar terasa menjadi aktivitas yang menyenangkan karena kamu sadar bahwa setiap langkah adalah bagian dari kemajuan.
Tidak Mudah Menyerah Ketika Menghadapi Tantangan
Tantangan tidak membuat kamu mundur, melainkan menjadi motivasi untuk mencari solusi. Kamu melihat tantangan sebagai cara untuk menguji dan meningkatkan kemampuanmu. Rasa ingin tahu dan semangat untuk mengatasi rintangan adalah ciri yang jelas dari growth mindset.
Percaya Bahwa Kecerdasan Bisa Dikembangkan
Daripada meyakini bahwa kecerdasan bersifat tetap, kamu percaya bahwa otak manusia dapat bertumbuh melalui pengalaman dan pembelajaran. Ini membuat kamu lebih terbuka dalam mencoba hal-hal baru dan tidak takut dianggap belum “pintar”.
Tidak Iri Melihat Kesuksesan Orang Lain
Jika kamu memiliki growth mindset, maka kamu tidak merasa terancam atau iri saat melihat orang lain sukses. Sebaliknya, kamu akan merasa termotivasi dan terinspirasi. Kamu percaya bahwa keberhasilan orang lain adalah hasil dari kerja keras dan kamu pun bisa mencapai hal serupa jika terus berusaha dan belajar. Ini menunjukkan bahwa kamu punya kepercayaan diri yang sehat dan pola pikir kolaboratif, bukan kompetitif secara negatif.
Berani Keluar dari Zona Nyaman
Orang dengan growth mindset tidak takut mencoba hal-hal baru, bahkan jika itu membuat mereka merasa tidak nyaman di awal. Jika kamu memiliki growth mindset maka kamu akan menyadari bahwa perkembangan hanya bisa terjadi jika kamu bersedia mengambil risiko dan menghadapi ketidakpastian.
Tidak Menyalahkan Keadaan atau Orang Lain
Ketika sesuatu tidak berjalan sesuai rencana, orang dengan growth mindset tidak langsung mencari kambing hitam, melainkan lebih cenderung merefleksikan apa yang bisa diperbaiki dari diri sendiri. Seseorang dengan growth mindset punya sikap tanggung jawab yang kuat terhadap perkembangan pribadinya.
Memiliki Tujuan Jangka Panjang
Growth mindset juga tercermin dari cara kamu memandang tujuan. Kamu tidak hanya fokus pada pencapaian instan, tetapi memiliki visi jangka panjang tentang siapa kamu ingin menjadi. Kamu menyusun langkah-langkah kecil dan berkomitmen untuk terus belajar dan berkembang secara berkelanjutan.
BACA JUGA: Cara Membalas Email Interview
Mengapa Growth Mindset Penting?
Berikut beberapa alasan growth mindset sangat penting untuk kamu kembangkan:
Meningkatkan Kemampuan Belajar dan Adaptasi
Di dunia yang terus berubah, kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi menjadi sangat penting. Growth mindset membuat kamu terbuka terhadap hal-hal baru dan tidak cepat puas dengan pengetahuan yang sudah ada. Kamu jadi lebih mudah beradaptasi di lingkungan kerja, pendidikan, maupun dalam kehidupan sehari-hari karena kamu tidak takut mencoba, belajar ulang, atau berubah.
Membantu Menghadapi Kegagalan
Setiap orang pasti pernah gagal. Namun, perbedaan terletak pada bagaimana kamu meresponsnya. Dengan growth mindset, kamu tidak melihat kegagalan sebagai tanda ketidakmampuan, melainkan sebagai bagian dari proses belajar. Ini membuat kamu lebih tahan banting secara mental, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi hambatan.
Mendorong Perkembangan Diri yang Berkelanjutan
Growth mindset menumbuhkan semangat untuk terus berkembang. Kamu tidak hanya mengejar hasil akhir, tetapi juga menghargai proses dan progres. Pola pikir ini sangat penting jika kamu ingin menjadi versi terbaik dari dirimu, karena kamu sadar bahwa kemampuan bisa terus diasah sepanjang hidup.
Meningkatkan Rasa Percaya Diri dan Inisiatif
Dengan growth mindset, kamu percaya bahwa kamu bisa menjadi lebih baik jika berusaha. Kepercayaan ini membangun rasa percaya diri yang sehat. Kamu jadi tidak takut mencoba, mengambil inisiatif, dan menghadapi risiko. Kamu juga tidak terlalu khawatir dengan pandangan orang lain karena fokusmu adalah pertumbuhan pribadi, bukan validasi eksternal.
Memperkuat Hubungan Sosial dan Kerja Sama
Orang dengan growth mindset cenderung lebih terbuka terhadap kritik dan masukan. Hal ini membuatmu lebih mudah bekerja sama dalam tim dan membangun hubungan yang sehat dengan orang lain. Kamu juga lebih mudah menghargai keberhasilan orang lain, tanpa merasa terancam.
Memungkinkan Untuk Pindah ke Bidang Baru
Jika kamu memiliki growth mindset, masa lalu bukanlah hal yang absolut dan sepenuhnya menentukan masa depan. Hal ini bisa menjadi modal utama jika kamu sebelumnya memiliki keahlian dan pengalaman di bidang tertentu dan ingin mulai mencoba menekuni bidang baru. Salah satu cara untuk bisa terus mengikuti perkembangan zaman adalah mempelajari hal baru, oleh karena itu growth mindset akan menyelamatkan kamu dari perubahan apapun di dunia kedepannya.
Meningkatkan Ketahanan Diri
Ketahanan diri adalah kapasitas untuk pulih dan bergerak saat melalui situasi sulit. Hal ini sangat penting untuk dimiliki karena ketika tantangan, kemunduran, dan kegagalan tak terhindarkan muncul, kamu masih bisa bergantung pada kemampuan untuk bertahan dan belajar dari situasi tersebut. Bahkan, seseorang dengan growth mindset akan menganggap kesalahan sebagai peluang untuk belajar.
Tetap Rendah Hati
Pola pikir growth mindset akan terus mendorong kamu untuk selalu belajar dan terus berkembang, hal ini akan membuat kamu tetap rendah hati dan tidak merasa jauh lebih hebat atau lebih pintar dari orang lain. Jika kamu terlalu nyaman dengan pengetahuan yang kamu miliki, kamu tidak akan menerima masukan dari orang lain dan akhirnya kehilangan peluang untuk terus tumbuh.
BACA JUGA: Peluang Kerja Online Mengetik dengan Gaji Menarik
Bagaimana Cara Mengembangkan Growth Mindset?
Berikut beberapa langkah konkret yang bisa kamu lakukan untuk mulai mengembangkan growth mindset:
Evaluasi Pola Pikirmu saat Ini
Langkah pertama adalah mengenali dulu pola pikir yang kamu miliki. Apakah kamu sering merasa “aku memang tidak berbakat di bidang ini” atau “aku memang bukan orang yang pintar matematika”? Jika iya, itu adalah tanda adanya fixed mindset. Menyadari pikiran-pikiran semacam ini adalah langkah awal menuju perubahan.
Ubah Bahasa yang Kamu Gunakan untuk Diri Sendiri
Bahasa mencerminkan pola pikir. Coba perhatikan kalimat seperti:
- “Aku tidak bisa.” → ubah menjadi → “Aku belum bisa.”
- “Aku gagal.” → ubah menjadi → “Aku sedang belajar.”
Dengan membiasakan diri menggunakan bahasa yang mencerminkan proses dan kemungkinan berkembang, kamu secara perlahan membentuk cara berpikir yang lebih terbuka terhadap perubahan.
Hadapi Tantangan dengan Sikap Terbuka
Growth mindset berkembang ketika kamu berani menghadapi tantangan, bukan menghindarinya. Saat menemui sesuatu yang sulit, cobalah berpikir:
- “Tantangan ini bisa jadi kesempatan buatku untuk tumbuh.”
Alih-alih takut gagal, biasakan untuk merasa penasaran dan ingin tahu bagaimana kamu bisa belajar dari situasi tersebut.
Anggap Kegagalan sebagai Bentuk Proses
Salah satu ciri utama growth mindset adalah melihat kegagalan bukan sebagai tanda ketidakmampuan, melainkan sebagai feedback. Jika kamu mengalami kesalahan, cobalah refleksikan:
- Apa yang bisa aku pelajari?
- Apa yang akan aku lakukan berbeda lain kali?
Dengan sikap ini, kamu akan lebih tahan terhadap tekanan dan tidak mudah menyerah.
Coba Terbuka Pada Kritik dan Masukan
Jika kamu ingin bertumbuh, kamu perlu membiasakan diri untuk melihat kritik sebagai sarana pembelajaran, bukan sebagai serangan terhadap diri. Belajarlah untuk mendengarkan dengan terbuka, lalu gunakan masukan tersebut sebagai bahan perbaikan. Ini bukan berarti kamu harus menerima semua kritik secara mentah-mentah, tapi setidaknya kamu tidak langsung menolaknya.
Kelilingi Dirimu dengan Lingkungan yang Positif
Lingkungan sangat mempengaruhi cara berpikirmu. Berada di sekitar orang-orang yang punya growth mindset akan mendorong kamu untuk ikut berkembang. Temukan komunitas belajar, mentor, atau teman diskusi yang bisa membantumu berpikir terbuka dan berkembang bersama.
Fokus Pada Progres, Bukan Sekadar Hasil
Daripada hanya terpaku pada hasil akhir, cobalah untuk menghargai proses yang kamu jalani. Misalnya, daripada hanya senang karena nilai ujian tinggi, kamu juga bisa merasa puas karena berhasil memahami materi lebih baik daripada sebelumnya. Mengapresiasi progres membuatmu lebih termotivasi dalam jangka panjang.
Konsisten
Growth mindset tidak berkembang dalam semalam. Diperlukan kebiasaan dan ketekunan. Terkadang kamu mungkin merasa lelah atau kembali ke pola pikir lama. Itu wajar, yang penting kamu tetap kembali ke jalur pertumbuhan setiap kali menyadari hal tersebut.
BACA JUGA: 20+ Pertanyaan Menjebak Saat Interview dan Jawabannya
Apa Itu Fixed Mindset?
Fixed mindset adalah pola pikir yang memandang bakat dan kecerdasan adalah hal yang tetap, artinya fixed mindset percaya mereka dilahirkan dengan tingkat kecerdasan dan bakat alami yang nantinya akan mereka capai di masa dewasa. Orang yang memiliki pola pikir fixed mindset biasanya menghindari tantangan dalam hidup, mudah menyerah, dan merasa terintimidasi atau terancam oleh keberhasilan orang lain, hal ini juga disebabkan oleh pemikiran mereka yang melihat kecerdasan dan bakat sebagai sesuatu yang tidak bisa dikembangkan.
Fixed mindset bisa membawa banyak hal negatif. Misalnya, seseorang dengan fixed mindset saat menghadapi kegagalan dalam mengerjakan suatu tugas beranggapan mereka tidak cukup pintar untuk melakukannya dan tidak berusaha untuk berlatih lebih keras agar kedepannya bisa berhasil. Bahkan, orang dengan fixed mindset juga percaya bahwa sifat individu tidak bisa diubah.
BACA JUGA: Ingin Sukses? Pertimbangkan untuk Ikut Career Coaching
Apa Ciri-Ciri Fixed Mindset?
Berikut adalah ciri-ciri utama seseorang yang memiliki fixed mindset:
Meyakini Bahwa Skill Itu Bawaan Lahir
Orang dengan fixed mindset biasanya percaya bahwa kecerdasan dan bakat bersifat tetap. Mereka cenderung menganggap bahwa seseorang sukses karena memang “sudah dari sananya”, bukan karena usaha atau latihan yang konsisten. Akibatnya, mereka bisa merasa tidak perlu berusaha lebih jika merasa “tidak berbakat” di suatu bidang.
Mudah Menyerah saat Menghadapi Kesulitan
Saat menghadapi kesulitan, individu dengan fixed mindset cenderung cepat merasa frustasi dan menyerah. Tantangan dianggap sebagai tanda bahwa seseorang tidak memiliki kapasitas yang cukup. Alih-alih mencari strategi baru, mereka cenderung menghindari situasi yang menantang.
Menghindari Kegagalan Karena Takut dinilai Tidak Mampu
Bagi orang dengan fixed mindset, kegagalan bukan hanya pengalaman yang tidak menyenangkan, tetapi juga dianggap sebagai bukti bahwa mereka tidak cukup cerdas atau tidak layak. Akibatnya, mereka sering kali enggan mencoba hal-hal baru karena takut gagal atau terlihat buruk di mata orang lain.
Sulit Menerima Kritik
Seseorang dengan fixed mindset bisa merasa tersinggung atau defensif saat menerima masukan, meskipun masukan tersebut bersifat membangun. Hal ini terjadi karena mereka menganggap kemampuan mencerminkan identitas, sehingga kritik dianggap menyangkut harga diri.
Terlalu Fokus Pada Hasil
Individu dengan fixed mindset biasanya lebih menghargai hasil akhir dibandingkan proses belajar yang dilalui. Mereka cenderung merasa berhasil jika mendapatkan hasil yang baik secara instan, dan merasa gagal sepenuhnya jika hasilnya tidak sesuai harapan, tanpa mempertimbangkan usaha yang telah dilakukan.
Enggan Mencoba Hal Baru
Mencoba hal baru sering kali dihindari karena dianggap berisiko. Seseorang dengan fixed mindset lebih nyaman melakukan hal-hal yang sudah dikuasai agar tidak terlihat gagal. Hal ini membuat mereka sulit berkembang dan tertinggal dalam situasi yang membutuhkan pembaruan atau adaptasi.
BACA JUGA: Salah Jurusan Kuliah? Jangan Panik, Ini Solusinya!
Perbedaan Growth Mindset Vs Fixed Mindset
Seseorang dengan pola pikir growth mindset akan memandang kecerdasan, kemampuan, dan bakat sebagai sesuatu yang bisa dipelajari dan mampu ditingkatkan melalui usaha. Di sisi lain, seseorang dengan pola pikir fixed mindset memandang kecerdasan, kemampuan, dan bakat sebagai sesuatu yang stabil dan tidak bisa diubah dari waktu ke waktu (Sumner: HBS Edu Online). Lebih lengkapnya berikut perbedaan growth mindset Vs fixed mindset:
Pandangan Terhadap Kecerdasan dan Kemampuan
Seseorang dengan growth mindset meyakini bahwa kecerdasan dapat ditumbuhkan. Jika belum menguasai suatu hal, ia percaya bahwa belajar, mencoba ulang, dan mencari strategi baru dapat membawanya pada peningkatan. Orang seperti ini tidak terpaku pada “bakat alami”, melainkan fokus pada proses belajar.
Sementara itu, orang dengan fixed mindset memandang kemampuan sebagai hasil dari faktor genetik atau bakat sejak lahir. Ketika mereka tidak pandai dalam sesuatu, mereka cenderung menerima begitu saja dan tidak berusaha lebih lanjut, karena menganggap usaha tidak akan banyak mengubah hasil.
Sikap Terhadap Tantangan
Orang dengan growth mindset melihat tantangan sebagai kesempatan untuk berkembang. Mereka akan lebih terbuka mencoba hal baru, sekalipun berisiko gagal, karena mereka tidak takut terlihat belum bisa. Sebaliknya, individu dengan fixed mindset lebih cenderung menghindari tantangan karena khawatir gagal dan terlihat tidak kompeten.
Respons Terhadap Kegagalan
Bagi seseorang dengan growth mindset, kegagalan bukanlah akhir, melainkan bagian dari proses belajar. Kegagalan dilihat sebagai pengalaman yang bisa dianalisis dan dijadikan pelajaran untuk mencoba kembali dengan pendekatan berbeda. Sementara itu, orang dengan fixed mindset sering menganggap kegagalan sebagai cerminan dari kelemahan diri.
Cara Menerima Kritik dan Masukan
Seseorang dengan growth mindset bersikap terbuka terhadap kritik. Ia memandang masukan dari orang lain sebagai cara untuk memperbaiki diri dan menilai ulang pendekatan yang telah dilakukan. Di sisi lain, seseorang dengan fixed mindset kerap kali merasa tersinggung atau tersudut saat menerima kritik, karena menganggapnya sebagai bentuk serangan terhadap nilai dirinya.
Tujuan dalam Bekerja atau Belajar
Individu dengan growth mindset umumnya fokus pada pertumbuhan jangka panjang. Mereka lebih tertarik pada bagaimana mereka berkembang dari waktu ke waktu. Sementara itu, individu dengan fixed mindset sering kali ingin selalu terlihat pintar atau kompeten. Mereka akan berusaha menjaga citra tersebut, bahkan jika itu berarti menghindari tantangan atau berpura-pura mengerti.
Reaksi Terhadap Keberhasilan Orang Lain
Orang dengan growth mindset cenderung merasa terinspirasi ketika melihat orang lain sukses. Mereka percaya bahwa keberhasilan orang lain adalah bukti bahwa kerja keras bisa membuahkan hasil. Sebaliknya, orang dengan fixed mindset mungkin merasa terancam atau iri terhadap pencapaian orang lain, karena menganggap bahwa keberhasilan itu adalah bukti bahwa mereka tertinggal.
BACA JUGA: 15 Ide Pekerjaan Part Time Untuk Mahasiswa
Bagaimana Cara Mengubah Fixed Mindset Menjadi Growth Mindset?
Mengubah fixed mindset menjadi growth mindset bukanlah proses yang instan, melainkan perjalanan yang memerlukan kesadaran diri, kemauan untuk berubah, dan konsistensi dalam membentuk pola pikir baru. Langkah awalnya adalah mengenali dan menerima bahwa selama ini mungkin ada kecenderungan untuk merasa “mentok” dalam menghadapi tantangan atau merasa kemampuan diri bersifat tetap. Kesadaran ini penting karena perubahan tidak mungkin terjadi tanpa pengakuan akan adanya pola yang ingin diperbaiki.
Setelah menyadari pola pikir tersebut, kamu perlu mulai membangun kebiasaan berpikir yang lebih terbuka terhadap proses belajar. Ini bisa dimulai dengan mengubah cara memaknai kegagalan bukan sebagai akhir dari segalanya, tetapi sebagai bagian dari proses bertumbuh. Kritik pun tidak lagi dianggap sebagai serangan terhadap harga diri, melainkan sebagai peluang untuk memperbaiki diri. Dengan membangun pola refleksi, membuka diri terhadap pengalaman baru dan dikelilingi oleh lingkungan yang suportif, perubahan mindset ini bisa berkembang secara alami dan berkelanjutan.
BACA JUGA: 15 Ide Pekerjaan Part Time Untuk Mahasiswa
Kesimpulan
Growth mindset dan fixed mindset adalah dua pola pikir yang sangat mempengaruhi cara seseorang belajar, bekerja, menghadapi tantangan, dan menilai diri sendiri. Pola pikir growth mindset memungkinkan seseorang untuk terus berkembang karena didasarkan pada keyakinan bahwa kemampuan dapat ditingkatkan melalui usaha, pembelajaran, dan ketekunan. Sebaliknya, fixed mindset justru membatasi potensi karena membuat seseorang merasa bahwa kemampuan mereka bersifat tetap dan tidak bisa diubah. Pola pikir ini tak hanya berdampak pada pencapaian akademis atau profesional, tetapi juga pada kesehatan mental, hubungan sosial, hingga cara menghadapi kegagalan.
Mengembangkan growth mindset adalah proses yang membutuhkan waktu, refleksi, dan konsistensi. Namun, siapa pun bisa memulainya dengan kesadaran diri, kemauan belajar, serta keberanian untuk keluar dari zona nyaman. Dengan terus berusaha memperbaiki diri dan melihat tantangan sebagai peluang, kamu bisa menciptakan pola pikir yang lebih adaptif dan positif.
BACA JUGA: 6 Cara Bikin CV yang ATS Friendly & Contohnya
Yuk, Bangun Growth Mindset!
Jika kamu menyadari selama ini memiliki pola pikir fixed mindset, kamu bisa mulai beralih ke pola pikir growth mindset dengan memberi diri banyak kesempatan untuk mempelajari hal-hal baru. Ada banyak cara untuk membangun dan mempertahankan growth mindset diantaranya adalah memperbanyak koneksi dan berbagi pengetahuan dengan orang lain, membaca berbagai artikel dan buku mengenai topik yang kamu minati, atau kamu juga bisa mengikuti berbagai kursus online agar bisa mempelajari banyak keterampilan baru.
Jika kamu tertarik untuk mempelajari hal baru, kamu bisa mulai dengan mengikuti kelas di Digital Skola. Ada berbagai pilihan kelas yang bisa kamu ikuti mulai dari ilmu data engineer, data science, digital marketing, dan masih banyak lagi!
FAQ
1. Apakah seseorang bisa punya growth mindset dan fixed mindset sekaligus?
Ya, seseorang bisa memiliki keduanya dalam aspek berbeda.
2. Apakah growth mindset bisa dipelajari?
Bisa dengan latihan, refleksi diri, dan membiasakan berpikir terbuka.
3. Apakah fixed mindset itu selalu buruk?
Tidak selalu. Tapi jika dibiarkan, fixed mindset bisa menghambat perkembangan diri.